Asperger Si Cerdas Yang Pemalu (seri Anak-anak Istimewa)

Tadi pagi, saya bertemu seorang ibu yang bercerita tentang anaknya yang sangat istimewa. Kebetulan kami bertemu di pengajian rutin di Komunitas Pesantren Istiqomah yang tadi materinya membahas Metode Mama Papa, salah satu metode untuk dapat membaca Al Quran dengan cepat. Metode ini tepat sekali bahkan untuk anak-anak istimewa. Kebetulan ibu tadi memiliki seorang anak yang diduga ADHD. Tapi setelah kami ngobrol agak lama, ternyata kesimpulan malah mengerucut ke Asperger Syndrome.
Apa itu Asperger Syndrome, yang untuk selanjutnya kita sebut Asperger saja?

asperger

Ilustrasi dari aspergerfriends.com

Asperger adalah sebuah syndrome dimana seseorang anak mengalami kesulitan berkomunikasi dengan lingkungannya, sehingga sering dianggap sebagai bagian dari autisme. Anak-anak asperger cenderung kurang bisa diterima oleh lingkungannya. Asperger ditemukan oleh Hans Asperger, seorang dokter anak asal Austria pada tahun 1944, tetapi penelitian lebih lanjut secara intensif baru dilakukan di decade 80an. Yang membedakan dengan gejala autism lain adalah anak-anak Asperger memiliki kemampuan kognitif dan linguistic yang baik, serta IQ yang tinggi, sehingga mereka bisa hidup mandiri, dan asperger juga bukan merupakan sebuah gangguan mental.
Anak Asperger cenderung sulit memahami kata dengan arti atau makna yang banyak. Itu sebabnya mereka kesulitan memahami bahasa dengan gaya sarkasme, metafora, bahkan bahasa slang atau bahasa gaul. Mereka juga sulit memahami mimic atau ekspresi orang lain. Anak asperger memahami kata seperti yang tertera dalam kamus, dan sulit memahami bahasa nonverbal. Itu sebabnya mereka cenderung bicara dengan bahasa baku dan formal gayanya. Dalam pergaulan, mereka cenderung pemalu meskipun mereka memilik wawasan dan perbendaharaan kata yang lebih luas daripada anak sebayanya. Mereka kerap dianggap sebagai professor, geeky boy/girl, atau bahkan nerdy boy/girl. Tak jarang mereka jadi sasaran bullying di masa kanak-kanak atau remajanya.
Sering terjadi salah diagnose terhadap anak Asperger, Mereka sering dikira menderita Skizofren, ADHD, atau Tourette Syndrome, dan penyakit-penyakit mental lainnya. Hal ini mungkin saja, sebab seperti halnya gejala-gejala gangguan mental sering melibatkan fungsi otak yang berhubungan dengan social life dan fungsi keseimbangan tubuh, anak Asperger juga cenderung memiliki masalah dengan keseimbangan tubuh, misalnya sering terjatuh atau terpeleset saat olah raga atau jalan kaki, tergantung stasi syndrome-nya. Mereka juga sering terlihat nervous atau grogi.
Mereka cenderung memiliki kelebihan dari anak-anak lain di bidang tulisan, literature/sastra, ilmu alam, pengetahuan umum, dan pemrograman computer. Mereka lebih pandai menggunakan bahasa tulisan daripada bahasa lisan. Mereka memiliki rentang minat yang khusus, yang jarang diminati orang lain, dan mereka menekuninya sampai detail. Mereka meneliti hal-hal yang sering terlewatkan oleh orang lain.
Asperger diduga disebabkan oleh perpaduan antara factor-faktor fisiologis, sosiologis, dan psikologis. Gejala ini ditemukan empat kali lebih banyak pada anak laki-laki. Nah ini gejala-gejalanya.

Gejala Asperger pada anak

Gejala ini bisa diamati pada anak usia 18 bulan, tapi baru bisa dipastikan setidaknya ketika anak berusia di atas 3 tahun.
1. Cenderung menghindari kontak mata
2. Ekspresi wajah yang tidak normal, cenderung datar atau kaku
3. Postur tubuh tidak biasa, cara berjalan canggung
4. Sering melakukan sebuah gerakan dengan pengulangan, dan takut pada perubahan
5. Gangguan interaksi social dan kepribadian yang eksentrik
6. Suka menyendiri, acuh tak acuh, tidak empatik, tidak peduli pada orang lain, berpikir satu arah dan kaku (tidak fleksibel).
7. Gaya bicara kaku, formal, tidak ekspresif
8. Sangat sulit memahami emosi
9. Memori hafalannya sangat baik, mampu menyajikan banyak fakta tentang satu hal tetapi sulit menyimpulkan.
10. Memiliki minat yang terbatas dan sangat focus terhadap minatnya tersebut.
11. Sulit untuk bicara bergantian. Kurang memiliki kemampuan mendengar yang baik
12. Sulit mengingat nama, suka melanggar peraturan, memiliki respon berlebih terhadap suara atau tekstur tertentu, dan tidak memiliki respon yang kuat terhadap rasa sakit.
Ya ampuuun, ini kenapa banyak banget ada di saya ya gejalanya? Jangan-jangan…. Uwww keren….

Gejala Asperger pada orang dewasa

1. Memiliki ketertarikan dalam bidang tertentu, dan dianggap sangat cerdas pada bidang tersebut
2. Berpola pikir kaku dan tidak fleksibel
3. Bermasalah dalam interaksi social
4. Sulit mengelola amarah, cemas, depresi, dan ketakutan
5. Sulit berempati pada orang lain
6. Melakukan sesuatu secara berulang untuk memastikan rasa aman
7. Stress jika terjadi perubahan dalam rutinitas.
Nah lhooo….gimana inih pak suamii? Sayaaa bangeet…

Bisa Diobati Enggak ya?

Alhamdulillah…bisaa banget. Syaratnya memang diketahui sejak dini dan tidak ada kesalahan diagnose sehingga tidak ada kesalahan treatment. Terapi yang bisa dilakukan antara lain :
1. Terapi perilaku kognitif
2. Pelatihan ketrampilan social
3. Terapi aktivitas dan terapi wicara
4. Terapi fisik untuk memperbaiki control anggota tubuh.

Dan.. ini nih bagian dimana kita harus bersyukur bahwa Tuhan menciptakan manusia dalam bentuk yang sempurna. Banyak lho tokoh dunia yang merupakan orang asperger. Misalnya Sir Isaac Newton, Bill Gates, Albert Einstein, Al Gore, Woody Allen, Bob Dylan, Keanu Reeves, Benjamin Franklin. Alfred Hitchcock, Michaelangelo, Hans Christian Anderson, Wolfgang Amadeus Mozart, Michael Jackson. Wiiiiwww….

bill gates

 Bill Gates  Foto dari forbes.com

mj

Michael Jackson, foto dari biography.com

Apa perbedaan dan persamaan Asperger dengan Autis?

Akhir-akhir ini semakin banyak yang berpendapat bahwa Asperger tidak sama dengan Autis, padahal dalam standar diagnosa DSM IV, Asperger adalah merupakan salah satu spektrum Autis.
Selain ada perbedaan di antara keduanya, sebenarnya ada beberapa ciri dari asperger dan autis klasik yang sama, masing-masing punya ciri-ciri dalam hal ketidakmampuan dalam berkomunikasi dan bersosialisasi. Mereka juga sama-sama menunjukkan beberapa perilaku unik/rutinitas, walaupun dalam degree yang berbeda (varying degree), bisa dari mild, moderate, to severe.
Tidak seperti anak autis yang bisa didiagnosa di bawah umur 2 – 3 tahun, anak asperger baru bisa terdekteksi, biasanya pada saat berumur di antara 6-11 tahun.
Tidak seperti kebanyakan anak autis, anak asperger memang tidak menunjukkan keterlambatan bicara, punya kosa kata yang sangat baik, walaupun agak sulit untuk mengerti bahasa “humor dan ironi”. Mereka pun kebanyakan mempunyai intelligence yang cukup baik bahkan di atas rata-rata.
Oleh karena itu biasanya secara akademik, biasanya mereka tidak bermasalah, dan mampu mengikuti pelajaran di sekolah umum dengan baik.
Sedangkan penyandang autis klasik, sebagian besar terdiagnosa mempunyai IQ dibawah normal bahkan masuk kategori moderate mental retardasi.
Tantangan terbesar bagi penyandang asperger adalah dalam hal bersosialisasi dan berinter-aksi. Pada umumnya, anak asperger ada yang suka untuk berteman, walaupun dengan gaya bahasa dan mimik yang formal dan terlihat “aneh”. Mereka sulit memulai percakapan dan sulit mengerti makna dari interaksi sosial.
Kesulitan anak asperger dalam bersosialisasi dapat/akan membuat mereka menjadi sangat stress di sekolah. Banyak kendala akan ditemukan pada saat anak asperger memasuki masa remaja /akil-balik (SMP/SMU).
Untuk menghadapi masalah itu, orang tua disarankan untuk segera mencari ahli yang profesional (care dan knowledgable) dan melakukan intervensi yang diperlukan sesegera mungkin dengan berterus terang kepada guru (pendidik) dan kepala sekolah dengan melihatkan atau membawa referensi dari ahli tsb.
Tanpa pemberitahuan dari orang tua, pihak sekolah dan teman-teman anak asperger sulit untuk mengetahui bahwa mereka “berbeda” karena anak asperger tidak mudah dikenali seperti halnya anak autis klasik. Hal inilah biasanya yang dapat menjadi pemicu berbagai masalah serius pada anak asperger.
Walaupun sebagian orang menganggap bahwa asperger adalah mild autis (autis ringan), treatment dan intervensi tetap harus dilakukan. Sebagian besar program2 terapi untuk anak asperger biasanya bersifat direct teaching / langsung dibuat untuk memperbaiki skill yang mereka belum kuasai misalnya di-bidang sosialisasi, mengerjakan/menyelesaikan pekerjaan sekolah dan cara membagi waktu (time management). Anak asperger juga akan sangat terbantu jika banyak dilibatkan dalam kegiatan sosial seperti belajar dalam kelompok kecil (support group), sport club, dimana mereka dapat berlatih, share experience mereka dan saling belajar dari teman mereka. Ada juga satu terapi yang cukup baik untuk anak asperger yaitu terapi RDI (Relationship Development Intervention) didevelop oleh Dr. Steven Gutstein.

Jadi, yuk Bunda dan Panda, mari syukuri keberadaan anak-anak kita, terima dan cintai mereka apa adanya. Biarkan mereka menikmati masa kecil dan masa remajanya dengan bahagia, bagaimanapun keadaan mereka. Saya juga sedang belajar untuk itu. Sama seperti anak-anak ‘biasa’, anak-anak Asperger juga berhak diperlakukan dan diterima dengan baik oleh lingkungannya.

Referensi

1. Wikipedia
2. http://www.amazine.co/18595/sindrom-asperger-penyebab-gejala-dan-pengobatannya/
3. http://www.amazine.co/18588/daftar-9-orang-terkenal-yang-mengalami-sindrom-asperger/
4. http://komunitas-puterakembara.net/joomla/asperger-berbeda-dengan-autis.html

Advertisements

About ifaavianty1

A wife, mom of 3 sons, writer and author of about 70 books. Loves books, music, movies, cook, art n craft, history, rain, mall, coffee, tea, and pasta. Oh, and every genius :))
This entry was posted in education, parentings, Uncategorized and tagged , , , , , , . Bookmark the permalink.

9 Responses to Asperger Si Cerdas Yang Pemalu (seri Anak-anak Istimewa)

  1. Kopiah Putih says:

    Terimakasih, sharingnya. Jadi saya tahu kalo Asperger sama dgn autis. Jadi persiapan juga bwt saya yg sedang nunggu kelahiran anak pertama.

  2. sistalisius says:

    Ada pengaruh genetik juga gak? Makasih udah share, dengan begini orang-orang tidak bingung persamaan antar keduanya. 🙂

  3. leylahana says:

    Makasih infonya mbak. Jadi tambag wawasan baru nih

  4. diyanrossi says:

    Bermanfaat, lain kali ulas lagi ya lebih kepada aktifitas yang mengidap Asperger. Ditunggu.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s