Sebuah Dunia Lain di Mata si Kecil

Kisah yang ini bukan pengalaman masa kecil saya, tapi sebagian dari kisah seru masa kecil sulung saya yang sekarang sudah kelas 9. Akna nama sulung saya, terlahir sebagai bayi laki-laki yang lucu dan menggemaskan. Matanya berkilat cerdas setiap kali menemukan objek yang menarik baginya. Menjelang usia dua tahun ia sudah mulai senang mengoceh dengan bahasa bayinya. Dan disinilah semua bermula.

akna2

Akna sewaktu kecil bersama ayahnya

Ia sering membicarakan sesuatu yang… kadang kami tidak bisa menemukannya. Ia menunjuk ke arah tertentu sambil menggumamkan atau menyerukan sesuatu tapi saya sering gagal faham. Namun seiring dengan perkembangan kemampuan bahasanya ia mulai bisa menjelaskan apa yang dia maksud, dan sayapun mulai mengerti. Saya memindai ada kemampuan yang sama kami miliki, namun dia lebih intens untuk mengeksplor kemampuan tersebut sesuai dengan perkembangan usianya. Kami sama-sama bisa merasakan adanya dunia dan makhluk lain yang tak kasat mata. Bedanya saya hanya sebatas menandai tempat, sedangkan Akna bisa melihatnya bahkan mendeskripsikan secara jelas.

Pernah sewaktu kami mau shalat magrib, dia tiba-tiba bilang kalau di depan, di luar pagar rumah kami, ada seseorang yang sedang mengawasi rumah kami. Orangnya begini dan begini, dia menjelaskan dengan runut. Tapi sesaat kemudian dia bilang orang tersebut sudah membelakangi rumah kami. Dia tidak jadi masuk. Dan dia bukan manusia seperti kami. Huhuhu….

Pernah juga dia sedang bertamu ke rumah adik saya, di sana juga sedang ada keluarga adik bungsu saya yang kebetulan sama-sama sedang bertamu. Akna dan anak adik bungsu saya yang bernama Fya, ngobrol berdua. Tahu enggak mereka ngobrolin apa? Menurut mereka, di lemari sebelah meja telpon, ada lubang hitam yang dalam, yang tembus ke rumah saya. Kebetulan rumah saya bersebelahan dengan rumah adik saya ini. Huaaaa ngeriii…

Oh ya, beberapa ponakan saya juga memiliki kemampuan seperti Akna, termasuk Fya dan putri sulung adik saya yang tinggal di sebelah rumah saya.

Puncaknya, pernah suatu malam menjelang isya, suami saya baru pulang dari kantor dan langsung mandi. Saya sedang menjemur pakaian di belakang rumah. Akna sedang duduk di kamar menonton tv. Waktu saya masuk kamar, Akna Tanya sama saya, “Bu, ayah sudah selesai mandi atau belum?”

“Belum. Kenapa?” saya balik bertanya.

Akna tertegun sejenak, lalu menjawab, “Barusan mas Akna kirain ayah yang masuk kamar sini. Ada orang masuk, tapi Cuma kelihatan celana jeans-nya aja, sebatas pinggang. Siapa ya bu?”

Aaaaaa… saya langsung merinding sejadi-jadinya. Menjemur pakaian terpaksa saya tunda hingga esok pagi. Huhuhu…

Ketika dia sudah cukup umur untuk diruqyah, kalau enggak salah SD kelas tiga ya…lupa juga saya, ustadz yang meruqyah memang bilang bahwa dia punya kemampuan yang besar untuk mengindera makhluk lain. Namun ustadz bilang, seiring dengan usia, kemampuan ini bisa menghilang perlahan atau bisa juga malah menguat. Untuk itu, Akna kemudian menjalani ruqyah. Alhamdulillah setelah itu kemampuannya berangsur hilang perlahan. Sampai sekarang sih kayaknya sudah enggak ada.

akna1

Akna sekarang, bersama kedua adik dan ayahnya

Beneran, enggak enak punya kemampuan seperti ini. Menyiksa, apalagi kalau kondisi iman sedang tidak baik. Mendingan yang normal-normal sajalah. Iya kan?

Tulisan ini diikutsertakan dalam Pena Cinta First Giveaway

Advertisements

About ifaavianty1

A wife, mom of 3 sons, writer and author of about 70 books. Loves books, music, movies, cook, art n craft, history, rain, mall, coffee, tea, and pasta. Oh, and every genius :))
This entry was posted in life, Lomba blog, parentings and tagged , , , , . Bookmark the permalink.

6 Responses to Sebuah Dunia Lain di Mata si Kecil

  1. RohmaFAzha05 says:

    saya bacanya jadi merinding juga nih, bunda….
    salam kenal ya…

  2. Liswanti says:

    Berarti bisa melihat penampakan seperti putri saya mba, sekarang masih ga kira2?

    Terima kasih sudah ikutan

  3. Liswanti says:

    Bisa melihat penampakan ya mba, wah jarang-jarang mba. Sekarang gimana, masih bisa lihatkah?

    Terima kasih sudah ikutan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s