Bersama Melangitkan Doa Merindu Hujan

Sudah kurang lebih delapan bulan, tanah air kita dilanda musim kemarau. Konon ini merupakan musim kemarau terparah dan terpanjang dalam lima tahun terakhir. Musim kemarau bukan sekedar penanda bergantinya waktu di alam kini, namun telah berubah menjadi bencana. Kekeringan dimana-mana, bahkan di daerah sekitar tempat tinggal sayapun, sudah banyak sumur yang kering. Penyakit akibat kekeringan dan temperature udara yang terlalu panas telah tersebar. Pembakaran hutan memperparah kondisi sehingga menyebabkan beberapa daerah ditutupi asap yang membahayakan bagi kesehatan.

Sudah waktunya turun hujan, mengganti kering kerontang tanah ini. Namun yang dinanti belum juga datang, sementara kita terus berdoa dan berharap. Rindu wangi tanah tersentuh air dari langit serasa menggelitik hidung.

Saatnya menyatukan hati dan doa. Bersama memohon kepada Allah Sang Penguasa Alam untuk berkenan menurunkan hujan membasahi tanah Indonesia. Pagi tadi, Minggu 1 November 2015, suami mengajak saya ikut melaksanakan shalat istisqa alias shalat minta hujan di masjid Istiqlal, yang digagas oleh Wapres Bapak Jusuf Kalla. Sepagi mungkin kami berangkat, karena berharap mendapat tempat. Diperkirakan ribuan massa akan datang menghadiri shalat di lapangan masjid Istiqlal ini.

Alhamdulillah, kami sampai di lokasi saat jamaah belum terlalu ramai. Seluruh tempat pelaksanaan sudah dilapisi sajadah merah. Panitia pelaksana yaitu Kementerian Agama RI dan Dewn Pengurus Masjid Istiqlal telah bekerja keras mempersiapkan momen penting ini.

Jam 7.10 acara dimulai dengan sambutan dari Bapak Menteri Agama RI, Bapak Lukman Hakim Syaifuddin yang antara lain menyatakan bahwa pelaksanaan shalat istisqa di berbagai tempat sudah dilaksanakan. Bahkan di masjid Istiqlal sendiri ini adalah kali kedua. Shalat kemudian diimami oleh Al Hafizh ust Hasanuddin Sinaga yang bacaan ayatnya mengingatkan saya pada saat shalat di Masjid Nabawi.

Oh iya, shalat istisqa itu persis sama seperti shalat Ied. Yaitu dua rakaat dengan 7 takbir pada rakaat pertama dan 5 takbir pada rakaat kedua. Diantara takbir demi takbir, kita diperintahkan membaca kalimat tasbih dan istighfar sebanyak-banyaknya.

Selanjutnya adalah khutbah Istisqa dan pembacaan doa yang disampaikan oleh Ketua MUI, Bapak KH Ma’ruf Amin. Ada beberapa kutipan khutbah yang jlebb, kena sekali ke hati, seperti misalnya “Sebagai hamba banyak ajaran Allah yang kita abaikan. Sebagai ayah, kita belum mampu memberikan bimbingan kepada anak. Sebagai ibu, belum mampu menjalankan tugas rumah tangga dan keibuannya dengan baik. Sebagai pejabat belum optimal memberikan pelayanan kepada masyarakat. Sebagai ulama belum mampu membimbing umat berjalan di jalan Allah”.

Dan yang ini, “Sadarilah bahwa maksiat membawa dampak dan akibat. Maksiat yang dilakukan orang perorang bisa berakibat dicabutnya kenikmatan. Maksiat dalam berbangsa dan bernegara bisa berakibat dicabutnya keberkahan dari Negara tersebut. Maksiat dalam pengelolaan alam bisa berakibat timbulnya bencana alam yang tak terkirakan”. Dan saya merenung hingga ingin meneteskan air mata.

Displaying IMG-20151101-WA0003.jpg

Displaying IMG-20151101-WA0004.jpg

Displaying IMG-20151101-WA0005.jpg

Displaying WP_20151101_06_40_22_Pro.jpg

Displaying WP_20151101_06_40_25_Pro.jpg

Displaying IMG-20151101-WA0034.jpg

Pelaksanaan shalat istisqa ini memang dihadiri banyak sekali jamaah, dari dalam dan luar kota, Kami menunggu dulu sampai antrian keluar masjid sedikit reda. Sambil nunggu, ya… selfie lah ya. Selesai mengikuti shalat, hati terasa lebih tenang dan pasrah akan ketentuan Allah. Yakin, insha Allah, pasti dikabulkan pada saat yang tepat. Allah Maha Tahu batas kemampuan kita, jika saat ini hujan masih belum Dia turunkan, Dia tahu bahwa kita masih bisa bertahan dan bersyukur. Dan itu artinya, pertolongan demi pertolongan-Nya selalu diturunkan kepada kita, tinggal kita yang harus membaca letak pertolongan itu dan menjemputnya. Insha Allah, setelah kesulitan akan ada kelapangan.

Tuuuh barusan Depok, Sebagian Jakarta Timur, Ciledug, Tebet hujan. Alhamdulillah. Cinere tinggal tunggu saat yang tepat. Ya kan?

Berita lengkap bisa dibaca di http://bimasislam.kemenag.go.id/post/berita/khutbah-istisqa-kh-makruf-amin-maksiat-dalam-berbangsa-bisa-berakibat-dicabutnya-keberkahan

Advertisements

About ifaavianty1

A wife, mom of 3 sons, writer and author of about 70 books. Loves books, music, movies, cook, art n craft, history, rain, mall, coffee, tea, and pasta. Oh, and every genius :))
This entry was posted in inspirasi, life, liputan and tagged , , , , , . Bookmark the permalink.

2 Responses to Bersama Melangitkan Doa Merindu Hujan

  1. MCC Sidoarjo says:

    Adakah ciri-cirinya kalau do’a kita akan dikabulkan ya?
    Thanks

    • ifaavianty1 says:

      Setahu saya sih, yg penting kita pasrah dan yakin doa kita akan dikabulkan. Berdoa wilayah manusia. Kapan dan bagaimana dikabulkannya itu rahasia Allah. Semua doa dikabulkan Allah dg cara yg spesifik dan dalam ruang waktu yg plg sempurna 🙂 InshaAllah

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s