Tahapan BCA Saksi Karir Kepenulisanku

Saya pertama kali punya buku tabungan yang ada ATM-nya tahun 1998, ya dari BCA, Tahapan BCA namanya. Warna bukunya sama seperti sekarang, biru sesuai dengan warna banknya. Bangga sekali rasanya, padahal waktu itu sudah kerja sekian lama dan punya buku tabungan tapi tampa ATM. Kartu kredit sudah punya lebih dulu malah, suplemen dari papa saya. Tapi punya ATM atas nama sendiri itu rasanya gimana ya, noraklah waktu itu.

Setelah itu saya punya beberapa kartu ATM dari bank lainnya, dan tetap saja yang paling aktif ya rekening BCA. Mungkin karena saat itu saja mesin ATM-nya sudah ada dimana-mana ya. Gampang kalau mau tarik uang tunai. Waktu itu merchant yang bekerjasama untuk pembayaran dengan kartu debit belum sebanyak sekarang, kalau enggak salah The Body Shop PIM termasuk yang sudah bekerja sama. Sempat jadi langganan di situ soalnya. Duluuuu lhoooo….xixixi.

Setelah saya menikah dan resign tahun 2004 saya menjadi ibu rumah tangga yang sempat galau. Mau ngapain saya? Terbiasa sibuk dengan jadwal kantor media yang cukup padat, di rumah sempat merasa kosong. Ngeblog juga untuk iseng-iseng saja, waktu itu pakai domain di typepad yang sekarang sudah beralih menjadi domain berbayar. Berjualan juga saya tidak terlalu pandai, dan termasuk type enggak tegaan. Paling enggak tega kalau ada kastamer yang minta diskon atau minta gratis. Bahaya banget kan penjual model saya begini?

Saya lalu terpikir untuk menulis dan mengirimkan tulisan-tulisan saya ke media dan penerbit. Bismillah dengan bermodalkan computer tua, mulailah saya mengumpulkan tulisan yang berserakan. Saya edit dan kirimkan ke salah satu penerbit ngetop kala itu, Al Mawardi Prima yang kantornya ada di Pondok Pinang, Alhamdulillah tidak terlalu lama menunggu, datang kabar baik bahwa naskah saya diterima untuk dibukukan dengan beberapa perubahan/editing. Bahagiaaanyaaa….

Tak lama naskah saya diterbitkan jadi buku. Alhamdulillaaah…. Dengan bahagia saya naik taksi ke kantor penerbit dan menerima uang DP. Senang sekali rasanya. Sejak saat itu saya mulai rutin menulis dan mengumpulkannya ke penerbit atau mengirimkan ke beberapa media.

bca1

Buku Pertamaku tahun 2004

Tiga bulan setelah buku pertama terbit, saya mendapatkan royalty pertama yang dibayarkan melalui bank. Dengan hati berbunga-bunga, saya mengambil royalty pertama yang jumlahnya cukup banyak itu ke ATM BCA. Rasanya tak percaya menemukan sejumlah angka di mesin ATM yang menandakan itu royalty hasil jerih payah saya setelah resign. Semangat saya makin membara. Saya harus terus menulis. Ini jalan rezeki yang Allah kasih setelah saya resign. Bye bye emak galau.

Sejak saat itu, tulisan demi tulisan, buku demi buku saya hasilkan. Kartu ATM BCA saya menjadi saksi perkembangan karir kepenulisan dan keberkahan rezeki lewat tulisan saya. Dia yang jadi saksi betapa saya sering bengong, tertawa, menangis, dan aneka ekspresi lain di depan mesin ATM setiap kali membaca saldo akhir tabungan. Kadang menggendut, menipis, dan kosong sama sekali. Enaknya di BCA, saldo 0 rupiahpun untuk beberapa waktu tidak akan menyebabkan rekening kita ditutup.

Hebatnya lagi, servis kepada nasabah pemegang rekening di BCA sangat baik. Saya beberapa kali mengalami kartu ATM tertelan di mesin, mungkin mesinnya kelaparan, ketika mengurus penggantian kartu, bisa cepat selesai. Demikian juga kalau buku tabungan hilang. Nah, penyakit saya tuh, sering lupa menyimpan buku tabungan. Ternyata di BCA prosesnya cepat dan tidak berbelit-belit.

bca2

Si kartu ATM dan debit BCA yang setia itu…

Itulah alasan mengapa saya bersetia terhadap BCA selama ini, selain ATM-nya paling banyak, servis terhadap nasabah memuaskan, dan … saya punya ikatan emosional dengan kartu ATM sekaligus debit BCA, sebab dialah yang menjadi saksi perkembangan karir menulis saya, dari pertama bikin buku hingga sekarang telah menghasilkan 43 buku. Tetap setia sama saya juga, BCA.

bcaexp

berpartisipasi dalam “My BCA Experience” Blog Competition

Advertisements

About ifaavianty1

A wife, mom of 3 sons, writer and author of about 70 books. Loves books, music, movies, cook, art n craft, history, rain, mall, coffee, tea, and pasta. Oh, and every genius :))
This entry was posted in buku, inspirasi, menulis and tagged , , , , , , . Bookmark the permalink.

4 Responses to Tahapan BCA Saksi Karir Kepenulisanku

  1. Deddy Huang says:

    Wow 43 buku. Konsisten banget…

  2. @nurulrahma says:

    BCA memang recommended utk semua orang ya mbaa

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s