Cantik Itu Relatif, Jelek itu….

asus 1

 

Dari dulu saya termasuk yang against terhadap konsep ‘beauty comes first’. Kenapa? Sebab saya banyak menemukan realitas di lapangan yang ternyata membuktikan bahwa cantik bukan yang pertama, yang utama, dan apalagi segalanya. Terlebih jika cantik dikonotasikan dengan putih, langsing, enggak ceking, enggak overweight, rambut indah tebal bergelombang, enggak pirang kebanyakan kena matahari, jari lentik, enggak gede-gede kayak jahe buat bumbu bakso tahu.  Menurut saya, itu hanya bonus yang diberikan Tuhan kepada segelintir perempuan. Dan saya bukan termasuk yang mendapatkan bonus itu. Jadi? Ya sudahlah.

 

Terus apakah lantas saya jadi sirik sama yang cantik-cantik itu? Ya enggaklah. Kayak enggak ada hal yang lebih penting lagi sih di dunia ini. Minderkah saya? Well honestly, sometimes, a little bit. Itu sebabnya saya malas berfoto. Soalnya saya kasihan sama tukang fotonya, diambil dari sudut manapun saya enggak pernah kelihatan cantik-glowing-blink blink-syalalalala gitu lho.

 

Ada mata saya yang sipit berkantung tebal kayak emak kangguru. Mending emak kangguru, kantungnya di depan perut, bisa buat menampung anaknya, Lah kantung mata saya? Buat menampung anak kucing saja enggak bisa, apalagi buat menampung anak sendiri. Wkwkwkwkw. Terus, hidung saya yang melebar ke samping, jadi kalau di foto, seringkali hidung saya merajai tampilan. Muka kok hidung semua, begitu beberapa komen yang pernah mampir ke foto saya. Belum lagi gigi yang agak maju tak gentar, membuat saya bingung, apakah saya harus tersenyum, tertawa, atau mingkem ketika difoto. Sama-sama kurang elok dipandang. Lalu kulit saya yang kadang terlalu pucat dan penuh dengan jerawat kecil-kecil pertanda awet puber.

 

Itu belum bicara soal ukuran tubuh saya yang agak sedikit mungil, menyebabkan saya seringkali terbiarkan tenggelam dalam sesi foto grup, karena susah juga kalau saya harus terlihat sementara masih banyak yang tinggi ramping dan manis. Hehehehe. Pernah dalam foto anak OSIS waktu SMA, saya kebagian paling tengah berdiri. Oh indahnya jadi center foto. Maka tersenyumlah saya dengan manisnya. Waktu melihat hasil jadinya, wakwaw…. Ini kenapa saya jadi kayak anak SD nyempil sendiri diantara kakak-kakak OSIS SMA? Huaawwww….

 

Sindrom ‘serbasalah’ dalam bergaya ketika difoto masih berlanjut bahkan ketika Handphone sudah banyak yang dilengkapi kamera. Rasanya tidak adil dan tidak bijaksana jika saya menyalahkan kemampuan kamera handphone ketika melihat hasil jadi foto-foto yang ada sayanya. Mau pake resolusi segede cahaya bintangpun, saya tetap begini-begini saja. Ya sudahlah. Memang kalau cantik itu relative. Relatif gampang diambil fotonya. Kalau jelek? Jelek itu mutlak, kata salah satu teman saya. Mutlak enggak bisa dikatakan cantik. Wkwkwkwkw….

 

Lah kalau begitu, jadinya saya tidak bersyukur dunnk. Ya enggak juga. Saya justru bersyukur karena saya tidak kecanduan penyakit selfie, yang bahkan si Gembul, kucing saya yang gendut pemalas dan kerjanya makan melulu itu, juga suka mendadak jadi banci kamera ketika difoto. Saya justru bergembira ria ketika lebih sering disuruh mengambil foto ketimbang difoto. Kamera handphone saya lebih sering saya gunakan untuk mengambil foto masakan, anak-anak saya, kucing-kucing saya, dan obyek-obyek lain yang menarik perhatian saya. Saya pernah lho memotret lalat kawin, kupu-kupu kehujanan, si Gembul menguap selebar kuda nil,

 

Tapi sebagai seorang penulis dan blogger, seringkali diperlukan foto saya sendiri dengan kondisi yang cukup baik. Jiaaaah bahasanya. Dan itu sering bikin saya pusing. BUkan lagi soal cantik dan jelek itu. Tapi kan wajah dan penampilan yang kurang elok bisa dipercantik dengan editing foto ya. Nah, si editing ituuu kan tergantung dari kemampuan kamera handphone juga ya,  Biar kata, orangnya cantiiiik kayak Zaskia Sungkar, tapi kalau kamera handphone-nya memiliki resolusi dan kemampuan mengambil gambar yang kurang bagus, hasilnya juga kurang sempurna. Mau diedit kayak apa, ya hasilnya segitu-gitu juga. Nah, itu orang yang wajahnya mirip Zaskia Sungkar ya. Bagaimana kalau yang seperti saya?

 

Kesimpulannya, menurut saya lho, kesempurnaan hasil foto yang dibutuhkan oleh seorang penulis atau blogger demi profesionalitas pekerjaannya (yaaa buat selfie dan wefie juga siyy ujung-ujungnya), tergantung dari tiga hal : kualitas dasar wajah dan penampilannya, kemampuannya berdandan/mematut diri, kualitas kamera handphone, dan kecanggihan menggunakan program photo editing. Betul kan?

 

Saya sendiri punya hobi merawat handphone meski sudah tua sekalipun usianya. Ketiga handphone saya keluaran tahun 2010, 2011, dan 2012. Ketiganya sering jatuh, tetringgal di kasir minimarket ketika mengisi pulsa, dan… enggak ada yang berminat mengambil, saking tuanya itu handphone. Kamerany? Ya yang jelas, melihat umurnya sih, hasil fotonya kebayang kan? Berikut di bawah ini saya contohkan hasil-hasil jepretan kamera handphone saya, Paling tidak, ketika ikut lomba instagram, phototweet atau yang sejenisnya, yaaa…. Masuk 10 besar… terbawah lah. Hehehehe….

asus 2

Saya terlihat pucat… jangan abaikan novelnya… sekalian iklan

asus 3

Juga kelihatan pucat, over pencahayaan? Tapi Bebeb sih tetap ganteng ya

asus 4

Masakan karyaku…. bureeemmmm… tapi teteup endheusss

asus 5

Sushi ala Korea, nori-nya gak kelihatan

asus 6

Ahya dan Bebeb di museum… gak fokus euy

asus 7

Gembul menguap, tampak seperti kucing bule….

 

Tapi Alhamdulillah, saya masih bisa menggunakan ketiganya untuk pekerjaan saya. Masih bisa dioptimalkan lah, Khusus untuk kamera…. Mmm gimana ya…. Sebetulnya sih butuh banget juga untuk punya yang lebih baik. Buat kepentingan pekerjaan lhooo…. Soalnya saya enggak terlalu suka selfie. Hehehe,… saya sudah cerita alasannya kan?

 

Ini nih, idaman saya. Asus Zenfone 2 Laser ZE550KL yang punya kamera primer 8MP, laser autofocus, dual LED (dual tone), Flash features geo-tagging, touch focus, face detection, panorama, , HDR Video 1080 p, kamera sekunder 5MP, dan autofocus. Spec lengkapnya ada nih di video yang saya kasih.  Yuk ah, berdoa dan berikhtiar, moga-moga saya bisaaa deh punya si Asus Zenfone 2 laserZE550KL  ini. Aamiin….

Video tentang Asus Zenfone 2 Laser

 

“Giveaway Aku dan Kamera Ponsel by uniekkaswarganti.com

 

 

Advertisements

About ifaavianty1

A wife, mom of 3 sons, writer and author of about 70 books. Loves books, music, movies, cook, art n craft, history, rain, mall, coffee, tea, and pasta. Oh, and every genius :))
This entry was posted in gadget, smartphone and tagged , , , , . Bookmark the permalink.

4 Responses to Cantik Itu Relatif, Jelek itu….

  1. uwahh… kucinge lucu mbak.. gemez….. 😀

  2. Terima kasih sudah ikutan GA Aku dan #KameraPonsel. Good luck.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s