Sensor Mandiri Dimulai Dari Orang Tua

“Ih, itu ada adegan orang gedenya. Ayo Beb, tutup matanya!”

“Iya udah, mas”.

“Itu masih ngintip ya? Tutup matanya, Bebeb!”

“Mas Ade enggak tutup mata, kok Bebeb disuruh tutup?”

Hahaha, saya jadi enggak kuat menahan ketawa. Padahal tadinya saya sedang memerhatikan kedua anak saya yang menjalani program Homeschooling, yang sedang menonton film kartun di Televisi berbayar. Tadi kok aman ya, kenapa sekarang ada adegan pacaran? Padahal itu kartun untuk semua umur lho. Nah, ini berarti saya sebagai ibunya, sekaligus sebagai fasilitator program homeschooling mereka yang harus aware. Gimana ini kok bisa lolos film kartun beginian dan ditonton anak anak di rumah?

 

Sering sekali saya menemukan hal seperti ini, bahkan di tontonan yang diperuntukkan untuk anak-anak. Kalau sinetron sih enggak kehitung ya. Makanya sudah sejak lama, saya dan suami melarang anak-anak nonton sinetron. Maaf ya teman teman sineas pembuat sinetron. Hanya ada beberapa perkecualian, yaitu Para Pencari Tuhan, Adit Sopo Jarwo, dan apa lagi ya? Sudah. Ya serius, sudah itu saja. Itu baru sinetron, belum lagi iklan, tayangan reality show yang pada masa ini banyak sekali jenis tayangan reality show yang kolosal, tertawa ramai-ramai, joged ramai-ramai, saling mencela dan menghina, saling menyentuh bagian tubuh antara lawan jenis dengan tanpa perasaan risih. Ya ampun, mau dibawa kemana penonton kita?

Sebagian yang masuk kategori aman

Credit foto by Smeakers dan Wonder of Life and Dolls

 

Syukurlah karena adanya pembatasan dan pelarangan menonton beberapa acara tadi, membuat anak anak kami terbiasa melakukan sensor mandiri. Mereka menolak melihat adegan dewasa, adegan kekerasan, dan menolak mendengar guyon guyon kasar berikut segala caci maki. Tapi bukan berarti aman sampai di situ. Kami juga masih sering kecolongan, sekali dua kali mereka menirukan umpatan kasar ala SpongeBob atau Oggy and the Cocroaches misalnya. Kami harus tetap siaga untuk mengingatkan berkali-kali sambil menabung stock kesabaran dan doa yang tak kunjung habis.

Kadang kalau kita hanya ngomong dan melarang saja, mereka juga tidak mau dengar apalagi menuruti. Jadi, semua harus dimulai dari kita, orang tuanya. Jika kita ingin anak melakukan sensor mandiri, kita juga harus disiplin melakukannya. Ada beberapa tips yang bisa saya sharing yang selama ini saya gunakan di rumah kami, misalnya:

  1. Orang tua hendaknya juga melakukan diet televisi dengan tidak menonton beberapa acara televisi dan dengan tegas mematikannya.
  2. Mematikan televisi pada waktu waktu tertentu, seperti waktu shalat, makan, dan belajar, juga ketika sedang ada tamu.
  3. Tidak menonton apalagi mengunggah dan mengunduh situs situs dewasa di computer, atau di gadget. Apalagi sampai mengoleksi.
  4. Jika pernah memiliki atau menyimpan harus segera dimusnahkan.
  5. Ajarkan pada anak tentang rasa malu, aurat laki laki dan perempuan, serta bagaimana menjaga diri dalam pergaulan, sesuai dengan tahapan usia dan tugas perkembangannya.
  6. Jadi teman diskusi sekaligus teman berdebat yang seru dan asyik bagi anak.
  7. Sediakan banyak aktivitas lain bagi anak, sehingga perhatiannya teralihkan dari tv dan gadget. Percaya deh masih begitu banyak hal yang seru dan sayang dilewatkan di dunia ini ketimbang hanya terpaku dengan TV dan gadget.

 

Insha Allah, anak jadi punya sensor mandiri dan lupa TV dan gadget. Jangan lupa ya ma, pa, walk the talk, please…

Advertisements

About ifaavianty1

A wife, mom of 3 sons, writer and author of about 70 books. Loves books, music, movies, cook, art n craft, history, rain, mall, coffee, tea, and pasta. Oh, and every genius :))
This entry was posted in film, Home Schooling, inspirasi, lifestyle, parentings and tagged , , , , , , . Bookmark the permalink.

2 Responses to Sensor Mandiri Dimulai Dari Orang Tua

  1. yunihan09 says:

    Terimakasih sharingnya yang sangat informatif mba, memang acara televisi sekarang bermacam ragamnya kita harus jeli dan benar2 melihat mana tontonan yang layak dinikmati anak agar anak2 tidak mudah kena pengaruh buruk akibat nonton TV

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s