Belajar Berbagi yang Terbaik

Mungkin saya kebanyakan berpikir, dan enggak banyak bekerja… hihihi. Tapi saya kayaknya memang senangnya berpikir, sampai kadang saya memohon pada diri sendiri, cobalah berhenti berpikir sedikit dan nikmati hidup. Eh, enggak bisa, betul. Bingung saya. Apa-apa dipikirkan. Apa-apa dibawa perasaan. Jadilah saya orangnya baperan.

Termasuk soal beri memberi dan bagi membagi. Kenapa mesti kalau ada sumbangan pakaian gitu,misalnya gamis, syaratnya layak pakai. Kenapa harus layak pakai? Errr…. Kayaknya gimana gitu. Maafkan saya yang kebanyakan mikir. Tapi layak pakai itu kan kadang konotasinya enggak baru lagi. Atau belum dipakai tapi sudah lamaaa. Ya ini mendingan. Banyak juga soalnya yang mengartikan layak pakai itu pakaian bekas tapi masih bisa dipakai, gamisnya robek sedikit ditambal atau dijahit sedikit. Mukenanya lusuh sedikit enggak apa-apa.  Yaaa… gimana ya.

Yuk, coba gimana kalau kita jadi pihak penerima. Kira-kira enak enggak terima yang begituan. Saya yang baper ini sih agak gimanaaa gitu menerimanya. Ya syukur-syukur sih kalau penerimanya enggak ada yang baper kayak saya. Hehehehe…

Saya sih sebenarnya sederhana saja. Lupakan kebaperan saya  Kalau kita ingin diperlakukan dengan sebaik-baiknya oleh orang lain, kan seharusnya kita juga berlaku yang sama ya? Nah. Bukan tidak tulus ya. Tapi kan barangsiapa menanam maka dia akan menuai. Terus ada hadits tuh yang kita sebaiknya memberikan apa yang kita sayangi buat orang lain, kan lebih terasa gitu ‘pengorbanannya’. Lebih nyaman juga endingnya. Nah kalau kita memberi seseorang barang bekas pakai kita yang tentu saja rasa sayang kita sudah berkurang kepada barang itu, kan beda juga ya rasanya. Ah itu sih kata saya yang memang baperan ya.

Memang sih semua kembali kepada kitanya. Yuk sama-sama kita belajar berbagi dan memberi yang dampaknya nanti ke kita dan ke orang tersebut adalah rasa nyaman. Enggak ada perasaan lain. Nyaman saja. That’s all.

Sama kayak kita mau memberi mukena atau gamis atau baju muslimah atau hijab misalnya kepada seseorang lain. Yuk belajar memberi yang terbaik, sebaik yang kita mampu. Semoga kebaikan dan keberkahan tercurah selalu kepada yang memberi dan yang menerima. Yang terbaik itu bisa dimulai dari niatnya, caranya, tujuan akhirnya, dan kualitas produk mukena/gamis tersebut.

Selalu memberikan bagian terbaik yang kita mampu, insha Allah kita akan mendapatkan yang terbaik pula dunia akhirat. Ketika kita memberikan tanda sayang kita kepada siapapun dan apapun di dunia ini, yakin deh Allah akan menyayangi kita. Selalu.

Maafkan ya, it’s only my thought. Maafkan jika sedikit baper dan bikin enggak enak yang baca. Maafkan jika terkesan lancang. Sesungguhnya saya sedang mengingatkan diri sendiri. Wong saya juga masih belajar. Yuk ah….

mukena 1

Cakep nih kasih saya mukena yang ini…xixixix… Foto dari http://www.ahzaaufa.com

mukena 2.jpg

Yang kayak gini cantik juga…foto dari http://www.ahzaaufa.com

banner ahza

 

 

 

 

Tulisan ini disertakan dalam GiveAway Toko Online Ahza D’Toko

 

 

Advertisements

About ifaavianty1

A wife, mom of 3 sons, writer and author of about 70 books. Loves books, music, movies, cook, art n craft, history, rain, mall, coffee, tea, and pasta. Oh, and every genius :))
This entry was posted in life, Lomba blog, muslimah, sikap, Uncategorized and tagged , , , , , , , , . Bookmark the permalink.

17 Responses to Belajar Berbagi yang Terbaik

  1. Wihh, cantik mukenanya ya mbak. Semoga menang giveawaynya 🙂

  2. wah curhat nih gan 😀 nice

  3. adeanit4 says:

    Mukenah katun jepang emang cantik cantik ya Ifa…suka alu juga

  4. adeanit4 says:

    Mukenah katun jepang emang cantik2 ya Ifa.adem lagi

  5. mukenanya pada bagus 🙂 boleh minta satu 😀

  6. Perlu dipertegas kalau pantas pakai disini maksudnya pantas pakai dipakai keluar rumah ya mbak. Jadi yang bekas tambelan singkirin jauh-jauh. qiqiqi

  7. RohmaFAzha05 says:

    wihh keren mukennay bunda… hhee
    *cling* hhee

  8. Bagus mukenanya … jadi pengen hehe

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s