Tarling Khas Indramayu Kota Budaya Dulu dan Kini

Seni Tarling adalah seni music tradisional yang sangat melekat dalam kehidupan sehari-hari masyarakat Pantura, terutama wilayah Cirebon dan Indramayu sebagai tempat asal muasalnya kesenian ini. Komponen utama dalam seni Tarling adalah alat music gitar dan seruling, ditambahkan juga kendi sebagai gong, kotak sabun sebagai kendang, ada juga baskom dan ketipung kecil sebagai tambahan alat perkusi. Itu pada awal mulanya music ini diciptakan sekitar tahun 1930an. Sekarang banyak ditambahkan pula dengan organ tunggal. Bahkan semakin banyak yang memadukannya dengan music dangdut, sehingga sekarang dikenal Tarlingdut atau Tarling Dangdut. Dampaknya, banyak orang mengira Tarling adalah sejenis music dangdut, padahal berbeda.

 

Tarling tidak bisa dipisahkan dari kehidupan masyarakat Pantura, termasuk masyarakat Indramayu, sebab Tarling merupakan salah satu hiburan rakyat yang dianggap mampu melepaskan beban hidup yang semakin berat dirasakan oleh masyarakat, terutama masyarakat kelas bawah. Dengan ikut berjoged dan nyawer dianggap mampu mengobati rasa lelah dan stress dalam mencari nafkah dan menjalani kehidupan. Lirik lagu Tarling juga banyak menghibur dan mencerahkan, disamping memberikan petuah dan menceritakan kisah sehari-hari.

 

Sebagai salah satu budaya yang erat dengan nilai-nilai kearifan local, Tarling tidak hanya berarti gitar dan seruling sebagai komponen utama kesenian ini, namun juga filosofi masyarakat tradisional Indramayu, yaitu ‘yen wis mlatar kudu eling’ atau kalau sudah berbuat kesalahan, harus segera eling dan bertobat. Artinya, harus selalu ada keinginan untuk memperbaiki diri. Tema kisah yang dipaparkan di dalam Tarling juga menyentuh kehidupan sehari-hari masyarakat, dan bersifat universal, misalnya saja lakon pegat-balen (kawin cerai), wayuan (poligami), demenan (cinta), mabuk, maen (berjudi), dan madon (Main perempuan). Semua ini dikemas dengan gaya bertutur yang subjektif sehingga mampu menghanyutkan penonton atau pendengarnya.

 

Saking populernya kesenian Tarling ini, penggemarnya tidak hanya berada di Cirebon dan Indramayu, namun sampai ke Pemalang, bahkan mengalahkan Campursari ala Jawa Tengah. Sebenarnya Tarling sendiri sudah melewatkan masa yang panjang dalam sejarah perkembangannya.

 

 

Tarling muncul kira-kira tahun 1931 di desa Kepandean, Kecamatan/Kabupaten Indramayu. Awalnya ada seorang komisaris Belanda yang meminta tolong kepada salah seorang warga bernama Mang Sakim untuk memperbaiki gitarnya. Mang Sakim juga dikenal sebagai ahli gamelan, musisi lah gitu istilahnya. Karena sang Belanda tidak juga mengambil gitarnya, mang Sakim menggunakan gitar itu untuk mempelajari lebih lanjut dan membandingkannya dengan nada-nada pentatonis gamelan. Hal ini dilanjutkan oleh putra Mang Sakim, yang bernama Sugra. Bahkan Sugra melakukan eksperimen dengan memindahkan nada-nada pentatonis ke gitar yang menggunakan nada diatonis. Sehingga, tembang-tembang (kiser) Dermayonan dan Cerbonan yang biasanya menggunakan gamelan bisa terdengar makin indah dengan alunan gitar, yang kemudian ditingkahi pula oleh tiupan seruling bambu.

 

Sejak itu, kaum muda Indramayu dan Cirebonan menganggap Tarling sebagai bagian dari gaya hidup mereka. Kian populer, Sugra kemudian melengkapi Tarling dengan berbagai kisah rekaannya sendiri, seperti Pegat Balen, Saeda Saeni, dan Lair Batin. Bahkan lakon Saeda Saeni menjadi lakon paling populer dan melegenda hingga saat ini, merupakan lakon sedih yang tak jarang membuat para penonton menangis.

 

Namun demikian, tarling saat itu belum menjadi suatu aliran music. Nama yang digunakan untuk menyebut music ini adalah Melodi Kota Ayu untuk Tarling Indramayu, dan Melodi Kota Udang untuk Tarling Cirebon. Nama Tarling baru diresmikan saat RRI sering menyiarkan jenis music ini. Oleh Badan pemerintah Harian, Tarling diresmikan sebagai jenis music pada tanggal 17 Agustus 1962.

 

Sayang banget ya, Tarling yang kaya akan nilai-nilai kearifan daerah pada masa sekarang ini lebih diasosiasikan dengan joged dangdut dengan syair yang kadang kurang pantas diperdengarkan. Sepertinya perlu  ada upaya pencerahan oleh seniman local untuk mengembalikan Tarling kepada bentuk asalnya.

 

Referensi :

Wikipedia

Namirart.blogspot.co.id

Tarlingkita.wordpress.com

 

Foto : google

 

indramayu1

 

Posted in culture | Tagged , , , , , , , | Leave a comment

Tahapan BCA Saksi Karir Kepenulisanku

Saya pertama kali punya buku tabungan yang ada ATM-nya tahun 1998, ya dari BCA, Tahapan BCA namanya. Warna bukunya sama seperti sekarang, biru sesuai dengan warna banknya. Bangga sekali rasanya, padahal waktu itu sudah kerja sekian lama dan punya buku tabungan tapi tampa ATM. Kartu kredit sudah punya lebih dulu malah, suplemen dari papa saya. Tapi punya ATM atas nama sendiri itu rasanya gimana ya, noraklah waktu itu.

Setelah itu saya punya beberapa kartu ATM dari bank lainnya, dan tetap saja yang paling aktif ya rekening BCA. Mungkin karena saat itu saja mesin ATM-nya sudah ada dimana-mana ya. Gampang kalau mau tarik uang tunai. Waktu itu merchant yang bekerjasama untuk pembayaran dengan kartu debit belum sebanyak sekarang, kalau enggak salah The Body Shop PIM termasuk yang sudah bekerja sama. Sempat jadi langganan di situ soalnya. Duluuuu lhoooo….xixixi.

Setelah saya menikah dan resign tahun 2004 saya menjadi ibu rumah tangga yang sempat galau. Mau ngapain saya? Terbiasa sibuk dengan jadwal kantor media yang cukup padat, di rumah sempat merasa kosong. Ngeblog juga untuk iseng-iseng saja, waktu itu pakai domain di typepad yang sekarang sudah beralih menjadi domain berbayar. Berjualan juga saya tidak terlalu pandai, dan termasuk type enggak tegaan. Paling enggak tega kalau ada kastamer yang minta diskon atau minta gratis. Bahaya banget kan penjual model saya begini?

Saya lalu terpikir untuk menulis dan mengirimkan tulisan-tulisan saya ke media dan penerbit. Bismillah dengan bermodalkan computer tua, mulailah saya mengumpulkan tulisan yang berserakan. Saya edit dan kirimkan ke salah satu penerbit ngetop kala itu, Al Mawardi Prima yang kantornya ada di Pondok Pinang, Alhamdulillah tidak terlalu lama menunggu, datang kabar baik bahwa naskah saya diterima untuk dibukukan dengan beberapa perubahan/editing. Bahagiaaanyaaa….

Tak lama naskah saya diterbitkan jadi buku. Alhamdulillaaah…. Dengan bahagia saya naik taksi ke kantor penerbit dan menerima uang DP. Senang sekali rasanya. Sejak saat itu saya mulai rutin menulis dan mengumpulkannya ke penerbit atau mengirimkan ke beberapa media.

bca1

Buku Pertamaku tahun 2004

Tiga bulan setelah buku pertama terbit, saya mendapatkan royalty pertama yang dibayarkan melalui bank. Dengan hati berbunga-bunga, saya mengambil royalty pertama yang jumlahnya cukup banyak itu ke ATM BCA. Rasanya tak percaya menemukan sejumlah angka di mesin ATM yang menandakan itu royalty hasil jerih payah saya setelah resign. Semangat saya makin membara. Saya harus terus menulis. Ini jalan rezeki yang Allah kasih setelah saya resign. Bye bye emak galau.

Sejak saat itu, tulisan demi tulisan, buku demi buku saya hasilkan. Kartu ATM BCA saya menjadi saksi perkembangan karir kepenulisan dan keberkahan rezeki lewat tulisan saya. Dia yang jadi saksi betapa saya sering bengong, tertawa, menangis, dan aneka ekspresi lain di depan mesin ATM setiap kali membaca saldo akhir tabungan. Kadang menggendut, menipis, dan kosong sama sekali. Enaknya di BCA, saldo 0 rupiahpun untuk beberapa waktu tidak akan menyebabkan rekening kita ditutup.

Hebatnya lagi, servis kepada nasabah pemegang rekening di BCA sangat baik. Saya beberapa kali mengalami kartu ATM tertelan di mesin, mungkin mesinnya kelaparan, ketika mengurus penggantian kartu, bisa cepat selesai. Demikian juga kalau buku tabungan hilang. Nah, penyakit saya tuh, sering lupa menyimpan buku tabungan. Ternyata di BCA prosesnya cepat dan tidak berbelit-belit.

bca2

Si kartu ATM dan debit BCA yang setia itu…

Itulah alasan mengapa saya bersetia terhadap BCA selama ini, selain ATM-nya paling banyak, servis terhadap nasabah memuaskan, dan … saya punya ikatan emosional dengan kartu ATM sekaligus debit BCA, sebab dialah yang menjadi saksi perkembangan karir menulis saya, dari pertama bikin buku hingga sekarang telah menghasilkan 43 buku. Tetap setia sama saya juga, BCA.

bcaexp

berpartisipasi dalam “My BCA Experience” Blog Competition

Posted in buku, inspirasi, menulis | Tagged , , , , , , | 4 Comments

Tiga Pantai Utara Jateng Untuk Wisata Keluarga

Jawa Tengah bagian utara, atau dikenal juga dengan wilayah Pantura, memiliki rentangan pantai yang luas dan memanjang. Meski belum banyak yang dikenal luas oleh wisatawan, pantai ini rata-rata memiliki cirri landai dan berombak tidak terlalu besar dibandingkan dengan pantai di laut selatan. Sebagian dari pantai-pantai ini memiliki pasir hitam, bukan putih seperti pasir di pantai selatan. Namun pemandangan dan suasananya cukup menyenangkan dijadikan sebagai tempat bersantai bareng keluarga.

 

Saya sendiri memang menjadwalkan wisata bareng keluarga setiap musim mudik lebaran, atau pada akhir tahun jika dananya memungkinkan. Pantai utara Jawa Tengah adalah salah satu destinasi kami, tentu saja tak lupa acara wisata pantai.

 

Ada paling tidak, tiga pantai yang mungkin belum terlalu banyak dikenal wisatawan, dan potensinya juga belum banyak tergali, namun cukup cocok untuk wisata bareng anak-anak.

 

Pantai Kartini, Jepara

Terletak tepatnya di kecamatan Bulu, 2.5 km sebelah barat ibukota Kabupaten Jepara. Sekitar satu jam paling lama menempuh perjalanan dengan mobil dari Kota Jepara, kita akan sampai di sebuah pantai dengan pasirnya yang cukup putih. Kawasan dengan luas lahan 3.5 hektare ini merupakan salah satu jalan masuk menuju kawasan wisata Nasional Karimun Jawa dan Pulau Panjang.

Ada beberapa obyek wisata seru di sini, seperti Kura-Kura Ocean Park yang merupakan ikon wisata Pantai Kartini. Merupakan obyek wisata yang pas buat keluarga, terdiri dari dua lantai, dan bangunannya berbentuk kura-kura raksasa. Anak-anak saya takjub mengamati akuarium berisi aneka jenis kura-kura dan hewan laut lainnya. Di lantai bawah ada dua jenis akuarium. Yang satu akuarium raksasa yang berisi kura-kura raksasa segede gaban, juga ikan-ikan besar seperti Pari, Kerapu, Buntal, hiu, kakap, Giant Trafelly, dan penyu sisik. Ada lagi 12 akuarium kecil dan 4 akuarium meja yang berisi berbagai jenis ikan kecil dan sedang, terdiri dari ikan air laut dan ikan air tawar.

Yang menariknya, ada kolam sentuh dimana pengunjung bisa menyentuh ikan-ikan dan kura-kura yang sudah jinak. Ini menimbulkan sensasi tersendiri yang mengasyikkan bagi bocah. Di lantai ini ada juga tempat terapi ikan (fish spa) yang berisi ribuan ikan Garra Rupa, sayang sekali kami enggak sempat masuk waktu berkunjung ke sini, karena susah sekali mengalihkan perhatian bocah yang asyik mengamati ikan dan kura-kura. Di lantai dua ada beberapa mainan edukatif bagi anak-anak, tapi tetap lebih seru di lantai bawah.

Oh ya, soal jajanan jangan khawatir, karena di sini banyak tukang jualan makanan dan minuman, meskipun harganya….lebih mahal dari kelas minimarket nasional sekalipun.

 

Untuk menyeberang ke Pulau Panjang, bisa ditempuh dengan perahu mesin lengkap dengan ‘supir’ dan jaket pengaman untuk setiap penumpang. Agak ngeri juga karena kadang jarak antara perahu dengan bebatuan terjal dan agak licin di tepi pantai lumayan jauh juga, jadi agak ribet buat emak-emak takut air kayak saya. *Ini sebenarnya emak kucing atau emak manusia ya, takut sama air?

 

Pulau Panjang sendiri sepi dan tenang, kita hanya bisa mendengar suara debur ombak dan memandang laut di kejauhan. Cocok sekali untuk refreshing dan bersantai. Pasirnya putih dan cukup bersih. Hanya sayang, toiletnya masih kurang bersih.

 

Pantai Sendang Sikucing, Weleri Kendal

Terletak di desa Sendang Sikucing, kecamatan Rowosari, 5 kilometer sebelah utara Weleri Kendal. Sebenarnya jalan ke sini sudah cukup baik, hanya hati-hati karena kadang GPS anda mengarahkan pada jalur yang salah, masuk ke persawahan sepi dimana di situ terdapat area begal yang cukup horror ceritanya. Ini pernah saya ceritakan di sebuah blogpost saya.

Pantai Sendang Sikucing yang kami kunjungi ini tidak ada kucingnya sama sekali. Yang ada adalah pasir hitam yang landai, sementara ke laut dibatasi bebatuan yang cukup terjal sehingga anak-anak tidak bisa berenang. Anak-anak main di tepi pantai yang landai sambil sesekali mendekati bibir pantai. Kami duduk-duduk santai menanti sunset dengan pemandangannya yang indah. Sayang sekali di sini banyak warung yang kurang menjaga kebersihan. Toilet dan tempat berbasuh juga kotor dan becek. Sayang banget ya. Padahal kalau saja terus dibenahi, bisa jadi tempat ini akan makin banyak dikunjungi wisatawan.

Sebenarnya ada satu lagi pantai Cahaya Sendang Sikucing yang lebih bersih dan lebih banyak sarana bermain anak-anak. Sayang sudah malam waktu itu, jadi kami memutuskan segera mencari hotel karena anak-anak juga sudah cukup puas bermain dan mengamati matahari terbenam.

jateng

 

 

Pantai Pasir Kencana Pekalongan

Terletak berbatasan dengan Pusat pelelangan ikan atau Pelabuhan Perikanan Nusantara, berjarak sekitar 4.5 kilometer dari kota Pekalongan. Luas pantai ini 1.5 hektare dan didominasi oleh pasir hitam. Sunset dari sini juga indah sekali. Sama dengan pantai Sendang Sikucing, cukup banyak warung di sini yang kurang menjaga kebersihan. Di samping itu panggung hiburan seringkali menampilkan penyanyi-penyanyi dengan lagu Pantura-an yang syairnya kurang pantas didengarkan oleh anak-anak. Ada juga arena bermain anak-anak yang tidak terlalu luas, becak air, dan perahu mesin. Hebatnya di sini, supir perahunya kelewat pede, sehingga penumpang seringkali tidak diberi jaket pengaman. Hahaha, merangkap sales asuransi kayaknya, Menjamin keselamatan penumpang walau tanpa jaket pengaman…

Anak-anak senang naik becak air dan perahu mesin di sini, karena wilayah jalan-jalan di lautnya lebih luas daripada yang biasa anak-anak saya mainkan di Setu Babakan, Jakarta. Hahaha iyalah. Pantainya juga lebih bersih dari Sendang Sikucing. Sayang juga, parkirnya becek. Hehehe, adaaa saja komentar saya ya.

pantai-pekalongan

 

 

 

Sebenarnya pantai-pantai ini bisa lebih cantik jika terus dibenahi dan ditertibkan kebersihannya. Terus fasilitasnya juga ditambah dong. Jadi makin pas untuk wisata keluarga yang bocahnya senangnya main air melulu.

 

Tulisan ini diikutsertakan dalam Lomba Blog Visit Jawa Tengah 2016 yang diselenggarakan oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Jawa Tengah @VisitJawaTengah (www.twitter.com/visitjawatengah)

 

Posted in travelling, wisata | Tagged , , , , , , , , , , , , , , , , | 2 Comments

Refresh Your Family Life with Staycation

Pernah enggak merasa jenuh dengan keseharian dan rutinitas yang kita alami, Bunda dan Panda? Woohooo, saya mah seringg. Wajarlah ya, namanya juga manusia, pasti ada rasa jenuh yang tiba-tiba menyelinap di hari-hari kita, dan sempat mengganggu keikhlasan dalam menjalankan peran sebagai anggota keluarga, entah itu sebagai istri dan ibu, suami dan ayah, atau sebagai anak.

Kalau sudah jenuh, yang terjadi adalah emosi yang membludak dan ujung-ujungnya bête, baper serta saling manyun. Belum lagi kalau saling teriak, dan diakhiri dengan tangisan atau omelan enggak putus kayak bebek lapar.

Gimana caranya untuk mengurangi atau menghilangkan rasa jenuh? It’s time to refresh your family life! Ibaratnya hp jarang di-charge kan jadi lemot, jarang di-refresh kan jadi lola, begitu juga relationship dalam keluarga kecil kita. Iya, tapi mau refreshing, dana yang tersedia juga sedang ngepas, belum lagi kondisi badan yang sedang kurang memungkinkan untuk traveling jalan-jalan, apalagi bawa bocah yang sedang aktif-aktifnya.

Oke, kenapa enggak dicoba staycation saja, Bunda dan Panda? Liburan tapi berdiam saja di hotel, semalam dua malam, enggak usah kemana-mana, menikmati kolam renang dan breakfast di hotel, wifi-an dan foto-foto sepuasnya sambil mengeksplorasi semua fasilitas hotel, dan kruntelan di kamar sama anak-anak sambil saling curhat santai. Seru kan? Kalau mau jalan-jalan, ya yang murah dan dekat saja.

putri1

Jalan-jalan yang murah dan enggak bikin capek ke Benteng Vredeburg, kan fokusnya Staycation di Jogja…

 

Saya dan keluarga mengandalkan kegiatan staycation ini dikala butuh liburan dan enggak punya dana yang besar. Ya itu tadi, staycation dibutuhkan untuk me-refresh kembali kehidupan berkeluarga. Sambil kruntelan di kamar hotel sama anak-anak, kita akan menyadari betapa bersyukurnya menjadi orang tua mereka, betapa indahnya masa bersama mereka. Nanti kalau mereka sudah punya keluarga sendiri kan enggak mungkin mereka kruntelan sama kita lagi. Staycation sangat saya butuhkan ketika saya perlu sekali mendekatkan kembali hubungan dengan suami dan anak-anak. Sambil menikmati staycation, rasa syukur kami bertambah bahwa kami memiliki satu dan yang lain, dan saling mencintai serta menyayangi satu sama lain.

putri2

Staycation semakin mendekatkan hubungan orang tua dan anak

 

Sambil staycation juga kami menikmati suasana baru yang menyegarkan kembali pikiran dan jiwa setelah lama berkutat di suasana yang sama: rumah, kantor, komunitas anak-anak. Lagi-lagi ini sebuah cara yang oke banget buat menyegarkan semangat memulai kembali hari-hari di depan.

Jadi, liburan enggak perlu mahal dan capek. Staycation di Jogja insha Allah jadi salah satu rencana liburan akhir tahun kami, dan Adhisthana Hotel yang nyaman dan menyenangkan jadi pilihan hotelnya. Jalan-jalannya juga enggak usah jauh-jauh. Mungkin kami akan ke Museum Benteng Vredeburg lagi, atau ke Museum D’Mata dan D’Arca. Shopping? Enggak kali ya, boros dan capek. Hehehe…. Kan tujuan utamanya menambah rasa syukur atas sebuah keluarga kecil yang kompak dengan Staycation, bukan buat blenjong, Bun.

Hotel Adhisthana Jogja yang cozy. Credit foto by : discoveryourIndonesia.com dan rsrv.me

 

“Tulisan ini diikutsertakan dalam #PUTRIJALANJALAN giveaway yang berlangsung selama 3 – 30 Oktober 2016”
Posted in inspirasi, lifestyle, travelling | Tagged , , , , , , , , , , , , , , , , , | 4 Comments

Jalan Lain Menuju Beasiswa

Kreatiflah, sebab begitu banyak masalah yang tidak mungkin dipecahkan di dunia ini, ternyata berhasil dilalui dengan kreativitas tak terduga!

 

Itu sebuah pesan yang saya ingat betul dari guru mengaji saya sewaktu kuliah dulu. Dia tahu banget bahwa saya adalah pemburu beasiswa yang tidak pantang mundur, pantang pulang sebelum padam, eh maksudnya, pantang surut sebelum diterima. Saya yang waktu itu kuliah di Fakultas Teknik UI, dan bercita-cita melanjutkan kuliah ke Aachen, atau Australia, atau Belanda. Oh Inggris juga. Enggak tahu kenapa tujuannya kok ke Negara-negara itu, pokoknya pingin saja. Khas remaja galau banget ya.

 

Jika memang itu hanya sebatas keinginan remaja galau, kok kayaknya enggak juga ya. Setelah saya lulus dan bekerja, saya tetap keukeuh memburu beasiswa pendidikan lanjutan. Bahkan sampai saya menikah dan punya anak, tetap juga. Sampai sekarang? Ya betul, Enggak mati-mati juga keinginan itu? Enggak sekalipun.

 

Pernah dapat enggak? Ya belum. Lah? Kok bisa? Ya mungkin belum jodoh. Meski semua usaha telah saya lakukan. Meski semua doa dan ikhtiar telah saya upayakan. Mungkin memang belum ditakdirkan dan belum tiba waktunya. Semua yang disebutkan di SINI sudah saya lakukan, tapi jika Tuhan belum kasih, saya bisa apa?

 

Yang pasti, tak sedetikpun keinginan itu mati. Terima kasih, Tuhan, yang telah mengajarkan saya untuk begitu tangguh mengupayakan cita-cita yang satu ini. Terima kasih Tuhan yang telah membukakan sejuta jalan dan cara untuk saya lalui. Kuncinya memang satu: kreativitas. Lewat kreativitas itu pula saya sering mendapatkan beasiswa dengan cara dan bentuk yang lain, beasiswa gratis belajar bikin scriptwriting, beasiswa gratis bikin dan mengelola blog, beasiswa gratis mengenal manajemen perbukuan dan penerbitan, beasiswa gratis sosial media management, dan beasiswa gratis pengelolaan home schooling. Dari mana? Ini dia yang saya mau kasih tips n trick-nya.

 

Pertama, kreativitas dalam usaha. Ketika dalam masa kuliah, kamu tidak berhasil mendapatkan beasiswa, kenapa enggak terus coba di saat kamu sudah menekuni profesi tertentu, misalnya? Saya sedang mencoba beberapa aplikasi beasiswa semacam Writer’s Grant, atau Writers in Residence. Insha Allah aka nada hasilnya. Mengapa juga tidak mencoba mengirimkan proposal kepada lembaga-lembaga yang selama ini tidak terlalu terekspose? Coba selidiki dulu, jika mereka memang punya jalur beasiswa ini. Di Kemenag RI contohnya, tidak selalu ada pengumuman besar-besaran, sering ada lewat grup-grup beasiswa, kependidikan, dan kepenulisan. Demikian juga lembaga-lembaga lain, seperti Arsip Nasional, Yayasan Al Azhar Cairo, dan beberapa lembaga luar negeri. Barangsiapa bersungguh-sungguh pasti akan ketemu jalannya. Kan jalannya bisa lewat jalan tol hingga jalan tikus, misalnya.

Kreativitas ini bisa juga dalam hal karya, misalnya menulislah buku sebanyak-banyaknya, kirim artikel dan tulisan lainnya ke media dan portal, ngebloglah sebaik-baiknya. Insha Allah ada kok beasiswa, sejenis beasiswa untuk kursus ilmu kepenulisan dari penerbit, kursus ngeblog dan monetisasinya dari komunitas blogger atau perusahaan tertentu, atau dapat anugerah Ubud Writers’ Award misalnya. Huhuhu….mupeeeng bangeeet. Ini nih tiap tahun mencoba, tapi belum berhasil.

Kreativitas juga bisa dalam menembus networking dan memanfaatkan sosial media. Perbanyak networking dengan hati yang bersih. Jangan berteman dengan si A supaya dapat sesuatu misalnya. Tuluslah. Membuka networking sama dengan memperpanjang silaturahmi yang berarti menambah berkah dan rezeki. Siapa tahu kamu bikin networking dengan si A yang tukang ketik di sebuah kantor, eh tahu-tahu kamu dapat beasiswa menulis scenario dari si B yang punya PH misalnya. Eh siapa tahuuu? Jangan pernah meremehkan the power of silaturahmi ya. Ini yang saya dapatkan. Istilah saya, belajar bersama maestro. Lewat networking dan aktivitas di sosial media, saya dipertemukan dengan banyak orang kompeten dan baik, yang membagikan ilmu dan wawasannya dengan Cuma-Cuma. Semoga menjadi berkah bagi mereka, dan hanya Allah yang bisa membalasnya dengan pahala abadi. Beneran deh, ilmunya terpakai dan bergunaaa sekali.

Tujuh dari 43 buku yang mengantarkan saya pada beasiswa lewat karya dan networking. Semoga selalu membawa berkah 🙂

 

Kedua, kreativitas dalam beramal. Amal ibadah pribadi dan wajib saja jelas masih kurang. Ibaratnya masih kurang pantas kaleee kita minta dimudahkan jalan dapat beasiswa jika ibadah masih pas-pasan. Itu juga yang bikin saya mikir, pantas saja enggak dapat-dapat Writers in Residence, lah ibadanya aja ndut-ndutan. Hilang-hilang timbul kayak sinyal modem tua saya kalau habis hujan.  Yuk tambahi amal ibadah kita dengan yang berdimensi sosial, dan yang sunnah-sunnah. Semua sunnah nabi itu kan baik dan mengajarkan kebaikan, ikuti saja semampu kita. Semua ibadah berdimensi sosial itu kan bisa kita praktekkan, semampu kita yuk.

Barangsiapa mau dimudahkan jalannya, permudah dulu urusan orang lain. Yuk cobaaa. Saya juga lagi mencoba belajar dan terus belajar untuk ini.

 

Terakhir, kembalikan niat kita yuk. Mau ngapain cari beasiswa? Cari ilmunya atau gelarnya doang? Ya pilih yang paling bermanfaat ya, buat diri pribadi dan buat umat. Insha Allah jalan kita diberkahi dan dimudahkan.

 

 

Posted in buku, inspirasi, life, menulis | Tagged , , , , , , | 2 Comments

Tiga Hal Ini Kudapat dari FLP

Ada yang Tanya enggak, apa sih FLP itu? Jiaaah, hari giniii enggak tahu FLP? Oke baiklah, FLP adalah Forum Lingkar Pena, sebuah komunitas penulis yang anggotanya tersebar di seluruh Indonesia, bahkan sampai ke luar negeri. Istimewanya apa? FLP tidak hanya mengumpulkan anggotanya saja, tapi juga secara kontinyu melakukan upgrading dan pengkaderan kepada para anggotanya sehingga bisa menjadi penulis yang selalu mencerahkan dalam setiap tulisannya. Paling tidak, ada beberapa cirri tulisan anak FLP yang kutahu: menyebarkan kebaikan, santun, dan berusaha menjalin hubungan yang baik dan akrab dengan para pembacanya. Aihhh.

 

Saya eh aku ya, ikut bergabung dengan FLP sejak organisasi ini didirikan tahun 1997 oleh mbak Helvy Tiana Rosa, sahabat saya yang hebat pisan lah. Saya sebagai apa? Sebagai penggembira doang sik. Hehehe, bukan apa-apa, saya memang kurang berbakat jadi organisatoris, bakatnya hanya jadi pompom girl saja. Haaa?? Hush, sudahlah mari kita serius, Isabella.

 

Sekarang ini, kira-kira sudah 19 tahun ya saya jadi anggota FLP. Tentu banyak sekali kenangan manis yang tak terlupakan selama di FLP ini. Berhubung terlalu banyak dan terlalu manis untuk dilupakaaaan….kenangan yang indah bersamamu…. (Slank mode ON), maka saya mengumpulkannya dalam blogposting singkat ini, menjadi paling tidak ada 3 hal terindah yang saya dapatkan dari FLP.

 

Sahabat-sahabat tersayang ada di sini

Saya sebenarnya penyendiri (masyaaaa?), oleh karena itu saya agak susah menemukan sahabat. Kalau teman sih banyak. Musuh? Wah yang itu enggak berani menghitung. Di FLP ini, saya ketemu sahabat-sahabat yang mungkin memang tidak selalu bareng, sarapan bareng, ngopi bareng, pergi ke salon bareng, ya enggaklah. Tetapi mereka seperti bintang di hati saya, kerlip cahayanya terus ada di dalam hidup saya, entah mereka jauh atau dekat. Sebab saya tahu, kami selalu saling mendoakan, saling menyemangati. Saya tahu mereka ikut bahagia ketika saya bahagia, demikian pula sebaliknya. Mendoakan mereka selalu membuat hati saya basah.

Menyebut beberapa nama, ada Helvy Tiana Rosa, Maimon Herawati yang sekarang jauh di Jerman, Intan Savitri, Afifah Afra alias jeung Yeni, Rahmadianti, Sinta Yudisia, teteh Pipiet Senja, mbak Tyas Tatanka, Naqiyyah Syam, Jazimah al muhyi, Bunda Kusmarwanti, Amanda Ratih Pratiwi, bunda Aprilina Prastari, bundaro DePita, Sri Widiastuti, mama Nana alias Santy Musa,  juga almarhumah Nurul F Huda. Oh juga barisan bapak-bapak seperti suhu Sakti Wibowo, suhu Ali Muakhir, Kang Arul, Gus Awy dan gus Irja, om Koko Nata. Sebetulnya masih banyaaak sekali yang lain, yang selalu teringat dalam setiap jenak kehidupan, setiap pencapaian yang saya dapatkan. Saya tahu ada doa mereka buat saya, ketulusan yang sama juga buat saya. Hehehe, moga-moga yang kebetulan baca dan pas ada namanya, langsung tersenyum bahagia. Aamiin….

Ya tapi enggak apa-apa juga kalau tetiba ada yang komen, aihhh si Ifa ini sok akrab sekali ya orangnya. Ya tak apalah. *kalem sambil mengunyah keripik pedas.

 

Ilmu dan Wawasan Lengkap di Sini

Saya tidak punya latar belakang pendidikan menulis dan media. Saya hanya learning by doing. Nah, FLP adalah komunitas pertama dimana saya mendapatkan ilmu dan wawasan tentang kedua hal tersebut lebih mendalam. Bahkan gegara FLP pula, saya berani mengirimkan naskah saya ke penerbit, yang kemudian keterusan hingga sekarang dan nanti. Coba kalau saya enggak ikut FLP, mungkin saya hanya puas fotokopi itu naskah-naskah dan saya sebarkan ke teman-teman dekat. Enggak bakal ada itu 43 buku yang saya terbitkan dan sebagiannya sudah teman-teman baca, baik punya sendiri, pinjam terus dikembalikan, atau pinjam terus diam-diam dikoleksi sendiri. Hehehe.

Terus ya, kalau lihat prestasi teman-teman di FLP, haduuuh itu bikin saya panas dingin. Ini yang bikin saya semangat terus meningkatkan kemampuan dan produktivitas. Ya memang sih rezeki orang lain-lain, tapi menimba ilmu dan semangat dari mereka kan boleh ya?

flp3

Berbagi sedikit ilmu menulis di HSAlam Depok

 

Networking dan kesempatan untuk lebih maju

Di FLP itu kan enggak hanya penulis isinya, ada illustrator, praktisi dunia penerbitan, editor, sampai komentator juga ada. Hehehe. Ada juga blogger dari berbagai niche, ghostwriter, copywriter, dan scriptwriter. Lengkap. Enggak hanya ilmu dan wawasannya saja yang saya ambil dari mereka, mereka juga enggak pelit berbagi networking dengan saya. Enggak pernah ada tuh ceritanya, menyembunyikan kabar tentang penerbit yang lagi butuh naskah, atau lomba menulis, lomba blog apa gitu. Semua di-share, dibagi agar semua mendapatkan kesempatan yang sama untuk maju. Kalau ternyata yang beruntung bukan dia? ya enggak apa-apa, Alhamdulillah. Jadi di FLP saya belum pernah dengar sirik-sirikan gegara ‘job and networking’.

Kalau sudah begini, saya jadi ingat Naqiyyah, Kang Ali, Koko, teh Pipiet, dan beberapa sahabat yang selalu kasih kabar tentang job dan networking. Terima kasihhh bangeet… Allah memberkati kalian…

flp2

One of my best-selling books. Berkat support dari FLP juga ini…

 

Betul kan, banyak banget kenangan indah saya di FLP? Ini adalah komunitas terlama yang saya ikuti dan saya enggak pernah berniat keluar darinya. Ada banyak komunitas lain yang saya ikuti dan saya juga enjoy ada di dalamnya, namun FLP tetaplah cinta pertama saya.

flp1

 

Posted in buku, inspirasi, love, menulis | Tagged , , , , , , , , | 2 Comments

Diabetes Bukan Akhir Segalanya

Sebagaimana beberapa kali pernah saya ceritakan di blog ini, saya adalah penderita Diabetes Mellitus Gestasional, alias penyakit diabetes yang menyerang saat seorang perempuan sedang hamil. Kadar gula hanya melonjak tinggi saat hamil, setelah melahirkan kadar gula akan kembali berangsur normal. Namun, bukan berarti kemudian para penderita DMG bisa tenang-tenang saja setelah melahirkan. Justru harus lebih waspada, karena dia ‘punya bakat’ menderita DM tipe berikutnya. Sayapun demikian, terbukti setelah beberapa kali melakukan tes kesehatan, kadar gula saya seringkali di atas normal, meski sering juga normal saja.

Hasil penelitian SunLife Asia Health Index 2015 menunjukkan adanya peningkatan signifikan dari tahun sebelumnya, sekitar 29% jumlah penduduk Indonesia memprioritaskan kesehatan dalam kehidupan mereka, , naik dari 44% menjadi 73% di Asia. Meskipun diakui bahwa masalah kesehatan terbesar di Indonesia, adalah penyakit jantung, diabetes dan penyakit pernafasan. Sementara itu berdasarkan penelitian dari Badan Kesehatan Dunia (WHO) tahun 2014, satu dari sepuluh penduduk usia 18 tahun ke atas menderita penyakit diabetes tipe A. ini berarti sekitar 10% penduduk dunia tidak hanya harus tergantung kepada obat insulin setiap hari, namun juga telah terkena resiko terhadap komplikasi yang disebabkan oleh penyakit diabetes. Indonesia sendiri termasuk ranking ketujuh dalam urutan Negara dengan penduduk menderita diabetes.

diabet1

Gejala diabetes. Foto : lukadiabetes.com

Kata orang dulu, diabetes itu tidak bisa disembuhkan. Siapa bilang? Bukankah Tuhan menciptakan segala macam penyakit untuk menjadi ujian dan pelajaran bagi manusia, lengkap dengan obatnya. Kecuali dua penyakit yang tidak ada obatnya, yaitu pikun (tua) dan mati. Nah, itu artinya, menderita diabetes bukan berarti akhir dari segalanya. Masih ada harapan bagi para penderita diabetes untuk menikmati hidup. Meskipun demikian banyak akibat dari diabetes yang tetap harus diwaspadai.

Diabetes adalah penyakit yang ditandai dengan kelebihan kadar gula pada darah karena kelainan pengeluaran insulin. Ada empat macam tipe diabetes yaitu:

  1. Diabetes tipe 1 yang sangat tergantung kepada obat, dan terutama banyak diderita oleh anak-anak.
  2. Diabetes tipe 2 yang penderitanya banyak terdapat di Indonesia.
  3. Diabetes tipe 3 atau DMG, diabetes selama kehamilan.
  4. Diabetes tipe 4 yang disebabkan penggunaan obat.

Ada beberapa factor penyebab diabetes, misalnya factor genetic, tekanan darah yang tinggi, kelebihan kadar lemak (kolesterol dan atau trigliserida), kurang olah raga, dan berusia di atas 45 tahun. Cara mengetahui apakah kita sudah terkena diabetes adalah dengan melakukan cek kadar gula darah.

  1. Jika kadar gula darah sewaktu lebih besar atau sama dengan 200 mg/dl, atau kadar gula darah puasa 126 mg/dl, artinya kita sudah terkena diabetes.
  2. Jika kadar gula darah puasa kurang dari 100 mg/dl atau kadar gula darah sewaktu kurang dari 140 mg/dl berarti kita normal.
  3. Diantara keduanya berarti kita ada dalam tahap pre-diabetes. Harus jaga-jaga nih.

diabet2

Obesitas

Kelebihan berat badan adalah salah satu gejala. Bagi hampir semua orang, kelebihan berat badan membuat banyak masalah. Misalnya saja masalah penampilan, enggak ada baju yang cocok dikenakan properly bagi orang kelebihan berat badan. Pakai warna terang, salah, pakai warna gelap juga tetap tidak menarik. Ini sering menimbulkan krisis kepercayaan diri. Akibatnya mereka cenderung masa bodoh dan akhirnya memakan semua jenis makanan, termasuk yang berpotensi meningkatkan kadar gula darah. Nah lho. Boro-boro bisa sembuh dong.

Kelebihan berat badan kemudian diabetes, juga bisa menimbulkan berbagai macam penyakit, terutama tekanan darah tinggi, dan jantung. Beberapa kasus menunjukkan juga ke arah penurunan fungsi ginjal. Bahkan beberapa teman saya yang menderita diabetes plus kelebihan berat badan, ternyata juga mengalami gagal ginjal yang mengharuskan mereka menjalani hemodialisis alias cuci darah.

Secara medis, hubungannya dapat dijelaskan sebagai berikut: tugas utama dari ginjal adalah untuk menghilangkan limbah dari darah dan untuk mengembalikan darah yang telah dibersihkan ke tubuh. Gagal ginjal berarti ginjal tidak lagi mampu untuk membuang limbah tersebut dan mempertahankan tingkat cairan dan garam yang dibutuhkan oleh tubuh.

Salah satu penyebab gagal ginjal adalah diabetes mellitus, suatu kondisi yang ditandai dengan kadar gula atau glukosa darah yang tinggi. Seiring waktu, hal ini menyebabkan rusaknya jutaan unit penyaringan kecil dalam setiap ginjal. Hal ini akhirnya mengarah pada gagal ginjal. Sekitar 20-30% penderita diabetes mengalami gagal ginjal (nefropati diabetic), meskipun tidak semuanya akan berkembang menjadi gagal ginjal, meskipun mereka juga menggunakan insulin. Faktornya lebih kepada lamanya mereka menderita diabetes.

Pengobatan ini berlangsung untuk seumur hidup. Nama lain kondisi ini adalah glomerulosklerosis diabetic. Orang dengan diabetes juga mempunyai resiko menderita penyempitan pembuluh darah ke ginjal yang disebut stenosis arteri ginjal atau penyakit renovaskular.

diabet4

Luka yang sulit sembuh dan membusuk. Foto : lukadiabetes.com

Penyakit diabetes dimulai dengan gejala sering kesemutan, mudah lapar, mudah mengantuk, dan sering buang air besar terutama pada malam hari. Pada laki-laki sering ditandai dengan disfungsi ereksi, dan bagi perempuan, terjadi gatal-gatal di sekitar vagina. Ada juga yang tak kurang gawat adalah ketika luka, sulit sembuh. Hal ini membutuhkan penanganan khusus. Ketika terjadi luka, harus segera ditutup dengan kain khusus pembalut luka dan harus dibuka dan diganti setiap 2-3 hari sekali. Jangan menggunakan NaCl karena akan membuat lukanya menyebar. Kurangi aktivitas yang menyebabkan luka membusuk. Jika luka sudah membusuk, biasanya dokter memutuskan tindakan amputasi.

diabet3

Sering mengantuk

Masih banyak akibat lanjut dari diabetes ini, seperti gangguan penglihatan hingga katarak dan buta, gangguan jantung, impotensi dan kemandulan, gangguan pembuluh darah, stroke, gangguan saraf, dan infeksi paru.

Hipoglikemia dan Hiperglikemia

 

Pada orang tanpa diabetes, zat gula berasal dari makanan yang diserap dan dicerna oleh tubuh. Molekul gula masuk ke dalam aliran darah, didistribusikan ke semua sel dalam jaringan tubuh. Mayoritas penderita diabetes tipe 1 atau yang sangat tergantung dengan insulin, tidak dapat menyerap glukosa tanpa bantuan suntikan insulin. Jika kadar insulin yang disuntikkan terlalu banyak, kadar gula dalam darah akan turun, dan terjadilah hipoglikemia. Selain itu penyebab hipoglikemia bisa juga dari gaya hidup dan pola makan yang buruk.

Hipoglikemia yang buruk dapat menyebabkan seseorang rentan terhadap epilepsy, dan dalam jangka panjang dapat menyebabkan pikun (demensia). Telah banyak penelitian tentang masalah kehilangan sinyal pada penderita hipoglikemia yang disebut dengan koma hipoglikemia.

Gejala hipoglikemia ditandai dengan jantung yang berdebar-debar, berkeringat, mengantuk, kaki merasa lemah, penglihatan kabur, kebingungan, sulit bicara, migrain hingga sakit kepala. Dalam beberapa kasus yang parah, penderita bisa kehilangan kesadaran dan kejang-kejang. Hipoglikemia juga bisa terjadi saat tidur, gejalanya adalah menangis atau mengalami mimpi buruk, basah atau berkeringat, lelah, mudah marah dan kebingungan saat bangun tidur.

Di sisi lain, ketika kadar gula sangat tinggi disebut hiperglikemia, yang gejalanya adalah merasa haus dan sering buang air kecil, mual, muntah, kelemahan, kesadaran yang samar-samar, dan koma hiperglikemia yang disebut juga ketoasidosis. Beberapa penyebab hiperglikemia selain karena lupa menyuntik insulin, juga karena gaya hidup dan pola makan yang buruk, mengalami stress dari penyakit seperti flu dan pilek, dan mengalami stress karena masalah tertentu.

Jadi yang harus dicegah, diobati dan dilawan… adalah diabetes-nya. Bagaimana caranya? Bukan dengan menyuntik insulin setiap waktu. Ada paling tidak 6 cara untuk mencegah, mengobati dan melawan diabetes, yaitu:

  1. Jaga berat badan agar tetap ideal dengan memperbaiki pola makan dan gaya hidup, biasakan melakukan aktivitas fisik selama 30 menit perhari secara teratur.
  2. Kurangi atau hentikan konsumsi alcohol dan rokok.
  3. Kenali factor resiko diabetes dan segera lakukan aksi.
  4. Mengonsumsi lebih banyak sayur dan buah
  5. Cek kesehatan secara teratur dan lakukan pengobatan sesuai anjuran dokter atau terapis yang berpengalaman. Jangan asal beli obat di warung ya.
  6. Lakukan persiapan dini untuk menjamin biaya kesehatan yang tidak bisa dikatakan murah. Salah satunya dengan mengikuti asuransi kesehatan, seperti yang ada di SunLife Indonesia.

diabet5

Alat cek darah, foto : alatcekguladarah.com

Secara lebih rinci, mencegah diabetes dapat dilakukan dengan cara :

  1. Mengendalikan kadar gula darah dengan diet, olahraga secara teratur, dan penggunaan obat. Penting bagi para penderita diabetes untuk rutin memeriksakan diri 1-2 kali dalam seminggu.
  2. Mengendalikan tekanan darah
  3. Mengontrol lemak dalam darah untuk mengurangi resiko penyakit jantung dan pembuluh darah. Yang diperiksa, minimal setahun sekali adalah kadar lemak dalam darah yang meliputi: kadar lemak total, kolesterol LDL dan HDL, dan trigliserida. Pada penderita diabetes, kadar Trigliserida dan HDL meningkat, sementara LDL-nya normal atau ikut meningkat juga. Untuk normal, LDL harus kurang dari 100 mg/dl, sedangkan untuk yang sudah menderita penyakit jantung dan gangguan peredaran darah harus kurang dari 70 mg/dl. Kadar trigliserida harus kurang dari 150 mg/dl. Kadar HDL untuk laki-laki adalah kurang dari 40 mg/dl, dan untuk perempuan harus kurang dari 50 mg/dl.
  4. Mengendalikan berat badan
  5. Stop merokok, dan minuman beralkohol.

Hal ini tentu berlaku juga untuk mencegah dan mengobati diabetes, paling tidak untuk mengurangi resiko dari diabetes tipe 1 ke tipe 2. Pemilihan makanan dilakukan, terutama dengan mengurangi karbohidrat dan garam. Memperbanyak konsumsi makanan berkandungan sayur dan buah juga harus dilakukan.

Saya sudah mengalami penderitaan akibat diabetes saat hamil. Sekarang saya sedang terus berusaha supaya kadar gula darah saya tetap normal. Pernah juga merasakan hipoglikemia sampai wajah kuning pucat dan kepala berkunang-kunang. Jadi, saya menyarankan Bunda dan Panda untuk melawan diabetes dengan tuntas. Hari depan kita masih panjang, masih ada anak-anak yang membutuhkan kita. Tentu kita tidak mau kehilangan saat-saat terbaik mendampingi mereka, bukan?

diabet6

Referensi :

sridianti.com

http://www.obatdiabetes.org

diabetics1.com

penjelasan dokter internis saya dan pengalaman pribadi

Posted in kesehatan, life | Tagged , , , , , , , , | Leave a comment

Inspirasi Fashion Pesohor Dunia dengan Mutiara Laut Selatan

Di Indonesia, penggunaan mutiara dalam perhiasan sudah dikenal sejak lama, namun penghargaan terhadapnya masih kurang dibandingkan dengan penghargaan terhadap emas, berlian dan batu mulia lainnya. Berbeda dengan di luar negeri, seperti Eropa, Amerika, Jepang dan Korea, yang sudah sejak lama menempatkan mutiara sebagai salah satu icon classical high society’s fashion. Perhiasan yang terdiri dari untaian mutiara sudah disukai para tokoh dunia dengan segala bentuk dan modifikasinya. Eropa, Amerika dan Jepang lebih menyukai mutiara berwarna putih dan hitam, sementara Korea lebih menyukai yang berwarna kuning keemasan.

 

Indonesia sendiri merupakan salah satu Negara penghasil mutiara terbesar di dunia, bahkan pada tahun 1995 di Kobe, diakui bahwa mutiara Indonesia adalah mutiara yang terbesar dan terindah. Namun, bagaimana asal muasalnya mutiara Indonesia, dan mutiara laut selatan pada umumnya?

 

Mutiara dikenal sebagai ratunya batu mulia, bahkan menurut dongeng yang melegenda, mutiara adalah tetesan air mata Dewi. Ribuan tahun sebelum masehi, mutiara telah dikenal di India, Cina, dan Persia, dan telah digunakan sebagai perhiasan bagi kalangan kerajaan dan penguasa. Hingga kini, mutiara kualitas nomor satu menjadi barang berharga yang mahal harganya. Pada tahun 2004, Balai Lelang Christie menjual dua untai kalung mutiara seharga 2.5 milyar rupiah dan mencatatkannya sebagai rekor penjualan mutiara tertinggi. Tak heran, bahkan Ratu Cleopatra konon mempunyai rahasia awet muda dan awet ayunya dengan meminun cairan yang terdiri dari serbuk mutiara. Kita? Ya enggak usah gegabah menirunya lah. Salah-salah bukannya jadi cantik, malah tewas.

 

Pada budidaya mutiara, pemanenan mutiara dilakukan kurang lebih satu setengah tahun setelah masa penyisipan, dimana saat itu lapisan yang terbentuk antara 2-3 cm. Makin tebal lapisannya, akan makin baik. Sebelum panen, kerang dibersihkan dalam setiap kurun waktu tertentu , dan diputar posisinya untuk menghasilkan mutiara yang benar-benar bundar. Usaha ini tidak selalu berhasil. Hasil panen rata-rata hanya menghasilkan 5-10% mutiara berkualitas baik. 50% kelas menengah dan sisanya kualitas rendah. Kegiatan budidaya mutiara menghasilkan beberapa bentuk mutiara yaitu bulat, mabe atau setengah mutiara, dan keshi atau mutiara yang dihasilkan oleh mantel yang tertinggal di dalam kulit kerang, sementara mutiara inti telah dikeluarkan. Keshi biasanya berbentuk barok atau tidak beraturan.

 

Secara umum, kualitas mutiara ditentukan oleh: ukuran mutiara, jadi semakin besar akan semakin mahal, bentuknya dimana bentuk bundar lalu air mata merupakan bentuk favorit, luster atau daya pantul mutiara terhadap cahaya, permukannya tidak cacat, dan warna mutiara. Menurut jenisnya, ada beberapa jenis mutiara yaitu mutiara hitam, akoya, air tawar dan laut selatan.

 

Mutiara Akoya atau mutiara Jepang merupakan mutiara air laut yang memiliki lustre tertinggi. Kerang laut penghasil mutiara akoya tersebar di daerah perairan Jepang, Cina, Korea, Asia Tenggara, India, sebagian Timur Tengah, Micronesia, dan Meksiko.

 

Sedangkan mutiara Laut Selatan dihasilkan oleh dua jenis kerang mutiara, yaitu kerang mutiara bibir hitam dan kerang mutiara bibir perak/emas. Kerang ini tersebar terutama di perairan Samudera Hindia dan Pasifik. Kerang mutiara bibir hitam menghasilkan mutiara Tahiti yang berwarna hitam dan abu-abu, dan sering pula dimasukkan ke dalam golongan mutiara hitam.

 

Mutiara laut selatan yang dihasilkan oleh Indonesia, selain Australia dan Filipina, adalah Queen of Pearls atau Ratu Para Mutiara, yang dihasilkan oleh kerang berbibir emas/perak. Warna mutiaranya adalah putih, krem, kuning, sliver dan emas. Ukuran yang dijual antara 9-20 mm. Karena proses budidayanya lebih lama dari jenis lain, maka harganyapun menjadi lebih mahal.

 

Indonesia sendiri telah berkembang menjadi areal potensial bagi budidaya semua jenis kerang mutiara. Sekarang bahkan Indonesia menjadi Negara utama penghasil mutiara bersama dengan Jepang, Cina, dan Australia. Wilayah utama tempat hidup kerang mutiara di Indonesia terdapat di Arafura, Dobo, Selat Tores. Sementara budidaya banyak dilakukan juga di Lombok, Maluku, Sulawesi dan Papua.

 

Hingga tahun 2010, Indonesia menghasilkan 26% mutiara laut selatan dunia, dan potensi itu masih bisa terus dikembangkan. Sayang sebagian masih dikuasai asing,

 

Sebagai barang investasi, mutiara juga sangat berharga. Mutiara yang harganya 45 juta rupiah sudah layak disebut sebagai investasi. Mutiara air tawar yang biasa dibudidayakan penduduk cenderung murah. Sekali panen bisa dapat berember-ember mutiara.

 

Jelaslah bahwa mutiara laut selatan atau Indonesian South Sea Pearls adalah potensi besar yang wajib kita kembangkan sehingga memberi kemanfaatan yang banyak bagi rakyat sebagai produsen.

ipf1

queen of pearls. Foto : mutiara-mutiara.blogspot.co.id

Indonesian South Sea Pearl. Foto : rawa-bening.com, goldenpearls.wordpress.com, dan missjoaquim.com

 

Mutiara dalam Fashion

 

Bentuk mutiara bisa bermacam-macam, seperti bulat (round), tetesan air (drop), kancing (button), circle, baroque, dan semi baroque. Mutiara dapat diolah menjadi desain fashion konvensional, berupa kalung untaian mutiara, atau giwang dan cincin dari sebutir mutiara. Bentuk seperti ini cenderung disukai oleh para pesohor dunia, termasuk kalangan kerajaan dan istri para pemimpin dunia. Jika dulu citra mutiara hanya untuk perempuan usia matang, kini anggapan itu mulai bergeser dengan adanya inspirasi desain yang makin menarik untuk semua kalangan usia. Berbagai contohnya bisa dilihat dalam gallery foto para tokoh kerajaan Eropa dari masa ke masa, dan istri para pemimpin dunia. Mereka menjadi trend setter fashion bagi para perempuan penyuka keanggunan klasik. Termasuk dalam hal ini penggunaan mutiara laut selatan.

ipf6

Kate Middleton dengan giwang mutiara sederhana. Foto: cdn2-b.examiner.com

ipf7

Ratu Maxima dari Belanda dengan anting pendek dan tiara mutiara berbentuk drop. Foto : The Antique Pearl Tiara

ipf8

Ratu Mathilde dari Belgia dengan anting pendek sederhana , pribadi simpel. Foto : dailymail.co.uk

ipf9

Putri Mary dari Denmark dengan kalung mutiara berkesan mewah. Foto : Royal Jewels of the World Monarch

ipf10

Ratu Letizia dari Spanyol (kanan) dengan anting panjang yang senada dengan ibu mertuanya, Putri Sofia, yang mengenakan kalung untaian mutiara yang simpel. Foto : hellomagazine.com

ipf11

Untuk yang sporty, bisa mengambil inspirasi dari Putri Charlene dari Monako ini, giwang kecil sederhana namun manis. Foto : dailymail.co.uk

ipf12

Sophie Trudeau, istri Perdana Menteri Canada, mengenakan anting mutiara putih saat berkunjung ke Inggris. Foto : i.huffpost.com

ipf13

Putri Grace Kelly dari Monako yang anggun dengan kalung dan gelang mutiara. Foto : Hemgece Hem Gunduz

ipf14

Lady Diana sang pecinta mutiara, hampir selalu mengenakan perhiasan mutiara dalam banyak kesempatan. Foto : dianasjewels.net

ipf15

Dari kiri : Ratu Margrethe III (Denmark), Ratu Silvia (Swedia), dan Putri Paola (Belgia), semakin tua semakin anggun dengan mutiara. Foto : The Royal Order of Sartorial.

ipf16

(Mantan) Ratu Fabiola dari Belgia terkenal pandai memadumadankan perhiasan mutiara dengan gaun yang berpotongan sederhana. Foto : telegraph.co.uk

ipf17

Ratu Sonja dari Norwegia dengan kalung mutiara yang mengesankan keanggunan seorang oma yang masih tetap cantik. Foro : Gettyimages

ipf18

Sophie, Countess of Wessex dari Inggris, memasukan anting pendek mutiara dengan baju senada. Foto : Gettyimages.

ipf19

Ratu Elizabeth II dari Inggris semasa muda dengan kalung mutiara tiga tingkat. Foto : Pinterest.

ipf20

Putri Paola dari Belgia semasa muda, dengan kalung mutiara dua tingkat. Foto More Royal Family

ipf21

Putri Beatrix dari Belanda saat pernikahannya mengenakan mahkota mutiara. Foto Wurttemberg Omate Pearl Tiaras

ipf22

Putri Margriet dari Belanda memadukan kalung mutiara dengan anting permata. Foto PPE.

ipf23

Putri Stephanie dari Luxemburg sederhana dengan anting mutiara. Foto Wikimedia

ipf24

Seperti halnya menantunya, Grand Duchess Maria Teresa dari Luxemburg penyuka mutiara berdesain simpel, seperti giwang yang dikenakannya. Foto :Grand Duses Maria Teresa.

ipf25

(Mantan) Ratu Annemarie dari Yunani dengan kalung mutiara dua tingkat. Foto : mlahanas.de

ipf26

mantan Ibu Negara AS, Jackie Kennedy yang pernah menjadi icon fashion dunia dengan kalung mutiaranya. Foto : Jackie Kennedy’s Influence on Fashion.

ipf28

Putri Madeleine dari Swedia kreatif memadukan anting mutiara berbentuk drop dengan perhiasan lain. Berkesan muda dan ceria. Foto : Mady Blond-Madeleine.

Bagi kita, perempuan Indonesia, bisa mengambil inspirasi ini dengan mengkreasikannya sesuai dengan bentuk dan warna  mutiara laut Selatan yang bervariasi. Percaya deh, kitapun akan terlihat semakin anggun dan classy dengan Indonesian South Sea Pearls. Bangga banget deh bisa mengangkat potensi mutiara laut selatan dengan mengenakan dan mengkreasikannya sebaik mungkin. Yang mau menambah inspirasi lagi, yuk datang ke Indonesian Pearl Festival 2016 di LippoMall Kemang Jakarta Selatan tanggal 9-13 November 2016. Ketemu yukkk… para pecinta mutiara.

 

ipf3

 

Referensi :

http://mutiara-mutiara. blogspot.co.id

http://produkmutiara. blogspot.co.id

 

Posted in beauty, fashion, lifestyle, perempuan | Tagged , , , , , , , , , , , , , | Leave a comment

Tips Traveling Hemat dan Murah Bersama Anak-anak

Bagi keluarga dengan tiga anak, traveling menjadi hal yang wajib sekaligus harus dipikirkan masak-masak. Bukan apa-apa, biayanya itu lho yang kadang enggak bisa murah. Dari urusan logistic, transportasi, akomodasi, hingga itinerary semuaaa harus direncanakan dengan matang. Tidak jarang liburan yang harusnya dinikmati dengan bahagia malah berakhir dengan ribut-ribut antara si Bunda dengan si Panda, gara-gara dompet yang menipis seusai liburan. Padahal, anak-anak, dan juga bapak dan emaknya lah, butuh sekali liburan sebagai sarana refreshing setelah penat beraktivitas, sarana menambah ilmu dan wawasan, dan juga sarana saling mendekatkan diri sesama anggita keluarga. Apalagi tak jarang, liburan juga berarti berkunjung sejenak ke rumah nenek kakek, tante dan om, atau paman dan bibi. Waaah, yang kayak gini nih, pasti disambut dengan gembira oleh anak-anak.

 

Saya dan keluarga jelas sering juga liburan keluar kota, terutama saat lebaran atau akhir tahun, jika ada dananya. Biasanya kami pergi ke Bogor, Bandung, Semarang, Jogja, Solo, atau daerah-daerah sekitarnya. Pernah sih, kami berencana pulang kampung ke tempat kelahiran papah saya, ke Pontianak. Suami saya sudah sekalian ingin mengajak anak-anak terbang naik pesawat. Waktu itu kedua anak kami, Ahya dan Bebeb belum pernah merasakan naik pesawat. Kalau si sulung Akna sudah pernah, waktu dia masih di TK. Tentu saja hal ini disambut gembira oleh para bocah. Namun setelah menghitung-hitung hanya ongkos transportasinya saja, pulang balik bisa lebih dari 5 juta, saya meringis pahit. Oh noooo…. Bisa-bisa saya puasa selama sebulan ini mah. Ya ngapain memaksa pulang kampung naik pesawat, kalau setibanya di rumah nanti kemana-mana kudu jalan kaki? Hahaha. Jadi enggak? Ya kali. Batal lah.

 

Batal pulang kampung itu bikin saya mengambil pelajaran, bahwa traveling bersama tiga bocah harus disiasati dengan benar. Kemudian, kami mencoba merencanakan traveling murah meriah kembali, bukan ke Pontianak tentu saja, namun cukup ke Jogja naik pesawat. Tetap saja, ini jadi pengalaman terbang pertama kali yang menyenangkan dan tak terlupakan bagi Ahya dan Bebeb. Selain itu, kami juga tidak jadi ‘miskin papa’ karena traveling murah dan hemat bareng bocah, bisa kami siasati.

 

Bunda dan Panda mau tahu enggak, kiat-kiat traveling hemat dan murah bareng bocah, versi keluarga Naga alias keluarga kecil saya? Begini nih….

 

Rencanakan itinerary yang matang

Itinerary itu semacam rencana perjalanan, termasuk urusan logistic, transportasi, akomodasi, dan objek wisata yang akan dikunjungi. Jangan muluk-muluk mau mengunjungi semua objek wisata di sebuah daerah jika anggaran minim. Banyak memang objek wisata yang gratis atau bayarnya murah, seperti museum dan wisata alam. Tapi jangan lupa, makanan dan oleh-oleh kan enggak ada yang gratis. Malah kadang harganya suka agak lebih mahal dibanding kita membeli di tempat biasa atau di minimarket.

zenroom1

Berenang selalu seruuu….

 

Rajin berburu tiket transportasi murah

Asal rajin browsing, ketemu kok tiket transportasi murah, dari travel bus, kereta api, hingga pesawat. Apalagi kalau emak atau bapaknya hantu lomba kayak saya, bisa kok memenangkan lomba menulis blog atau lomba twitter, instagram dll, yang hadiahnya tiket transportasi. Asyeeeek.

 

Pilih penginapan atau hotel murah tapi berkelas

Namanya anak-anak, pasti agak rewel soal hotel ini. Mereka maunya hotelnya bagus, bersih, ada TV kabel, ada wifi, kolam renang, sarapannya oke, atau kalaupun enggak ada sarapan, lokasinya strategis dan dekat dengan pusat jajan. Dalam hal ini, saya percaya banget sama Zenrooms yang tersebar di Indonesia, Thailand, Singapura, dan Filipina. Kita dapat kamar yang bersih, nyaman, cukup lega, dan harganya juga terjangkau. Recommended banget. Di Jakarta ada sekitar 56 hotel dan Bali bahkan ada 295 hotel. Yang di Jakarta, seru banget untuk Staycation dan lokasinya juga strategis, dekat dengan pusat jajan, jalan-jalan dan belanja. Kalau di Bandung, ada di daerah Dago yang ngehits itu. Di Jogja ada Zenrooms Godean dan Cendrawasih,

zenrooms4

Zenrooms Godean Jogja. Foto : pegipegi.com

zenrooms5

Zenrooms Bali. Kolam renangnya bikin pingin nyeburrr. Foto : zenrooms.com

 

Pilih objek wisata yang gratis atau murah dan kurangi wisata café ya

Banyak objek wisata alam, sejarah dan religi yang gratis atau berbiaya murah, dengan manfaat yang banyak. Seru pula. Jangan banyak beli-beli makanan di lokasi yang kadang jatuhnya lebih mahal. Bagi Bunda atau Panda yang Blogger atau penulis, cari ide dan inspirasi sebanyak-banyaknya di sini, tulis, dan jadikan pembuka rezeki untuk liburan yang akan datang. Jangan kunjungi café kalau enggak punya duit, boros ini mah.

 

zenrooms2

Godain Mister Bean di Museum D’Arca Jogja.

 

zenrooms-3

Sekali-kalinya liburan ke Belanda… eh di Museum D’Mata Jogja

 

Kuliner murah meriah

Banyak makanan atau minuman khas daerah setempat yang murah meriah dan membuat anak jadi lebih mengenal keragaman daerah tersebut. Sedapat mungkin jauhi mall, karena selain boros, juga di Jakarta saja sudah banyak mall, lah ke daerah lain kok yang dicari mall juga. Kurang kreatif namanya. Hehehe.

 

Jaga kesehatan karena biaya sakit tetap mahal

Jangan bikin acara yang terlalu padat dan kalau bisa makanan anak-anak dijaga. Semurah-murahnya biaya traveling, bisa jadi mahal kalau ada yang sakit. Jadi jaga kesehatan itu wajibbbb bangeeet. Baik sebelum, pas waktunya, dan setelah traveling, Iya kan Bunda dan Panda?

 

Gimana, siap kan untuk traveling hemat bareng si kecil akhir tahun ini? Saya siaaaaapppp…. Hehehe….

 

Posted in lifestyle, travelling | Tagged , , , , , , , , , , , | Leave a comment

Sepasang Mata Yang Melembut

Alhamdulillah, terlalu banyak momen yang tak terlupakan dalam hidup saya, sepanjang usia. Namun ini tentang momen khusus di suatu siang yang tak disangka akan menjadi awal jatuh cintanya kami padanya.

 

Siang itu, saya harus menyelesaikan agak banyak pekerjaan dan hampir tidak sempat menyentuh dapur. Kalau sedang overload begini, biasanya bahkan makan siangpun saya malas. Kalau tidak memikirkan ada dua anak yang harus tetap makan siang, serepot apapun ibunya, barangkali saya memilih puasa saja. Jam dua belas siang, pertanda saya harus istirahat, shalat zuhur dan makan siang. Anak-anak sudah mulai rusuh, sebagai alarm bagi ibunya bahwa mereka sudah mulai lapar.

 

Cuaca panas semakin membuat saya mager alias malas gerak mencari menu santap suang, bahkan sekedar ke Warung Soto Mas Bejo dekat masjid yang jarajnya hanya sekitar 300 meter dan biasa saya jalan kaki ke sana. Terpikir mencari menu santap di warteg sebelah material yang jaraknya hanya 50 meter kurang, dari rumah saya. Tapi bosaaan, menunya itu-itu juga, dan biasanya di jam-jam siang seperti ini, banyak bapak-bapak karyawan toko bahan bangunan dan kuli-kuli yang sedang mengerjakan proyek bangunan perumahan, di sebelah rumah saya, yang makan siang di sana. Sungkan saja gitu. Lagipula sebenarnya saya sedang ingin minum es teh manis yang es batunya kecil-kecil kaya di warung Barakah, sebelah warung mas Bejo. Hahaha, keren ya saya, sampai hafal gitu perwarungan di sekitar rumah.

 

Tapi ya sudahlah, daripada rewel banyak maunya tapi mager, warteg sebelah jadi pilihan. Moga-moga enggak rame bapak-bapak yang makan di situ. Moga-moga menunya masih lengkap, mungkin saya bisa memesan kikilnya yang lumayan enak dan pedasnya cukup nampol.

ira1

Foto dari Pixabay

 

Setibanya di warteg, tuh bener kaaan, rame banget. Agak buru-buru saya pesan ini dan itu pada si mbaknya yang jaga. Bau asap rokok dan aroma pekerja bikin saya enggak betah dan pingin segera berlalu dari situ. Namun tunggu… ada sesuatu yang sibuk mengelilingi kaki saya. Makhluk kecil itu bahkan mencoba menarik ujung gamis saya, seolah mencari perhatian. Dengan ributnya ia mengeong seperti menangis.

 

Saya menemukannya di ujung sepatu. Seekor bayi kucing berwarna putih dan sedikit hitam di telinga, punggung dan buntutnya. Oh ya, kepalanya besar melebihi badannya, dan buntutnya panjaang seperti buntut tikus. Warna putih pada bulunya terlihat kusam. Sejenak mata kami bertemu. Ya Allah, kasihan banget ya dia. Saya tersenyum dan sejenak sepasang mata itu melembut dan meongannya mengecil.

ira2

Pokijan waktu baru ‘bergabung’

 

“Ibu senang kucing ya?” Tanya si mbak warteg sambil menyerahkan sekantung lauk pauk kepada saya.

“Iya. Ini kucing di sini?” saya balik bertanya.

“Enggak sih bu. Ibunya dia tadinya di sini, terus lebaran kemarin pergi enggak balik. Ya ini bayinya jadi rese, mengeong terus nyari emaknya.”

Lah, dikata saya emaknya kucing kali ya, si bayi ini mengeong terus kepada saya.

“Bawa aja bu. Kita memanggilnya si Mancung. Cerewet banget bu, dianya”.

Aihhh, lucu banget kamu, Mancung. Saya segera mengambilnya dengan tangan kiri. Anehnya dia menurut dan langsung menatap saya dengan sepasang matanya yang minta disayang.

“Kamu mau ikut MamaCat, Pus?” Tanya saya pelan. Kalau keras-keras, ntar disangka kurang waras sama bapak-bapak yang lagi makan.

Meooong…. Aduh, sayaaang…. Love at first sight deh kayaknya saya sama dia.

“Mbak, saya minta kresek, buat bungkus dia nih. Saya mau bawa pulang, Rumah saya kan dekat, ntar saya lari deh, takut dia kehabisan nafas di kantong”.

 

Dan, serius lho, saat itu saya bawa dua kantong kresek, di kanan membawa lauk pauk dan es teh, serta yang di kiri bawa anak kucing yang terus ribut mengeong. Asli, saya lari menuju rumah.

 

Sesampainya di rumah, kedua bocah saya yang tadinya lapar mendadak kenyang, karena keasyikan main dengan si Mancung yang kini kami beri nama Pou, kependekan dari nama lengkapnya Pokijan. Pou lahap minum susu dan makan makanan kucing yang selalu kami sediakan untuk kucing kami, Jenderal Gembul. Pou juga langsung lincah berlari kesana kemari. Jenderal Gembul mula-mula menggeram melihatnya, namun dalam waktu beberapa jam saja dia sudah mulai menerima ‘keponakan baru’nya.  Malam hari ketika kucing-kucing harus tidur di luar, Pou menangis sepanjang malam membuat kami tidak bisa tidur.

ira3

Pokijan dan Ahya

 

Sekarang sudah hampir dua bulan, Pou bersama kami. Ia tumbuh menjadi anak kucing yang sehat, gemuk, bersih, dan lincah. Ia menjadi kucing kesayangan kami, dan setia membangunkan Bebeb dan Ahya di pagi hari. Ia biasa menyelusup ke pelukan anak-anak yang sedang tidur, dan menggosok-gosokkan tubuhnya atau hidungnya ke anak-anak, sehingga anak-anak langsung bangun dan memeluknya. Pou (dan Ilsa yang  datang kemudian) yang setia menemani saya menulis sambil duduk atau tidur di sekitar netbook. Kadang kalau mereka masih mau disayang-sayang, netbook saya diduduki mereka.

 

Entah kenapa momen pertemuan saya dengan Pou selalu teringat, bahkan setiap kali saya marah padanya ketika dia terlalu nakal. Momen yang mengikatkan cinta saya dengannya, lewat sepasang matanya yang melembut.

 

ira4

 

Tulisan ini diikutkan dalam Irawati Hamid First Giveaway “Momen Yang Paling Berkesan dan Tak Terlupakan”.

Posted in inspirasi, life, love | Tagged , , , , , , , , , | 6 Comments