Diabetes Bukan Akhir Segalanya

Sebagaimana beberapa kali pernah saya ceritakan di blog ini, saya adalah penderita Diabetes Mellitus Gestasional, alias penyakit diabetes yang menyerang saat seorang perempuan sedang hamil. Kadar gula hanya melonjak tinggi saat hamil, setelah melahirkan kadar gula akan kembali berangsur normal. Namun, bukan berarti kemudian para penderita DMG bisa tenang-tenang saja setelah melahirkan. Justru harus lebih waspada, karena dia ‘punya bakat’ menderita DM tipe berikutnya. Sayapun demikian, terbukti setelah beberapa kali melakukan tes kesehatan, kadar gula saya seringkali di atas normal, meski sering juga normal saja.

Hasil penelitian SunLife Asia Health Index 2015 menunjukkan adanya peningkatan signifikan dari tahun sebelumnya, sekitar 29% jumlah penduduk Indonesia memprioritaskan kesehatan dalam kehidupan mereka, , naik dari 44% menjadi 73% di Asia. Meskipun diakui bahwa masalah kesehatan terbesar di Indonesia, adalah penyakit jantung, diabetes dan penyakit pernafasan. Sementara itu berdasarkan penelitian dari Badan Kesehatan Dunia (WHO) tahun 2014, satu dari sepuluh penduduk usia 18 tahun ke atas menderita penyakit diabetes tipe A. ini berarti sekitar 10% penduduk dunia tidak hanya harus tergantung kepada obat insulin setiap hari, namun juga telah terkena resiko terhadap komplikasi yang disebabkan oleh penyakit diabetes. Indonesia sendiri termasuk ranking ketujuh dalam urutan Negara dengan penduduk menderita diabetes.

diabet1

Gejala diabetes. Foto : lukadiabetes.com

Kata orang dulu, diabetes itu tidak bisa disembuhkan. Siapa bilang? Bukankah Tuhan menciptakan segala macam penyakit untuk menjadi ujian dan pelajaran bagi manusia, lengkap dengan obatnya. Kecuali dua penyakit yang tidak ada obatnya, yaitu pikun (tua) dan mati. Nah, itu artinya, menderita diabetes bukan berarti akhir dari segalanya. Masih ada harapan bagi para penderita diabetes untuk menikmati hidup. Meskipun demikian banyak akibat dari diabetes yang tetap harus diwaspadai.

Diabetes adalah penyakit yang ditandai dengan kelebihan kadar gula pada darah karena kelainan pengeluaran insulin. Ada empat macam tipe diabetes yaitu:

  1. Diabetes tipe 1 yang sangat tergantung kepada obat, dan terutama banyak diderita oleh anak-anak.
  2. Diabetes tipe 2 yang penderitanya banyak terdapat di Indonesia.
  3. Diabetes tipe 3 atau DMG, diabetes selama kehamilan.
  4. Diabetes tipe 4 yang disebabkan penggunaan obat.

Ada beberapa factor penyebab diabetes, misalnya factor genetic, tekanan darah yang tinggi, kelebihan kadar lemak (kolesterol dan atau trigliserida), kurang olah raga, dan berusia di atas 45 tahun. Cara mengetahui apakah kita sudah terkena diabetes adalah dengan melakukan cek kadar gula darah.

  1. Jika kadar gula darah sewaktu lebih besar atau sama dengan 200 mg/dl, atau kadar gula darah puasa 126 mg/dl, artinya kita sudah terkena diabetes.
  2. Jika kadar gula darah puasa kurang dari 100 mg/dl atau kadar gula darah sewaktu kurang dari 140 mg/dl berarti kita normal.
  3. Diantara keduanya berarti kita ada dalam tahap pre-diabetes. Harus jaga-jaga nih.

diabet2

Obesitas

Kelebihan berat badan adalah salah satu gejala. Bagi hampir semua orang, kelebihan berat badan membuat banyak masalah. Misalnya saja masalah penampilan, enggak ada baju yang cocok dikenakan properly bagi orang kelebihan berat badan. Pakai warna terang, salah, pakai warna gelap juga tetap tidak menarik. Ini sering menimbulkan krisis kepercayaan diri. Akibatnya mereka cenderung masa bodoh dan akhirnya memakan semua jenis makanan, termasuk yang berpotensi meningkatkan kadar gula darah. Nah lho. Boro-boro bisa sembuh dong.

Kelebihan berat badan kemudian diabetes, juga bisa menimbulkan berbagai macam penyakit, terutama tekanan darah tinggi, dan jantung. Beberapa kasus menunjukkan juga ke arah penurunan fungsi ginjal. Bahkan beberapa teman saya yang menderita diabetes plus kelebihan berat badan, ternyata juga mengalami gagal ginjal yang mengharuskan mereka menjalani hemodialisis alias cuci darah.

Secara medis, hubungannya dapat dijelaskan sebagai berikut: tugas utama dari ginjal adalah untuk menghilangkan limbah dari darah dan untuk mengembalikan darah yang telah dibersihkan ke tubuh. Gagal ginjal berarti ginjal tidak lagi mampu untuk membuang limbah tersebut dan mempertahankan tingkat cairan dan garam yang dibutuhkan oleh tubuh.

Salah satu penyebab gagal ginjal adalah diabetes mellitus, suatu kondisi yang ditandai dengan kadar gula atau glukosa darah yang tinggi. Seiring waktu, hal ini menyebabkan rusaknya jutaan unit penyaringan kecil dalam setiap ginjal. Hal ini akhirnya mengarah pada gagal ginjal. Sekitar 20-30% penderita diabetes mengalami gagal ginjal (nefropati diabetic), meskipun tidak semuanya akan berkembang menjadi gagal ginjal, meskipun mereka juga menggunakan insulin. Faktornya lebih kepada lamanya mereka menderita diabetes.

Pengobatan ini berlangsung untuk seumur hidup. Nama lain kondisi ini adalah glomerulosklerosis diabetic. Orang dengan diabetes juga mempunyai resiko menderita penyempitan pembuluh darah ke ginjal yang disebut stenosis arteri ginjal atau penyakit renovaskular.

diabet4

Luka yang sulit sembuh dan membusuk. Foto : lukadiabetes.com

Penyakit diabetes dimulai dengan gejala sering kesemutan, mudah lapar, mudah mengantuk, dan sering buang air besar terutama pada malam hari. Pada laki-laki sering ditandai dengan disfungsi ereksi, dan bagi perempuan, terjadi gatal-gatal di sekitar vagina. Ada juga yang tak kurang gawat adalah ketika luka, sulit sembuh. Hal ini membutuhkan penanganan khusus. Ketika terjadi luka, harus segera ditutup dengan kain khusus pembalut luka dan harus dibuka dan diganti setiap 2-3 hari sekali. Jangan menggunakan NaCl karena akan membuat lukanya menyebar. Kurangi aktivitas yang menyebabkan luka membusuk. Jika luka sudah membusuk, biasanya dokter memutuskan tindakan amputasi.

diabet3

Sering mengantuk

Masih banyak akibat lanjut dari diabetes ini, seperti gangguan penglihatan hingga katarak dan buta, gangguan jantung, impotensi dan kemandulan, gangguan pembuluh darah, stroke, gangguan saraf, dan infeksi paru.

Hipoglikemia dan Hiperglikemia

 

Pada orang tanpa diabetes, zat gula berasal dari makanan yang diserap dan dicerna oleh tubuh. Molekul gula masuk ke dalam aliran darah, didistribusikan ke semua sel dalam jaringan tubuh. Mayoritas penderita diabetes tipe 1 atau yang sangat tergantung dengan insulin, tidak dapat menyerap glukosa tanpa bantuan suntikan insulin. Jika kadar insulin yang disuntikkan terlalu banyak, kadar gula dalam darah akan turun, dan terjadilah hipoglikemia. Selain itu penyebab hipoglikemia bisa juga dari gaya hidup dan pola makan yang buruk.

Hipoglikemia yang buruk dapat menyebabkan seseorang rentan terhadap epilepsy, dan dalam jangka panjang dapat menyebabkan pikun (demensia). Telah banyak penelitian tentang masalah kehilangan sinyal pada penderita hipoglikemia yang disebut dengan koma hipoglikemia.

Gejala hipoglikemia ditandai dengan jantung yang berdebar-debar, berkeringat, mengantuk, kaki merasa lemah, penglihatan kabur, kebingungan, sulit bicara, migrain hingga sakit kepala. Dalam beberapa kasus yang parah, penderita bisa kehilangan kesadaran dan kejang-kejang. Hipoglikemia juga bisa terjadi saat tidur, gejalanya adalah menangis atau mengalami mimpi buruk, basah atau berkeringat, lelah, mudah marah dan kebingungan saat bangun tidur.

Di sisi lain, ketika kadar gula sangat tinggi disebut hiperglikemia, yang gejalanya adalah merasa haus dan sering buang air kecil, mual, muntah, kelemahan, kesadaran yang samar-samar, dan koma hiperglikemia yang disebut juga ketoasidosis. Beberapa penyebab hiperglikemia selain karena lupa menyuntik insulin, juga karena gaya hidup dan pola makan yang buruk, mengalami stress dari penyakit seperti flu dan pilek, dan mengalami stress karena masalah tertentu.

Jadi yang harus dicegah, diobati dan dilawan… adalah diabetes-nya. Bagaimana caranya? Bukan dengan menyuntik insulin setiap waktu. Ada paling tidak 6 cara untuk mencegah, mengobati dan melawan diabetes, yaitu:

  1. Jaga berat badan agar tetap ideal dengan memperbaiki pola makan dan gaya hidup, biasakan melakukan aktivitas fisik selama 30 menit perhari secara teratur.
  2. Kurangi atau hentikan konsumsi alcohol dan rokok.
  3. Kenali factor resiko diabetes dan segera lakukan aksi.
  4. Mengonsumsi lebih banyak sayur dan buah
  5. Cek kesehatan secara teratur dan lakukan pengobatan sesuai anjuran dokter atau terapis yang berpengalaman. Jangan asal beli obat di warung ya.
  6. Lakukan persiapan dini untuk menjamin biaya kesehatan yang tidak bisa dikatakan murah. Salah satunya dengan mengikuti asuransi kesehatan, seperti yang ada di SunLife Indonesia.

diabet5

Alat cek darah, foto : alatcekguladarah.com

Secara lebih rinci, mencegah diabetes dapat dilakukan dengan cara :

  1. Mengendalikan kadar gula darah dengan diet, olahraga secara teratur, dan penggunaan obat. Penting bagi para penderita diabetes untuk rutin memeriksakan diri 1-2 kali dalam seminggu.
  2. Mengendalikan tekanan darah
  3. Mengontrol lemak dalam darah untuk mengurangi resiko penyakit jantung dan pembuluh darah. Yang diperiksa, minimal setahun sekali adalah kadar lemak dalam darah yang meliputi: kadar lemak total, kolesterol LDL dan HDL, dan trigliserida. Pada penderita diabetes, kadar Trigliserida dan HDL meningkat, sementara LDL-nya normal atau ikut meningkat juga. Untuk normal, LDL harus kurang dari 100 mg/dl, sedangkan untuk yang sudah menderita penyakit jantung dan gangguan peredaran darah harus kurang dari 70 mg/dl. Kadar trigliserida harus kurang dari 150 mg/dl. Kadar HDL untuk laki-laki adalah kurang dari 40 mg/dl, dan untuk perempuan harus kurang dari 50 mg/dl.
  4. Mengendalikan berat badan
  5. Stop merokok, dan minuman beralkohol.

Hal ini tentu berlaku juga untuk mencegah dan mengobati diabetes, paling tidak untuk mengurangi resiko dari diabetes tipe 1 ke tipe 2. Pemilihan makanan dilakukan, terutama dengan mengurangi karbohidrat dan garam. Memperbanyak konsumsi makanan berkandungan sayur dan buah juga harus dilakukan.

Saya sudah mengalami penderitaan akibat diabetes saat hamil. Sekarang saya sedang terus berusaha supaya kadar gula darah saya tetap normal. Pernah juga merasakan hipoglikemia sampai wajah kuning pucat dan kepala berkunang-kunang. Jadi, saya menyarankan Bunda dan Panda untuk melawan diabetes dengan tuntas. Hari depan kita masih panjang, masih ada anak-anak yang membutuhkan kita. Tentu kita tidak mau kehilangan saat-saat terbaik mendampingi mereka, bukan?

diabet6

Referensi :

sridianti.com

http://www.obatdiabetes.org

diabetics1.com

penjelasan dokter internis saya dan pengalaman pribadi

Advertisements

About ifaavianty1

A wife, mom of 3 sons, writer and author of about 70 books. Loves books, music, movies, cook, art n craft, history, rain, mall, coffee, tea, and pasta. Oh, and every genius :))
This entry was posted in kesehatan, life and tagged , , , , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s