Jika Kelak Engkau Menjadi Ibu

Anak daraku sayang

 

Alhamdulillah hari ini tepat dua tahun usiamu. Mama bahagia sekali menyaksikan pertumbuhanmu, kesehatanmu, dan semua kemajuanmu semenjak engkau lahir hingga sekarang. Alhamdulillah, kamu termasuk anak yang jarang sakit, lincah, cerdas, dan sangat aktif. Oh, dan cantik, tentu saja, seperti mamamu, dulu dan kini. Hehehe…

 

Sayang, ada satu hal yang mengganjal di pikiran mama. Bagaimana mama harus mengentikan ASI Eksklusif untukmu, sementara sudah sejak lahir, mama berjuang untuk memberikan ASI Eksklusif untukmu? Memikirkan itu, rasanya mama enggak tega. Apalagi, berkat bantuan ASI Eksklusif dan pedoman MPASI ala WHO, kamu tumbuh membahagiakan seperti sekarang. Selama dua tahun dalam kehidupanmu, kamu telah terbiasa dengan ASI, dan sama sekali tidak pernah mencicipi susu selain air susu mama. Betulkah nanti kamu akan sempat mengalami intoleransi terhadap susu formula? Lalu kamu akan mencret-mencret dan mengalami sakit, dan menjadi lesu. Aduh, membayangkannya mama tidak sanggup, Sayang.

asi1'

Tapi mungkin itu hanya perasaan sentimentil mama saja ya, Nak. Baper kata orang sekarang. Toh, sudah semestinya begitu, maksudnya setiap anak yang sudah melewati usia dua tahun, sudah tidak lagi menjalani ASI Ekslusif. Anak tersebut harus mulai diperkenalkan dengan asupan makanan dan minuman yang lebih banyak macam ragamnya lagi. Kemarin sempat ada yang bilang, kalau anak yang kelamaan dikasih ASI akan menjadi anak yang picky eater, alias anak yang makannya susah. Aduuuh, jangan ya, Nak. Terus terang, mama suka habis kesabaran melihat anak yang makannya rewel, ini enggak mau, itu enggak suka.

 

Sejujurnya sih, mama enggak percaya kalau picky eater disebabkan kelamaan diberi ASI. Tuhan menciptakan ASI dengan sangat sempurna, enggak ada keburukannya, setahu dan seyakin Mama. Sejauh ini mama enggak pernah dengar langsung, jika ASI menimbulkan dampak negative pada ibu dan anak.

 

Dulu sih, sewaktu kamu baru berusia enam minggu, mama pernah terkena mastitis terinfeksi. Ya Allah, Naaak, sakiiit betul rasanya. Puting susu mama ada peradangan, lecet, berdarah dan bahkan bernanah. Perih, ngilu, pakai acara demam pula. Sementara kamu termasuk bayi yang banyak menyusu dan sering haus. Mama bingung sekali waktu itu. Kata dokter, itu akibat alat pompa ASI punya mama kena kuman, kurang bersih sewaktu mencucinya. Kalau riwayat penderita mastitis sebelumnya, mama belum pernah. Sewaktu menyusui kedua kakakmu, mama baik-baik saja.

 

Sempat terbersit ingin menyudahi saja untuk memberimu ASI Eksklusif. Enggak tahan sakitnya. Tapi untunglah, mama kembali kepada niat mama semula. Mama ingin menebus ‘kesalahan’ mama, karena tidak sempat memberi ASI Eksklusif selama dua tahun penuh kepada kakak-kakakmu. Papamu juga menyemangati terus agar mama jangan menyerah. Kalau lagi kumat kesalnya, mama sering membatin, “Iya, kan kamu enggak merasakan sakitnya!”, kepada papamu.

 

Kacaunya lagi, mama sempat konsultasi ke dokter dan dokter memberikan mama obat yang ternyata enggak ada pengaruhnya sama sekali. Mastitis-nya tidak kunjung sembuh, malah kian parah. Akhirnya, bismillah, mama mencoba ikhtiar lain. Mama mengoleskan madu dan air zamzam ke puting susu mama yang sakit itu. Bismillah, semoga Allah berkenan menyembuhkan. Demi kamu, sayangku cantik.

 

Alhamdulillah, sekitar dua atau tiga hari, mastitisnya sembuh, kering sendiri. Subhanallah, maha suci Allah yang sudah menciptakan madu dan air zamzam ya. Oh ya setiap kali mengoleskan, mama pasti berdoa untuk kesembuhan mama dan kesehatanmu.

 

Jadi ketika mastitis itu datang lagi, kira-kira dua bulan kemudian, segera mama tangani dengan campuran madu dan air zamzam. Jadi kamu bisa segera kembali menikmati ASI Eksklusif tanpa dipompa dan diminum dari botol.

asi2

 

Anakku sayang,

Mama titip pesan padamu. Jika kelak engkau menjadi seorang ibu, kuatkan niat dan tekadmu ya Nak. Sebisa mungkin, berikan ASI Eksklusif untuk anak-anakmu. Jangan menyerah dalam berjuang menjadi Ibu ASI Eksklusif. Kamu tidak sendiri, Nak. Jangan percaya mitos-mitos tentang ASI Eksklusif, yang katanya bikin bayi jadi kurus, rewel makannya dan banyak lagi. Jangan bosan mencari informasi, yang berlimpah di sekitar kita. Bergandeng tanganlah dengan suamimu kelak, juga dengan sesama ibu pejuang ASI. Rayakan setiap keberhasilanmu dengan bersyukur dan bersyukur.

Oh iya, jangan lewatkan momen seperti Pekan ASI Dunia, banyak hal positif yang bisa kamu dapatkan sebagai ibu, pada momen-momen seperti itu, untuk menyemangati dirimu sendiri sebagai pejuang ASI Eksklusif.

 

Dimanapun kamu dan mama saat itu, percayalah, Mama selalu mendukungmu. Sebab Mamapun melakukan hal yang sama untukmu…

 

Peluk cium sepenuh sayang,

Mama

 

(Seperti dikisahkan seorang ibu pejuang ASI Eksklusif. Thank you ya buu)

 

Credit foto by Google

Advertisements

About ifaavianty1

A wife, mom of 3 sons, writer and author of about 70 books. Loves books, music, movies, cook, art n craft, history, rain, mall, coffee, tea, and pasta. Oh, and every genius :))
This entry was posted in baby, inspirasi, life, parentings, perempuan, sikap and tagged , , , , , , , , , , . Bookmark the permalink.

4 Responses to Jika Kelak Engkau Menjadi Ibu

  1. Rotun DF says:

    Melting bacanya Mba, as always :*

  2. Perjuangan yang luar biasa mba. Kelak bila si dedek telah dewasa dan membaca postingan ini betapa dia akan sangat bangga pada dunia pernah punya mama yg luar biasa. Aniwey ini kisah mba Ifa atau bersumber dari ibu itu. Maksud keterangan di akhir tulisan ini kalau boleh tahu apa ya? 🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s