Suasana Magis Yang Menembus Waktu : Upacara Rambu Solo Tana Toraja

Teman-teman, sudah pernah berkunjung ke Tana Toraja? Saya belum dooong. Tapi, bukan berarti saya tidak ingin ke sana. Jauh-jauh hari Tana Toraja sudah saya jadikan sebagai destinasi wisata tanah air yang sangat ingin saya kunjungi. Saya tertarik sekali dengan kebudayaannya yang tinggi. Apalagi sekarang Toraja juga termasuk salah satu daerah potensi wisata yang sedang sangat berkembang, sesuai dengan tagline Toraja Goes to the World Cultural Heritage. Sebabnya tak lain karena keunikan budayanya itu yang tidak bisa ditemui kesamaannya di belahan Indonesia manapun, apalagi di manca Negara.

Penduduk Tana Toraja memang masih memegang teguh Aluk, yaitu adat tradisionalnya berupa upacara-upacara yang khas dan dengan tata caranya yang ketat itu. Dan keadaan iti tetap mereka pertahankan hingga sekarang, meski telah banyak masyarakatnya yang menganut agama lain seperti Kristen Protestan dan katolik. Secara unik, mereka memisahkan upacara-upacara dan ritual yang berkaitan dengan kehidupan dan kematian, karena berhubungan dengan saat panen atau musim tanam. Sampai saat ini mereka masih mengolah padi gogo, dan menyimpan padinya di lumbung yang berbentuk unik. Ada tanduk kerbau di depannya dan rahang kerbau di bagian sampingnya.

Masyarakat Tana Toraja memiliki dua upacara yang unik, yaitu Rambu Solo dan Rambu Tuka. Rambu Tuka adalah upacara selamatan atas sebuah rumah adat yang baru selesai direnovasi. Sedangkan Rambu Solo adalah upacara pemakaman yang khas.

Upacara ini biasanya dilaksanakan pada siang hari, saat matahari mulai condong ke barat dan biasanya membutuhkan waktu 2-3 hari. Bahkan bisa sampai dua minggu untuk kalangan bangsawan. Kuburannya sendiri dibuat di bagian atas tebing di ketinggian bukit batu.

Dalam agama aluk, hanya keluarga bangsawan yang berhak menggelar pesta pemakaman yang besar. Pesta pemakaman seorang bangsawan biasanya dihadiri oleh ribuan orang dan berlangsung selama beberapa hari. Sebuah tempat prosesi pemakaman yang disebut rante biasanya disiapkan pada sebuah padang rumput yang luas, selain sebagai tempat pelayat yang hadir, juga sebagai tempat lumbung padi, dan berbagai perangkat pemakaman lainnya yang dibuat oleh keluarga yang ditinggalkan. Musik suling, nyanyian, lagu dan puisi, tangisan dan ratapan merupakan ekspresi duka cita yang dilakukan oleh suku Toraja tetapi semua itu tidak berlaku untuk pemakaman anak-anak, orang miskin, dan orang kelas rendah.

Upacara Rambu Solo merupakan penghormatan kepada arwah yang sudah meninggal beberapa waktu sebelumnya, biasanya beberapa bulan yang lalu. Persiapan upacara adat besar tersebut membutuhkan persiapan dan biaya yang banyak. Jadi sementara menunggu upacaranya siap, jenazah dibungkus dengan kain dan disimpan di rumah adat leluhur yang disebut Tongkonan.

Rambu Solo bagi masyarakat Tana Toraja dianggap sebagai penyempurna kematian, dimana arwah akan menuju keabadian, bertemu dan berkumpul bersama para leluhur. Jika belum diupacarai, arwah dianggap belum benar-benar meninggal, jadi masih seperti orang sakit atau orang yang lemah, jadi masih harus disiapkan segala keperluannya seperti makan, minum, rokok, dan aneka sesajen lainnya.

Upacara Rambu Solo ini wajib diadakan, sebab kalau tidak, masyarakat percaya arwahnya yang meninggal akan membahayakan keluarganya yang masih hidup, Bisa jadi keluarga si arwah akan menderita sakit atau kemalangan dan musibah. Upacara ini sangat ditunggu oleh semua orang dari suku Tana Toraja, jadi mereka pasti bela-belain pulang kampung meskipun sedang jauh dari Tana Toraja. Upacara ini biasanya diadakan pada bulan Juli-Agustus dan diikuti pula oleh ramainya kunjungan wisatawan.

Paling tidak ada empat prosesi yang dilakukan masyarakat Tana Toraja dalam upacara ini, yaitu pembungkusan jenazah dengan kain, pemberian ornament dari emas dan perak pada peti jenazah, disemayamkannya jenazah di lumbung/Tongkonan, hingga prosesi pengusungan jenazah ke tempat peristirahatannya yang terakhir.

Dalam upacara tersebut dilakukan juga atraksi seru yaitu pemotongan kerbau sebagai kurban dengan sebilah parang yang sangat tajam. Bagi kaum bangsawan, kerbau yang dikurbankan bisa sebanyak 24-100 ekor lho.  Sebelumnya kerbau ini diadu lho. Kerbaunya juga khusus yaitu jenis kerbau bule Tedong Bonga, yang harganya antara 10-50 juta per ekornya. Upacara Rambu Solo diadakan di sebuah lapangan khusus

Arwah diletakkan di tempat yang setinggi-tingginya, karena masyarakat Tana Toraja yakin bahwa semakin tinggi tempat peletakan arwah, maka akan semakin mudah arwah itu mencapai langit.

Keseluruhan rangkaian upacara ini memang kental sekali nuansa magis dan mistisnya. Kita seakan dibawa menembus ruang dan waktu, menuju langit tempat berkumpulnya arwah nenek moyang suku Toraja.

Yang jelas, kebudayaan Tana Toraja memang unik sekali. Kapan nanti saya mau bikin blog post tentang Aluk, sistem kepercayaan asli masyarakat Tana Toraja, yang mencakup juga tatanan kehidupan dan social mereka. Yang penting, sekarang, mari dukung Tana Toraja Goes to the World Cultural Heritage yaa….

Foto dari https://corlena.files.wordpress.com/2012/01/dsc08256.jpg

foto dari https://www.trevolta.com/blogs/toraja-funeral-ceremony-rambu-solo-tana-toraja-2227

foto dari  http://www.demotix.com/news/1704300/traditional-rambu-solo-funeral-rites-held-toraja

logo Lovely Toraja 2015

Referensi :

http://travel.kompas.com/read/2015/03/31/193800427/Rambu.Solo.Tradisi.Pemakaman.Unik.di.Tana.Toraja

http://hasanuddin-airport.co.id/detail/wisata/upacara-adat-rambu-solo039-upacara-pemakaman–toraja

https://corlena.wordpress.com/village-kampong/londa-tana-toraja/

Advertisements

About ifaavianty1

A wife, mom of 3 sons, writer and author of about 70 books. Loves books, music, movies, cook, art n craft, history, rain, mall, coffee, tea, and pasta. Oh, and every genius :))
This entry was posted in culture, Lomba blog, travelling and tagged , , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s