Berani Bermimpi ya Harus Berani Sehat

Sejatinya saya adalah seorang ambisius, yang kalau sudah punya keinginan harus tercapai. Sejak dulu, waktu masih kecil, ya seperti itu. Kadang ambisius begitu bisa jadi berbahaya, karena tidak peduli pada rintangan yang ada. Untunglah di sisi lain, saya masih seorang ‘seniman’ yang kadang menurutkan mood. Ya moody gitulah.

Ketika masih kerja sebagai jurnalis dan redaksi sebuah majalah dulu, saya bahkan sanggup masuk kantor mengejar deadline di hari sabtu dan minggu, sementara yang lain banyakan libur. Waktu SMA, saya adalah ‘siswi gila’  yang aktif di 7 hingga 8 ekskul termasuk jadi Badan Pengurus Harian OSIS. Demikian juga waktu kuliah, saking banyaknya kegiatan kemahasiswaan yang saya ikuti, liburan semester saja masih nongkrong di kampus. Apa yang saya cari?

Banyak. Saya punya banyak mimpi. Mimpi itu yang sanggup membuat saya bahkan bergadang hingga tidak tidur bermalam-malam seperti yang saya lakukan ketika menyusun skripsi. Habis itu sakitkah saya? Tidak. Alhamdulillah. Atau mungkin tidak saya pikirkan, entah. Yang saya tahu, fisik dan otak saya seperti saling bahu membahu mencapai impian saya.

Setelah saya menikah, punya anak, dan memutuskan bekerja dari rumah, saya tidak punya asisten. Ambisi utama saya adalah mendidik anak-anak dengan tangan dan kepala serta hati saya sendiri. Ketika saya dan anak-anak merasa kurang sefaham dengan sistem pendidikan yang ada, mari laksanakan homeschooling. Lagi-lagi saya punya mimpi di dalamnya. Ambisi dan mimpi saya lainnya? Saya ingin menulis sebanyak-banyaknya dan sebaik-baiknya lewat buku, majalah, blog, portal, dan semua media atau sarana. Meski misalnya hanya seorang yang membacanya, enggak apa-apa, yang penting ada kebaikan yang telah saya sebarkan melalui tulisan saya. Mimpi lainnya, saya ingin mengajak anak-anak traveling keliling Indonesia, bahkan keliling dunia, untuk mengambil ilmu, wisdom dan wawasan yang sebanyak-banyaknya. Kelak ini akan jadi proyek tulisan pula, Mengabadi dalam jejak tulisan.

theragran4

Perlu sehat untuk bisa traveling dengan keluarga

Mimpi besar, butuh dana besar, butuh waktu dan energy khusus mewujudkannya. Saya harus sehat. Itu yang selalu saya sugestikan ke dalam diri. Namun kenyataannya?

Mungkin telah terlalu lama memforsir tubuh, saya menderita berbagai penyakit. Sejak tahun 1992 saya menderita sinusitis. Saya memakai kacamata minus di atas sepuluh sejak TK. Saya penderita diabetes, mioma, wasir, maag, dan belakangan sering nyeri sendi. Faktor U? Mungkin. Yang jelas, saya sepertinya sudah ‘bersahabat’ dengan segala keluhan ini sejak lama.

Saya mencoba mengulurkan persahabatan dengan segala macam penyakit itu karena saya takut ke dokter. Sumpah. Saya takut disuntik, takut minum obat yang pahit (saya lebih nyaman minum pil atau kapsul atau tablet ketimbang syrup, rasanya, maaf, mual dan bikin eneg), takut didiagnosa macam-macam, dan takut dioperasi. Bahkan untuk ke dokter gigi saja saya takut. Saya stress dan ngilu mendengarkan desing suara mesin dokter gigi untuk membersihkan karang gigi.

Jadi apa yang saya lakukan untuk bersahabat dengan penyakit yang saya derita?

  1. Saya mencoba mengurangi asupan kopi, meski kopi lebih dulu jadi sahabat saya ketimbang para penyakit itu. Susah iya. Beneran. Kayak dipaksa pisah sama pacar…hadeeeuhhh. Tapi paling tidak, saya sudah mencoba mengurangi jatah 4-5 gelas perhari, menjadi satu gelas, kadang tidak sama sekali. Sebagai gantinya, saya tetap minum air putih delapan gelas perhari, dan selalu mendahulukan minum air putih begitu bangun pagi.
  2. Saya mulai mencoba mengurangi makan gorengan, jeroan, lemak, dan karbohidrat tinggi. Bisa? Ya belum sukses bener sih, tapi dicoba. Itu rasanya kalau lagi sakaw gorengan…pedih sekali pas ingat betapa saya pernah melewatkan bulan ramadhan dengan setiap hari berbuka pakai gorengan. Oh, indahnya masa lalu…
  3. Saya tidak yoga tapi rutin melakukan meditasi bersamaan dengan waktu-waktu shalat. Caranya setelah shalat, saya mencoba merutinkan wirid dengan posisi seperti sedang meditasi, mengarahkan konsentrasi dan mengatur nafas.
  4. Meskipun takut ke dokter, saya tetap terbuka untuk pengobatan alternative seperti berbeka, makan obat herbal, minum jamu dan madu, dan sesekali makan kurma. Hehehe, terus terang, saya agak kurang suka kurma. Enggak tahu kenapa, dari kecil juga enggak suka. Kalau madu, saya suka.
  5. Setiap kali habis sakit, saya minum suplemen untuk mengembalikan kondisi tubuh sehingga cepat pulih dan bisa beraktivitas seperti semula. Saya cocok dengan suplemen dari Taisho, yaitu Theragran-M, yang membantu memenuhi kebutuhan mineral dan vitamin  untuk mengembalikan daya tahan tubuh setelah sakit. Tabletnya yang bersalut gula enggak bikin yang antiobat males, soalnya salut gulanya enak dan manis. Makannya hanya sekali sehari, dan biasanya sih saya minum empat kali selama empat hari, sudah cukup. Buat suplemen selagi sehat, juga OK kok. Kandungannya bisa dilihat di foto ya.
  6. Terapi mandi dan berwudu juga penting lho untuk tetap sehat dan segar, selain menjaga kebersihan dan berkilaunya kulit, terutama wajah. Sudah pernah saya bahas kok di blog ini.
  7. Tetap merasa bahagia. Bahagia itu pilihan, dan bagi saya, sebelum melakukan apapun, wajib merasa bahagia. Bahagia itu diciptakan dari perasaan yang bersyukur dan mencoba berlapang dada atas semua ketetapan dan ketentuan Tuhan. Untuk itu, selalu sediakan me-time sebagai satu sarana untuk mengembalikan psikis kita ke kondisi yang kita inginkan. Me-time bagi saya penting banget untuk tetap waras, setelah beban stress yang tinggi dalam kehidupan kita sehari-hari.
  8. Salah satu yang cukup penting juga adalah mood booster yang cukup untuk memulai hidup setiap hari, bisa berupa minuman kesukaan saya, es teh yang banyak es batunya, buku yang bagus, music yang membangkitkan imajinasi atau semangat, dan ketemu teman ngobrol yang menyenangkan. Untuk ini, yuk pilih teman yang kasih energy positif. Yang negative? Maaf ya, buang aja. Enggak guna soalnya, malah nambahin stress dan penyakit.
  9. Stay positive, berusaha berbaik sangka, berusaha tetap melakukan yang baik, meski enggak ada yang kasih apresiasi misalnya. Apresiasi tertinggi urusan Tuhan, kita hanya mencoba melakukan yang terbaik. Jangan terpancing sama yang negative ya.

Theragran-M, vitamin  yang bagus untuk mempercepat masa penyembuhan. Komposisinya yang lengkap terdiri dari mineral dan vitamin untuk mengembalikan kondisi tubuh setelah sakit.

Nah, itu cara yang sedang coba saya jalankan untuk tetap sehat, dan sudah mulai terlihat hasilnya. Tetap sehat itu penting bagi kita yang masih punya ambisi, cita-cita, atau mimpi. Jangan biarkan siapapun mencuri mimpi kita, termasuk penyakit. So, berani bermimpi mesti berani sehat. Jadi, bagi saya, my healthiness is my precious moment.

theragran5

Si kucing aja yoga nih, supaya tetap sehat. Stay happy, stay healthy ya Cing…

Musik yang ini bikin semangat kalau lagi kejar deadline… Ayooo semangat, sehat, kuat, selesai kerjaan, raih mimpi…

Aih, jadi ingat kata sahabat saya, Miss Irene, yang juga guru bahasa Inggris anak saya di komunitas KSuper, stay sane, stay happy. Saya lengkapi ya, stay sane, stay positive, stay happy, stay healthy, dan reach the stars!

 

Artikel ini diikutsertakan dalam Lomba Blog yang diselenggarakan oleh Blogger Perempuan Network dan Taisho.

 

 

Advertisements

About ifaavianty1

A wife, mom of 3 sons, writer and author of about 70 books. Loves books, music, movies, cook, art n craft, history, rain, mall, coffee, tea, and pasta. Oh, and every genius :))
This entry was posted in inspirasi, kesehatan, lifestyle and tagged , , , , , , , , , , , , , , . Bookmark the permalink.

2 Responses to Berani Bermimpi ya Harus Berani Sehat

  1. dinamars says:

    wah ada videoklipnya The Corrs! Jadi nostalgia deh, Mba 🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s