[IDVolunteering] Bukan Kajian Islam Biasa

Awalnya dari niat ingin memakmurkan rumah Yatim Al Istiqomah, yang dikelola kakak kami, Ustadz H. Hasan Anshori dan istrinya, Ibu Ida, kira-kira setahun yang lalu. Rumah Yatim itu terletak di Jalan Kayumanis, Bukit Moderen Pondok Cabe Ciputat Tangerang Selatan. Konsep ustadz Hasan tadinya, bahwa rumah tersebut bukan sekedar rumah atau pondok yatim biasa, tetapi anak yatim yang ada di sana akan diarahkan untuk mendalami ilmu-ilmu al Quran lebih jauh, sehingga mereka akan mampu membacanya dengan baik, memahami, menghafalkan serta mengamalkan. Ilmu yang dianggap ‘berat’ itu tentu mengharuskan disiplin yang tinggi, sehingga tak jarang anak yatimnya tidak kuat lalu minta dipulangkan, atau dari ustadz Hasan dan bu Ida yang menganggap anak tersebut memang sangat sulit untuk dibina.

Selain itu, pondok tersebut nyaris sepi kegiatannya. Dari situlah suami saya, pak Thobib, yang juga berprofesi sebagai pegawai negeri dan dosen Kajian Psikologi Islam danTimur Tengah di Pascasarjana UI mempunyai ide untuk menggelar kajian mingguan rutin dengan tema awal tentang psikologi Islam. Sasarannya ditujukan kepada mahasiswa dan umum yang ingin mendalami psikologi Islam, tanpa harus kuliah. Kajian ini tidak dipungut biaya dan berlangsung setiap minggu pagi.

Peminat awalnya juga tidak banyak. Bahkan bu Ida sering dikomentari oleh tetangga sekitar yang merupakan masyarakat asli Betawi, bahwa pesantren Al Istiqomah tampak aneh, karena tiap minggu ada kajian yang ustadz-nya tetap dan anggotanya tidak banyak. Tapi bu Ida memang seorang relawan dakwah yang tangguh, dia tetap mendekati warga dan berusaha bersikap baik dan ramah pada mereka. Demikian pula suami saya sebagai ‘ustadz’ pengajian tersebut. Akhirnya warga memang berubah sikap jadi mendukung dan sangat baik kepada kami.

Anggota pengajian tetap ini dikomandani seorang mahasiswa UIN Syarif Hidayatullah bernama Jamil, yang boleh dikata sukarelawan awal terbentuknya komunitas ini. Dia yang kesana kemari menyebarkan undangan lisan tentang kajian ini ke teman-temannya, sementara saya bergerak menyebarkan ke teman-teman saya, para muslimah pekerja yang memang senang belajar tentang Islam. Dari situ komunitas mulai mapan berdiri,. Kajian mulai kontinu berlangsung.

ngaji6

Pak suami dan Jamil (berjaket), dua relawan Ponpes Al Istiqomah

ngaji4

Makan-makan? Ya teteuppp laah

Kenapa pesertanya terbatas? Nanti dicurigai sebagai ‘aliran tertentu’ lho. Hihi, aliran apa?? Aliran air? Ya enggaklah. Kalau peserta terbatas ya karena materi sudah dibuat semacam kurikulum supaya urut dan tersistem. Jadi materi bersambung dari minggu ke minggu. Kalau peserta tidak dibatasi dan berganti-ganti yang datang, nanti penerimaan materi oleh peserta tidak utuh. Lagipula ada untungnya pesertanya tetap dan terbatas, ikatan hatinya lebih terasa. Jadi seperti saudara.

Sebenarnya sih, kita enggak apa-apa kok menambah peserta, asal peserta mau berdisiplin untuk rajin meluangkan waktu datang di minggu pagi hingga sekitar jam 11. Ini juga setiap peserta yang ikut kajian ini merupakan volunteer untuk menyebarkan nilai-nilai yang sudah ia terima ke lingkungannya. Contohnya mbak Atin yang seorang guru PAUD yang kini merintis sebuah Taman Pendidikan Al Quran dengan metode Qiraati di rumahnya, ia bahkan bisa mengajak seorang temannya, sesama guru, yang kini juga ikut mengaji di komunitas Pesantren Al Istiqomah kami.

Kegiatan volunteering ini juga melibatkan dunia maya. Kami memiliki grup Facebook  Komunitas Pesantren Al-Istiqomah yang secara rutin memuat aktivitas kami, dan berikut materi kajian pekanan. Jadi teman-teman yang tertarik mau bergabung sambil menyimak materi kajian, yuk join grup FB-nya. Selain itu untuk komunikasi internal,  ada grup WA dan BBM. Grup WA ini kocak, berisik tapi sangat menyenangkan. Betul deh, serasa saudara. Seminggu tidak bertemu, rasanya kangeen…. Kalau sudah ketemu, ramai tapi tetap menjaga adab pergaulan Islami. Duh, cinta banget saya sama komunitas yang satu ini.

ngaji3

Sesama saudara, mengikatkan hati,  mendalami Islam

ngaji5

Publikasi Muharram

ngaji2

Siap-siap mau praktek tayamum

Kami juga mengadakan kegiatan hari besar Islam, seperti Peringatan 1 Muharram berupa Kajian Akbar, yang mendatangkan pengisi dari luar. Waktu itu pernah hadirinnya sampai membludak. Panitianya, termasuk saya, sempat panic tapi senang juga, biasa deh… ketar ketir masalah konsumsi. Kami juga berencana untuk menyusun sebuah buku tematis tentang materi-materi kajian untuk umum. Materinya sudah banyak soalnya, tidak hanya terbatas di kajian Psikologi Islam, tetapi juga ke kajian fikih, sejarah Islam, kajian kitab kuning, dan social budaya Islam. Pernah juga ada kajian tentang penulisan lho.

Tidak heran, komunitas ini mengumpulkan dan menghasilkan relawan-relawan yang bersemangat dan berprestasi. Jamil misalnya, selain sebagai aktivis Pramuka, dia juga aktif di FLP (Forum Lingkar Pena) Ciputat, juara lomba baca puisi dan sudah menerbitkan buku kumpulan puisinya. Bani sekarang sudah mulai merintis karirnya sebagai seorang online and offline book seller dan motivator muda. Itu baru di ikhwan (laki-laki)nya. Bagaimana yang akhwatnya?

Selain mbak Atin, ada mbak Yani yang juga aktif sebagai volunteer pembinaan anak-anak usia dini dan anak-anak yatim di daerah Kebayoran Baru, mbak Dini dan mbak Anita yang bergiat sebagai pengusaha muslimah di bidang kontraktor dan developer perumahan Islami, dan masih banyak lagi.

Displaying IMG-20151115-WA0001.jpgDisplaying IMG-20151115-WA0001.jpgngaji1

Sesi foto-foto, untung enggak ada yang bawa tongsis 🙂

Masih banyak program yang akan kami laksanakan. Yang terdekat adalah pelatihan metode baca Quran dengan metode Mama Papa. Stay tuned terus ya di blog saya ini, karena secara rutin akan ada info tentang materi dan program kami agar lebih banyak yang tertarik mendalami Islam dan berkontribusi untuk umat di sekitar.

 

 

Advertisements

About ifaavianty1

A wife, mom of 3 sons, writer and author of about 70 books. Loves books, music, movies, cook, art n craft, history, rain, mall, coffee, tea, and pasta. Oh, and every genius :))
This entry was posted in education, inspirasi, islamic, life, liputan, Lomba blog, muslimah, Uncategorized and tagged , , , , , , , , , , , , , , . Bookmark the permalink.

3 Responses to [IDVolunteering] Bukan Kajian Islam Biasa

  1. mysukmana says:

    Yang penting tetep istiqomah dlm berdakwah..

  2. Pingback: Pengumuman Finalis Lomba Blog Kesukarelawanan | IVH

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s