Yang Penting Diketahui Seputar Penyembelihan Hewan Qurban

Asyiik, besok makan daging kambiiing. Mari bikin sate, gulai, tongseng, dan kambing guliiing. Wiiitsss, ingat ya yang punya kolesterol. Juga yang punya masalah dengan pencernaan. Jangan sampai pesta kambing seharian, habis itu sakit dan ujung-ujungnya masuk rumah sakit.

kambing-stress6

Awasss kolesterol yaaa…

 

Apa hanya itu ya, yang harus diperhatikan dalam menyambut Idul Adha alias Idul Qurban? Sudahkah kita fahami, ada beberapa hal penting yang harus diperhatikan seputar adab penyembelihan hewan Qurban. Bukannya mau ribet, tapi Nabi kita Muhammad saw, selalu mencontohkan berlaku ihsan terhadap semua makhluk, bahkan pada semesta. Termasuk dalam memperlakukan hewan Qurban, seperti si Kambing dan si Sapi. Apa saja adabnya? Yuk simak yang ini yaaa…

 

  1. Yang dimaksud menyembelih adalah melenyapkan ruh binatang dengan cara memotong leher kerongkongan dan tenggorokan serta dua urat nadi dengan pisau yang tajam. Jadi harus benar-benar terpotong dengan sekali tebas, biar binatangnya tidak merasakan sakit yang lama.
  2. Penyembelihan harus dilakukan dengan ihsan, tidak menyebabkan rasa sakit pada hewan, serta penyembelihan tersebut harus mampu mengalirkan darah keluar secara sempurna dari tubuh hewan. Dengan demikian daging yang dihasilkan adalah daging yang sehat dan halal, yang berkualitas tinggi.
  3. Penyembelihan hewan wajib menghasilkan daging yang halal, yang diperoleh dari penyembelihan sesuai dengan syariat Islam.
  4. Hewan sembelihan bukan bangkai, jadi dia harus dalam keadaan masih hidup ketika akan disembelih.
  5. Alat-alat yang digunakan untuk menyembelih, harus dalam keadaan tajam dan dapaty melukai, tidak terbuat dari tulang dan kuku, melainkan terbuat dari batu, bamboo, besi dan logam lainnya.
  6. Tata cara penyembelihan adalah sebagai berikut: hewan direbahkan dengan posisi yang mudah untuk disembelih, menghadap kiblat, memotong urat nadi dan kerongkongan, saat menyembelih membaca basmalah, tidak disembeliha atas nama selain Allah, dan bagi hewan yang tidak dapat disembelih di lehernya karena liar, bisa disembelih di bagian mana saja dari tubuhnya asal langsung mematikan.
  7. Adab terhadap hewannya adalah dengan membaringkan hewan di sisi sebelah kiri, memegang pisau dengan tangan kanan dan menahan kepala hewan ketika menyembelih. Jangan lupa menghadapkan kepala hewan ke kiblat ya.
  8. Hewan Qurban harus sehat, tidak cacat, dan dipilih yang lebih gemuk.
  9. Sesudah hewan disembelih, penanganan hewan Qurban, seperti pengulitan dan pemotongan, baru dilakukan ketika diyakini hewan sudah mati.
  10. Oh ya, sebaiknya hindarkan stress pada hewan dengan tidak memperlihatkan padanya temannya yang sedang disembelih. Percaya atau tidak, hewan dalam keadaan stress, dagingnya jadi tidak enak dimakan.
  11. Sebelum penyembelihan, berikan hewan istirahat yang cukup, tempat penampungan yang baik, bersih, cukup air, udara dan pakan.
  12. Jika diikat, tali ikatannya jangan terlalu pendek. Kasihan hewannya.
  13. Ingat ya, hewan harus terpotong dengan baik di tiga saluran, yaitu saluran nafas, makan, dan darahnya.
  14. Jangan sampai hewan mengalami stress berkepanjangan, sebelum penyembelihan, misalnya akibat transportasi yang jauh sehingga dia kelelahan, lapar, sakit, cuaca yang panas, berkelahi dengan sesamanya, hal ini akan menyebabkan kadar glikogen dalam tubuh hewan akan sangat turun hingga ke level terendah, sehingga akan menghasilkan perubahan komposisi biokimia daging yang dihasilkan. Pada saat pemotongan, glikogen yang ada dalam otot menjadi sangat sedikit.
  15. Kasus stress akut yang parah pada hewan akan menghasilkan daging yang pucat, lembek, dan berair. Akibatnya daging akan mudah busuk, dan susutnya ketika sudah dimasak menjadi tinggi.
  16. Hewan yang disembelih dalam kondisi stress, akan menyebabkan darah banyak tertinggal di dalam otak dan otot, dan pembuluh darah akan menutup dan tersumbat. Akibatnya akan terjadi ketidaksempurnaan pengeluaran darah dan daging menjadi cepat busuk. Selain itu, hewan akan tetap dalam keadaan sadar dalam waktu yang lama dan meronta-ronta yang akan menyebabkan trauma fisik.
  17. Hewan yang roboh tidak sesuai dengan arah yang tidak diinginkan, tidak boleh diseret atau dibalik. Sembelihlah sesuai dengan arah berbaringnya. Setelah roboh, kaki dapat diikat dengan simpul tomfool dengan hati-hati.
  18. Penyembelihan harus cepat, sekali ayun, dan dilakukan tepat di bawah dagu pada tulang leher 1 sampai 3, untuk mengurangi penyumbatan pembuluh darah. Darah harus keluar cepat, deras, dan tuntas.
  19. Hewan harus disembelih kurang dari 10 detik setelah dibaringkan, tidak boleh dilihat hewan lain, dan baru dimasukkan arena pemotongan ketika semua penyembelih sudah siap, artinya hewan tidak boleh dibiarkan menunggu.
  20. Menggenggam gagang pisau dengan arah ujung pisau ke bawah depan. Menggerakkan pisau dari atas ke bawah, kanan ke kiri, bisa juga sebaliknya, dengan sekali gerakan atau maksimal 3 kali gerakan tanpa mengangkat pisau dari bidang sayatan. Harus ada bidang kosong di bawah agar leluasa.
  21. Lakukan uji kornea untuk membuktikan hewan sudah mati atau belum. Hewan yang sudah mati, jika disentuh matanya tidak akan bereaksi.
  22. Segera kendurkan tali pengikat agar hewan mati dalam keadaan rileks.
  23. Jangan siram luka sembelihan jika belum yakin hewannya sudah mati.
  24. Jangan terlalu lama jarak antara penyembelihan dan pemisahan daging.
  25. Jangan tumpuk daging yang belum dipisahkan jeroannya di tempat panas,
  26. karena akan menimbulkan pembusukan daging dan jeroan.

kambing-stress5

Duh… kasihan, kambing ini pasti stress berat ya…

Yuk perhatikan adab-adab ini sehingga hewannya mati dengan tenang, kita juga tenang dan nyaman melakukan Qurban, dan para penerima serta pemakan daging Qurbannya juga tenang dan bahagia. Betul deh, penting banget bersikap ihsan dalam semua hal.

Aneka meme si kambing, yang justru bikin sedih jika terjadi ketidak-ihsan-an dalam proses penyembelihan sesungguhnya.

 

Referensi:

Materi dari Drh. Ira Firgorita, Direktorat Kesehatan Masyarakat Veteriner Ditjen Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian RI.

Advertisements

About ifaavianty1

A wife, mom of 3 sons, writer and author of about 70 books. Loves books, music, movies, cook, art n craft, history, rain, mall, coffee, tea, and pasta. Oh, and every genius :))
This entry was posted in halal, inspirasi, islamic, sikap and tagged , , , , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s