Tentang Kain Karawang yang Bukan dari Karawang

Suami saya sering sekali mengunjungi berbagai daerah di nusantara dalam rangka tugas kantor. Biasanya yang dibawa pulang sebagai oleh-oleh adalah makanan khas daerah tersebut. Jadi seperti sudah menjadi sebuah kebiasaan kalau saya dan anak-anak menantinya pulang dari suatu daerah berharap dia akan datang dengan sekardus makanan khas yang lezat. Upacara membongkar oleh-oleh adalah salah satu ritual pulang dinas yang dinantikan saya dan anak-anak.

Sewaktu bertugas ke Gorontalo, lain lagi ceritanya. Tumben banget dia enggak bawa kardus besar berisi makanan khas. Gorontalo pasti dong punya makanan khas lezat yang jadi kebanggaan. Spontan saya bertanya, “Kok enggak bawa makanan, Yah?”

Suami saya nyengir sambil membongkar ransel besarnya yang setia menemani dia dinas kemanapun. Dia lalu menyerahkan sebuah bungkusan kepada saya. “Buka deh. Cakep. Ibu pasti suka”.

Yihaaa…hijab nih pasti. Ahseeek. Begitu pikir saya.

Lincah tangan saya membuka bungkusan itu, dan… sejenak saya terpana. Aiiih, cakep bener…. Lebih indah dari selembar hijab ini mah.

Sepasang bahan baju berwarna hijau terang, dengan tenunan yang khas. Saya baru pertama kali melihat tenunan sehalus itu, yang kombinasi warnanya begitu kompleks (saking rapatnya itu jarak antar kombinasi warna) dan cerah ceria. Agak mirip tenunan Dayak, tapi yang ini lebih berani dalam bermain warna. Khas banget.

“Ini… tenunan Gorontalo, Yah?”

“Iya, namanya Kain Karawang”.

“Hah? Karawang bukannya nama daerah di Jawa Barat?”

“Tapi ini namanya beneran kain Karawang, coba googling aja deh, Bu”.

Bukannya googling, saya malah sibuk mengagumi serat-serat dan motif tenunan khas Gorontalo itu. Saya malah mikirnya begini, “Ah, sayang banget ini kain dipotong dan dijahit sekarang, nanti aja, saya mau desain dulu biar jadi gaun yang cakep buat ke undangan atau acara resmi”.

Seriously, kain Karawang ini motifnya eksklusif dan enggak pasaran. Cocok sekali dipakai untuk undangan atau acara resmi. Enggak kalah deh bersaing dengan motif-motif etnis lain dari berbagai daerah. Ternyata juga ya, seni mokarawo atau seni membuat kain Karawang ini sudah dimulai sejak zaman dulu, yaitu sejak zaman kerajaan Gorontalo. Benar-benar prosesnya membutuhkan ketekunan dan ketelitian dalam memadukan pola, motif, dan warna.

Coba deh perhatikan detilnya.

wego4

wego3

wego2

Daaan… si ibu Ifa memang terlalu banyak perhitungan. Lihatlah, suami saya sudah lebih dulu memakainya untuk acara resmi. Bergaya ala model pula dia. Serasi ya sama hapenya? Sekarang si Kain Karawang telah bermetamorfosis menjadi kemeja yang jadi salah satu favorit suami saya.

wego1

Sejak saat itu juga, saya jadi jatuh cinta sama suami saya eh aneka motif tenunan dan batik dari berbagai daerah. Unik-unik banget ya. Jadi, suami saya sekarang mesti siap-siap bawa upeti setiap pulang dinas berupa kain khas daerah tersebut untuk istri cantik, matre, dan shalihat ini. Hehehehe…

Semua bermula dari kain Karawang yang bukan berasal dari Karawang…. Jauh-jauh dibawa dari Gorontalo ke Jakarta.

Postingan ini diikutsertakan dalam Kompetisi Blog #KainDanPerjalanan yang diselenggarakan Wego

Advertisements

About ifaavianty1

A wife, mom of 3 sons, writer and author of about 70 books. Loves books, music, movies, cook, art n craft, history, rain, mall, coffee, tea, and pasta. Oh, and every genius :))
This entry was posted in culture, fashion, Lomba blog and tagged , , , , , , , . Bookmark the permalink.

3 Responses to Tentang Kain Karawang yang Bukan dari Karawang

  1. Hihihiiii, suaminya mbak Ifa gayanyaaaaa enggak nguatin 🙂
    Good luck ya mbak Ifa

  2. piwiqwerty says:

    Bu,izin saya muat di kolom opini web travel gorontalo bisa?mantap nih.saya backlink ke alamat blognya ibu nanti

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s