Ikhtiar Terbaik untuk Hasil Terbaik

Badan lagi sakit itu enggak enak. Mau apa-apa jadi ‘terhalang’ kondisi tubuh. Apa lagi yang bisa dilakukan selain menunda semua pekerjaan dan sabar? Ada salah satu hadits Nabi saw yang mengatakan apabila kita sedang sakit dan bersabar, maka Allah akan menggugurkan dosa-dosa kita. Aamiin… alangkah senangnya. Tuh, betapa Allah selalu memberikan yang terbaik bagi hamba-hamba-Nya. Lalu bagaimana dengan kita?

Kita, eh saya sih, manusia biasa, yang kadang banyak malasnya, banyak magernya, banyak alasannya untuk menunda sebuah atau beberapa pekerjaan. Hasilnya? Pekerjaan-pekerjaan itu tak jarang tertunda karena sakit, tertimpa jadwal lain yang lebih urgent, atau ya keburu deadline. Jangan Tanya hasil akhir, semua yang dikerjakan dengan terburu-buru kadang hasilnya kurang maksimal.

Contoh urusan seterikaan yang menggunung. Jika dikerjakan di awal hari atau pada hari itu juga, hasilnya enggak akan sebanyak jika ditunda dua atau tiga hari. Bikin mau menangis saja melihatnya. Belum lagi karena kesal, menyeterika dilakukan terburu-buru yang hasilnya tidak rapi, hijab bolong karena disterika terlalu panas, lipatan celana panjang suami dan si sulung jadi kayak wiron kain batik karena berlapis-lapis, dan masih banyak lagi kekecewaan melihat hasilnya.

Padahal kalau mau diteliti lagi, mendapatkan hasil terbaik, bukan hanya harus dilihat waktu mengerjakannya ya. Ada paling tidak dua factor lagi yang harusnya diperhatikan ketika menginginkan hasil yang terbaik. Apa tuuuh?

Pertama, Niat atau the reason. Bagi saya sendiri, niat menghasilkan yang terbaik untuk orang-orang atau makhluk Allah terkasih, akan berbeda banget hasilnya dengan niat untuk ngetop misalnya. Pernah niat bikin semacam Vlog gitu, niatnya biar banyak subscriber Youtube channel saya. Ya untuk dakwah sih sebenernya. Tapi niat buat dapat banyak subscriber itu kemudian lebih berisik ketimbang yang lain. Jadi ya sudahlah tidak jadi. Ngeri saya. Mundur sebelum siap mengerjakannya. Setelah itu saya malah bersyukur karena ternyata saya memiliki sifat enggak pede yang lebih dominan, dan takut dicap songong, sombong, dan sejenisnya. Hahaha ya sudahlah. Mari lupakan.

Terasa berbeda dengan ketika kita menulis untuk mendapatkan uang demi biaya pendidikan anak-anak, demi kelangsungan hidup kucing-kucing di cat-shelter-ku, dan demi berbagi dengan banyak orang yang membutuhkan. Aiih, semangatnyaaa…tak terbendung. Misalnya lho. Eh, sejujurnya bagi saya sih ini lebih pentingggg, ketimbang sekedar mau ngetop. Duluuu….. sih sempat sedikit kepikiran, tapi ya reda sendiri. Sekarang Alhamdulillah, sudah enggak kepikiran.

best2

one of my reason, my son.

best3

my other reason, my cats.

 

Kedua, cara melakukan ikhtiar tersebut sehingga mendapatkan hasil yang terbaik. Dulu saya percaya bahwa dengan kerja keras dan kerja cerdas saja, kita sudah bisa mendapatkan hasil terbaik. Ternyata salah lho, enggak begitu urusannya. Sekarang, siapa yang pegang hasil final kerjaan kita? Kita, boss kita, atau Allah?

Nah. Allah.

Ikhtiarnya harus ditambah. Ikhtiar menurut semua cara yang Allah kasih. Ada ibadah berupa amalan wajib dan sunnah, doa, wirid, zikir, yang tidak putus. Ada berusaha menjauhi apa yang dilarang dan mengerjakan apa yang diperintahkan dan disunnahkan. Ada berbagi, mencoba bertanggung jawab atas urusan orang-orang di sekitar kita yang membutuhkan dan urusan makhluk ciptaan Alla yang lainnya. Termasuk kucinggg tentu saja.

Kata beberapa ustadz, Allah dulu, Allah lagi, Allah terus. Sediakan waktu khusus untuk Allah, maka Dia akan menyegerakan semua permohonan dan keperluan kita.  Ini kerja ikhlas namanya.

best1

Allah… My One and Only…

best4

Salah satu amanah Allah …

 

Jaaadiii…. Ya gitu deh, ini menurut saya lho. Saya juga lagi belajar, tertatih tatih melakukan ikhtiar untuk mendapatkan hasil terbaik, untuk semesta kita, semesta di sekitar kita. Mau belajar bareng? Yuuuk….

Advertisements

About ifaavianty1

A wife, mom of 3 sons, writer and author of about 70 books. Loves books, music, movies, cook, art n craft, history, rain, mall, coffee, tea, and pasta. Oh, and every genius :))
This entry was posted in inspirasi, life, love, sikap and tagged , , . Bookmark the permalink.

2 Responses to Ikhtiar Terbaik untuk Hasil Terbaik

  1. Dewi Rieka says:

    Aakk reminder bingiit. Nuhun mba, miss yuuu

  2. Tatat says:

    Suka deh tulisannya. Pengingat bgt.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s