Sebuah Tempat Pulang

ira3

At home…safe and warm with you….

Saya adalah makhluk dengan banyak kampung halaman. Sesuai dengan darah ‘blasteran’ yang mengalir di tubuh saya, kampung halaman saya lebih dari satu. Ayah saya keturunan Pontianak-Melayu, dengan banyak saudara yang juga orang Betawi ‘kota’ alias Betawi Menteng. Ibu saya adalah perempuan Sunda-Cirebon-Kadipaten-Majalengka. Suami saya asli Grobogan, Semarang. Saya lahir di Jakarta, di Manggarai tepatnya. Sejak punya anak, saya tinggal di Cinere dan sudah membaur dengan masyarakat Betawi Cinere-Gandul-Limo-Krukut. Orang tua saya hingga sekarang bermukim di daerah Cipete, Jakarta Selatan. Jadi, mana kampung halaman saya sebenarnya? Entahlah.

Definisi kampung halaman bagi saya, dengan segala keribetan ini, jelas menjadi ‘bukan tempat lahir’ karena saya lahir di Manggarai dan sekarang tempatnya kayaknya sudah jadi Mall deh. Enggak mungkin, saya lebaran pulang ke sono. Buat sekedar jalan-jalan dan ngopi-ngopi cantik sih mungkin ya. Saya juga enggak mungkin pulang ke salah satu kampung halaman orang tua saya, sebab orang tua saya malah mukim di Jakarta. Hahaha, jadi sedemikian kusyutnya kampung halaman di benak saya.

Akhirnya, kampung halaman saya adalah sebuah tempat dimana saya selalu merindukannya di ujung hari, terutama setelah saya bepergian wara wiri kesana kemari. Kampung halaman saya adalah rumah yang saya diami sekarang bersama suami, ketiga anak lelaki saya, dan kelima kucing saya. Sebuah rumah sederhana yang sudah lumayan tua, cukup banyak masalahnya (dari mulai bocor, pintunya rusak, catnya terkelupas, hingga rayap yang nyaris merusak foto keluarga, dan…pohon kersen yang tetiba menyeruak tanpa izin di pagar tembok belakang… dan kami sedang berusaha sedikit demi sedikit untuk menyelesaikan masalah demi masalah tersebut), namun selalu membuat saya merasa tercukupi dan terberkati di sini.

kampung1

Home…(bukan rumah saya lhoo ini). Photo from Ray Pompilio, Through My Digital Eye

Setiap ujung hari, rasa syukur saya membuncah menemukan seluruh anggota keluarga lengkap ada di dalam rumah kami. Suami, ketiga anak, dan kelima kucing. Satu saja belum ada, saya akan mencarinya terus dan mendoakannya agar segera tiba dengan selamat. Sebuah kampung halaman kecil bernama rumah, rumah dalam konteks fisik dan spirit yang membuat kami merasa aman dan nyaman di dalamnya. Kalau sudah begini, rasanya enggak perlu rumah segede gaban yang ada tangganya, yang ada pemanas airnya, dan yang ada home teaternya (((home teaterrr))) ….aaaaaa…jadi ingat seseorang yang begitu memaksanya membeli perangkat ini, padahal…aaah sudahlah….

Cukuplah bagi saya, kampung halaman ini berisi kasih sayang, saling mendukung, dan suara ayat-ayat Allah. Cukup bagi saya di dalamnya selalu ada semangat saling berlomba dalam kebaikan dan ketaatan. Cukup bagi saya, di dalamnya ada semangat mencintai ilmu. Kampung halaman yang penuh dengan buku dimana saya begitu mencintai membaui wangi kertas dan buku.

kampung2

Books, coffee or tea…heavenly…. Photo from clipzine.me

Kalau sudah begini…sejauh kaki melangkah, ujungnya selalu ada kerinduan untuk segera kembali padanya….. Home. My place in the sun, moon, and the universe…

Advertisements

About ifaavianty1

A wife, mom of 3 sons, writer and author of about 70 books. Loves books, music, movies, cook, art n craft, history, rain, mall, coffee, tea, and pasta. Oh, and every genius :))
This entry was posted in inspirasi, life and tagged , , , , . Bookmark the permalink.

9 Responses to Sebuah Tempat Pulang

  1. bunda ghee says:

    Ilustrasi rumahnya.. gue bangeeet *kolektor gambar rumah tua nan kesepian 😀

  2. Dewi Rieka says:

    Setuju mba, kampung halaman kita ya rumah untuk pulang, toss aku juga ngga jelas kewarganegaraan nya hehe..

  3. azamoz says:

    Numpang meninggalkan jejak, tanda sudah membaca artikel sahabat saya yang sangat kreatif dan inspiratif di dalam tulisan tulisan nya.

  4. Kampung halaman berisi kasih sayang.
    Ademmmm..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s