Kasih Sayang Sebening Embun di Lebaran Ceria

Lebaran -1

 

Dear Tosca

Maafkan jika tahun ini saya tak banyak berbuat baik. Pada diri sendiri, pada orang-orang terdekat, apalagi pada umat. Saya menjelma menjadi manusia gua setengah tahun belakangan, hampir tak pernah sengaja bertemu saudara, sahabat dan teman, bahkan menyapa mereka di sosial media pun jarang.

Banyak yang harus saya selesaikan setahun belakangan, terutama setengah tahun belakangan. Saya sibuk mengejar target pekerjaan yang enggak ada habisnya. Apalagi dua dari tiga anak saya, Ahya dan Bebeb, baru setengah tahun belakangan ini juga memulai program Home Schooling-nya.

Alhamdulillah banyak kemajuan yang telah mereka capai, saya dan ayahnya tentu sangat bersyukur. Namun, sejujurnya hari hari saya jadi disibukkan dengan mereka. Dari mulai mengatur menu, kurikulum, hingga menjalankan fungsi tukang masak, janitor, guru, bus mom (karena tugas saya mengantar mereka kesana kemari, dibantu pak supir, pak Misan), tukang cuci setrika, cat-nanny untuk kucing-kucing kami, dan entah apa lagi. Lalu waktu yang mana lagi yang bisa saya sisipkan untuk saudara, teman, dan sahabat?

Ah itu alasan saya saja kali ya… entahlah, satu hal yang tetap saya pegang, mereka selalu ada dalam doa saya, sepenuh sayang.

Jadi Tosca,

Saya mengerti sepenuhnya jika lebaran kali ini, tak banyak yang berucap salam pada saya. Ah, siapalah saya? Saya Cuma manusia gua…

 

Siang menjelang sore,

Ada tukang paket JNE yang datang. Saya tak merasa memesan apapun secara online. Lebaran ini paling tanpa persiapan dibandingkan lebaran tahun-tahun yang lalu. Tapi saya penasaran, siapa yang mengantar paket via JNE? Nyasar kaleee….

Dan Tosca…

Air mata saya mengambang di pelupuk. Ada sebuah bingkisan indah. Isinya sepasang baju muslim untuk saya dan suami. Bagus, halus bahannya, dan kami suka modelnya. Rasa haru memenuhi dada. Ini dari sahabat-sahabat saya, sesama teman pengajian.

Belum selesai rasa haru dan syukur, tiga orang dari mereka mengirim pesan WA.

“Mbak, cukup enggak bajunya? Suka enggak?”

“Aduh maaf kalau enggak suka…”

“Tukangnya udah tak wanti-wanti kudu nyampe sebelum lebaran. Maklum aku tukang kirimnya udah mudik ke Malang…”

Ya Allah….subhanallah…. terima kasih Ukhti semua. Terima kasih….

 

Dan Tosca,

Sorenya, ada kejutan manis lagi. Supir saya, pak Misan, saya suruh datang untuk membersihkan mobil. Saya heran mobil sudah bersih kok dia enggak pulang-pulang. Ya sudah, kami lalu mempersiapkan buka puasa untuknya. Moga-moga dia suka, macaroni skotel, dan es buah.

Tak lama, menjelang adzan maghrib, dia memanggil saya, katanya ada istrinya datang. Waduh, jangan-jangan dia kasih parsel kayak tahun lalu. Sudah saya bilang enggak usah, karena dia juga sedang banyak keperluan. Dua bulan lagi, istrinya melahirkan anak kedua.

Hahaha, bukan parsel kali. Mau lebaranan doang, Ah GR aja sayaaa….

Bergegas saya keluar. Dan saya Cuma bisa mengucap, subhanallah, Alhamdulillah, terima kasih. Istri pak Misan datang naik motor dengan seperangkat ketupat, sayur labu dan rendang daging. Saya memang enggak pernah masak ketupat dan teman-temannya kalau lebaran, karena kami kumpul di rumah orang tua saya di hari lebaran pertama, setelah itu langsung mudik ke kampung suami.

“Ini, bu, ada ketupat, ketupatnya saya yang bikin. Sayurnya yang bikin istri”, ujar pak Misan.

Terima kasih, Pak Misan. Alhamdulillah, bisa buat makan malam. Sisanya bisa dibawa ke rumah orang tua saya. Jadi deh, malam itu kita udah duluan nyicipin ketupat. Kamu enggak kebagian ya, Tosca? Kamu sih hanya sebuah buku, enggak bisa makan ketupat jadinya…

 

Lebaran the D Day

 

Dear Tosca,

Saya lumayan capek hari ini… tapi bahagiaaa banget. Kumpul keluarga besar, saya dan adik-adik saya beserta keluarga di rumah orang tua di cipete. Ada keharuan saat saling meminta maaf dan sungkem pada mama dan papa. Ada kegembiraan menyantap hidangan lebaran dan bertemu saudara-saudara sepupu yang lama tidak berjumpa. Ada…perasaan gimanaaa gitu… waktu menyadari anak-anak dan para ponakan sudah besar-besar sekarang.

Dulu kami yang sibuk mempersiapkan acara foto bareng. Sekarang, mereka nih, para ABG, yang sibuk mempersiapkan mulai dari kamera, smartphone, tongsis, sampai pose juga mereka yang atur. Time flies so faaaassst….

Subhanallah, Alhamdulillah, terima kasih sayang-sayangku…

ceria 1

Siap-siap lebaran, mumpung lebarannya lewat Cinere…

ceria 2

Hasil karya para Abegeh

Malamnya kami bersiap pulang kampung. Tahukah kamu, Tosca, ada hal yang memberatkan saya pulang kampung kali ini?

Kucing-kucing kami yang lucu itu. Siapa yang akan mengurus mereka? Siapa yang akan memberi makan mereka selama kami pergi?

Bagaimana nasib Gembul, Keket, Miwa, Choki, Fancy, Puspita, TamTam, Chiko, dan yang jarang-jarang pulang; Alexandra, Popop, dan Nico? Kenapa enggak dititipkan ke Vet, katamu?

Ah, Tosca, mereka Cuma kucing kampung yang datang sendiri ke rumah kami lalu kami jatuh sayang kepada mereka. Mana mau Vet terima kucing kampung yang enggak terlalu bersih begitu? Lagipula, kucing sebanyak itu, darimana biayanya untuk menitipkan mereka, lima hari pula….mungkin saya yang kudet, mungkin ada Vet yang mau terima mereka, tapi ini sudah waktunya meninggalkan mereka.

Saya pandangi mereka satu-satu, saya peluk dan cium mereka, sambil saya bilang, “Kalian Mama Cat tinggal dulu ya. Nanti kita balik lagi kok. Pinter-pinter cari makan dan jaga diri ya, Kucing-kucing. Mama Cat selalu doain kalian. Allah yang jaga kalian ya. Bye, Cats!”

Duhhh sedihnyaaa….

Tosca tolong lihat-lihatkan mereka yaaa….

ceria 3

Si Gembul pose merajuk

 

Lebaran + 4

 

Dear Tosca,

Keriaan lebaran sudah berlalu. Kami juga sudah tiba kembali dari kampung. Namun kesan yang tertinggal banyak sekali… Terbayang indahnya silaturahim dengan ibu mertua yang kian menua, kakak-kakak dan adik ipar, perjalanan mudik dan balik serta kesempatan berekreasi sejenak ke Pekalongan.

Dan, tentunya rasa syukur ketika sampai di rumah menemukan semua kucing dalam keadaan sehat dan bahagia. Hanya beberapa sedang pilek.

Satu hikmah di balik keceriaan lebaran tahun ini yang saya dapatkan, ya Tosca, bahwa berkasih sayang dengan tulus sesama manusia, dan kepada semua makhluk akan mengantarkan kita kepada kebahagiaan yang sangat indah, yang tak terukur dengan materi apapun. Kasih sayang yang tulus ada dalam doa, sapa, dan saling silaturahim. Insha Allah tahun-tahun berikutnya, kita memperbaiki kembali silaturahim ya Tos? Tuh dia Tos, Cerita Lebaran Asyik saya kali ini. Ceria dan berhikmah.

 

Yang jelas, salah satu momen silaturahim yang pingiiin banget saya hadiri ini nih….

Event seru dari  #DiaryHijaber yang namanya “Hari Hijaber Nasional”, tanggal 7-8 Agustus 2016, di Masjid Agung Sunda Kelapa Menteng Jakarta Pusat. Pastiiii seruuuu ya Tos.

Ingetin saya ya Tos… jangan sampai lupa!

ceria 4

Advertisements

About ifaavianty1

A wife, mom of 3 sons, writer and author of about 70 books. Loves books, music, movies, cook, art n craft, history, rain, mall, coffee, tea, and pasta. Oh, and every genius :))
This entry was posted in inspirasi, islamic, life, muslimah and tagged , , , , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s