Jalan Lain Menuju Beasiswa

Kreatiflah, sebab begitu banyak masalah yang tidak mungkin dipecahkan di dunia ini, ternyata berhasil dilalui dengan kreativitas tak terduga!

 

Itu sebuah pesan yang saya ingat betul dari guru mengaji saya sewaktu kuliah dulu. Dia tahu banget bahwa saya adalah pemburu beasiswa yang tidak pantang mundur, pantang pulang sebelum padam, eh maksudnya, pantang surut sebelum diterima. Saya yang waktu itu kuliah di Fakultas Teknik UI, dan bercita-cita melanjutkan kuliah ke Aachen, atau Australia, atau Belanda. Oh Inggris juga. Enggak tahu kenapa tujuannya kok ke Negara-negara itu, pokoknya pingin saja. Khas remaja galau banget ya.

 

Jika memang itu hanya sebatas keinginan remaja galau, kok kayaknya enggak juga ya. Setelah saya lulus dan bekerja, saya tetap keukeuh memburu beasiswa pendidikan lanjutan. Bahkan sampai saya menikah dan punya anak, tetap juga. Sampai sekarang? Ya betul, Enggak mati-mati juga keinginan itu? Enggak sekalipun.

 

Pernah dapat enggak? Ya belum. Lah? Kok bisa? Ya mungkin belum jodoh. Meski semua usaha telah saya lakukan. Meski semua doa dan ikhtiar telah saya upayakan. Mungkin memang belum ditakdirkan dan belum tiba waktunya. Semua yang disebutkan di SINI sudah saya lakukan, tapi jika Tuhan belum kasih, saya bisa apa?

 

Yang pasti, tak sedetikpun keinginan itu mati. Terima kasih, Tuhan, yang telah mengajarkan saya untuk begitu tangguh mengupayakan cita-cita yang satu ini. Terima kasih Tuhan yang telah membukakan sejuta jalan dan cara untuk saya lalui. Kuncinya memang satu: kreativitas. Lewat kreativitas itu pula saya sering mendapatkan beasiswa dengan cara dan bentuk yang lain, beasiswa gratis belajar bikin scriptwriting, beasiswa gratis bikin dan mengelola blog, beasiswa gratis mengenal manajemen perbukuan dan penerbitan, beasiswa gratis sosial media management, dan beasiswa gratis pengelolaan home schooling. Dari mana? Ini dia yang saya mau kasih tips n trick-nya.

 

Pertama, kreativitas dalam usaha. Ketika dalam masa kuliah, kamu tidak berhasil mendapatkan beasiswa, kenapa enggak terus coba di saat kamu sudah menekuni profesi tertentu, misalnya? Saya sedang mencoba beberapa aplikasi beasiswa semacam Writer’s Grant, atau Writers in Residence. Insha Allah aka nada hasilnya. Mengapa juga tidak mencoba mengirimkan proposal kepada lembaga-lembaga yang selama ini tidak terlalu terekspose? Coba selidiki dulu, jika mereka memang punya jalur beasiswa ini. Di Kemenag RI contohnya, tidak selalu ada pengumuman besar-besaran, sering ada lewat grup-grup beasiswa, kependidikan, dan kepenulisan. Demikian juga lembaga-lembaga lain, seperti Arsip Nasional, Yayasan Al Azhar Cairo, dan beberapa lembaga luar negeri. Barangsiapa bersungguh-sungguh pasti akan ketemu jalannya. Kan jalannya bisa lewat jalan tol hingga jalan tikus, misalnya.

Kreativitas ini bisa juga dalam hal karya, misalnya menulislah buku sebanyak-banyaknya, kirim artikel dan tulisan lainnya ke media dan portal, ngebloglah sebaik-baiknya. Insha Allah ada kok beasiswa, sejenis beasiswa untuk kursus ilmu kepenulisan dari penerbit, kursus ngeblog dan monetisasinya dari komunitas blogger atau perusahaan tertentu, atau dapat anugerah Ubud Writers’ Award misalnya. Huhuhu….mupeeeng bangeeet. Ini nih tiap tahun mencoba, tapi belum berhasil.

Kreativitas juga bisa dalam menembus networking dan memanfaatkan sosial media. Perbanyak networking dengan hati yang bersih. Jangan berteman dengan si A supaya dapat sesuatu misalnya. Tuluslah. Membuka networking sama dengan memperpanjang silaturahmi yang berarti menambah berkah dan rezeki. Siapa tahu kamu bikin networking dengan si A yang tukang ketik di sebuah kantor, eh tahu-tahu kamu dapat beasiswa menulis scenario dari si B yang punya PH misalnya. Eh siapa tahuuu? Jangan pernah meremehkan the power of silaturahmi ya. Ini yang saya dapatkan. Istilah saya, belajar bersama maestro. Lewat networking dan aktivitas di sosial media, saya dipertemukan dengan banyak orang kompeten dan baik, yang membagikan ilmu dan wawasannya dengan Cuma-Cuma. Semoga menjadi berkah bagi mereka, dan hanya Allah yang bisa membalasnya dengan pahala abadi. Beneran deh, ilmunya terpakai dan bergunaaa sekali.

Tujuh dari 43 buku yang mengantarkan saya pada beasiswa lewat karya dan networking. Semoga selalu membawa berkah 🙂

 

Kedua, kreativitas dalam beramal. Amal ibadah pribadi dan wajib saja jelas masih kurang. Ibaratnya masih kurang pantas kaleee kita minta dimudahkan jalan dapat beasiswa jika ibadah masih pas-pasan. Itu juga yang bikin saya mikir, pantas saja enggak dapat-dapat Writers in Residence, lah ibadanya aja ndut-ndutan. Hilang-hilang timbul kayak sinyal modem tua saya kalau habis hujan.  Yuk tambahi amal ibadah kita dengan yang berdimensi sosial, dan yang sunnah-sunnah. Semua sunnah nabi itu kan baik dan mengajarkan kebaikan, ikuti saja semampu kita. Semua ibadah berdimensi sosial itu kan bisa kita praktekkan, semampu kita yuk.

Barangsiapa mau dimudahkan jalannya, permudah dulu urusan orang lain. Yuk cobaaa. Saya juga lagi mencoba belajar dan terus belajar untuk ini.

 

Terakhir, kembalikan niat kita yuk. Mau ngapain cari beasiswa? Cari ilmunya atau gelarnya doang? Ya pilih yang paling bermanfaat ya, buat diri pribadi dan buat umat. Insha Allah jalan kita diberkahi dan dimudahkan.

 

 

Advertisements

About ifaavianty1

A wife, mom of 3 sons, writer and author of about 70 books. Loves books, music, movies, cook, art n craft, history, rain, mall, coffee, tea, and pasta. Oh, and every genius :))
This entry was posted in buku, inspirasi, life, menulis and tagged , , , , , , . Bookmark the permalink.

2 Responses to Jalan Lain Menuju Beasiswa

  1. Deddy Huang says:

    Aku pngen beasiswa biar bisa jalan2 :p

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s