Rumah Tangga Kena Resesi Ekonomi? Ini yang Bisa Mama Lakukan

Harga-harga naik bersamaan, enggak ada yang turun. Sementara pendapatan tetap dari tahun ke tahun. Anak-anak makin besar, jelas pengeluaran bertambah. Apa ya yang harus kita lakukan sebagai mama cantik dan cerdas? Enggak mungkin kita mengompori suami untuk melakukan perbuatan tercela, dimusuhi Negara dan dilarang agama. Sementara kita juga sudah lama berprofesi sebagai mama full time. Terus gimana? Mau melamar kerjaan juga sudah kepentok umur dan bingung gimana pengasuhan anak-anak, karena sejauh ini anak-anak sudah terbiasa ketemu mamanya all day all day, watch them all around… halaah kok jadi nyanyi lagu 90an.

 

Nah, kalau mama mengalami hal seperti itu akhir-akhir ini, pasti pusying dan stress ya Ma? Jangan dulu jedutin kepala ke tembok, Ma. Itu sama sekali enggak menyelesaikan masalah, malah nambah masalah. Iya, kalau langsung rest in peace misalnya. Kalau Mama malah dirawat di rumah sakit dan merepotkan semua orang, apa bukannya nambah masalah?

 

Coba deh, Mama melakukan hal-hal di bawah ini. Ditanggung pas buat solusi menghadapi resesi ekonomi di rumah tangga kita.

  1. Harga-harga kebutuhan naik semua, yuk naikkan pendapatan dengan mencari pendapatan tambahan. Coba gali hobi, bakat dan minat mama. Pasti ketemu. Syaratnya sih Cuma jangan menyerah dan jangan gengsian (makan tuh gengsi, emang dengan gengsi bisa beli makan dan bayar sekolah anak-anak?)

resesi1

Jualan Cilor yuk, Ma?

2.Mencoba mengirit pengeluaran, misalnya dengan menghemat listrik, telpon, air dan kuota internet. Juga memangkas pos beli baju di Olshop, memangkas anggaran ngopi-ngopi syantik jika enggak berhubungan dengan kerjaan Mama. Buat skala prioritas mana keinginan dan kebutuhan. Mana kebutuhan pokok mana yang bisa ditunda.

3.Mencoba melakukan swasembada, sebisa mungkin. Sama aja sih dengan menghemat sebenarnya, tapi ini sedikit ‘lebih ekstrim’. Misalnya mencoba membuat nugget sendiri, membuat baju sendiri, menanam tanaman bumbu sendiri. Ya tapi ketika harga gas naik, enggak mungkin juga menambang gas alam sendiri. Ya kaliii….

4. Mencoba mengurangi anggaran buat asisten. Bisa masak, nyuci, nyetrika, ngurus kucing sendiri? Bagus, berarti sebenarnya Mama enggak butuh asisten rumah tangga. Bisa nyetir atau bawa motor/mobil sendiri? Berarti enggak perlu supir. Bagus juga kalau motor/mobilnya diikutkan transportasi online. Hehehe nambah penghasilan tuh, meski juga sekaligus nambahin kerjaan.

resesi3

Ngurus kucing sambil belajar…dan tepar….

5. Yuk kreatif mendaur ulang semua yang bisa didaur ulang. Baju lama? Bisa diupgrade jadi baju kekinian. Punya tumpukan botol plastic? Bisa dimanfaatkan jadi macam-macam kreasi.

6. Mengurangi les buat anak-anak. Percuma mama lulusan perguruan tinggi, teknik pula, kalau enggak bisa ngajarin anak-anak matematika, kimia, fisika, dan bahasa Inggirs. Mama sudah khatam Quran berapa kali? Enggak kehitung kan? Yuk, ajari anak-anak ngaji tanpa harus memanggil guru les.

mama-papa2

Bebeb ngaji sama ayah dan ibu, enggak usah panggil guru les.

7. Perbanyak silaturahim. Silaturahim memanjangkan rezeki, menambah kesehatan dan masih banyak faedah lain. Ingat jangan terlarut menjadi ajang gossip, pamer, dan malah saling bertukar aura negative.

8. Minta doa orang tua dan perbaiki hubungan dengannya. Insha Allah rezeki akan deras mengalir dan berkah. Manjur banget doa orang tua.

9.Berbagi dengan alam semesta. Misalnya dengan sesama manusia yang membutuhkan, atau ikut gerakan melestarikan alam, atau…memelihara hewan. Insha Allah berkah. Apalagi jika kita ikhlas, insha Allah jadi doa dari semesta untuk kita

resesi2

Doa si Skippy Coco untuk yang menyayanginya sepenuh hati. Ya kan, Skip-skip?

10 .Perbanyak ibadah, terutama ibadah khusus. Bagi Mama yang beragama Islam, mama bisa menambahkan ibadah wajib dengan shalat sunnah, puasa sunnah, memperbanyak wirid dan zikir khusus dan umum, menambah jumlah halaman membaca Quran dan menambah kualitas dan kuantitas hafalan. Insha Allah ya Ma.

11. Mostly, selalu bersyukur dan bersabar, dan…makin bersahabat dengan Tuhan. Ini nih. Yuk berusaha bareeeng.

 

Jadi jangan keburu baper karena boro-boro bisa nabung, ikut asuransi de el el, Ma, karena uangnya selalu habis duluan untuk kebutuhan sehari-hari. Yuk nabung kebaikan saja, Ma. Kita tidak pernah tahu mana kebaikan yang akan mengantarkan kita kepada terkabulnya cita-cita kita. Kita tidak pernah tahu dimana rezeki kita, tapi Tuhan sendirilah yang akan menggerakkan rezeki itu ke kita, ketika kita memantaskan diri untuknya. Setuju Ma? Yukkk semangaaat.

Advertisements

About ifaavianty1

A wife, mom of 3 sons, writer and author of about 70 books. Loves books, music, movies, cook, art n craft, history, rain, mall, coffee, tea, and pasta. Oh, and every genius :))
This entry was posted in inspirasi, life, lifestyle and tagged , , , , , . Bookmark the permalink.

8 Responses to Rumah Tangga Kena Resesi Ekonomi? Ini yang Bisa Mama Lakukan

  1. nzulfah says:

    Duh.. kesindir sama poin ke10 nih. Huhuu.. sering males dan banyak alesannyaa.. >_<

  2. Chika Hs says:

    Minggu lalu ikut pengajian ekonomi syariah, dan intinya dapet kunci rejeki..
    “…Rejeki Kita ada di memuliakan dan menolong orang lain.”
    aihhh langsung nusuk banget, karena memang masih sedikit memuliakan dan menolong orang lainnya. Y_Y

  3. Jleb banget dan senang dapat tausyiah begini. Tips no 10 emang harus dilaksanakan 😊

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s