Enam Cara Mempersiapkan Masa Depan yang Lebih Cerah

Kata orang, zaman sekarang semakin sulit. Benarkah? Iya juga sih, hehehe…. Soalnya bukan hanya bukti berupa angka yang menyebutkan bahwa jumlah orang atau keluarga miskin di Indonesia semakin meningkat, dan semakin tingginya angka penngangguran, kita juga sebagai emak-emak sudah merasakan bukti langsungnya. Harga semua barang melambung tinggi, dari mulai tahu, tempe, hingga daging, ayam dan ikan. Kalau harga parfum, baju dll sudah duluan ngibrit meninggalkan kita saya.

Lalu, apakah kita pasrah dengan keadaan yang seperti ini? Bagaimana  nasib anak cucu kita di masa yang akan datang? Maukah kita, mereka hidup lebih ‘susah’ dari kita?

Aaah, boro-boro buat nabung, buat sehari-hari saja kurang, banyak sekali emak-emak yang mengeluh seperti itu, dan yang tadinya mereka masih bisa ketawa-ketiwi sambil belanja di tukang sayur sekarang mengucapkan itu sambil manyun menerima daftar tagihan hutang jatuh tempo dari si tukang sayur. Mau enggak dibayar, muka tukang sayur sudah sama sekali enggak enak dilihat, mau dibayar, duitnya belum ada. Nasib …nasib…

Kayaknya, dan memang seharusnya, ada yang harus dibenahi. Ada yang harus ditata ulang demi masa depan cerah dan kesejahteraan yang lebih baik. Bukan hanya masalah perencanaan keuangan yang harus ditata ulang, namun juga kehidupan kita seluruhnya. Tidak ada kata terlambat untuk meninjau ulang lagi masalah ini, mari duduk berdua dengan pasangan, bicarakan dengan tenang dan tetap dalam kondisi yang senyaman mungkin. Semua demi masa depan yang lebih cerah.

Paling tidak, ada enam cara mempersiapkan masa depan yang lebih cerah, menurut saya lho.

Membuat DreamBoard dan Menata Ulang Niat

Apa sih DreamBoard itu? Itu bukannya kebiasaan orang MLM? Iya betul. Saya juga dapat ilmu tentang DreamBoard itu sewaktu masih aktif di MLM. Dan… terpakai hingga kini. DreamBoard adalah semacam papan/lembaran kertas/buku yang memuat semuaaa keinginan kita, cita-cita kita baik jangka pendek, menengah dan panjaaang yang ingin dan HARUS kita capai.

Termasuk dalam DreamBoard itu ya ada gambarnya orang-orang yang ingin kita bahagiakan, ada anak-anak kita, pasangan kita, orang tua. Adik-kakak, sahabat, asisten, dan orang-orang di sekitar kita. Boleh juga memuat barang-barang yang ingin kita miliki, ada rumah, mobil, gadget, atau perhiasan. Boleh juga memajang destinasi liburan kita bersama pasangan atau keluarga, rencana pergi haji atau umrah. Rencana lain juga bisa disertakan misalnya memugar makam kakek di kampung, membangun pondok pesantren di kampung belakang, atau membangun rumah singgah bagi kucing liar. Semuaaaa tumpahkan di DreamBoard. Jangan takut bermimpi besar, karena itu semua jadi pemicu semangat bagi kita untuk bekerja lebih baik. Itu yang ada di DreamBoard adalah alasan kita melakukan suatu pekerjaan. Mereka adalah WHY kita.

Cakep sih kita bikin DreamBoard bareng pasangan (suami/istri kalau pacar sih enggak usah, kan belum tentu jadi atau enggak). Lalu kita niatkan bareng dengan kuat. Kalau menurut pak Erbe Sentanu dalam bukunya “Quantum Ikhlas” itu ada beberapa tahapan berdoa yang oke, yaitu gambarkan/bayangkan dengan jelas apa yang kita inginkan, afirmasikan/nyatakan dalam bentuk doa dan niat kuat, ikhlaskan kepada Allah, jangan lupa ucapkan terima kasih bahwa apa yang kita inginkan itu TERCAPAI.

Ulangi proses berdoa dan berniat kuat seperti di atas. Soalnya kenapa? Doa itu bukan hanya yang kita ucapkan lho, tapi juga apa yang kita pikirkan, kita rasakan, dan kita bayangkan. Jadi hati-hati dengan doa kita. Sip.

sun2

 

Kelola Karir dan Keuangan Kita

DreamBoard dan niat enggak akan bunyi kalau tidak ada ACTION. Ya udah. Dikerjakan deh tuh. Mari lihat lagi karir atau bisnis kita saat ini. Sudah tepatkah? Benar tidak kita sudah on track? Apa yang dirasakan dan didapat dari karir/bisnis yang ini?

Sudahkah kita bekerja keras, cerdas, tuntas dan ikhlas di karir/bisnis ini? Yakin? Kalau enggak ada passion, agak susah lho jawab pertanyaan yang ini. Serius.

Enggak semua orang punya track sukses yang sama. Si A sukses sebagai banker. Si B belum tentu. SI C sukses di MLM, si D di jualan hijab. Si E sukses di menulis, si F sukses di buka catering, misalnya. Mari tidak mencela pilihan sukses orang lain. Mendingan kita focus di cara sukses ala kita. Jangan bilang, orang lain enggak cerdas karena enggak ambil jalan yang sama seperti kita. Siapa tahu dia lebih sukses dan kita yang harus mulai lagi dari awal.

Lalu sudahkah kita mengelola keuangan dengan bijak untuk masa depan yang lebih baik? Jangan mentang-mentang baru naik gaji terus boros semua dibeli kayak OKB. Sudahkah kita tetap mempertahankan sikap sederhana dan tidak bermewah-mewahan? Sederhana enggak berarti kampungan lho ya. Sederhana tapi berkelas. Enggak semua orang bisa beli ‘style’, meski dia sangat kaya. Tapi ada juga orang-orang yang justru tampil menarik dengan kesederhanaannya.

sun

 

Buatlah Skala Prioritas Sambil Terus Melakukan Evaluasi

Jangan membeli atau melakukan sesuatu yang enggak perlu dibeli atau dilakukan sekarang. Apalagi kalau itu bukan kebutuhan primer atau sekunder. Memaksakan diri kadang memang ada gunanya, tapi banyak juga yang karena impulsive semata, hasilnya mengecewakan. Selalu ada ruang dan waktu yang tepat dalam rencana Tuhan, itu artinya selalu meminta petunjuk pada-Nya, apakah sudah tepat yang kita lakukan ini. Nah kalau begitu, tinggal jalankan deh rencana kita yang ternyata sama dengan rencana Tuhan.

Skala prioritas kita bisa salah juga, untuk itu selalu lakukan evaluasi. Insha Allah ke depannya akan makin baik.

 

Menabung dan Mencoba Berinvestasi

Selalu usahakan untuk menabung, baik dalam bentuk tabungan, deposito berjangka, logam mulia dan dinar dirham, atau asuransi seperti di Sun Life dari PT Sun Life Financial Indonesia. Jika belum bisa, mungkin bisa dicoba cara sederhana ini:

Setiap kali mendapatkan uang dengan nilai tertentu misalnya 500 rupiah, seribu rupiah, atau semampu kita (seratus ribu lebih cakep), coba sisihkan. Simpan di suatu tempat yang kita labeli dengan ‘Tabungan’. Anggap itu bukan uang kita, artinya enggak boleh kita pakai dulu. Dalam jangka waktu tertentu, kita akan menemukan cukup banyak jumlah yang bisa kita sebut sebagai tabungan kita.

Jangan lupa, jika sudah mampu, kita bisa mulai berinvestasi. Misalnya dengan menanam modal pada usaha penggemukan sapi, usaha jual bensin eceran, usaha warung angkringan nasi kucing, atau apa saja usaha kecil dan menengah yang kita lihat prospeknya cukup baik. Selain menjadi tabungan kita, ini juga bisa jadi pemberdayaan ekonomi bagi orang-orang di sekitar kita. Eitss, jangan lupa, ini ada pahalanya juga lho.

Berbagi apapun yang kita miliki

Menyambung uraian di atas, yuk berbagi. Berbagi apa saja yang kita miliki; harta, ilmu, wawasan, hingga senyuman. Berbagi dengan apa yang terbaik yang kita miliki. Enggak ada orang yang senang berbagi terus jadi miskin. Kenapa? Karena kita sedang menabung pada alam dan pada Tuhan. Namanya tabungan semesta. Ini akan menghasilkan passive income dunia akhirat. Bahkan jika kita mewakafkan harta atau ilmu kita, untuk kepentingan umat, selama harta dan ilmu kita masih digunakan oleh umat, kita akan tetap menerima pahala dunia dan akhirat.

Berbagi selalu memberikan tambahan rezeki dan berkah yang tidak disangka-sangka, baik materi maupun nonmateri berupa kesehatan, kebahagiaan. Tambah teman dan saudara, dan banyak lagi. Ini juga bekal untuk masa depan kita dan keturunan kita. Benar-benar investasi yang enggak ada ruginya ini… bisa juga dengan bergabung bersama komunitas yang tujuan utamanya berbagi, seperti Akber atau Akademi Berbagi, Tangan Di Atas, dan Komunitas Blood4Life misalnya.

Oh ya, untuk memulai kebiasaan bersedekah bisa juga lho dengan cara menabung kayak tadi. Atau dengan langsung memotong lebih dari 2.5% berapapun pendapatan yang kita terima. Anggap itu bukan uang kita. Yuk tutup mata. Ikhlaskan. Biar Allah saja yang member ganti.

Hidup dengan keseimbangan alam

Alam sekitar kita adalah tabungan untuk masa depan kita dan anak keturunan kita. Jadi wajib banget hidup selaras dengan harmoni alam, menjaga kelestarian alam, menyayangi hewan dan semua makhluk Tuhan dengan baik, dan melakukan upaya-upaya penghematan sumber daya alam tak terbarukan. Ini adalah investasi jangka panjang yang merupakan bagian dari Tabungan Semesta. Bisa dinikmati nanti….

sun3

 

Intinya sih, sebenarnya mempersiapkan masa depan yang cerah bukan hanya bersifat materi, namun juga masalah balancing dalam kehidupan. Bahwa dunia yang kita tinggali sekarang akan diwariskan kepada keturunan kita, dan bahwa apa yang kita miliki sekarang belum tentu merupakan milik abadi kita. Yuk persiapkan masa depan lebih baik dan lebih berkah sebab dunia ini hanya titipan, hanya sawang sinawang…. Jangan sampai nanti saatnya kita meneruskan titipan ini kepada keturunan kita, mereka hanya dapat susahnya saja.

Advertisements

About ifaavianty1

A wife, mom of 3 sons, writer and author of about 70 books. Loves books, music, movies, cook, art n craft, history, rain, mall, coffee, tea, and pasta. Oh, and every genius :))
This entry was posted in life, lifestyle, Lomba blog, sikap and tagged , , , , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s