Senyum ‘Sang Pahlawan’ dan Kelinci

Setiap pagi aku dan Sekar, sahabat karibku, pergi kerja melewati gerbang kompleks..  Setiap pagi pula, ada sesosok laki-laki muda yang selalu menitipkan selengkung senyum pada Sekar. Kami tidak tahu siapa laki-laki itu, bahkan menanyakannya pada pak Satpampun malas.

Buat apa? Laki-laki itu jauh dari tampan, wajahnya seram dilengkapi brewok. Matanya tajam. Hanya tersenyum, tak lebih. Kurasa untuk Sekar, karena Sekar memang cantik.

Kemarin rumah pak Haji Anwar di bagian depan kompleks kerampokan. Pak Haji sekeluarga, dan harta bendanya dapat terselamatkan. Tapi penolongnya justru terkena bacok perampok. Tak lama ia meninggal.

Tadi, pak satpam memanggil kami. “Yang namanya Sita mana?”

Ragu aku menjawab, “Saya, pak”

Pak Satpam lalu menyerahkan sepasang kelinci lucu  sambil menatapku haru.

“Dari siapa ini, pak?” tanyaku heran.

“Dari Jenal, yang suka senyum sama Neng tiap pagi”.

Laki-laki menyeramkan itu?

“Jenal udah meninggal, Neng, dia pahlawan yang nolongin pak Haji waktu kerampokan kemarin…”

#PahlawankuRTC

Foto ilustrasi dari http://assets.kompas.com/data/photo/2013/08/02/1103519rabbit-island-1780×390.jpg

Advertisements

About ifaavianty1

A wife, mom of 3 sons, writer and author of about 70 books. Loves books, music, movies, cook, art n craft, history, rain, mall, coffee, tea, and pasta. Oh, and every genius :))
This entry was posted in cerpen, fiksi and tagged , , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s