Ketika si Pus Terancam

Hampir di setiap tempat yang kita lalui, kita pasti akan menemukan hewan yang satu ini. Wajahnya lucu dan imut seringkali membuat kita jatuh sayang kepadanya. Namun sayangnya, tak semua orang memerhatikan lebih jauh bahwa sebenarnya hewan imut yang bernama kucing ini sedang dalam bahaya.

Tidak, dia tidak sedang terancam punah, seperti halnya saudara jauhnya yaitu harimau sumatera. Justru kucing sedang ada di dalam keadaan bahaya, karena jumlah mereka yang sudah sangat banyak. Terlalu banyak, bahkan. Over populated. Tidak heran, hampir di setiap tempat, mereka berkembang biak dan terus bertambah jumlahnya tanpa ada yang bisa menghentikannya. Akibatnya, tak jarang kita mendengar atau menemukan kisah kucing yang terlantar atau bahkan diperlakukan secara semena-mena oleh manusia. Tak sedikit kucing yang dipukuli, disiram air, bahkan disiram air panas, disiksa, karena mereka mencuri makanan. Atau kucing yang mati tertabrak tanpa ada yang mengurusi, atau tercebur ke sungai atau ke kali. Singkatnya, nasib kucing seringkali tak selucu wajahnya.

Menyayangi hewan, termasuk kucing, adalah bagian dari menyayangi dan memelihara alam semesta. Alam semesta adalah sebuah titipan Tuhan yang diamanahkan kepada kita, manusia, untuk dijaga dan dipelihara sedemikian rupa, sehingga bisa digunakan untuk keberlangsungan hidup kita. Jadi, memikirkan nasib kucing yang terlantar juga merupakan bagian dari menyayangi dan memelihara semesta.

Lalu apa yang bisa kita lakukan untuk para kucing yang sudah overpopulasi ini?

Ada beberapa hal yang menurut saya, bisa kita lakukan bersama untuk merawat dan menyayangi kucing-kucing yang terlantar ini.

toyota1

toyota2

Dua kucing yang ada di ‘shelter kecil’ di rumah kami, Gembul dan Pou. Lucu ya?

 

Pertama, yang paling mudah tentu saja mencegah semua perilaku kejam danmena-mena terhadap hewan terlantar, termasuk kucing-kucing liar. Kita bisa melakukan berbagai upaya, misalnya mengajak orang-orang terdekat untuk mulai menyayangi mereka, jika tidak suka, bukan berarti boleh menyiksa mereka. Bisa juga kita melakukan kampanye gerakan sayangi hewan terlantar.

Kedua, jika tidak bisa memelihara mereka, bisa bergabung dengan Gerakan atau Komunitas Penyayang Hewan Terlantar. Banyak hal yang bisa dilakukan untuk hewan-hewan malang itu dengan berjejaring.

Ketiga, bisa juga dengan selalu memberi mereka makanan tanpa harus memelihara mereka. Misalnya dengan rutin memberi makanan pada kucing jalanan, atau dengan meletakkan wadah-wadah berisi makanan kucing di depan rumah.

Keempat, dengan menyediakan atau membangunkan shelter atau rumah singgah untuk mereka. Bisa di rumah kita jika memungkinkan. Namun ini tentu membutuhkan pendanaan dan perhatian serta waktu yang tidak sedikit.

 

Kucing-kucing yang sudah ada di shelter itu pertama kali datang harus divaksin dan diberi macam-macam obat khusus, misalnya obat cacing, obat kutu dan lain-lain. Tentu membawa mereka ke dokter hewan adalah langkah yang tepat. Bila kondisi mereka memungkinkan, bisa langsung dilakukan proses steril. Bila tidak, bisa dilakukan segera setelah kondisi mereka membaik.

Jadi steril atau kebiri adalah proses pemandulan pada kucing, yang berarti membuang alat kelaminnya, yang jantan dibuang testikelnya, yang betina dibuang ovariumnya. Tentu proses ini dilakukan oleh dokter hewan. Usia layak steril pada kucing minimal 8 minggu atau 6 bulan. Bagi kucing dewasa, meskipun sudah steril, dia masih bisa menjerit-jerit memanggil betinanya.

Ada beberapa manfaat steril kucing yang manfaatnya bisa dirasakan juga oleh kita :

  1. Mengurangi resiko kanker prostat, kanker testis dan hernia pada kucing jantan dan kanker rahim, indung telur dan payudara pada kucing betina
  2. Mengurangi agresivitas kucing saat ia terkena heat cycle ketika sedang birahi.
  3. Menghilangkan suara tinggi kucing, yang mengganggu kenyamanan kita.
  4. Kucing pasca steril biasanya lebih manja dan penurut.
  5. Kucing jantan tidak buang air kecil sembarangan lagi untuk menandai wilayah kekuasaannya.
  6. Bisa lebih menghemat biaya, kalau dihitung dengan biaya perawatan segerombolan anak kucing.
  7. Bisa ikut mengontrol populasi kucing, sehingga mengurangi resiko perlakuan semena-mena terhadap kucing, atau kucing yang tersia-sia.
  8. Bisa mengurangi resiko kematian ibu dan bayi kucing, Bayangkan, dalam setahun seekor kucing bisa beranak 3-4 kali dengan sekali melahirkan dua sampai lima ekor.
  9. Bisa mengurangi resiko luka dan kematian kucing jantan karena pergi jauh mencari jodoh atau berkelahi berebut kucing betina.
  10. Bisa mengurangi resiko rabies.
  11. Bisa menggemukkan kucing yang kurus.

 

Penanganan pangan dan kandang mereka juga harus diperhatikan secara khusus, sehingga tidak menimbulkan masalah baru.

 

Cukup banyak bukan, hal yang bisa dan harus kita lakukan untuk menjaga keseimbangan semesta, dimulai dengan menyayangi hewan seperti kucing terlantar. Sebagai balasannya, semesta tidak pernah ingkar janji. Iapun akan menyayangi kita sebagai wakil Tuhan di muka bumi yang telah membantu merawat mereka. Semestalah yang akan membantu melangitkan setiap doa, keinginan, dan cita-cita kita untuk lebih baik dan menjadikan bumi ini sebagai tempat hidup seluruh makhluk yang lebih baik lagi.

Dan keberkahan dari Tuhan akan turun untuk kita.

 

toyota3

 

Advertisements

About ifaavianty1

A wife, mom of 3 sons, writer and author of about 70 books. Loves books, music, movies, cook, art n craft, history, rain, mall, coffee, tea, and pasta. Oh, and every genius :))
This entry was posted in culture, environment, inspirasi, sikap and tagged , , , , , , , , , , , , , , , , , , . Bookmark the permalink.

2 Responses to Ketika si Pus Terancam

  1. Imronfhatoni says:

    Taunya si pus yang dimaksud ternyata kucing 😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s