Belajar Jadi Orang Kaya



“Enak ya jadi orang kaya, emas berliannya banyak, mobilnya segudang, rumahnya berserakan di mana-mana”.

“Kalau jadi orang kaya, tiap hari aku makan di mall”.

“Nyonya kaya itu gamisnya satu ruang tidur, hijabnya dua puluh karung, jadi enggak ada istilah mati gaya enggak punya kostum”.

“Ibu-ibu berduit itu tiap hari tidurnya di hotel”.

 

Oh gitu ya? Kalau definisi jadi orang kaya itu Cuma segitu, saya sih ogah. Masa sih enggak ada makna lain menjadi orang kaya, selain pencapaian yang bersifat duniawi?

Allah melebihkan satu atau beberapa orang dari yang lainnya tentu agar orang-orang tersebut memberi makna lebih bagi yang lainnya. Bukan hanya sekedar pencapaian duniawi lalu selesai begitu saja.

Menjadi orang kaya, berarti bisa lebih banyak berbagi, lebih banyak menolong, lebih banyak memberi manfaat bagi orang lain, dan tentu saja lebih dekat kepada Allah. Karena, kalau bukan karena kasih sayang Allah, apa mungkin dia bisa begitu saja mendadak kaya, ujug-ujug begitu?

Banyak orang mengatakan menjadi kaya itu bisa diupayakan. Kerja keras, kerja cerdas, banyak doa dan sedekah. Insha Allah, Aamin. Tetapi proses menuju kaya, atau belajar kaya itu yang kadang tidak semua orang faham jalannya. Sama, saya juga sedang dan masih terus belajar. Belajar kaya, sama artinya dengan belajar hidup seperti orang kaya, menyamakan frekuensi dengan orang kaya.

Tentu bukan dengan memaksakan menjadi kolektor hijab yang harganya mahal-mahal itu, bukan dengan tiap hari makan di mall, bukan dengan koleksi rumah di setiap townhouse atau beli apartemen kaya beli bakso. Tetapi dengan belajar bagaimana orang kaya mengelola hartanya, mengelola asetnya. Dan sebagai orang muslim, tentu bagaimana  mengelola hartanya secara syariah.

Apa saja sih yang harus dipelajari dari orang kaya itu?

Orang Kaya Selalu berusaha menjaga hartanya

Yang dimaksud menjaga di sini, adalah menjaga sumber dan penyimpanannya.  Orang kaya yang saleh tentu yakin bahwa harta adalah titipan Allah swt yang harus dijaga sebaik-baiknya, Dijaga sumbernya harus dari sumber yang halal dan thayyib, bukan dari hasil korupsi, menipu, merampas atau merugikan orang lain.

Cara penyimpanannya juga harus dipikirkan sebaik-baiknya. Jangan disimpan sembarangan di rumah sehingga memudahkan bagi penjahat yang ingin mengambilnya, misalnya. Jika ingin menyimpan di bank, pilihlah bank syariah  dengan segala produknya, baik itu tabungan, deposito, ataupun asuransi syariah. Singkatnya bank syariah akan menjaga harta kita dari hal-hal yang haram secara syariah, seperti riba, judi, dan pemanfaatan yang merugikan umat.

Untuk lebih jelasnya, ini ada beberapa infografis penting yang boleh banget anda copy untuk pegangan bersama, tentang prinsip-prinsip kerja bank syariah.

Orang Kaya menabung dalam berbagai cara

Tidak hanya dalam bentuk uang, orang kaya menabung dalam bentuk perhiasan dan logam mulia, dinar dan dirham, juga benda-benda seperti rumah dan tanah.

Kita yang belum kaya, mungkin bisa memulainya dari yang kita mampu, seperti emas, dinar dan dirham. Atau ingin mulai memiliki rumah dan tanah sebagai tabungan? Jangan lupa, gunakan produk perbankan syariah yang sudah diawasi dan diatur oleh OJK atau Otoritas Jasa Keuangan, yang didirikan untuk menggantikan Bapepam.

Cara kredit pemilikan tanah, rumah, atau kendaraan dengan bank syariah pun diatur sesuai dengan prinsip syariah yang intinya tidak melibatkan unsur riba, akad jual beli dilakukan dengan prinsip menolong nasabah untuk memiliki harta yang dimaksud, sehingga cicilan juga jumlahnya tetap dan tidak memberatkan.

Orang Kaya Menginvestasikan Hartanya

Berinvestasi bukan sekedar menabung, misalnya melalui reksadana, dimana dana yang kita miliki dikelola oleh manajer investasi untuk diikutkan sebagai pembiayaan sector-sektor produktif yang dinilai menguntungkan.

Menurut Wikipedia, reksadana adalah wadah dan pola pengelolaan dana/modal bagi sekumpulan investor untuk berinvestasi dalam sekumpulan instrument-instrumen investasi yang tersedia di pasar dengan cara membeli unit penyertaan raksadana. Dana ini kemudian dikelola oleh manajer investasi, baik berupa saham, obligasi, pasar uang, ataupun efek/sekuriti lainnya. Reksadana merupakan instrument investasi jangka menengah dan jangka panjang.

Menurut klikmami.com, reksadana ini memiliki beberapa keuntungan, misalnya aman karena dikelola oleh manajer investasi dan ada bank custodian yang diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan yang bertugas mengadministasikan reksadana tersebut. Kita sebagai investor juga tidak perlu repot mengelola dana kita, karena ada manajer investasi yang bertugas untuk mengelola. Investasi di reksadana juga sangat terjangkau, hanya dengan mulai Rp 100.000 kita sudah bisa ikutan lho. Hanya seharga pulsa modem dua minggu. Oh iya hasil investasi reksadana enggak kena pajak lho, dan bisa dicairkan sewaktu-waktu. Hampir sama dengan nabung emas, yang sewaktu-waktu bisa ‘disekolahkan sementara’ di Pegadaian Syariah. Hehehe…

Oh iya, sebagai tambahan, Reksadana Syariah hanya bisa dilakukan pada instrument keuangan yang bersifat syariah , misalnya efek pasar modal syariah yang termuat di Daftar Efek Syariah yang ditetapkan oleh Otoritas Jasa Keuangan, dan instrument pasar uang syariah misalnya sertifikat investasi mudharabah antar bank syariah.

Dana dari kita juga tidak akan ditempatkan pada perusahaan yang tidak sesuai dengan peruntukan secara syariah, seperti pabrik minuman keras atau pabrik rokok.

Aman banget kan?

Orang Kaya Banyak Berbagi

Apa hobinya orang kaya? Berbagi! Orang kaya sangat senang berbagi apa saja harta miliknya. Dia berzakat lebih dari seharusnya, senang bersedekah, infak, dan berwakaf. Dia berbagi ilmunya, jauh dari waktu yang diharuskan bagi seorang guru atau dosen membimbing murid atau mahsiswanya. Oh iya, sedekah jariah ilmu bisa lho melalui tulisan-tulisan kita yang bermnafaat di blog, media, atau buku. Kapan saja ada kesempatan menolong orang atau makhluk hidup lainnya, dia akan segera mendahulukan itu. Tabungan semestanya jauh melebihi tabungan dunianya.

Orang Kaya Pandai memanfaatkan waktunya

Orang kaya sejati akan sangat berhati-hati menggunakan waktunya, Ia tidak akan menghabiskan waktunya hanya untuk bersenang-senang, Ia bekerja keras, belajar, berbagi dengan banyak orang, dan senantiasa mendahulukan Tuhannya, Ia mengingat Tuhannya saat beramai-ramai dan saat sendiri.

Orang Kaya menyediakan banyak waktu untuk Tuhannya

Orang Kaya selalu punya prinsip “Allah Dulu, Allah Lagi, Allah Terus”, seperti kata ustadz Yusuf Mansur. Orang Kaya tidak menempatkan Tuhannya di sisa waktu, tapi di setiap waktunya. Ia menyediakan waktunya yang khusus untuk Tuhannya, Ia punya cukup amalan rahasia yang bisa ia banggakan di hadapan Tuhannya.

 

Nah, itu rahasia kaya raya dari para orang kaya sedunia. Apapun agamanya, intinya selalu dekat dengan aturan Tuhan, dan hidup bermanfaat adalah rahasia kaya raya sejati. Jadi, kalau sampai sekarang, kita belum kelihatan tanda-tandanya, yuk muhasabah, evaluasi diri. Kali aja gitu… ada rahasia di atas yang belum kita amalkan…. Hehehe, saya juga niiih….

 

C__Data_Users_DefApps_AppData_INTERNETEXPLORER_Temp_Saved Images_Mengenal_Bank_Syariah_5

C__Data_Users_DefApps_AppData_INTERNETEXPLORER_Temp_Saved Images_Mengenal_Bank_Syariah_6

 

Advertisements

About ifaavianty1

A wife, mom of 3 sons, writer and author of about 70 books. Loves books, music, movies, cook, art n craft, history, rain, mall, coffee, tea, and pasta. Oh, and every genius :))
This entry was posted in Uncategorized and tagged , , , , , , . Bookmark the permalink.

3 Responses to Belajar Jadi Orang Kaya

  1. witriprasetyoaji says:

    orang kaya kalau menurut saya itu orang yang banyak berbagi, hehehe
    dan setuju, orang kaya harus bisa menjaga hartanya sesuai syariah
    jauh-jauh deh dari riba…

  2. leylahana says:

    Aku mauu jadi orang kaya. Jadi ga enak nih abis lebaran masih males-malesan 😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s