Girl Power dalam Buku-Buku Saya

Bagi saya, perempuan adalah makhluk ciptaan Tuhan yang indah dan kuat. Bukan hanya kuat secara fisik sebab ia dikaruniai tugas mulia, yaitu mengandung, melahirkan, sekaligus merawat anaknya, yang kelak menjadi penentu peradaban. Untuk melengkapi tugasnya itu, perempuan juga diberi kekuatan secara psikologis sehingga mampu menerima beban yang simultan dalam perannya yang banyak itu. Luar biasa kan jadi perempuan itu?

 

Itu sebabnya dalam setiap buku saya, yang sampai saat ini, baru berjumlah 43 buku, dimana 22 diantaranya novel, banyak berkisah tentang perempuan-perempuan tangguh, the Lady who has a girl power, bukan powerpuff girl lho ya. Secara konsisten, saya berkisah tentang bagaimana perempuan dengan segala feminitasnya mampu melakukan hal-hal yang amazing. Dalam novel terbaru saya, Cinta dalam Semangkuk Sop Kaki Kambing, saya bercerita tentang Stephanie yang berani memilih jalan hidupnya sendiri, meski dia dihadapkan pada keinginan orang tuanya yang sulit ia tentang. Secara terselip, saya juga berkisah tentang Enyaknya Awy, seorang perempuan Betawi keturunan Arab, yang sekolahnya tidak tinggi, namun mampu menjadi penyeimbang bagi kekerasan watak sang suami, sekaligus mampu menjembatani kekakuan suaminya terhadap anak-anak dan saudaranya. Ada juga tokoh Grace yang berani memilih menjadi isteri seorang pejuang meski sebenarnya ia dibesarkan dalam keluarga ningrat yang kaya raya.

 

Novel saya yang ditulis duet dengan seorang penulis senior, Eni Martini, yang berjudul “Sunyi” menggambarkan tiga perempuan yang kuat menahan beban kehidupan yang menempatkan mereka pada situasi yang bukan jadi pilihan awal mereka. Ada Mala yang berani menolak dijadikan isteri kedua, Melati yang berani bertahan dalam kesunyian rumah tangganya, dan Soraya yang dalam kelemahlembutannya memilih bersikap ketika suaminya hendak menikah lagi. Ada lagi novel saya yang pernah memenangkan award sebagai Novel Terbaik 2014 versi UNSA Award, judulnya “Home”, menngisahkan Truly, sang istri dan menantu riang gembira, ceria dan suka menolong, berhasil mencairkan hubungan kaku antara suami dan ayah mertuanya. Truly dengan ketulusan dan kepolosannya justru menguatkan orang-orang di sekelilingnya ketika hidup menjadi getir. Ada lagi sebuah buku saya, nonfiksi motivasi, judulnya “My Hijab” yang berusaha menjabarkan hijab dalam sudut pandang saya, yang bukan sebatas trend fashion, namun lebih dari itu merupakan sebuah sikap dan ketegasan pandang terhadap cara beragama dan cara menjalani kehidupan.

 

Mengapa saya konsisten menulis tentang Girl Power? Sebab saya perempuan. Sejatinya, seorang perempuan, adalah dirinya yang satu, yang hanya dimiliki Tuhannya dan dirinya sendiri. Dia ada untuk menguatkan dan juga, pada waktunya, dikuatkan oleh orang-orang sekitarnya. Dia adalah sama dengan laki-laki, hamba Tuhan yang punya kewajiban melakukan yang terbaik untuk dunia dan afterlife-nya kelak. Perempuan selalu punya kekuatan untuk menjadi lebih baik. Kekuatan itu ada dalam dirinya, Maka tidak salah ketika Tuhan menitahkan para perempuan mengambil demikian banyak peran. Sebab ia mampu, sebab ia punya kekuatan dari dalam dirinya.

 

So, Ladies, keep smart, keep being tough, keep shine… coz you are amazingly and beautifully strong enough to be your best.

 

Terus, setelah ini, apakah saya masih akan tetap setia menulis tentang perempuan dan The Girl Power-nya? Tentu saja, insha Allah.

 

And please meet ms. Primadita, seorang sister yang menginspirasi muslimah muda Indonesia dengan kiprahnya yang sebagian pemikirannya bisa kamu baca di sini nih.

Advertisements

About ifaavianty1

A wife, mom of 3 sons, writer and author of about 70 books. Loves books, music, movies, cook, art n craft, history, rain, mall, coffee, tea, and pasta. Oh, and every genius :))
This entry was posted in beauty, buku, inspirasi, life, menulis, muslimah, perempuan and tagged , , , , , , , . Bookmark the permalink.

5 Responses to Girl Power dalam Buku-Buku Saya

  1. Hairi Yanti says:

    Ditunggu selalu novel2 terbarunya, Mbak Ifa. Lagi baca Cinta dalam semangkok sup kambing nih 😀

  2. Pakde Cholik says:

    Saya juga suka ikan tuna termasuk yang diisikan di sandwich dan panada.
    Kalau nggak salah ikan tuna juga dibuat makanan kaleng ya
    Salam hangat dari Jombang

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s