Sekilas Dua Putra Terbaik Sumbawa

Berbicara mengenai Tanah Samawa, ternyata belum banyak yang mengenal tokoh-tokoh yang merupakan putra-putra terbaiknya. Padahal cukup banyak sumbangsih putra-putra Sumbawa yang telah mengharumkan nama bangsa ini dan memberikan kontribusi terbaik bagi tanah air Indonesia.

Kali ini saya hanya akan memperkenalkan dua dari sekian banyak tokoh putra-putra terbaik tanah Samawa. Keduanya lahir dalam zaman yang berbeda, namun keduanya telah mampu mengukir prestasi yang membanggakan bagi tanah kelahirannya.

 

pemuda sumbawa 1

Yang pertama adalah Laksamana Madya TNI H Lalu Manambai Abdulkadir. Beliau lahir di Sumbawa Besar, 28 November 1928 sebagai putra dari keluarga Adipati Kesultanan Sumbawa, H. Lalu Tunruang. Sejak kecil Manambai telah menunjukkan jiwa kepemimpinan yang menonjol diantara anak-anak seusianya. Sejak usia 6 tahun, Anam (nama panggilannya) telah dikirim orang tuanya bersekolah di Bima, yang pada masa itu perjalanan antara Sumbawa-Bima bisa ditempuh dalam 7-8 hari perjalanan dengan mengendarai kuda. Setelah menempuh pendidikan di HIS/ELS di Bima Mataram, Anam melanjutkan pendidikannya ke Surabaya untuk setingkat SMP.

Di kota inilah, ia bersentuhan dengan semangat perjuangan. Ia bergabung dalam TRIP atau Tentara Pelajar pimpinan Mas Isman tahun 1941-1944. Demikian pula ketika ia melanjutkan SMA ke Jogja, dimana ia kemudian menjadi Komandan Gerilyawan Republik Indonesia Pangkalan  III Cirebon. Sejak zaman kemerdekaan, Ambai meneruskan karirnya di militer di Angkatan Laut hingga menjalani purna tugas di tahun 1983 dengan pangkat terakhir sebagai Laksamana Madya TNI AL (bintang tiga).

Selama dalam perjalanan karirnya yang panjang, Ia telah menempati berbagai posisi strategis sesuai dengan keahlian dan ketrampilannya, seperti Komandan Komando Kapal Selam (Dankojenkasel), Panglima Armada Laut RI, hingga Deputi Kasal. Peristiwa yang cukup momental dilaluinya ketika sebagai Komodor Laut (Bintang Satu), ia ditugaskan dalam OPerasi Mandala dalam rangka pembebasan Irian Barat, mendampingi Komodor Yos Sudarso. Yos SUdarso kemudian gugur di Laut Arafuru. Saat itu Ambai bertugas sebagai Komandan Komando Satgas Kapal Selam Armada Laut RI. Tugas penting lainnya adalah ketika Bung Karno menugaskannya untuk menjemput kapal selam dari Soviet dan Polandia tahun 1958, yang mengantarkannya sebagai putra Indonesia pertama yang mendapatkan Sertifikasi Kualifikasi Pendidikan Kapal Selam dan Pelatihan Persenjataan Bawah Laut dengan predikat Summa Cumlaude. Pengakuan yang sama ia dapatkan dari Angkatan Laut Amerika Serikat pada tahun 1968.

Ia yang dijuluki Bung Karno sebagai Koboi dari Sumbawa ini pernah beberapa kali juga ditugaskan sebagai perwakilan Negara, baik dalam rangka tugas militer maupun diplomatic. Ia memperoleh 23 bintang Tanda Jasa dan Kehormatan dari pemerintah.

Beliau wafat pada usia 66 tahun di Jakarta 16 Februari 1995 dan dimakamkan di TMP Kalibata. Anambai meninggalkan seorang istri, Hj. Felisitas, dan 6 anak.

 

pemuda sumbawa 2

Masih berhubungan dengan kisah perang, Perang yang ini berlangsung dalam bentuk film. Namanya Perang Sapugara, Ini merupakan sebuah film yang disutradarai sekaligus diperankan oleh Adi Pranajaya, yang merupakan juga salah satu putra terbaik tanah Samawa. Berbeda zaman dengan Anambai, Adi membuat fim ini pada tahun 1994, dengan menceritakan perjuangan rakyat Sumbawa tempo dulu. Dengan durasi 90 menit, film ini cukup intens menggambarkan sisi perjuangan rakyat Sumbawa dan bisa menjadi salah satu bahan sejarah untuk generasi muda yang akan datang.

Adi yang kelahiran Sumbawa ini seorang pembelajar dan pekerja keras. Ia pernah berguru soal film kepada Teguh Karya dan Arifin C Noer. Dari hasil pembelajaran dan kerja kerasnya yang tiada henti, ia sudah menghasilkan lebih dari 50 naskah film, beberapa judul buku, dan karya-karya pertunjukan lainnya. Dimanapun ia selalu mengingatkan agar para pekerja seni selalu membawa ruh tradisi dalam menciptakan karya-karyanya, agar karya seni yang dihasilkan tak sekedar seni saja, namun memiliki banyak nilai yang berharga untuk diberikan kepada para penonton.

 

Dua sosok yang saya perkenalkan ini adalah mutiara yang terlahir di Sumbawa, bersama dengan banyak mutiara lainnya. Masih terlalu sedikit yang saya ketahui tentang mereka, dan ini membuat saya merasa ingin menggali lebih banyak lagi tentang tokoh-tokoh yang merupakan putra terbaik kelahiran tanah Samawa.

 

Cuplikan film Perang Sapugara

 

Referensi dan foto:

Bangmek.wordpress.com

Lsmboang.wordpress.com

Suarasumbawa.com

 

banner sumbawa

Advertisements

About ifaavianty1

A wife, mom of 3 sons, writer and author of about 70 books. Loves books, music, movies, cook, art n craft, history, rain, mall, coffee, tea, and pasta. Oh, and every genius :))
This entry was posted in culture, film, pemuda, sejarah, Uncategorized and tagged , , , , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s