Belajar Ngaji Cepat ala Metode Mama Papa

Dulu ngaji belajarnya pakai metode apa? Saya dunnk anak dulu. Belajarnya enggak pakai metode-metode-an, pokonya urutan saja. Alif atas a dibaca a, alif bawah I dibaca I gitu seterusnya. Lama memang, tapi bagi anak cantik pinter dan rajin seperti saya ya lumayan… lumayan enggak sebentar, maksudnya.

Seiring dengan waktu, muncullah beberapa metode cara membaca Quran yang kemudian dipakai oleh anak-anak kita, seperti Iqra, Qiraati, Al Bayan dll. Metode zaman  dahulu kala itu sepertinya lebih dekat ke metode Iqra ya.

Yang cukup mengejutkan adalah fenomena bahwa buta Al Quran di Indonesia adalah sebanyak 65% dari umat muslim. Mencemaskan bukan? Jadi selama ini ngapain aja ya kita sampai yang buta segitu banyaknya? Nah, berarti yang bisa baca Al Quran hanya 35% ya. Oke sip.

Eh, nanti dulu, ternyata ada fakta lagi yang menyedihkan. Ini kapan menyenangkan-nya ya? Fakta tersebut menyatakan bahwa diantara yang bisa baca Al Quran, 21% diantaranya enggak mau baca Al Qurannya. Jadi Al Qurannya disimpan rapi-rapi di lemari dan baru dibuka ketika ada pernikahan atau kematian. Menyedihkan sekali bukan?

Alhamdulillah, yang buta Al Quran banyak yang ingin pintar. Makanya mereka berbondong-bondong mau mengaji. Alhamdulillah juga, banyak juga fihak yang dengan semangat dakwah yang tinggi mencoba memfasilitasi saudara-saudara kita ini. Misalnya seperti Kelompok Rumah Baca Ica yang dibentuk oleh Ustadz Cholil Nafis, PhD, Ketua Komisi Dakwah MUI Pusat, di rumahnya di daerah Jakarta Selatan. Komunitas Rumah Baca Ica ini terpanggil untuk mengajak saudara-saudara muslim yang belum bisa membaca Al Quran untuk belajar ngaji bareng. Maka diumumkanlah pembentukan Komunitas Ayo Mengaji (KAM) melalui Twitter. Rencana semula para ‘santri’ akan dikumpulkan dalam sebuah grup Whatsapp.

Ternyata ya, baru sehari semalam diumumkan, pesertanya membludak sampai 100 orang, bahkan lebih. Akhirnya dibuatlah website AyoNgaji.ning.com.

Tak berhenti hingga di situ, KAM kemudian mencari metode yang paling pas untuk belajar ngaji bagi anak-anak sehingga gampang dimengerti. Bersambutlah dengan ide dan inovasi dari ustadz Muhammad Taslim yang mengusung metode Mama Papa.

Metode ini dijamin dalam 3 jam bisa membuat santri/murid bisa membaca Al Quran. Metode dasar yang digunakan melalui media cerita yang mudah ditangkap dan disampaikan dengan cara yang menarik. Penasaran kan kayak apa metode Mama Papa ini?

Insha Allah besok yaaa saya turunkan blog post-nya.

Yang jelas, Ustadz Cholil ketika memberi pengarahan dalam acara Training for Trainers (TOT) Metode Mama Papa di Pesantren Al Quran Darul Quran Tebet pada Sabtu 31 Oktober, mengatakan bahwa metode ini patut sekali dicoba diterapkan kepada anak-anak kita, dan murid-murid TPA yang kadang banyakan malesnya daripada rajinnya untuk mengaji. Maklumlah ya namanya juga bocah.

Eh jadi kalau kita yang sudah tidak bocah lagi ini males ngaji gimana coba?

Ya coba dirajinkan lah, gunakan metode Mama Papa ini. Insha Allah semangaddd ngajinya. Tuh kan makin penasaran? Ketemu besokkk yaaa….

Ustadz Cholil menjelaskan metode Mama Papa

Advertisements

About ifaavianty1

A wife, mom of 3 sons, writer and author of about 70 books. Loves books, music, movies, cook, art n craft, history, rain, mall, coffee, tea, and pasta. Oh, and every genius :))
This entry was posted in education, event, islamic, life, liputan, syariah and tagged , , , , , , , , . Bookmark the permalink.

One Response to Belajar Ngaji Cepat ala Metode Mama Papa

  1. Pingback: Metode Mama Papa Bikin Anak Fun Belajar Baca Al Quran | ifaavianty1

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s