Ini Dia Film Yang Gueee Bangeet, Filosofis dan Menyentuh Hati

Halaah… malam-malam bahas film? Enggak salah, bu? ya enggak lah. Hitung-hitung refreshing setelah tadi sempat berkutat dengan tulisan yang sedikit serius. Eh, bukan berarti ini enggak serius sih, hanya… topiknya light…saya sukaaa banget.

Saya sejak kecil senang nonton film, apa saja, Indonesia, Hollywood, India, film silat Cina, dan film kartun. Semua genre, dari cinta-cintaan, komedi ala Benyamin, Ateng, dan Dono Kasino Indro, sampai horor. tapi yang terakhir disebut sih lebih sering enggak tuntas menontonnya. Keburu kabur karena takut terbawa mimpi.

Dari pengalaman menonton film sebanyak itulah, saya jadi memiliki memori tersendiri tentang film-film yang berkesan. Banyak pula jumlahnya. Hampir semua film Meg Ryan, Tom Hanks, dan George Clooney pasti berkesan. Film jadul yang dibintangi Gregory Peck, Audrey Hepburn, Hunphrey Bogart, pasti berkesan. Hahaha, ini karena ceritanya atau karena pemainnya ya?

Tapi paling tidak, ada dua film yang paaaaling membekas di benak saya. bukan hanya karena pemainnya ada yang ganteng (getok jidat!), tapi ada nilai filosofis yang saya ambil.

It's_A_Wonderful_Life

Pertama, film produksi tahun 1946 “It’s a Wonderful Life” yang dimainkan oleh James Stewart yang agak ganteng sedikit (apaaa siiih?) dan Donna Reed yang cantik dan mukanya baik banget itu. Jadi itu ceritanya tentang si George Bailey yang diperankan dengan bagus sekali (bintang 5) oleh Opa James Stewart (orangnya sudah meninggal sekarang), yang senang menolong orang tapi anehnya dia kena sial melulu. Sampai akhirnya dia mau melakukan bunuh diri dengan nyebur ke sungai pas malam Natal. Untunglah, dia keburu asyik menolong seseorang yang juga nyaris tenggelam yang ngakunya sih Guardian Angel-nya si George yang sengaja diturunkan ke bumi untuk menjaganya. George yang ngeyelan ini jelas menolak, siapa sih dia gitu? Tapi memang yang jelas, si George batal bunuh diri dan dia balik ke rumahnya menemui istrinya, Mary, yang sabar banget punya suami susah melulu kayak si George, dan anak-anaknya yang sedang menyambut Natal sambil nyanyi “Hark the Herald Angels” (teman-yeman yang nasrani tolong dikoreksi ya kalau judul lagunya salah). endingnya happy dan damai banget.

Habis nonton itu pertama kali langsung mbrebes mili. Saya menangis sambil merenung. Ada dua kutipan yang saya ingat banget, sampai sekarang.

Pertama, saat si George tanya ke si Guardian Angel, “Ngapain ya saya lahir ke dunia ini? Sial melulu. Mendingan gak usah saja saya lahir ya”

Jawab si Guardian Angel, “Jangan gitu, Bro. Kita lahir karena kita memang harus ada dan kita dibutuhkan oleh orang lain. Masing-masing kita punya peran dalam kehidupan kita, bagi orang lain…”

“Enggak akan ada kehidupan yang sama seperti yang kamu dan kita alami sekarang, kalau enggak ada kamu…” lanjutnya. Dan ini bikin si George merenung.

Eyaaaaa… gue bangeeet. Sering kan kita merasa down dan enggak guna? Nah, setiap kali saya merasa seperti itu, saya selalu ingat petikan kutipan yang saya terjemahkan dengan sebebas-bebasnya ini.

Daaan… ini film juaraaa banget, sampai bisa bikin saya rutin menontonnya setiap menjelang akhir tahun. Kenapa mesti akhir tahun? Ya dapet banget aja momennya.

Mari kita tinggalkan si George yang enggak jadi bunuh diri. Kita masuki film kedua, yang merupakan film seri. Juga film jadul dan pernah diputar di TVRI waktu dia masih jadi satu-satunya TV Station di tanah air kita, sekitar tahun 80an. waktu itu saya masih SD dan giat banget nonton serial ini. Enggak boleh ketinggalan banget deh. Tiap sabtu malam selesai Dunia Dalam Berita. Judulnya “A Ghost and Mrs. Muir”, yang dimainkan oleh Hope Lange sebagai Carolyn Muir dan Edward Mulharre sebagai mhantu Captain Daniel Gregg. Film seri ini aslinya tayang di Amerika tahun 1968-1970. film seri ini pernah diangkat di layar lebar lebih dahulu, yaitu tahun 1947 dengan bintang Gene Tierney dan Rex Harrison. Oh ya ini diangkat dari novel lho.

Ngomong-ngomong, kapan ya novel saya bisa melegenda seperti ini setelah dibuatkan filmnya? Yaaa, production house, producer, sutradara,… mana suaranyaa?

The-Ghost-And-Mrs-Muir-classic-television-revisited-3785118-384-316

Oh, let’s back to the topic. Film seri ini berkisah antara cinta terpendam diam-diam merindu antara Carolyn yang bekerja sebagai penulis (gueeee bangeeet) dan Daniel yang menghuni rumah yang disewa Carolyn, sejak 100 tahun lalu. Iya soalnya si Daniel ini hantu kapten kapal yang punya rumah itu. Yang hebatnya lagi, selama film seri ini enggak ada adegan kissing-nya sama sekali. Ada juga terakhir pas serial ini memasuki sesi terakhir. Last scene banget, itupun kalau enggak salah, long shot gitu ya.

Ada kutipan yang sampai sekarang sering saya cari di Youtube dari serial ini. Iniiii gue bangeeet…. Ada scene saat Carolyn lagi tidur, terus si Daniel menampakkan diri. Kenapa kok jadi romantis ya? Kalau ini kejadian di saya, bafrangkali saya sudah pingsan dan enggak bangun lagi saking takutnya. Tapi ada satu kalimat dari si Daniel yang bikin melted, “Andai saat itu benar kamu yang saya temui di kapal saya, … tapi sudahlah. Saya hanya sedih, karena kamu tidak dilahirkan pada masa saya saat itu…”

Aaaaaaa… cinta yang bertahan seratus tahun, mirip Twilight ya? Dan saya meleleh di tempat setiap kali menonton scene ini. Saya adalah pecinta keabadian cinta, dengan latar belakang kedua pelaku yang berbeda, entah dunianya, entah status apanya. Yang jelas bagi saya, cinta yang abadi itu bahkan terasa hingga berabad-abad kemudian. Dan saya meleleh kembali…

Nah, tampaknya sudah terlalu panjang. Nanti mak Ev lelah membacanya. Sudahlah. Meskipun demikian, saya hanya ingin menambahkan lima judul film lagi sebagai runner up film yang bertahta di hatiku, yaitu :

  1. “Habibie dan Ainun”
  2. “Roman Holiday” (1954) starring Gregory Peck dan Audrey Hepburn
  3. “Sang Kyai”
  4. “You’ve Got Mail” starring Meg Ryan dan Tom Hanks
  5. “The Sound of Music” (1964) starring Julie Andrews dan Christopher Plummer.

See yaaa…

Eh ya ampuun ini kan semacam resensi ya? Harusnya enggak di blog ini…, Nah kaaan?

Postingan ini diikutsertakan dalam Evrinasp Second Giveaway : What Movie Are You?

movie ev

Advertisements

About ifaavianty1

A wife, mom of 3 sons, writer and author of about 70 books. Loves books, music, movies, cook, art n craft, history, rain, mall, coffee, tea, and pasta. Oh, and every genius :))
This entry was posted in Lomba blog, love, movie and tagged , , , , . Bookmark the permalink.

9 Responses to Ini Dia Film Yang Gueee Bangeet, Filosofis dan Menyentuh Hati

  1. anneadzkia says:

    Aaaaa baca tulisan mbak Ifa memang selalu asyik. Gayanya khas. Dan pasti deh, judul-judul klasik yang keluar.
    Etapi, beberapa film yang disebutkan, aku suka juga. Habibi Ainun (diulang2 juga nontonnya…secara ehm.. Kang Reza Rahadian yg main), You’ve Got Mail (kangen nonton film ini), Sound of Music (udah puluhan kali nonton).

  2. Roman Holiday katanya bagus, ya. Saya belum nonton. Cuma baca resensinya di buku Klub Film. Akting Audrey Hepburn cetar.

    • ifaavianty1 says:

      Baguuuusss banget, mbak Haya :). Meleleh banget deh kisah cintanya si Ann (Hepburn) dan Joe (Peck) di situ… pas endingnya tuh kuulaaang ulang terus, sampe CD nya nangis karena bosen ๐Ÿ˜€

  3. mysukmana says:

    Jd pengen ngereview james bond

  4. evrinasp says:

    wah mbak ifa sampe inget film jadoel begitu, itu saya belum hadir hehe, makasih ya mbak atas partisipasinya

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s