Menangkap Ide dan Membangun Pede Bagi Penulis Pemula

Banyak yang mengeluh kepada saya, bahwa sebenarnya dia bercita-cita ingin jadi seorang penulis, namun kesulitannya adalah dia seringkali tidak mendapatkan ide, padahal dia sudah mencoba memikirkan kira-kira ide apa yang akan dia tulis.

Sampai di sini, adakah inti masalah yang dapat ditangkap?

Yes, ada dua inti masalah. Pertama, klaim si curhater bahwa tidak ada ide yang muncul di sekitarnya. Ah masaak? Ah iyaaa…. Lhoooo….

Kedua, dia sudah berusaha memikirkan kira-kira ide apa yang akan dia tulis. Ide kok dipikirkan? Ide kan harusnya dicari. Iya, sudah tapi enggak ketemu, Teteeeh.

Oh begitu? Baiklah.

Di rumah saya ada dua ekor kucing, keduanya betina. Namanya si Catty yang calico alias berbulu tiga warna, dan si Alexandra alias Sandra yang berbulu kuning putih. Keduanya mempunya polah yang berbeda-beda. Catty yang masih remaja ABG cenderung menurut dan suka makan apa saja, sementara Alexandra yang sudah emak-emak, sedikit galak namun langkahnya anggun tertata dan tidak seradak seruduk. Alexandra juga lebih picky eater alias pilih-pilih makanan. Tetapi keduanya kompak. Jika yang satu belum datang, maka dia akan memanggil yang lainnya.

Oke, selesai. Yang barusan kita baca, sudah layak belum disebut sebagai ide tulisan? Sepotong ide tentang Catty dan Alexandra bisa dikembangkan menjadi beberapa cerita, misalnya :

  1. Tentang suka duka mengamati polah kucing peliharaan
  2. Kesukaan makan si Catty dan Alexandra dihubungkan dengan kesukaan makan anak-anak di rumah yang juga berbagai macam.
  3. Persahabatan antara kedua ekor kucing tersebut.
  4. Dongeng tentang Ratu Alexandra yang anggun dan putrinya, Catty, yang tomboy.
  5. Penelitian kecil-kecilan tentang mengapa kucing suka mendatangi satu rumah dan tidak mau mendatangi rumah yang lain, misalnya.
  6. Dan masiiiih banyaaaak lagiiii.

Nah, jadi mencari ide itu sebenarnya gampang kok. Amati, rasakan, baca, tonton, dengarkan. Buka lebar semua indera yang dikasih Tuhan. Kita akan menemukan milyaran ide mengelilingi kita, bahkan setiap waktu. Enggak ketemu juga? Buka Wikipedia deh, milyaran ide ada di situ, coba kembangkan dengan kreativitas anda. Tapi enggak pede menuliskannya dan apalagi menerbitkannya…. Gimana nih….

 

Kalau anda newbie dalam dunia menulis, wajib banget baca tulisan ini nih. Kenapa seorang penulis wajib pede?

Pertama, karena yang dijual oleh seorang penulis adalah hasil buah pikirannya. Dia harus yakin dulu bahwa buah pikirannya ini menarik, perlu, penting, atau enak dibaca atau diketahui orang lain. Kalau belum-belum sudah enggak pede, ya bisa siiih nulis. Tapi tulisannya untuk dibaca sendiri saja. Namanya diary atau catatan harian, ditulis di buku yang pakai kunci gembok.

Kedua, kalau dirinya sendiri sudah tidak pede, ada rasa minder, yaaa saya kan Cuma penulis. Saya mah apalah-apalah. Lalu bagaimana orang lain memandang anda? Terus bagaimana kalau anda dikritik, tulisan anda dicerca, misalnya? Masak anda mau masuk gua dan bersembunyi hingga oara haters atau kritikus itu lupa pada anda?

Ketiga, karya tulis yang memiliki nilai kebaikan, sesederhana apapun bentuknya., adalah merupakan sumbangan bagi peradaban yang lebih baik. Jika di luar sana banyak orang yang menulis sesuatu yang lebih banyak mudharatnya daripada manfaatnya, penuh dengan rasa percaya diri, sementara anda yang mengusung nilai-nilai kebaikan malah minder, bagaimana dong jadinya? Bisa-bisa keburukan bisa mengalahkan kebaikan.

Keempat, jika anda masih memiliki rasa tidak percaya diri berarti anda masih meragukan ketertarikan anda terhadap profesi menulis dan dunia kepenulisan itu sendiri. Kalau sudah begini, jangan harap anda bisa menulis dengan rasa senang dan bahagia, bisa menulis dengan kontinu pun mungkin bisa jadi sulit untuk anda. Kenapa? Sebab hati anda masih setengah-setengah nyemplung di dunia kepenulisan. Nah lhooo!

Jadi, biar lancar menulisnya, pesannya sampai pada pembaca, dan tulisan anda bisa mengikat kebaikan untuk anda, ya ayo mulai tumbuhkan dan pelihara rasa percaya diri. Dunia ini masih butuh begitu banyak penulis yang bersedia turut serta menjadikan dunia tempat yang lebih baik untuk ditinggali.

 

Satu lagi, kadang ketidakpedean itu timbul karena begitu banyak penerbit yang ada, namun khawatirnya tak ada satupun yang mau menerima naskah anda. Nah, kalau begitu, yuk cari Penerbit Indie yang berkualitas yang mampu mencetak buku anda dengan harga murah. Penerbit Indie maksudnya adalah penerbit yang mencetak dan menerbitkan buku anda dengan pembiayaan dari anda. Nah itu biasanya tidak pakai editing, meski ada juga yang memberi fasilitas editing naskah berikut lay out dan cover.

Jika itu yang anda cari, ke sini saja, Penerbit Uwais yang juga penerbit indie terbaik di Indonesia. Ini ada salah satu contoh buku hasil terbitan Penerbit Uwais, cakep ya cover-nya, Girlie bangeeet. Penerbit Uwais bagus kok pelayanannya. Dengan profesionalisme-nya, naskah anda yang siap menjadi buku akan segera terbit dan bisa mulai anda jual melalui media sosial anda. Selamat jadi penulis….yeaaaayyyy….

uwais1

Cakep ya cover-nya?

 

Eh jangan lupa untuk terus menulis ya. Jangan hanya puas dengan satu buku yang ada nama anda sebagai penulisnya. Bangga saja enggak cukup, harus konsisten. Kalau lagi enggak semangat menulis gimana? Coba paksakan untuk menyediakan waktu menulis, paling sedikit setengah jam sehari. Coba juga ikutan lomba-lomba dan event menulis. Penerbit Uwais juga sering kok mengadakan yang kayak gini.

uwais2

Salah satu even kreatif yang sedang berlangsung

 

Terakhir ayo optimalisasikan sosial media anda untuk memasarkan karya anda. Pasti makin semangaaat deh menulisnya.

 

FB Penerbit Uwais : https://www.facebook.com/Penerbituwais

FP Penerbit Uwais :  https://www.facebook.com/uwaisinspirasiindonesia

Twitter : @penerbituwais

 

Advertisements

About ifaavianty1

A wife, mom of 3 sons, writer and author of about 70 books. Loves books, music, movies, cook, art n craft, history, rain, mall, coffee, tea, and pasta. Oh, and every genius :))
This entry was posted in fiksi, menulis, sastra and tagged , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s