Malam Minggu Bersama Olahan Ikan Tuna Karya Ayah

gizi1

 

Anak-anak saya selalu menantikan saat ayahnya libur kantor. Bukan hanya karena bisa bermain dan jalan-jalan bersama ayah, namun juga karena ayah pintar memasak. Selalu ada saja kreasi resep karya ayah yang diluncurkan pada malam minggu atau malam senin, dan langsung jadi hidangan favorit seluruh keluarga. Berbeda dengan saya yang kalau memasak harus ada patokan resep tertentu, ayahnya anak-anak lebih kreatif. Tinggal melongok isi kulkas, dan taraaa…jadilah kreasi masakan karya chef Ayah.

Seperti kreasinya kali ini yang diilhami oleh sekaleng ikan tuna olahan yang dikemas di dalam kaleng bermerek Isabella. Isabella adalaaah kisah cintaaa…. Astagah, kenapa malah nyanyi? Si Isabella ini didapat ayah sewaktu berdinas ke Minahasa beberapa waktu yang lalu. Dia adalah pecinta ikan, demikian pula saya dan anak-anak. Maka dia membeli beberapa kaleng Isabella dan dibawa sebagai oleh-oleh untuk kami di rumah.

Oh ya, ayah bercerita kalau di Minahasa dan daerah-daerah tepi pantai yang dia kunjungi selama berdinas, banyak memiliki kekayaan kuliner hasil laut yang enaknya luar biasa. Tidak hanya ikan, tapi juga udang, lobster, dan aneka siput atau kerang. Ayah tidak suka kerang, sebaliknya dengan saya, pecinta kerang garis keras. Sampai-sampai mbak warteg sebelah hafal banget kesukaan saya itu.

Baiklah, kita kembali kepada Isabella. Jadi si Isabella yang isinya ikan tuna ini dicampur di dalam minyak dan air serta bumbu, baru dikemas di dalam kaleng sebesar kaleng sarden. Nah, ayah mengolahnya dengan mengeringkan minyaknya, baru kemudian ikan tuna yang sudah setengah suwiran itu diolah untuk berbagai kreasi makanan.

Kali inipun dia mengolahnya dengan menambahkan dua buah tahu kuning dan tiga butir telur. Tahunya dia potong halus, jangan dihancurkan. Telur dikocok lepas. Kemudian tahu, telur, ikan tuna, dan boleh juga diberi irisan selederi dan daun bawang, dibumbui seperti bumbu telur dadar, yaitu bawang putih, garam, lada dan pala. Semua dicampur rata dan kemudian didadar di Happycall.

Hasilnya? Luar biasaaaa. Ikan tuna nya memberi rasa gurih di telur dadar tahu. Kata ayah, biar tambah enak, tunggu sampai pinggir-pinggir telurnya kering dan kayak ada selaput tipis. Praktis dan mudah banget kan caranya? Cocok sekali untuk sarapan. Tapi kali ini kami menyantapnya pada makan malam, ditemani cah kangkung terung sosis yang juga kreasi ayah. Chef ayah memang keren deh.

 

Kreasi lain dari dadar tuna Isabella tadi, bisa juga tahu diganti dengan mie, atau macaroni, atau pernah juga spaghetti. Untuk penyuka pedas, bisa tambahkan irisan cabe ke dalam adonan. Penyuka sayur bisa menambahkan aneka sayuran seperti cincangan brokoli, atau irisan halus bayam ke dalam adonan. Proses memasaknya juga tidak harus pakai Happycall, dikukus dengan kukusan juga bisa. Tapi nanti hasilnya ya enggak kayak telur dadar, tapi lebih menyerupai skotel.

Syukurlah anak-anak kami bukan anak picky eater. Semua mereka suka dan Alhamdulillah nafsu makannya kayak naga, makanya kami suka menjuluki keluarga kami sebagai keluarga naga. Ikan termasuk salah satu menu favorit kami. Ikan air tawar seperti ikan mas biasanya dipepes. Kadang kami membeli pecel lele, ikan bumbu kuning dan pepes teri saat makan di luar. Untuk ikan laut, kami penyuka gulai kepala ikan kakap, ikan salmon yang diformulasikan di dalam sushi, seperti salmon makki, salmon sushi roll, rainbow sushi dan sejenisnya. Ikan dori yang digoreng tepung atau dibumbui lada hitam juga favorit kami. Cumi padang, cumi isi tahu adalah menu kesukaan saya, sementara anak-anak lebih suka cumi goreng tepung atau calamari. Kalau ayahnya anak-anak, sudah tidak boleh makan cumi dan udang. Ehm…saya juga sih sebenarnya.

Kembali pada ikan tuna yang disukai semua anggota keluarga di rumah (termasuk lima ekor kucing saya), ternyata memiliki nilai gizi dan nutrisi yang sangat tinggi. Ikan tuna yang berwarna putih memiliki kandungan protein yang lebih tinggi dari ikan tuna yang berwarna merah. Ikan tuna yang paling banyak mengandung gizi dan nutrisi terdapat pada ikan tuna jenis Skyjack yang banyak terdapat di perairan Indonesia. Ikan tuna tergolong jenis scombrid yang sangat aktif dan menyebar di perairan oseanik hingga ke dekat pantai. Migrasi kelompok ikan tuna di perairan Indonesia mencakup wilayah perairan pantai, territorial dan Zona Eksklusif Ekonomi (ZEE) Indonesia.

Ikan tuna termasuk ke dalam warga Thunus, terdiri dari macam-macam jenis yaitu Mandidihang (Thunus albacores), Mata Besar (Thunus obesus), Abu-abu (Thunus tonggol), Tongkol (Euthinnus afinis), Albakora (Thunus allalunga), dan sirip biru (Thunus thymus). Ikan tuna adalah perenang cepat , bisa mencapai kecepatan 70 km/jam dan termasuk hewan berdarah panas.

Daging ikan tuna terdiri dari bagian yang putih dan yang merah. Daging merah yang menempati 1/6 bagian tubuh ikan tuna mempunyai kandungan mioglobin yang tinggi, yang diimbangi dengan banyaknya jaringan pengikat dan pembuluh darah. Sementara daging putih mengandung berbagai jenis protein berkualitas tinggi.

 

 

Salah satu cirri ikan keluarga scambroidea yaitu memilki kandungan asam amino bebas histidin yang tinggi. Pada saat penangkapan jika tidak ditangani dengan tepat, maka histidin akan diubah menjadi senyawa toksik yang disebut histamine, yang dalam jumlah tertentu dapat menyebabkan semacam alergi.

Tuna kalengan banyak dianjurkan untuk diet karena mengandung protein tinggi dan mudah disiapkan (tepuk tangan yang meriah untuk…Isabella adalaaah… hissshh). Tuna merupakan ikan yang berminyak dan karena itu mengandung vitamin D yang tinggi. Minyak tuna kalengan (Isabellaaa…. Ya ibu tiriiii…. Apaaan sih???), mengandung Adequate Intake (AI) vitamin D untuk bayi, anak-anak, laki-laki dan perempuan berusia 19050 tahun sebanyak 200 UI. Tuna kalengan juga dapat menjadi sumber yang baik dari asam lemak omega 3 yang kadang berisi lebih dari 300 mg persajian.

Ada beberapa manfaat ikan tuna bagi kesehatan, yaitu :
1. Merupakan sumber protein yang baik bagi tubuh
2. Mencegah stroke
3. Membantu mencegah tekanan darah tinggi
4. Menurunkan kadar trigliserida
5. Baik untuk kesehatan jantung
6. Mencegah atau mengurangi obesitas
7. Memperbaiki sistem imunitas tubuh
8. Merupakan sumber vitamin B
9. Mencegah kanker.

Hebat banget ya manfaat ikan tuna bagi kesehatan kita. Dan bersyukurnya kita karena ikan tuna banyak sekali terdapat di perairan Indonesia. Itu sebabnya saya ingin sekali mengenal lebih jauh keragaman dan khasiat kekayaan laut Indonesia dalam program Jelajah Gizi. Program Nutrisi untuk Bangsa dari Sarihusada kali ini memang pas banget mengangkat Jelajah Gizi Minahasa yang kaya dengan hasil laut, termasuk ikan tuna. Nanti pingin borong Isabella lagi ah… Aamiin…

Referensi :
Indonesia-mania.blogspot.co.id
Gizinutrisi.blogspot.co,id
Manfaat.co.id/manfaat-ikan-tuna

gizi7

 

Posted in food, kesehatan, kuliner, pangan | Tagged , , , , , , , , , , , , , | 4 Comments

Girl Power dalam Buku-Buku Saya

Bagi saya, perempuan adalah makhluk ciptaan Tuhan yang indah dan kuat. Bukan hanya kuat secara fisik sebab ia dikaruniai tugas mulia, yaitu mengandung, melahirkan, sekaligus merawat anaknya, yang kelak menjadi penentu peradaban. Untuk melengkapi tugasnya itu, perempuan juga diberi kekuatan secara psikologis sehingga mampu menerima beban yang simultan dalam perannya yang banyak itu. Luar biasa kan jadi perempuan itu?

 

Itu sebabnya dalam setiap buku saya, yang sampai saat ini, baru berjumlah 43 buku, dimana 22 diantaranya novel, banyak berkisah tentang perempuan-perempuan tangguh, the Lady who has a girl power, bukan powerpuff girl lho ya. Secara konsisten, saya berkisah tentang bagaimana perempuan dengan segala feminitasnya mampu melakukan hal-hal yang amazing. Dalam novel terbaru saya, Cinta dalam Semangkuk Sop Kaki Kambing, saya bercerita tentang Stephanie yang berani memilih jalan hidupnya sendiri, meski dia dihadapkan pada keinginan orang tuanya yang sulit ia tentang. Secara terselip, saya juga berkisah tentang Enyaknya Awy, seorang perempuan Betawi keturunan Arab, yang sekolahnya tidak tinggi, namun mampu menjadi penyeimbang bagi kekerasan watak sang suami, sekaligus mampu menjembatani kekakuan suaminya terhadap anak-anak dan saudaranya. Ada juga tokoh Grace yang berani memilih menjadi isteri seorang pejuang meski sebenarnya ia dibesarkan dalam keluarga ningrat yang kaya raya.

 

Novel saya yang ditulis duet dengan seorang penulis senior, Eni Martini, yang berjudul “Sunyi” menggambarkan tiga perempuan yang kuat menahan beban kehidupan yang menempatkan mereka pada situasi yang bukan jadi pilihan awal mereka. Ada Mala yang berani menolak dijadikan isteri kedua, Melati yang berani bertahan dalam kesunyian rumah tangganya, dan Soraya yang dalam kelemahlembutannya memilih bersikap ketika suaminya hendak menikah lagi. Ada lagi novel saya yang pernah memenangkan award sebagai Novel Terbaik 2014 versi UNSA Award, judulnya “Home”, menngisahkan Truly, sang istri dan menantu riang gembira, ceria dan suka menolong, berhasil mencairkan hubungan kaku antara suami dan ayah mertuanya. Truly dengan ketulusan dan kepolosannya justru menguatkan orang-orang di sekelilingnya ketika hidup menjadi getir. Ada lagi sebuah buku saya, nonfiksi motivasi, judulnya “My Hijab” yang berusaha menjabarkan hijab dalam sudut pandang saya, yang bukan sebatas trend fashion, namun lebih dari itu merupakan sebuah sikap dan ketegasan pandang terhadap cara beragama dan cara menjalani kehidupan.

 

Mengapa saya konsisten menulis tentang Girl Power? Sebab saya perempuan. Sejatinya, seorang perempuan, adalah dirinya yang satu, yang hanya dimiliki Tuhannya dan dirinya sendiri. Dia ada untuk menguatkan dan juga, pada waktunya, dikuatkan oleh orang-orang sekitarnya. Dia adalah sama dengan laki-laki, hamba Tuhan yang punya kewajiban melakukan yang terbaik untuk dunia dan afterlife-nya kelak. Perempuan selalu punya kekuatan untuk menjadi lebih baik. Kekuatan itu ada dalam dirinya, Maka tidak salah ketika Tuhan menitahkan para perempuan mengambil demikian banyak peran. Sebab ia mampu, sebab ia punya kekuatan dari dalam dirinya.

 

So, Ladies, keep smart, keep being tough, keep shine… coz you are amazingly and beautifully strong enough to be your best.

 

Terus, setelah ini, apakah saya masih akan tetap setia menulis tentang perempuan dan The Girl Power-nya? Tentu saja, insha Allah.

 

And please meet ms. Primadita, seorang sister yang menginspirasi muslimah muda Indonesia dengan kiprahnya yang sebagian pemikirannya bisa kamu baca di sini nih.

Posted in beauty, buku, inspirasi, life, menulis, muslimah, perempuan | Tagged , , , , , , , | 5 Comments

#MudaBikinBangga Sebab Berani Beda

Masih ingat enggak, waktu kecil dulu kalau ditanya cita-cita? Jawaban paling favorit adalah dokter, guru, pilot, insinyur, polisi dan tentara. Meski enggak tahu-tahu amat detailnya profesi tersebut, namun tetap saja sebagian besar dari kita menyebutnya sebagai cita-cita. Artinya memang itu mindset yang mainstream bagi anak-anak zaman dulu yang dibesarkan di iklim sosial masyarakat, bahwa yang namanya profesi itu ya yang bekerja di tempat tertentu dan digaji tetap. Dokter bekerja di rumah sakit dan digaji setiap bulan. Guru mengajar di sekolah dan diberi gaji setiap bulan. That’s all. Jadi kalau ada anak-anak yang cita-citanya antimainstream dianggapnya aneh. Dulu cita-cita saya jadi penyiar radio biar bisa dengar music sepanjang hari, habis saya ditertawakan dan dianggap aneh oleh sebagian besar teman. Keluarga sayapun demikian.

 

Perjalanan hidup mengantarkan saya dan dua dari tiga anak saya menjadi anggota komunitas Homeschooling. Di sini kami belajar bahwa hidup itu sendiri adalah sumber ilmu, bahwa belajar bisa dimana saja dan kapan saja, oh juga tentang apa saja. Dan… kita bebas menjadi apa sepanjang itu membawa kemanfaatan dan kita happy menjalaninya. Wow.

 

Bertemulah saya dengan anak-anak istimewa. Pemuda pemudi cilik yang berani speak up tentang cara belajar mereka yang antimainstream dan mau jadi apa mereka kelak. Saya juga bertemu Bunda-bunda juga Panda-panda mereka yang berusaha membebaskan pikiran mereka dari keberbedaan anak-anaknya dari mereka. Maklumlah, sama seperti saya, mereka juga adalah produk pendidikan konvergen dimana yang mainstream berarti yang baik dan benar. Perlu keluasan pandangan untuk menerima kenyataan bahwa zaman telah berubah dan anak-anak menjadi produk zaman yang mencengangkan.

 

Bersama mereka, saya menemukan keajaiban para pemuda pemudi cilik yang membanggakan itu. Saya kebetulan menjadi coach mereka untuk Club Menulis. Wow… saya selalu takjub. Ini adalah kelas menulis paling ajaib dan mencengangkan yang pernah saya pegang. Hanya dalam hitungan hari, mereka membuat blog. Dan mereka konsisten untuk mengisinya. Mereka bercerita tentang banyak hal, dari keseharian dan kegiatan favorit, seperti melakukan eksperimen sains mandiri, memelihara kucing, membuat bolu goreng, hingga yang filosofis seperti tentang makna sujud. Ada juga yang sangat psikologis seperti perasaannya ketika adiknya sempat hilang di sebuah acara, dan kerinduan kepada ayahnya yang sedang melanjutkan studi jauh di seberang benua.

Serunya Komunitas #MudaBikinBangga anak-anak Homeschooling KSuper Depok

 

Yang sangat menakjubkan juga adalah ketika mereka bicara tentang cita-cita. Benar-benar yang #MudaBikinBangga. Ada yang bercita-cita menjadi chef, movie maker, pemilik homeschooling alam, homesteader, dan masih banyak lagi. Ada yang sekarang sudah merintis belajar tentang homesteading, menghafal Quran, dan bahkan ada yang sudah serius menekuni astronomi dan bird-watching. Padahal usia mereka baru berkisar antara 7-13 tahun. Luar biasa. Dengan metode homeschooling, mereka tidak hanya asal menyebut cita-cita, tapi serius belajar untuk mewujudkannya.

 

Anak-anak homeschooling itu yang #MudaBikinBangga, berani berbeda demi cita-cita unik mereka di masa depan. Berani menempuh sistem belajar yang berbeda, berani dianggap aneh oleh anak-anak lain sebab dikira ‘tidak sekolah’, berani jalan terus demi cita-cita yang mungkin hari ini dianggap aneh, namun di masa depan, inilah profesi yang bisa mengukir nama harum anak bangsa Indonesia di mata dunia.

 

Tiba-tiba saya merenung, andaikan saya ada di zaman sekarang dalam usia sebelia mereka, pasti cita-cita saya jadi penyiar radio dan penulis tidak jadi bahan tertawaan. Dan tiba-tiba saya bangga sekali pada mereka; Karin, Alia, Liv, Suhaib, Wafa, Asiah, Maryam, Ceca, Syabil, Atala, Nofail, Naufal, Pia, Haqi, Mumtazah, Kayfa, Ikhwan, Aziz, Fathi, Kayla, Nayla, Belva, Cheraman, Babalou, Ahya, dan semuanya. Tetap jadi homeschoolers yang kelak bisa memimpin Indonesia dengan kreativitas dan kebaikan akhlak ya Nak. Jangan lupa terus update dengan semua perkembangan dunia, termasuk ilmu pengetahuan dan teknologi. Kita sekarang bisa dengan mudah mengupdate semua itu lewat satu aplikasi, namanya Kurio, aplikasi berita terkini yang bisa langsung diunduh di Playstore. Sesuai semboyannya ‘selalu lebih tau’, Kurio akan membantu kita lebih siap menghadapi perkembangan terkini dunia.

 

Posted in education, Home Schooling, inspirasi, life | Tagged , , , , , , , | 4 Comments

Tarling Khas Indramayu Kota Budaya Dulu dan Kini

Seni Tarling adalah seni music tradisional yang sangat melekat dalam kehidupan sehari-hari masyarakat Pantura, terutama wilayah Cirebon dan Indramayu sebagai tempat asal muasalnya kesenian ini. Komponen utama dalam seni Tarling adalah alat music gitar dan seruling, ditambahkan juga kendi sebagai gong, kotak sabun sebagai kendang, ada juga baskom dan ketipung kecil sebagai tambahan alat perkusi. Itu pada awal mulanya music ini diciptakan sekitar tahun 1930an. Sekarang banyak ditambahkan pula dengan organ tunggal. Bahkan semakin banyak yang memadukannya dengan music dangdut, sehingga sekarang dikenal Tarlingdut atau Tarling Dangdut. Dampaknya, banyak orang mengira Tarling adalah sejenis music dangdut, padahal berbeda.

 

Tarling tidak bisa dipisahkan dari kehidupan masyarakat Pantura, termasuk masyarakat Indramayu, sebab Tarling merupakan salah satu hiburan rakyat yang dianggap mampu melepaskan beban hidup yang semakin berat dirasakan oleh masyarakat, terutama masyarakat kelas bawah. Dengan ikut berjoged dan nyawer dianggap mampu mengobati rasa lelah dan stress dalam mencari nafkah dan menjalani kehidupan. Lirik lagu Tarling juga banyak menghibur dan mencerahkan, disamping memberikan petuah dan menceritakan kisah sehari-hari.

 

Sebagai salah satu budaya yang erat dengan nilai-nilai kearifan local, Tarling tidak hanya berarti gitar dan seruling sebagai komponen utama kesenian ini, namun juga filosofi masyarakat tradisional Indramayu, yaitu ‘yen wis mlatar kudu eling’ atau kalau sudah berbuat kesalahan, harus segera eling dan bertobat. Artinya, harus selalu ada keinginan untuk memperbaiki diri. Tema kisah yang dipaparkan di dalam Tarling juga menyentuh kehidupan sehari-hari masyarakat, dan bersifat universal, misalnya saja lakon pegat-balen (kawin cerai), wayuan (poligami), demenan (cinta), mabuk, maen (berjudi), dan madon (Main perempuan). Semua ini dikemas dengan gaya bertutur yang subjektif sehingga mampu menghanyutkan penonton atau pendengarnya.

 

Saking populernya kesenian Tarling ini, penggemarnya tidak hanya berada di Cirebon dan Indramayu, namun sampai ke Pemalang, bahkan mengalahkan Campursari ala Jawa Tengah. Sebenarnya Tarling sendiri sudah melewatkan masa yang panjang dalam sejarah perkembangannya.

 

 

Tarling muncul kira-kira tahun 1931 di desa Kepandean, Kecamatan/Kabupaten Indramayu. Awalnya ada seorang komisaris Belanda yang meminta tolong kepada salah seorang warga bernama Mang Sakim untuk memperbaiki gitarnya. Mang Sakim juga dikenal sebagai ahli gamelan, musisi lah gitu istilahnya. Karena sang Belanda tidak juga mengambil gitarnya, mang Sakim menggunakan gitar itu untuk mempelajari lebih lanjut dan membandingkannya dengan nada-nada pentatonis gamelan. Hal ini dilanjutkan oleh putra Mang Sakim, yang bernama Sugra. Bahkan Sugra melakukan eksperimen dengan memindahkan nada-nada pentatonis ke gitar yang menggunakan nada diatonis. Sehingga, tembang-tembang (kiser) Dermayonan dan Cerbonan yang biasanya menggunakan gamelan bisa terdengar makin indah dengan alunan gitar, yang kemudian ditingkahi pula oleh tiupan seruling bambu.

 

Sejak itu, kaum muda Indramayu dan Cirebonan menganggap Tarling sebagai bagian dari gaya hidup mereka. Kian populer, Sugra kemudian melengkapi Tarling dengan berbagai kisah rekaannya sendiri, seperti Pegat Balen, Saeda Saeni, dan Lair Batin. Bahkan lakon Saeda Saeni menjadi lakon paling populer dan melegenda hingga saat ini, merupakan lakon sedih yang tak jarang membuat para penonton menangis.

 

Namun demikian, tarling saat itu belum menjadi suatu aliran music. Nama yang digunakan untuk menyebut music ini adalah Melodi Kota Ayu untuk Tarling Indramayu, dan Melodi Kota Udang untuk Tarling Cirebon. Nama Tarling baru diresmikan saat RRI sering menyiarkan jenis music ini. Oleh Badan pemerintah Harian, Tarling diresmikan sebagai jenis music pada tanggal 17 Agustus 1962.

 

Sayang banget ya, Tarling yang kaya akan nilai-nilai kearifan daerah pada masa sekarang ini lebih diasosiasikan dengan joged dangdut dengan syair yang kadang kurang pantas diperdengarkan. Sepertinya perlu  ada upaya pencerahan oleh seniman local untuk mengembalikan Tarling kepada bentuk asalnya.

 

Referensi :

Wikipedia

Namirart.blogspot.co.id

Tarlingkita.wordpress.com

 

Foto : google

 

indramayu1

 

Posted in culture | Tagged , , , , , , , | Leave a comment

Tahapan BCA Saksi Karir Kepenulisanku

Saya pertama kali punya buku tabungan yang ada ATM-nya tahun 1998, ya dari BCA, Tahapan BCA namanya. Warna bukunya sama seperti sekarang, biru sesuai dengan warna banknya. Bangga sekali rasanya, padahal waktu itu sudah kerja sekian lama dan punya buku tabungan tapi tampa ATM. Kartu kredit sudah punya lebih dulu malah, suplemen dari papa saya. Tapi punya ATM atas nama sendiri itu rasanya gimana ya, noraklah waktu itu.

Setelah itu saya punya beberapa kartu ATM dari bank lainnya, dan tetap saja yang paling aktif ya rekening BCA. Mungkin karena saat itu saja mesin ATM-nya sudah ada dimana-mana ya. Gampang kalau mau tarik uang tunai. Waktu itu merchant yang bekerjasama untuk pembayaran dengan kartu debit belum sebanyak sekarang, kalau enggak salah The Body Shop PIM termasuk yang sudah bekerja sama. Sempat jadi langganan di situ soalnya. Duluuuu lhoooo….xixixi.

Setelah saya menikah dan resign tahun 2004 saya menjadi ibu rumah tangga yang sempat galau. Mau ngapain saya? Terbiasa sibuk dengan jadwal kantor media yang cukup padat, di rumah sempat merasa kosong. Ngeblog juga untuk iseng-iseng saja, waktu itu pakai domain di typepad yang sekarang sudah beralih menjadi domain berbayar. Berjualan juga saya tidak terlalu pandai, dan termasuk type enggak tegaan. Paling enggak tega kalau ada kastamer yang minta diskon atau minta gratis. Bahaya banget kan penjual model saya begini?

Saya lalu terpikir untuk menulis dan mengirimkan tulisan-tulisan saya ke media dan penerbit. Bismillah dengan bermodalkan computer tua, mulailah saya mengumpulkan tulisan yang berserakan. Saya edit dan kirimkan ke salah satu penerbit ngetop kala itu, Al Mawardi Prima yang kantornya ada di Pondok Pinang, Alhamdulillah tidak terlalu lama menunggu, datang kabar baik bahwa naskah saya diterima untuk dibukukan dengan beberapa perubahan/editing. Bahagiaaanyaaa….

Tak lama naskah saya diterbitkan jadi buku. Alhamdulillaaah…. Dengan bahagia saya naik taksi ke kantor penerbit dan menerima uang DP. Senang sekali rasanya. Sejak saat itu saya mulai rutin menulis dan mengumpulkannya ke penerbit atau mengirimkan ke beberapa media.

bca1

Buku Pertamaku tahun 2004

Tiga bulan setelah buku pertama terbit, saya mendapatkan royalty pertama yang dibayarkan melalui bank. Dengan hati berbunga-bunga, saya mengambil royalty pertama yang jumlahnya cukup banyak itu ke ATM BCA. Rasanya tak percaya menemukan sejumlah angka di mesin ATM yang menandakan itu royalty hasil jerih payah saya setelah resign. Semangat saya makin membara. Saya harus terus menulis. Ini jalan rezeki yang Allah kasih setelah saya resign. Bye bye emak galau.

Sejak saat itu, tulisan demi tulisan, buku demi buku saya hasilkan. Kartu ATM BCA saya menjadi saksi perkembangan karir kepenulisan dan keberkahan rezeki lewat tulisan saya. Dia yang jadi saksi betapa saya sering bengong, tertawa, menangis, dan aneka ekspresi lain di depan mesin ATM setiap kali membaca saldo akhir tabungan. Kadang menggendut, menipis, dan kosong sama sekali. Enaknya di BCA, saldo 0 rupiahpun untuk beberapa waktu tidak akan menyebabkan rekening kita ditutup.

Hebatnya lagi, servis kepada nasabah pemegang rekening di BCA sangat baik. Saya beberapa kali mengalami kartu ATM tertelan di mesin, mungkin mesinnya kelaparan, ketika mengurus penggantian kartu, bisa cepat selesai. Demikian juga kalau buku tabungan hilang. Nah, penyakit saya tuh, sering lupa menyimpan buku tabungan. Ternyata di BCA prosesnya cepat dan tidak berbelit-belit.

bca2

Si kartu ATM dan debit BCA yang setia itu…

Itulah alasan mengapa saya bersetia terhadap BCA selama ini, selain ATM-nya paling banyak, servis terhadap nasabah memuaskan, dan … saya punya ikatan emosional dengan kartu ATM sekaligus debit BCA, sebab dialah yang menjadi saksi perkembangan karir menulis saya, dari pertama bikin buku hingga sekarang telah menghasilkan 43 buku. Tetap setia sama saya juga, BCA.

bcaexp

berpartisipasi dalam “My BCA Experience” Blog Competition

Posted in buku, inspirasi, menulis | Tagged , , , , , , | 4 Comments

Tiga Pantai Utara Jateng Untuk Wisata Keluarga

Jawa Tengah bagian utara, atau dikenal juga dengan wilayah Pantura, memiliki rentangan pantai yang luas dan memanjang. Meski belum banyak yang dikenal luas oleh wisatawan, pantai ini rata-rata memiliki cirri landai dan berombak tidak terlalu besar dibandingkan dengan pantai di laut selatan. Sebagian dari pantai-pantai ini memiliki pasir hitam, bukan putih seperti pasir di pantai selatan. Namun pemandangan dan suasananya cukup menyenangkan dijadikan sebagai tempat bersantai bareng keluarga.

 

Saya sendiri memang menjadwalkan wisata bareng keluarga setiap musim mudik lebaran, atau pada akhir tahun jika dananya memungkinkan. Pantai utara Jawa Tengah adalah salah satu destinasi kami, tentu saja tak lupa acara wisata pantai.

 

Ada paling tidak, tiga pantai yang mungkin belum terlalu banyak dikenal wisatawan, dan potensinya juga belum banyak tergali, namun cukup cocok untuk wisata bareng anak-anak.

 

Pantai Kartini, Jepara

Terletak tepatnya di kecamatan Bulu, 2.5 km sebelah barat ibukota Kabupaten Jepara. Sekitar satu jam paling lama menempuh perjalanan dengan mobil dari Kota Jepara, kita akan sampai di sebuah pantai dengan pasirnya yang cukup putih. Kawasan dengan luas lahan 3.5 hektare ini merupakan salah satu jalan masuk menuju kawasan wisata Nasional Karimun Jawa dan Pulau Panjang.

Ada beberapa obyek wisata seru di sini, seperti Kura-Kura Ocean Park yang merupakan ikon wisata Pantai Kartini. Merupakan obyek wisata yang pas buat keluarga, terdiri dari dua lantai, dan bangunannya berbentuk kura-kura raksasa. Anak-anak saya takjub mengamati akuarium berisi aneka jenis kura-kura dan hewan laut lainnya. Di lantai bawah ada dua jenis akuarium. Yang satu akuarium raksasa yang berisi kura-kura raksasa segede gaban, juga ikan-ikan besar seperti Pari, Kerapu, Buntal, hiu, kakap, Giant Trafelly, dan penyu sisik. Ada lagi 12 akuarium kecil dan 4 akuarium meja yang berisi berbagai jenis ikan kecil dan sedang, terdiri dari ikan air laut dan ikan air tawar.

Yang menariknya, ada kolam sentuh dimana pengunjung bisa menyentuh ikan-ikan dan kura-kura yang sudah jinak. Ini menimbulkan sensasi tersendiri yang mengasyikkan bagi bocah. Di lantai ini ada juga tempat terapi ikan (fish spa) yang berisi ribuan ikan Garra Rupa, sayang sekali kami enggak sempat masuk waktu berkunjung ke sini, karena susah sekali mengalihkan perhatian bocah yang asyik mengamati ikan dan kura-kura. Di lantai dua ada beberapa mainan edukatif bagi anak-anak, tapi tetap lebih seru di lantai bawah.

Oh ya, soal jajanan jangan khawatir, karena di sini banyak tukang jualan makanan dan minuman, meskipun harganya….lebih mahal dari kelas minimarket nasional sekalipun.

 

Untuk menyeberang ke Pulau Panjang, bisa ditempuh dengan perahu mesin lengkap dengan ‘supir’ dan jaket pengaman untuk setiap penumpang. Agak ngeri juga karena kadang jarak antara perahu dengan bebatuan terjal dan agak licin di tepi pantai lumayan jauh juga, jadi agak ribet buat emak-emak takut air kayak saya. *Ini sebenarnya emak kucing atau emak manusia ya, takut sama air?

 

Pulau Panjang sendiri sepi dan tenang, kita hanya bisa mendengar suara debur ombak dan memandang laut di kejauhan. Cocok sekali untuk refreshing dan bersantai. Pasirnya putih dan cukup bersih. Hanya sayang, toiletnya masih kurang bersih.

 

Pantai Sendang Sikucing, Weleri Kendal

Terletak di desa Sendang Sikucing, kecamatan Rowosari, 5 kilometer sebelah utara Weleri Kendal. Sebenarnya jalan ke sini sudah cukup baik, hanya hati-hati karena kadang GPS anda mengarahkan pada jalur yang salah, masuk ke persawahan sepi dimana di situ terdapat area begal yang cukup horror ceritanya. Ini pernah saya ceritakan di sebuah blogpost saya.

Pantai Sendang Sikucing yang kami kunjungi ini tidak ada kucingnya sama sekali. Yang ada adalah pasir hitam yang landai, sementara ke laut dibatasi bebatuan yang cukup terjal sehingga anak-anak tidak bisa berenang. Anak-anak main di tepi pantai yang landai sambil sesekali mendekati bibir pantai. Kami duduk-duduk santai menanti sunset dengan pemandangannya yang indah. Sayang sekali di sini banyak warung yang kurang menjaga kebersihan. Toilet dan tempat berbasuh juga kotor dan becek. Sayang banget ya. Padahal kalau saja terus dibenahi, bisa jadi tempat ini akan makin banyak dikunjungi wisatawan.

Sebenarnya ada satu lagi pantai Cahaya Sendang Sikucing yang lebih bersih dan lebih banyak sarana bermain anak-anak. Sayang sudah malam waktu itu, jadi kami memutuskan segera mencari hotel karena anak-anak juga sudah cukup puas bermain dan mengamati matahari terbenam.

jateng

 

 

Pantai Pasir Kencana Pekalongan

Terletak berbatasan dengan Pusat pelelangan ikan atau Pelabuhan Perikanan Nusantara, berjarak sekitar 4.5 kilometer dari kota Pekalongan. Luas pantai ini 1.5 hektare dan didominasi oleh pasir hitam. Sunset dari sini juga indah sekali. Sama dengan pantai Sendang Sikucing, cukup banyak warung di sini yang kurang menjaga kebersihan. Di samping itu panggung hiburan seringkali menampilkan penyanyi-penyanyi dengan lagu Pantura-an yang syairnya kurang pantas didengarkan oleh anak-anak. Ada juga arena bermain anak-anak yang tidak terlalu luas, becak air, dan perahu mesin. Hebatnya di sini, supir perahunya kelewat pede, sehingga penumpang seringkali tidak diberi jaket pengaman. Hahaha, merangkap sales asuransi kayaknya, Menjamin keselamatan penumpang walau tanpa jaket pengaman…

Anak-anak senang naik becak air dan perahu mesin di sini, karena wilayah jalan-jalan di lautnya lebih luas daripada yang biasa anak-anak saya mainkan di Setu Babakan, Jakarta. Hahaha iyalah. Pantainya juga lebih bersih dari Sendang Sikucing. Sayang juga, parkirnya becek. Hehehe, adaaa saja komentar saya ya.

pantai-pekalongan

 

 

 

Sebenarnya pantai-pantai ini bisa lebih cantik jika terus dibenahi dan ditertibkan kebersihannya. Terus fasilitasnya juga ditambah dong. Jadi makin pas untuk wisata keluarga yang bocahnya senangnya main air melulu.

 

Tulisan ini diikutsertakan dalam Lomba Blog Visit Jawa Tengah 2016 yang diselenggarakan oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Jawa Tengah @VisitJawaTengah (www.twitter.com/visitjawatengah)

 

Posted in travelling, wisata | Tagged , , , , , , , , , , , , , , , , | 2 Comments

Refresh Your Family Life with Staycation

Pernah enggak merasa jenuh dengan keseharian dan rutinitas yang kita alami, Bunda dan Panda? Woohooo, saya mah seringg. Wajarlah ya, namanya juga manusia, pasti ada rasa jenuh yang tiba-tiba menyelinap di hari-hari kita, dan sempat mengganggu keikhlasan dalam menjalankan peran sebagai anggota keluarga, entah itu sebagai istri dan ibu, suami dan ayah, atau sebagai anak.

Kalau sudah jenuh, yang terjadi adalah emosi yang membludak dan ujung-ujungnya bête, baper serta saling manyun. Belum lagi kalau saling teriak, dan diakhiri dengan tangisan atau omelan enggak putus kayak bebek lapar.

Gimana caranya untuk mengurangi atau menghilangkan rasa jenuh? It’s time to refresh your family life! Ibaratnya hp jarang di-charge kan jadi lemot, jarang di-refresh kan jadi lola, begitu juga relationship dalam keluarga kecil kita. Iya, tapi mau refreshing, dana yang tersedia juga sedang ngepas, belum lagi kondisi badan yang sedang kurang memungkinkan untuk traveling jalan-jalan, apalagi bawa bocah yang sedang aktif-aktifnya.

Oke, kenapa enggak dicoba staycation saja, Bunda dan Panda? Liburan tapi berdiam saja di hotel, semalam dua malam, enggak usah kemana-mana, menikmati kolam renang dan breakfast di hotel, wifi-an dan foto-foto sepuasnya sambil mengeksplorasi semua fasilitas hotel, dan kruntelan di kamar sama anak-anak sambil saling curhat santai. Seru kan? Kalau mau jalan-jalan, ya yang murah dan dekat saja.

putri1

Jalan-jalan yang murah dan enggak bikin capek ke Benteng Vredeburg, kan fokusnya Staycation di Jogja…

 

Saya dan keluarga mengandalkan kegiatan staycation ini dikala butuh liburan dan enggak punya dana yang besar. Ya itu tadi, staycation dibutuhkan untuk me-refresh kembali kehidupan berkeluarga. Sambil kruntelan di kamar hotel sama anak-anak, kita akan menyadari betapa bersyukurnya menjadi orang tua mereka, betapa indahnya masa bersama mereka. Nanti kalau mereka sudah punya keluarga sendiri kan enggak mungkin mereka kruntelan sama kita lagi. Staycation sangat saya butuhkan ketika saya perlu sekali mendekatkan kembali hubungan dengan suami dan anak-anak. Sambil menikmati staycation, rasa syukur kami bertambah bahwa kami memiliki satu dan yang lain, dan saling mencintai serta menyayangi satu sama lain.

putri2

Staycation semakin mendekatkan hubungan orang tua dan anak

 

Sambil staycation juga kami menikmati suasana baru yang menyegarkan kembali pikiran dan jiwa setelah lama berkutat di suasana yang sama: rumah, kantor, komunitas anak-anak. Lagi-lagi ini sebuah cara yang oke banget buat menyegarkan semangat memulai kembali hari-hari di depan.

Jadi, liburan enggak perlu mahal dan capek. Staycation di Jogja insha Allah jadi salah satu rencana liburan akhir tahun kami, dan Adhisthana Hotel yang nyaman dan menyenangkan jadi pilihan hotelnya. Jalan-jalannya juga enggak usah jauh-jauh. Mungkin kami akan ke Museum Benteng Vredeburg lagi, atau ke Museum D’Mata dan D’Arca. Shopping? Enggak kali ya, boros dan capek. Hehehe…. Kan tujuan utamanya menambah rasa syukur atas sebuah keluarga kecil yang kompak dengan Staycation, bukan buat blenjong, Bun.

Hotel Adhisthana Jogja yang cozy. Credit foto by : discoveryourIndonesia.com dan rsrv.me

 

“Tulisan ini diikutsertakan dalam #PUTRIJALANJALAN giveaway yang berlangsung selama 3 – 30 Oktober 2016”
Posted in inspirasi, lifestyle, travelling | Tagged , , , , , , , , , , , , , , , , , | 4 Comments

Jalan Lain Menuju Beasiswa

Kreatiflah, sebab begitu banyak masalah yang tidak mungkin dipecahkan di dunia ini, ternyata berhasil dilalui dengan kreativitas tak terduga!

 

Itu sebuah pesan yang saya ingat betul dari guru mengaji saya sewaktu kuliah dulu. Dia tahu banget bahwa saya adalah pemburu beasiswa yang tidak pantang mundur, pantang pulang sebelum padam, eh maksudnya, pantang surut sebelum diterima. Saya yang waktu itu kuliah di Fakultas Teknik UI, dan bercita-cita melanjutkan kuliah ke Aachen, atau Australia, atau Belanda. Oh Inggris juga. Enggak tahu kenapa tujuannya kok ke Negara-negara itu, pokoknya pingin saja. Khas remaja galau banget ya.

 

Jika memang itu hanya sebatas keinginan remaja galau, kok kayaknya enggak juga ya. Setelah saya lulus dan bekerja, saya tetap keukeuh memburu beasiswa pendidikan lanjutan. Bahkan sampai saya menikah dan punya anak, tetap juga. Sampai sekarang? Ya betul, Enggak mati-mati juga keinginan itu? Enggak sekalipun.

 

Pernah dapat enggak? Ya belum. Lah? Kok bisa? Ya mungkin belum jodoh. Meski semua usaha telah saya lakukan. Meski semua doa dan ikhtiar telah saya upayakan. Mungkin memang belum ditakdirkan dan belum tiba waktunya. Semua yang disebutkan di SINI sudah saya lakukan, tapi jika Tuhan belum kasih, saya bisa apa?

 

Yang pasti, tak sedetikpun keinginan itu mati. Terima kasih, Tuhan, yang telah mengajarkan saya untuk begitu tangguh mengupayakan cita-cita yang satu ini. Terima kasih Tuhan yang telah membukakan sejuta jalan dan cara untuk saya lalui. Kuncinya memang satu: kreativitas. Lewat kreativitas itu pula saya sering mendapatkan beasiswa dengan cara dan bentuk yang lain, beasiswa gratis belajar bikin scriptwriting, beasiswa gratis bikin dan mengelola blog, beasiswa gratis mengenal manajemen perbukuan dan penerbitan, beasiswa gratis sosial media management, dan beasiswa gratis pengelolaan home schooling. Dari mana? Ini dia yang saya mau kasih tips n trick-nya.

 

Pertama, kreativitas dalam usaha. Ketika dalam masa kuliah, kamu tidak berhasil mendapatkan beasiswa, kenapa enggak terus coba di saat kamu sudah menekuni profesi tertentu, misalnya? Saya sedang mencoba beberapa aplikasi beasiswa semacam Writer’s Grant, atau Writers in Residence. Insha Allah aka nada hasilnya. Mengapa juga tidak mencoba mengirimkan proposal kepada lembaga-lembaga yang selama ini tidak terlalu terekspose? Coba selidiki dulu, jika mereka memang punya jalur beasiswa ini. Di Kemenag RI contohnya, tidak selalu ada pengumuman besar-besaran, sering ada lewat grup-grup beasiswa, kependidikan, dan kepenulisan. Demikian juga lembaga-lembaga lain, seperti Arsip Nasional, Yayasan Al Azhar Cairo, dan beberapa lembaga luar negeri. Barangsiapa bersungguh-sungguh pasti akan ketemu jalannya. Kan jalannya bisa lewat jalan tol hingga jalan tikus, misalnya.

Kreativitas ini bisa juga dalam hal karya, misalnya menulislah buku sebanyak-banyaknya, kirim artikel dan tulisan lainnya ke media dan portal, ngebloglah sebaik-baiknya. Insha Allah ada kok beasiswa, sejenis beasiswa untuk kursus ilmu kepenulisan dari penerbit, kursus ngeblog dan monetisasinya dari komunitas blogger atau perusahaan tertentu, atau dapat anugerah Ubud Writers’ Award misalnya. Huhuhu….mupeeeng bangeeet. Ini nih tiap tahun mencoba, tapi belum berhasil.

Kreativitas juga bisa dalam menembus networking dan memanfaatkan sosial media. Perbanyak networking dengan hati yang bersih. Jangan berteman dengan si A supaya dapat sesuatu misalnya. Tuluslah. Membuka networking sama dengan memperpanjang silaturahmi yang berarti menambah berkah dan rezeki. Siapa tahu kamu bikin networking dengan si A yang tukang ketik di sebuah kantor, eh tahu-tahu kamu dapat beasiswa menulis scenario dari si B yang punya PH misalnya. Eh siapa tahuuu? Jangan pernah meremehkan the power of silaturahmi ya. Ini yang saya dapatkan. Istilah saya, belajar bersama maestro. Lewat networking dan aktivitas di sosial media, saya dipertemukan dengan banyak orang kompeten dan baik, yang membagikan ilmu dan wawasannya dengan Cuma-Cuma. Semoga menjadi berkah bagi mereka, dan hanya Allah yang bisa membalasnya dengan pahala abadi. Beneran deh, ilmunya terpakai dan bergunaaa sekali.

Tujuh dari 43 buku yang mengantarkan saya pada beasiswa lewat karya dan networking. Semoga selalu membawa berkah🙂

 

Kedua, kreativitas dalam beramal. Amal ibadah pribadi dan wajib saja jelas masih kurang. Ibaratnya masih kurang pantas kaleee kita minta dimudahkan jalan dapat beasiswa jika ibadah masih pas-pasan. Itu juga yang bikin saya mikir, pantas saja enggak dapat-dapat Writers in Residence, lah ibadanya aja ndut-ndutan. Hilang-hilang timbul kayak sinyal modem tua saya kalau habis hujan.  Yuk tambahi amal ibadah kita dengan yang berdimensi sosial, dan yang sunnah-sunnah. Semua sunnah nabi itu kan baik dan mengajarkan kebaikan, ikuti saja semampu kita. Semua ibadah berdimensi sosial itu kan bisa kita praktekkan, semampu kita yuk.

Barangsiapa mau dimudahkan jalannya, permudah dulu urusan orang lain. Yuk cobaaa. Saya juga lagi mencoba belajar dan terus belajar untuk ini.

 

Terakhir, kembalikan niat kita yuk. Mau ngapain cari beasiswa? Cari ilmunya atau gelarnya doang? Ya pilih yang paling bermanfaat ya, buat diri pribadi dan buat umat. Insha Allah jalan kita diberkahi dan dimudahkan.

 

 

Posted in buku, inspirasi, life, menulis | Tagged , , , , , , | 2 Comments

Tiga Hal Ini Kudapat dari FLP

Ada yang Tanya enggak, apa sih FLP itu? Jiaaah, hari giniii enggak tahu FLP? Oke baiklah, FLP adalah Forum Lingkar Pena, sebuah komunitas penulis yang anggotanya tersebar di seluruh Indonesia, bahkan sampai ke luar negeri. Istimewanya apa? FLP tidak hanya mengumpulkan anggotanya saja, tapi juga secara kontinyu melakukan upgrading dan pengkaderan kepada para anggotanya sehingga bisa menjadi penulis yang selalu mencerahkan dalam setiap tulisannya. Paling tidak, ada beberapa cirri tulisan anak FLP yang kutahu: menyebarkan kebaikan, santun, dan berusaha menjalin hubungan yang baik dan akrab dengan para pembacanya. Aihhh.

 

Saya eh aku ya, ikut bergabung dengan FLP sejak organisasi ini didirikan tahun 1997 oleh mbak Helvy Tiana Rosa, sahabat saya yang hebat pisan lah. Saya sebagai apa? Sebagai penggembira doang sik. Hehehe, bukan apa-apa, saya memang kurang berbakat jadi organisatoris, bakatnya hanya jadi pompom girl saja. Haaa?? Hush, sudahlah mari kita serius, Isabella.

 

Sekarang ini, kira-kira sudah 19 tahun ya saya jadi anggota FLP. Tentu banyak sekali kenangan manis yang tak terlupakan selama di FLP ini. Berhubung terlalu banyak dan terlalu manis untuk dilupakaaaan….kenangan yang indah bersamamu…. (Slank mode ON), maka saya mengumpulkannya dalam blogposting singkat ini, menjadi paling tidak ada 3 hal terindah yang saya dapatkan dari FLP.

 

Sahabat-sahabat tersayang ada di sini

Saya sebenarnya penyendiri (masyaaaa?), oleh karena itu saya agak susah menemukan sahabat. Kalau teman sih banyak. Musuh? Wah yang itu enggak berani menghitung. Di FLP ini, saya ketemu sahabat-sahabat yang mungkin memang tidak selalu bareng, sarapan bareng, ngopi bareng, pergi ke salon bareng, ya enggaklah. Tetapi mereka seperti bintang di hati saya, kerlip cahayanya terus ada di dalam hidup saya, entah mereka jauh atau dekat. Sebab saya tahu, kami selalu saling mendoakan, saling menyemangati. Saya tahu mereka ikut bahagia ketika saya bahagia, demikian pula sebaliknya. Mendoakan mereka selalu membuat hati saya basah.

Menyebut beberapa nama, ada Helvy Tiana Rosa, Maimon Herawati yang sekarang jauh di Jerman, Intan Savitri, Afifah Afra alias jeung Yeni, Rahmadianti, Sinta Yudisia, teteh Pipiet Senja, mbak Tyas Tatanka, Naqiyyah Syam, Jazimah al muhyi, Bunda Kusmarwanti, Amanda Ratih Pratiwi, bunda Aprilina Prastari, bundaro DePita, Sri Widiastuti, mama Nana alias Santy Musa,  juga almarhumah Nurul F Huda. Oh juga barisan bapak-bapak seperti suhu Sakti Wibowo, suhu Ali Muakhir, Kang Arul, Gus Awy dan gus Irja, om Koko Nata. Sebetulnya masih banyaaak sekali yang lain, yang selalu teringat dalam setiap jenak kehidupan, setiap pencapaian yang saya dapatkan. Saya tahu ada doa mereka buat saya, ketulusan yang sama juga buat saya. Hehehe, moga-moga yang kebetulan baca dan pas ada namanya, langsung tersenyum bahagia. Aamiin….

Ya tapi enggak apa-apa juga kalau tetiba ada yang komen, aihhh si Ifa ini sok akrab sekali ya orangnya. Ya tak apalah. *kalem sambil mengunyah keripik pedas.

 

Ilmu dan Wawasan Lengkap di Sini

Saya tidak punya latar belakang pendidikan menulis dan media. Saya hanya learning by doing. Nah, FLP adalah komunitas pertama dimana saya mendapatkan ilmu dan wawasan tentang kedua hal tersebut lebih mendalam. Bahkan gegara FLP pula, saya berani mengirimkan naskah saya ke penerbit, yang kemudian keterusan hingga sekarang dan nanti. Coba kalau saya enggak ikut FLP, mungkin saya hanya puas fotokopi itu naskah-naskah dan saya sebarkan ke teman-teman dekat. Enggak bakal ada itu 43 buku yang saya terbitkan dan sebagiannya sudah teman-teman baca, baik punya sendiri, pinjam terus dikembalikan, atau pinjam terus diam-diam dikoleksi sendiri. Hehehe.

Terus ya, kalau lihat prestasi teman-teman di FLP, haduuuh itu bikin saya panas dingin. Ini yang bikin saya semangat terus meningkatkan kemampuan dan produktivitas. Ya memang sih rezeki orang lain-lain, tapi menimba ilmu dan semangat dari mereka kan boleh ya?

flp3

Berbagi sedikit ilmu menulis di HSAlam Depok

 

Networking dan kesempatan untuk lebih maju

Di FLP itu kan enggak hanya penulis isinya, ada illustrator, praktisi dunia penerbitan, editor, sampai komentator juga ada. Hehehe. Ada juga blogger dari berbagai niche, ghostwriter, copywriter, dan scriptwriter. Lengkap. Enggak hanya ilmu dan wawasannya saja yang saya ambil dari mereka, mereka juga enggak pelit berbagi networking dengan saya. Enggak pernah ada tuh ceritanya, menyembunyikan kabar tentang penerbit yang lagi butuh naskah, atau lomba menulis, lomba blog apa gitu. Semua di-share, dibagi agar semua mendapatkan kesempatan yang sama untuk maju. Kalau ternyata yang beruntung bukan dia? ya enggak apa-apa, Alhamdulillah. Jadi di FLP saya belum pernah dengar sirik-sirikan gegara ‘job and networking’.

Kalau sudah begini, saya jadi ingat Naqiyyah, Kang Ali, Koko, teh Pipiet, dan beberapa sahabat yang selalu kasih kabar tentang job dan networking. Terima kasihhh bangeet… Allah memberkati kalian…

flp2

One of my best-selling books. Berkat support dari FLP juga ini…

 

Betul kan, banyak banget kenangan indah saya di FLP? Ini adalah komunitas terlama yang saya ikuti dan saya enggak pernah berniat keluar darinya. Ada banyak komunitas lain yang saya ikuti dan saya juga enjoy ada di dalamnya, namun FLP tetaplah cinta pertama saya.

flp1

 

Posted in buku, inspirasi, love, menulis | Tagged , , , , , , , , | 2 Comments

Diabetes Bukan Akhir Segalanya

Sebagaimana beberapa kali pernah saya ceritakan di blog ini, saya adalah penderita Diabetes Mellitus Gestasional, alias penyakit diabetes yang menyerang saat seorang perempuan sedang hamil. Kadar gula hanya melonjak tinggi saat hamil, setelah melahirkan kadar gula akan kembali berangsur normal. Namun, bukan berarti kemudian para penderita DMG bisa tenang-tenang saja setelah melahirkan. Justru harus lebih waspada, karena dia ‘punya bakat’ menderita DM tipe berikutnya. Sayapun demikian, terbukti setelah beberapa kali melakukan tes kesehatan, kadar gula saya seringkali di atas normal, meski sering juga normal saja.

Hasil penelitian SunLife Asia Health Index 2015 menunjukkan adanya peningkatan signifikan dari tahun sebelumnya, sekitar 29% jumlah penduduk Indonesia memprioritaskan kesehatan dalam kehidupan mereka, , naik dari 44% menjadi 73% di Asia. Meskipun diakui bahwa masalah kesehatan terbesar di Indonesia, adalah penyakit jantung, diabetes dan penyakit pernafasan. Sementara itu berdasarkan penelitian dari Badan Kesehatan Dunia (WHO) tahun 2014, satu dari sepuluh penduduk usia 18 tahun ke atas menderita penyakit diabetes tipe A. ini berarti sekitar 10% penduduk dunia tidak hanya harus tergantung kepada obat insulin setiap hari, namun juga telah terkena resiko terhadap komplikasi yang disebabkan oleh penyakit diabetes. Indonesia sendiri termasuk ranking ketujuh dalam urutan Negara dengan penduduk menderita diabetes.

diabet1

Gejala diabetes. Foto : lukadiabetes.com

Kata orang dulu, diabetes itu tidak bisa disembuhkan. Siapa bilang? Bukankah Tuhan menciptakan segala macam penyakit untuk menjadi ujian dan pelajaran bagi manusia, lengkap dengan obatnya. Kecuali dua penyakit yang tidak ada obatnya, yaitu pikun (tua) dan mati. Nah, itu artinya, menderita diabetes bukan berarti akhir dari segalanya. Masih ada harapan bagi para penderita diabetes untuk menikmati hidup. Meskipun demikian banyak akibat dari diabetes yang tetap harus diwaspadai.

Diabetes adalah penyakit yang ditandai dengan kelebihan kadar gula pada darah karena kelainan pengeluaran insulin. Ada empat macam tipe diabetes yaitu:

  1. Diabetes tipe 1 yang sangat tergantung kepada obat, dan terutama banyak diderita oleh anak-anak.
  2. Diabetes tipe 2 yang penderitanya banyak terdapat di Indonesia.
  3. Diabetes tipe 3 atau DMG, diabetes selama kehamilan.
  4. Diabetes tipe 4 yang disebabkan penggunaan obat.

Ada beberapa factor penyebab diabetes, misalnya factor genetic, tekanan darah yang tinggi, kelebihan kadar lemak (kolesterol dan atau trigliserida), kurang olah raga, dan berusia di atas 45 tahun. Cara mengetahui apakah kita sudah terkena diabetes adalah dengan melakukan cek kadar gula darah.

  1. Jika kadar gula darah sewaktu lebih besar atau sama dengan 200 mg/dl, atau kadar gula darah puasa 126 mg/dl, artinya kita sudah terkena diabetes.
  2. Jika kadar gula darah puasa kurang dari 100 mg/dl atau kadar gula darah sewaktu kurang dari 140 mg/dl berarti kita normal.
  3. Diantara keduanya berarti kita ada dalam tahap pre-diabetes. Harus jaga-jaga nih.

diabet2

Obesitas

Kelebihan berat badan adalah salah satu gejala. Bagi hampir semua orang, kelebihan berat badan membuat banyak masalah. Misalnya saja masalah penampilan, enggak ada baju yang cocok dikenakan properly bagi orang kelebihan berat badan. Pakai warna terang, salah, pakai warna gelap juga tetap tidak menarik. Ini sering menimbulkan krisis kepercayaan diri. Akibatnya mereka cenderung masa bodoh dan akhirnya memakan semua jenis makanan, termasuk yang berpotensi meningkatkan kadar gula darah. Nah lho. Boro-boro bisa sembuh dong.

Kelebihan berat badan kemudian diabetes, juga bisa menimbulkan berbagai macam penyakit, terutama tekanan darah tinggi, dan jantung. Beberapa kasus menunjukkan juga ke arah penurunan fungsi ginjal. Bahkan beberapa teman saya yang menderita diabetes plus kelebihan berat badan, ternyata juga mengalami gagal ginjal yang mengharuskan mereka menjalani hemodialisis alias cuci darah.

Secara medis, hubungannya dapat dijelaskan sebagai berikut: tugas utama dari ginjal adalah untuk menghilangkan limbah dari darah dan untuk mengembalikan darah yang telah dibersihkan ke tubuh. Gagal ginjal berarti ginjal tidak lagi mampu untuk membuang limbah tersebut dan mempertahankan tingkat cairan dan garam yang dibutuhkan oleh tubuh.

Salah satu penyebab gagal ginjal adalah diabetes mellitus, suatu kondisi yang ditandai dengan kadar gula atau glukosa darah yang tinggi. Seiring waktu, hal ini menyebabkan rusaknya jutaan unit penyaringan kecil dalam setiap ginjal. Hal ini akhirnya mengarah pada gagal ginjal. Sekitar 20-30% penderita diabetes mengalami gagal ginjal (nefropati diabetic), meskipun tidak semuanya akan berkembang menjadi gagal ginjal, meskipun mereka juga menggunakan insulin. Faktornya lebih kepada lamanya mereka menderita diabetes.

Pengobatan ini berlangsung untuk seumur hidup. Nama lain kondisi ini adalah glomerulosklerosis diabetic. Orang dengan diabetes juga mempunyai resiko menderita penyempitan pembuluh darah ke ginjal yang disebut stenosis arteri ginjal atau penyakit renovaskular.

diabet4

Luka yang sulit sembuh dan membusuk. Foto : lukadiabetes.com

Penyakit diabetes dimulai dengan gejala sering kesemutan, mudah lapar, mudah mengantuk, dan sering buang air besar terutama pada malam hari. Pada laki-laki sering ditandai dengan disfungsi ereksi, dan bagi perempuan, terjadi gatal-gatal di sekitar vagina. Ada juga yang tak kurang gawat adalah ketika luka, sulit sembuh. Hal ini membutuhkan penanganan khusus. Ketika terjadi luka, harus segera ditutup dengan kain khusus pembalut luka dan harus dibuka dan diganti setiap 2-3 hari sekali. Jangan menggunakan NaCl karena akan membuat lukanya menyebar. Kurangi aktivitas yang menyebabkan luka membusuk. Jika luka sudah membusuk, biasanya dokter memutuskan tindakan amputasi.

diabet3

Sering mengantuk

Masih banyak akibat lanjut dari diabetes ini, seperti gangguan penglihatan hingga katarak dan buta, gangguan jantung, impotensi dan kemandulan, gangguan pembuluh darah, stroke, gangguan saraf, dan infeksi paru.

Hipoglikemia dan Hiperglikemia

 

Pada orang tanpa diabetes, zat gula berasal dari makanan yang diserap dan dicerna oleh tubuh. Molekul gula masuk ke dalam aliran darah, didistribusikan ke semua sel dalam jaringan tubuh. Mayoritas penderita diabetes tipe 1 atau yang sangat tergantung dengan insulin, tidak dapat menyerap glukosa tanpa bantuan suntikan insulin. Jika kadar insulin yang disuntikkan terlalu banyak, kadar gula dalam darah akan turun, dan terjadilah hipoglikemia. Selain itu penyebab hipoglikemia bisa juga dari gaya hidup dan pola makan yang buruk.

Hipoglikemia yang buruk dapat menyebabkan seseorang rentan terhadap epilepsy, dan dalam jangka panjang dapat menyebabkan pikun (demensia). Telah banyak penelitian tentang masalah kehilangan sinyal pada penderita hipoglikemia yang disebut dengan koma hipoglikemia.

Gejala hipoglikemia ditandai dengan jantung yang berdebar-debar, berkeringat, mengantuk, kaki merasa lemah, penglihatan kabur, kebingungan, sulit bicara, migrain hingga sakit kepala. Dalam beberapa kasus yang parah, penderita bisa kehilangan kesadaran dan kejang-kejang. Hipoglikemia juga bisa terjadi saat tidur, gejalanya adalah menangis atau mengalami mimpi buruk, basah atau berkeringat, lelah, mudah marah dan kebingungan saat bangun tidur.

Di sisi lain, ketika kadar gula sangat tinggi disebut hiperglikemia, yang gejalanya adalah merasa haus dan sering buang air kecil, mual, muntah, kelemahan, kesadaran yang samar-samar, dan koma hiperglikemia yang disebut juga ketoasidosis. Beberapa penyebab hiperglikemia selain karena lupa menyuntik insulin, juga karena gaya hidup dan pola makan yang buruk, mengalami stress dari penyakit seperti flu dan pilek, dan mengalami stress karena masalah tertentu.

Jadi yang harus dicegah, diobati dan dilawan… adalah diabetes-nya. Bagaimana caranya? Bukan dengan menyuntik insulin setiap waktu. Ada paling tidak 6 cara untuk mencegah, mengobati dan melawan diabetes, yaitu:

  1. Jaga berat badan agar tetap ideal dengan memperbaiki pola makan dan gaya hidup, biasakan melakukan aktivitas fisik selama 30 menit perhari secara teratur.
  2. Kurangi atau hentikan konsumsi alcohol dan rokok.
  3. Kenali factor resiko diabetes dan segera lakukan aksi.
  4. Mengonsumsi lebih banyak sayur dan buah
  5. Cek kesehatan secara teratur dan lakukan pengobatan sesuai anjuran dokter atau terapis yang berpengalaman. Jangan asal beli obat di warung ya.
  6. Lakukan persiapan dini untuk menjamin biaya kesehatan yang tidak bisa dikatakan murah. Salah satunya dengan mengikuti asuransi kesehatan, seperti yang ada di SunLife Indonesia.

diabet5

Alat cek darah, foto : alatcekguladarah.com

Secara lebih rinci, mencegah diabetes dapat dilakukan dengan cara :

  1. Mengendalikan kadar gula darah dengan diet, olahraga secara teratur, dan penggunaan obat. Penting bagi para penderita diabetes untuk rutin memeriksakan diri 1-2 kali dalam seminggu.
  2. Mengendalikan tekanan darah
  3. Mengontrol lemak dalam darah untuk mengurangi resiko penyakit jantung dan pembuluh darah. Yang diperiksa, minimal setahun sekali adalah kadar lemak dalam darah yang meliputi: kadar lemak total, kolesterol LDL dan HDL, dan trigliserida. Pada penderita diabetes, kadar Trigliserida dan HDL meningkat, sementara LDL-nya normal atau ikut meningkat juga. Untuk normal, LDL harus kurang dari 100 mg/dl, sedangkan untuk yang sudah menderita penyakit jantung dan gangguan peredaran darah harus kurang dari 70 mg/dl. Kadar trigliserida harus kurang dari 150 mg/dl. Kadar HDL untuk laki-laki adalah kurang dari 40 mg/dl, dan untuk perempuan harus kurang dari 50 mg/dl.
  4. Mengendalikan berat badan
  5. Stop merokok, dan minuman beralkohol.

Hal ini tentu berlaku juga untuk mencegah dan mengobati diabetes, paling tidak untuk mengurangi resiko dari diabetes tipe 1 ke tipe 2. Pemilihan makanan dilakukan, terutama dengan mengurangi karbohidrat dan garam. Memperbanyak konsumsi makanan berkandungan sayur dan buah juga harus dilakukan.

Saya sudah mengalami penderitaan akibat diabetes saat hamil. Sekarang saya sedang terus berusaha supaya kadar gula darah saya tetap normal. Pernah juga merasakan hipoglikemia sampai wajah kuning pucat dan kepala berkunang-kunang. Jadi, saya menyarankan Bunda dan Panda untuk melawan diabetes dengan tuntas. Hari depan kita masih panjang, masih ada anak-anak yang membutuhkan kita. Tentu kita tidak mau kehilangan saat-saat terbaik mendampingi mereka, bukan?

diabet6

Referensi :

sridianti.com

http://www.obatdiabetes.org

diabetics1.com

penjelasan dokter internis saya dan pengalaman pribadi

Posted in kesehatan, life | Tagged , , , , , , , , | Leave a comment