Kuliner Jogja yang Selalu Membuat Rindu Pulang

Katon Bagaskara dan KLA Project ternyata memang benar. Setiap kali menyebut kata Jogja, rasanya saya tidak ingin berkata ‘pergi ke Jogja’, tetapi ‘Pulang ke Jogja’. Menjejakkan kaki di kota budaya itu, serasa pulang ke rumah sendiri, yang hangat, yang kesannya tetap tinggal di dalam hati dan kepala, sampai kapanpun. Banyak hal yang menguatkan itu, bagi saya, meskipun saya bukan orang Jogja. Suami saya juga bukan. Tetapi suasana kota dan nuansa kulinernya yang khas, yang sangat Indonesia, membuat kami selalu rindu menjejakkan kaki di sana. Padahal, terakhir baru akhir tahun 2015 kami ke sana dengan Batik Air, yang sekaligus juga merupakan perjalanan terbang pertama bagi dua dari tiga putra kami, Ahya dan Bebeb.

 

Budaya dan ciri khas kejawaannya yang kental, keramah tamahan penduduk, dan kulinernya yang tak tertandingi, adalah tiga hal utama yang mengikatkan hati saya pada kotanya Sri Sultan Hamengkubuwono itu.

 

Aneka macam kuliner asli Indonesia, asli Jogja, yang seakan tak tersentuh perubahan zaman, namun tetap saja disuka. Berbeda dengan beberapa kota lain yang cenderung menyajikan kuliner ala fusion, yaitu mencampurkan kuliner rasa tradisional (timur) dengan kuliner barat, kuliner Jogja memiliki kekhasan percampuran rasa manis, gurih, dan pedas. Selain itu cara penyajiannya juga Jogja bangeeet, yaitu lesehan dan makanan rumahan, yang suasananya juga kayak di rumah sendiri.

jogja5

Salah satu contoh masakan rumahan yang pernah kami kunjungi, ini letaknya tidak jauh dari hotel tempat kami menginap ketika itu, yaitu hotel Dafam. Nama rumah makannya “Makanan Rumahan Ceria”. Itu baksonya uenaaaak pakai banget. Tumis-tumisan dan menu lainnya kayak di rumah sendiri, dengan rasa yang enggak aneh-aneh, dan ..mengenyangkan. Jadi bukan cemal-cemil saja, ini beneran bikin enggak lapar lagi. Dalam pengertian saya, itu cukup porsi dan kandungan gizinya.

Ada lagi kuliner unggulan Jogja, yaitu Mie Godog Jawa. Ada beberapa, bahkan banyak yang enak dan recommended di Jogja. Bumbunya betulan gurih dan pedas, panas-panas begitu mendidih langsung disajikan. Berbeda dengan Mie Godog Jawa yang dijual di Jakarta deh kayaknya. Yang di Jakarta, menurut saya ya, cenderung kurang gurih, beberapa malah kebanyakan air, jadi kayak mie kebanjiran. Oh, kurang panas dan kurang pedasss pula. Jadi yang dijual di Jogja itu umumnya pedasnya merupakan campuran yang pas antara lada/merica dengan cabe rawit alias cabe setan.

 

Kuliner Jogja yang enggak boleh dilupakan untuk dicicipi adalah oseng mercon. Ini juga rasa merconnya yang bikin mulut meledak, dihasilkan dari kolaborasi yang pas antara lada/merica dengan cabe setan. Eh tapiii saya enggak merekomendasikan buat yang punya masalah gawat dengan pencernaan ya. Karena dijamin segera setelah selesai makan si mercon mulut ini, anda langsung merasakan kontraksi sejati (bukan kontraksi palsu) di perut. Tapi… tapi kalau enggak dicoba kan mubazir ya, sudah jauh-jauh datang ke Jogja. Ya terserah sih, kalau memang penasaran mah. Saya sih kasih bintang empat memang…. “wink

 

Gudeg yang sensasional itu juga wajib dirasakan. Manisnya tidak meninggalkan jejak di mulut, soalnya rasanya enggak hanya manis saja, ada gurihnya juga. Tahu dan tempe bacemnya jangan ketinggalan ya.

 

Terakhir yang juga merupakan item wajib untuk kulineran ala Jogja, adalah Bakpia. Ada tuh, pusat bakpia, agak keluar sedikit dari kota Jogjakarta, agak ke arah Bantul. Lupaaa banget namanya. Soalnya saya pergi ke sananya sudah beberapa tahun yang lalu. Nah untuk bakpia, seiring dengan perkembangan zaman, sekarang mulai banyak varian isinya. Mostly, saya paling suka yang berisi keju dan durian.

 

Beberapa nama lagi kuliner Jogja yang recommended, misalnya Sate Klathak, sate Buntel, Dawet Ayu, Ayam Goreng khas Jogja yang agak sari-sari manis gitu, terus apa lagi ya? Hadoooh saking banyaknya malah bingung. Oh, angkringan nasi kucing. Jangan lupa, ingat kucing anda di rumah ya, jadi jangan nambah melulu, karena porsi nasi dan lauknya yang hanya seukuran mamam si Poukijan, kucing saya.

 

Kalau sudah begini, jadi rindu pulang ke Jogja. Hayuk pesan tiket pesawat dari sekarang ah, di Airpaz. Terbangnya pakai Batik Air lagi, soalnya pelayanannya keren banget, dan meng-Indonesiaaaa banget. Cinta banget deh saya sama Indonesia kalau begini….

jogja6

Advertisements

About ifaavianty1

A wife, mom of 3 sons, writer and author of about 70 books. Loves books, music, movies, cook, art n craft, history, rain, mall, coffee, tea, and pasta. Oh, and every genius :))
This entry was posted in food, kuliner, lifestyle, travelling and tagged , , , , , , , , , . Bookmark the permalink.

3 Responses to Kuliner Jogja yang Selalu Membuat Rindu Pulang

  1. noe says:

    Jogja… aku kangen rawon dan gudeg nyaa… hihi

  2. Airpaz says:

    Tulisan menarik. Terimakasih atas partisipasinya dalam lomba blog Airpaz. Semoga menang dapat tiket pesawat gratis dari Airpaz yah 🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s