Terlalu Banyak Tokoh dalam Diri Saya

Kalau anda dimisalkan sebagai seorang tokoh dalam sebuah buku, siapakah anda? Anda yang sedang menguap di pojok sana? Saya malah bingung kalau ditanya begitu. Saya sudah begitu banyak membaca buku, dan herannya, hampir dalam setiap buku novel yang saya baca dan berkesan, saya selalu menemukan sedikit banyak kesamaan dengan diri saya sendiri.
Ketika membaca “Little House on the Prairie”, saya adalah Laura yang punya keingintahuan besar dan berusaha pede di tengah segala kekurangannya. Ketika membaca “Emma” nya Jane Austen, saya adalah Emma yang agak keras kepala dan sedikit pemberontak, dan… oopss, suka kepo dan mau ikut campuuur saja urusan orang, Tapi itu duluuu ya. Ketika membaca “Northanger Abbey” nya Jane Austen juga, saya adalah Catherine yang polos, lugu, dan punya banyak khayalan romantis. Ketika membaca “Perahu Kertas” nya Dee, saya adalah Kugy yang kreatif dan memendam rasa. Ketika membaca “Glam Girls” nya Nina Ardianti, sayalah si Adriana yang geek dan selalu mencoba berada di tengah, alias ‘ibu peri’. Membaca “Sunset Holiday” juga karya Nina Ardianti, saya adalah Audy yang impulsive dan gampang jatuh cinta karena persahabatan. Nah lho. Dan ketika membaca “De Winst” karya Afifah Afra, sayalah Sekar Prembayun, sang puteri pemberontak yang pandai menyimpan rasa. Ah jieee…. Dan saya adalah Pollyanna dalam serial “Polyanna”nya Eleanor H Porter juga sekaligus Anne dalam serial “Anne of Green Gables” nya Lucy M Montgomery.

emma

Foto dari alalettre.com

Jadi, siapakah saya? Penjawab yang benar silakan ambil hadiahnya di kulkas masing-masing.

Yang jelas, tokoh-tokoh itu hidup di kepala saya, seperti menyatu dengan diri saya. Itu sebabnya supaya enggak mumet, saya menulis. Saya menggambarkan pribadi-pribadi di dalam diri saya ke dalam tokoh-tokoh rekaan saya. Menjadilah saya dalam kepingan-kepingan tokoh di novel saya. Ya, para pembaca novel saya, moga-moga habis ini enggak ada yang ramai bikin tebak-tebakan, kuis, GiveAway, apalagi Lomba Karya Tulis atau Lomba SEO yang menebak tokoh siapakah yang kepribadiannya mirip saya. Please no. Karena percayalah, saya susah dimiripi. Abaikan kalimat tadi, itu hanya kepedean saya saja.

 

Saran saya, bagi anda yang memiliki ‘masalah’ sama dengan saya, menulislah, tuangkan sedikit demi sedikit kepribadian anda yang rupa-rupa warnanya itu ke dalam tulisan. Semakin banyak anda membaca atau menonton film, semakin banyak anda akan menemukan seseorang tokoh di dalam diri anda. Sebelum anda menderita pusing kronis, maka menulislah. Jangan tidak!
Satu lagi, jangan juga menganalogikan saya sebagai makhluk split personality. Tenanglah, saya masih bisa kok membedakan mana dunia nyata, dunia maya, dan dunia di dalam kepala saya. Apakah teman-teman penulis juga mengalami hal yang sama dengan saya? Kalau iya, mari kita membuat grup WA mungkin, yang judulnya “Grup Penulis Pusing”.

Advertisements

About ifaavianty1

A wife, mom of 3 sons, writer and author of about 70 books. Loves books, music, movies, cook, art n craft, history, rain, mall, coffee, tea, and pasta. Oh, and every genius :))
This entry was posted in buku, fiksi, karya saya, lifestyle, Lomba blog, menulis, Uncategorized and tagged , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s