Jangan Marah Yaaa

jantung

Habis marah kok capek yaaa…. zzzzz

 

Hai, berapa kali anda marah seharian ini? Kesal sama anak-anak yang tidak mau menghabiskan makanannya mungkin, atau kesal sama kucing yang mencuri ayam goreng jatah makan siang anda, atau kesal sama supir yang malas membersihkan mobil? Hahaha…. Kalau dicari-cari mah, adaaa saja alasan untuk marah, jengkel, kesal, sebal, bête, atau sekedar baper ya. Persoalan kecil bisa jadi besar, dan persoalan besar bisa makin besar, bahkan mampu meledakkan kepala rasanya.

 

Ya tapi marah kan wajar, ya, sebagai salah satu cara membuang sampah emosi yang menumpuk di kepala dan kadang sampai ke hati. Apalagi kita yang emak-emak, yang konon katanya punya sampah emosi di dalam diri kita, lebih banyak dari bapak-bapak. Makanya enggak heran kalau bapak-bapak kelihatan (kelihatannya lhooo….) lebih sabar menghadapi ulah anak-anak. Ya kali…kita mah ibu-ibu tiap hari menghadapi anak, jadi kadang sudah hilang sabarnya. Hahaha, si ibu bisaaa saja…

 

Marah boleh, asal jangan marah-marah, kata orang tua. Lah apa bedanya, coba?

Bedaaa. Marah itu sekedar ekspresi emosi jiwa. Kalau marah-marah itu bukan Cuma cemberut, tapi juga ngomel, merepet dan meleter kayak bebek lapar, kadang memaki, mengumpat, mencaci, dan ada yang sampai mengeluarkan segala macam kata kebon binatang dan peternakan. Ada juga yang main fisik, sambil mencubit anaknya, menampar supirnya (haisssh, galak betul nih ibuuu, jangan gitu atuh, bu), atau melempar benda-benda tertentu. Itu namanya marah-marah. Ada juga yang marahnya awet, sepanjang hari, ditambah besok dan besoknya lagi. Yang ini juga dijamin menularkan kemarahan pada orang lain.

 

Apa yang dirasakan saat marah, selain muka dan mata memerah?  Ya betuuul. Jantung berdebar-debar. Pada saat marah, detak jantung menjadi lebih cepat. Sama dengan saat berolah raga? Ya, kurang lebih, tapi efeknya berbeda. Yang habis olah raga, bawaannya senang dan merasa sehat. Yang habis marah, bawaannya capek dan sakitnya merembet kemana-mana. Kepala pusing, mata berkunang-kunang, badan limbung, bahkan ada yang sampai mengeluarkan keringat dingin.

 

Artinya, marah apalagi marah-marah sebenarnya menjadi pemicu sakit di dalam tubuh. Terutama buat jantung. Pada saat marah, terjadi kekacauan pada fungsi jantung dan otak. Darah berputar cepat mengaliri seluruh anggota tubuh, karena jantung berdetak lebih cepat dari biasanya. Akibatnya, tekanan darah meningkat pesat dan jaringan pembuluh darah menyempit karena kelelahan menerima aliran darah yang begitu deras. Otak berusaha menahan perkembangan yang begitu tiba-tiba itu dengan meningkatkan kinerja sistem kekebalan tubuh. Namun derasnya aliran darah menuju otak menyebabkan otak kelelahan dan jaringan syarafnya tidak dapat berfungsi dengan baik dan lancar.

 

Sebuah penelitian medis yang dipublikasikan dalam majalah Archives of Internal Medicine mengungkapkan bahwa orang yang cenderung cepat marah dan sering merasa gelisah lebih rentan terserang penyakit jantung dibandingkan dengan orang yang lebih tenang. Orang yang sering marah berisiko mendapatkan serangan jantung tiga kali lebih banyak dibanding orang yang lebih tenang dan dapat menguasai diri. Ia akan tetap rentan kena serangan meskipun tidak punya riwayat sebelumnya dan tidak ada leluhurnya yang terserang penyakit jantung.

 

Dalam penelitian lain yang dilakukan antara tahun 1948 hingga 1964 pada 1300 orang mahasiswa di sebuah universitas, ditemukan bahwa orang yang cepat marah dan tidak dapat menguasai diri cenderung lebih berisiko terkena penyakit penyumbatan pembuluh jantung. Penelitian sebelumnya juga menunjukkan orang yang sering bermusuhan cenderung berisiko terhadap penyakit penyumbatan pembuluh jantung dan penyumbatan pembuluh otak. Para ahli meyakini ada keterkaitan yang sangat erat antara kemarahan dan peningkatan produksi hormone adrenaline dan neuroadrenaline, yaitu hormone yang dilepaskan ke dalam peredaran darah ketika seseorang mengalami tekanan yang hebat atau tantangan yang besar. Hormone ini menghambat peredaran darah sehingga jantung bekerja lebih cepat agar bisa memenuhi tubuh dengan aliran darah.

 

Lalu bagaimana agar jantung sehat, disamping menjaga makan dan pola hidup yang baik, termasuk rajin olah raga?

 

Ya, belajar menahan marah. Belajar mengendalikan amarah. Bagaimana caranya? Saya sih memang orangnya gitu, pemarah maksudnya. Samaaa. Tapi kalau kita mau, pasti bisaaa.

 

Cara pertama adalah belajar memaafkan diri sendiri dan orang lain. Susah? Tapi bisa kok. Kan manusia memang tempatnya salah, sepanjang masih bisa dimaafkan, yuuuk dicoba. Memaafkan itu lebih baik kok.

Kedua, adalah mencoba menyibukkan diri dengan berdoa, berzikir, dan mengingat semua kebaikan yang telah kita terima. Kalau jiwa yang bersyukur kan lebih tenang tuh, jadi lebih bisa mengendalikan diri.

Ketiga, dalam ajaran agama saya, ada ibadah yang dimulai dengan bersuci, yaitu shalat yang didahului dengan berwudu. Saat berwudu kita melakukan pemijatan di beberapa titik anggota tubuh, yang bisa untuk melancarkan peredaran darah. Selain itu basuhan air wudu membuat tubuh terasa segar, lapang dan bersih. Dalam hadits dikatakan bahwa wudu juga untuk mengusir setan yang menyalakan api amarah yang berputar bersama peredaran darah manusia. Pada saat bersamaan, wudu menghadirkan kekuatan malakut yang memiliki pancaran cahaya dan keagungan, yang menyebabkan perasaan tenang.

Nah, itu beberapa cara mengendalikan dan menahan marah yang diajarkan oleh agama saya. Bagi teman-teman yang beragama lain, pasti ada juga kok, ajaran yang sama, untuk mengendalikan marah. Yuk dicoba. Biar jantung sehat, yuk batasi dan kendalikan marah.

 

Referensi :

Dr. Jamal Elzaky, “Buku Induk Mukjizat Kesehatan Ibadah”, terj., Jakarta, Zaman, 2011.

Advertisements

About ifaavianty1

A wife, mom of 3 sons, writer and author of about 70 books. Loves books, music, movies, cook, art n craft, history, rain, mall, coffee, tea, and pasta. Oh, and every genius :))
This entry was posted in inspirasi, kesehatan, life, syariah and tagged , , , , , , , , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s