Kisah di Balik Nama Triple A

Menurut Bunda, kerenan mana, nama yang puanjaang atau nama yang singkat tapi unik? Nama anak lho, ya, bukan nama kucingnya. Hehehe…. Sekarang saya mau cerita nih tentang kisah di balik nama anak-anakku, tiga jagoan, anak-anak naga, yang namanya semuanya diawali huruf A alias triple A.

Saya itu sebetulnya bermasalah dengan segala sesuatu yang berhubungan dengan judul, meskipun saya seorang penulis. Jarang banget judul naskah saya diterima oleh editor. Biasanya setelah utak-atik oleh editor, baru deh ketemu judul naskah yang marketable. Nah begitu juga dengan nama anak. Nyerah deh saya kalau disuruh kasih nama anak. Maka urusan nama menamai anakpun, saya serahkan kepada pak suami yang lebih ngerti. Saya manut aja.

Apalagi entah mengapa, selama empat kali kehamilan, yang satu gugur, tinggal tiga, saya selalu membayangkan nama anak perempuan, Enggak jauh-jauh dari Sabrina, Audrey, Fabiola, Astrid, Alicia, dan sebangsanya. Kalau nama islaminya pasti ada Qanita, Afifah, Malika, Kaisa, dan Syamila. Sukaaa aja sama nama-nama tersebut. Enak didengar dan yang terlintas adalah gadis kecil yang cantik dan menggemaskan.

Namun, hasil USG selalu setia menunjukkan hasil bahwa bayi-bayi yang saya kandung adalah anak kelinci laki-laki yang enggak mungkin dinamai semacam yang di atas. Aneh bukan anak laki-laki dinamai Qanita? Hiks. Uhuks.

Untungnya pak suami sudah lebih dulu siap dengan segambreng nama anak naga laki-laki. Yang jadi masalah adalah suami hobi menamai anaknya dengan huruf depan A. apakah dia tidak mengerti kesulitan anak-anak bernama dengan huruf depan A di sekolah? Sudahlah absen selalu dapat nomor awal, kalau maju ke depan juga awalaaan melulu, mana sempat nyontek dulu atau berpikir? Kasihan anak-anak kami nantinya.

Syukurnya, suami tidak menamakan anak-anak kami dengan A yang sooo sejuta umat sehingga tidak berderet nama sejenisnya di absen kelasnya kelak. Saya ingat dulu di kelas ada beberapa anak bernama depan Ahmad, Andi, Ari, Arif, Agus, Asep, Abdul, Abdullah, dan Amir. Bagus sih arti namanya, tapi kasihan anaknya kalau pak/bu guru hanya memanggil nama depannya saja. Dia bakal bingung, itu yang dipanggil dia atau temannya?

“Andi, kamu dapat nilai terendah ya dalam ulangan PPKN. Remed sekarang di kantor kepsek”

Si Andi pucet, soalnya dia merasa yakin bisa tuh mengerjakan soal PPKN. Lah kok bisa dia dapat nilai terendah. Malangnya, di kelas ada 3 nama Andi, dan entah di satu sekolah.

“Eh kamu Andi siapa?” Pak guru bertanya kembali dengan nada ragu.

“Loh, bapak maksudnya memanggil Andi siapa pak?’

“Bentar… bentar…. Andi Komaruddin. Kamu Andi siapa?”

“Saya Andi Hamid, pak”.

Nah, saya enggak mau anak saya ketiban masalah kayak si Andi dalam ilustrasi di atas. Jadi, jauh-jauh hari saya sudah berpesan pada suami untuk memilihkan nama yang unik untuk anak kami. Selain harus mengandung doa, suami juga berpendapat nama itu harus menggambarkan kecerdasan dan kebaikan sifat si penyandang nama. Setuju deh kalau begini….

Tugas suami deh tuh mencari nama bayi dari kamus Al Munjid, kamus bahasa Arab yang lengkap banget itu. Terpilihlah beberapa nama. Kayak babak demi babak, ada penyisihan, semi final dan akhirnya final, terpilihlah satu nama. Dan…taraaaa….. inilah nama ketiga cahaya mata kami….

Akna Mumtaz Ilmi artinya yang menyimpan kesempurnaan ilmu, nama panggilannya Akna.

Muhammad Ahya Nasyath Fikri artinya yang menghidupkan semangat berpikir, nama panggilannya Ahya.

Muhammad Akramul Adzkia, artinya yang dihormati karena kecerdasannya, nama panggilannya Akram atau Bebeb (karena termasuk dalam suku anak dalam bungsu)

Adapun penambahan nama Muhammad di depan itu, karena memang cakepnya laki-laki muslim namanya pakai nama Muhammad atau Ahmad ya.

Alhamdulillah, karena nama adalah doa, maka sampai sekarang, anak-anak kami termasuk anak yang cukup lumayan cerdas meskipun jarang belajar. Eh, yang terakhir itu memang emaknya banget, jarang belajar alias malesss. Hahaha, ampun deh.

Tapi pada awal lahirnya mereka, ada satu masalah kecil lagi. Atuk (kakek) dan neneknya selalu ‘protes’, “Haisshhh, panjang kali nama anak kau nih…” Jiaaaah, kan biar unik bukan?

akna1

Triple A dan ayahnya. Ibunya? Lagi syuting….

banner-gaarmitafibri

Advertisements

About ifaavianty1

A wife, mom of 3 sons, writer and author of about 70 books. Loves books, music, movies, cook, art n craft, history, rain, mall, coffee, tea, and pasta. Oh, and every genius :))
This entry was posted in baby, islamic, life, Lomba blog and tagged , , , , . Bookmark the permalink.

6 Responses to Kisah di Balik Nama Triple A

  1. titintitan says:

    inget banget, waktu kelahiran akna mumtaz ilmi, ada ucapan selamat di annida gituh. dan saya sgt terkesan dg nama ituh sampe apal 😀

  2. Pingback: Daftar Peserta Giveaway Nama yang Paling Berkesan | Armita Fibriyanti

  3. Eh, nama anaknya triple A. tapi nggak pasaran semua ya mbak 😀 bagus dong 😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s