Berwisata dan Belajar di Karimunjawa

Mendengar kata Karimunjawa tentu yang terbayang adalah sebuah destinasi wisata pantai yang terkenal karena keindahannya. Suatu tempat yang cocok untuk menghabiskan liburan, sejenak menjauh dari hingar binger kesibukan kota, dan menepi sejenak dari rutinitas tekanan pekerjaan.

Bagi saya, yang belum pernah berkunjung ke tempat tersebut, keinginan saya berkunjung ke Karimunjawa, bukan hanya sekedar ingin berlibur atau berwisata. Saya juga ingin mengajak anak-anak saya, tiga jagoan, berwisata sambil belajar di Karimunjawa yang masih merupakan bagian dari Kabupaten Jepara, provinsi Jawa Tengah. Kalau ditelusuri, letaknya tidak terlalu jauh dari Jepara, yang juga enggak terlalu jauh dari kampung halaman suami saya, Grobogan. Ribet ya? Enggak ah…

Di dalam benak saya, kunjungan wisata ke Karimunjawa ini bisa sekalian libur akhir tahun, setelah mengunjungi Mbah Rayi-nya anak-anak, di Grobogan.

 

Apa yang ingin saya kunjungi di Karimunjawa?

 

Wisata Karimunjawa bagi kami, keluarga homeschooling, tentu harus bernilai lebih. Dan pasti bernilai lebih, karena Karimunjawa bukan hanya menawarkan wisata pantai saja. Di sana juga ada wisata religi yang menguak legenda asal usul Karimunjawa.

Karimunjawa konon ditemukan oleh Sunan Muria, salah satu dari Wali Songo yang merupakan tokoh utama penyebaran agama Islam di Pulau Jawa dan Nusantara pada umumnya. Legenda itu berkisah tentang Sunan Muria yang prihatin atas kenakalan putranya yang bernama Amir Hasan. Untuk mendidik sang putra, Sunan Muria memerintahkan putranya itu pergi ke sebuah pulau di seberang laut yang terlihat kremun-kremun (kabur) jika disaksikan dari puncak gunung Muria, agar di sana Amir Hasan dapat memperdalam ilmu agamanya. Dari kata kremun-kremun itulah kemudian disebut Karimun.

Jejak sejarah Pulau Karimunjawa dapat dinikmati sekarang dalam bentuk wisata religi, berkunjung ke Masjid Karimunjawa, beberapa makam seperti makam Sunan Nyamplungan, makam Sayid Kambang, dan makam Sayid Abdullah, ketiganya terletak di desa Karimunjawa.

 

Dengan demikian, anak-anak saya bisa belajar sejarah, agama Islam, budaya Jawa, dan tentu saja belajar mengenal akar budaya nenek moyang ayahnya yang orang Jawa Tengah.

 

Wisata Karimunjawa tanpa mengunjungi situs-situs pantai dan wisata alam yang indah tentu tidak lengkap sama sekali. Beberapa lokasi wisata pantai dan wisata alam yang tak boleh dilewatkan antara lain; Kolam Hiu, Legon Lele, Bukit Love, Bukit Nyamplungan, Bukit Joko Tuo, Pantai Ujung Gelam, Pantai Batu Topeng, dan Pantai Nirwana, semuanya di desa Karimunjawa. Sementara di desa Kemojan, ada Pantai Barakuda, Pantai Batu Karang Pengantin, dan Tracking Hutan Mangrove.

karimun 1

Pantai Barakuda

karimun 2

Bukit Love

karimun 3

Bukit Joko Tuo

 

Sedikit tentang Bukit Love, ia adalah sebuah lokasi wisata dengan sunset point yang indah, dan kita akan menemukan sebuah batu besar bertuliskan LOVE. Cocok ya buat selfie dan wefie bareng keluarga.

Sementara di Bukit Joko Tuo anda akan mendapati pemandangan indah dari bukit yang berhadapan dengan kota kecil Karimunjawa. Bukit ini disebut Joko Tuo karena di sini ditemukan kerangka ikan Joko Tuo yang merupakan ikan raksasa, sejenis ikan paus. Panjang ikannya sepanjang 3 meter dan termasuk ikan langka.

Selain untuk menikmati sunset yang indah, wisatawan disuguhi berbagai daya tarik, seperti melihat kerangka ikan Joko Tuo, Tasbih raksasa dari batu yang beratnya mencapai 1000 kg, dan dapat juga melakukan mountain tracking dan hiking.

Seru banget kan? Anak-anak dapat belajar sambil meningkatkan kecerdasan natural, kecerdasan kinestetik, intrapersonal, interpersonal, dan kemampuan adversitas-nya (kemampuan menangani dan memecahkan masalah, termasuk survival).

Betul deh, kepingin banget saya berkunjung ke Karimunjawa bersama keluarga. Tujuan utamanya tentu untuk meningkatkan wawasan dan berbagai jenis kecerdasan yang dimiliki anak-anak, sesuai prinsip homeschooling.

Jangan lupaaa, kulineran dong. Jangan sampai ketinggalan menikmati Pindang Serani, Bakso ikan ekor kuning, Lontong Krubyuk (lontong, toge, seledri, suwiran ayam semur, dan kuahnya kuah bakso), tongseng cumi, siomay tongkol, wedang Blung, wedang jahe, es kelapa rainbow, klepon alang-alang, jenang krimun, dan pisang panggang. Semua bisa ditemukan di Karimunjawa Culinary Center di dekat alun-alun Karimunjawa.

karimun 4

Lomtong Krubyuk

 

Naaah,  untuk dibawa pulang, saya pasti beli Gereh Iwak Teri yang asin gurih itu, selain tentu aneka foto dokumentasi selama wisata Karimunjawa, cerita seru untuk ditulis di Blog, dan aneka souvenir khas Karimun.

Biar enggak ribeeet, namanya juga ngajak anak bertiga, saya percayakan semua perjalanan wisata Karimunjawa saya percayakan pada ParadisoTour yang sudah terpercaya dan memuaskan pelayanannya. Jadi saya sudah enggak pusing memikirkan ini dan itunya. Oh iyaaa, berangkatnya sebelum tanggal 18 Desember ah….

 

Video by Wanderlust Indonesia

Foto dan referensi by Google and Wikipedia

Advertisements

About ifaavianty1

A wife, mom of 3 sons, writer and author of about 70 books. Loves books, music, movies, cook, art n craft, history, rain, mall, coffee, tea, and pasta. Oh, and every genius :))
This entry was posted in education, Home Schooling, kuliner, lifestyle, travelling and tagged , , , , , , , , , . Bookmark the permalink.

One Response to Berwisata dan Belajar di Karimunjawa

  1. Not able to understand language, but awesome pics and video 😊

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s