Meningkatkan Taraf Hidup Petani Pejuang Pangan dan Gizi Bangsaku

Artikel Lomba Hari Pangan Sedunia 2015 Diselenggarakan PERGIZI PANGAN Indonesia

 

Sejak kecil kita sudah belajar bahwa semua yang kita makan berasal dari hasil kerja keras petani. Bukan hanya petani yang menggarap sawah dan ladang, penghasil makanan pokok kita, tetapi juga petani peternak yang menggarap peternakan penghasil daging, telur dan susu, petani nelayan yang mengerjakan proses penangkapan dan pengolahan ikan serta semua sumber protein hewani kelautan lain, dan petani sayur serta buah-buahan yang menghasilkan sayur dan buah-buahan yang sangat penting bagi kelengkapan gizi dalam pangan kita. Tidak mengherankan jika kita akui petani pejuang pangan dan gizi bangsaku.

sawah

Foto by liriklaguanak.com/sawah-lirik/

bebek

foto by 4usahasampingan.blogspot.com

kangkung

Foto by tipspetani.blogspot.com

Saya pribadi memang bukan berasal dari keluarga petani, namun keluarga mertua saya adalah pemilik dan penggarap sawah serta peternakan bebek dan ikan. Asisten saya juga bekerja sebagai petani penggarap ladang kangkung, bayam, daun singkong, dan berbagai tanaman sayuran lain. Jadi, saya cukup akrab dengan kehidupan para petani yang memegang andil terbesar dalam penyediaan pangan dan gizi nusantara, paling tidak, cukup sering mendengar curhat mereka tentang masalah-masalah yang dihadapi.

Dalam rangka Hari Pangan Sedunia kali ini, yuk coba kita lihat, apakah sudah ada peningkatan yang signifikan terhadap taraf hidup para petani kita? Atau memang dari dulu ya segitu-gitu juga?

Sebagian besar petani kita memang masih hidup dalam taraf yang cukup memprihatinkan. Misalnya, banyak diantara mereka yang belum juga mempunyai modal yang cukup untuk meningkatkan kinerja mereka di sawah, ladang, kebun, peternakan, atau laut/sungai. Alat yang mereka gunakan masih sederhana. Misalnya untuk menyiram kebun yang lumayan luasnya, mereka masih menggunakan penyiram sederhana, belum mempunyai sistem irigasi yang baik. Coba bayangkan, berapa tenaga yang harus mereka keluarkan untuk itu, sementara hasil yang didapat kadang tidak seimbang? Apalagi jika di pasaran sudah kalah duluan dengan produk impor. Produksi pangan kita memang masih banyak kalah dari produk impor, baik dari segi mutu, jumlah, packaging, dan harga. Tapi itu tidak menjadikan kita meninggalkan produk pangan local dan beralih ke produk impor. Banyak juga kok produk pangan local yang sudah lebih baik. Dan, setiap kali membeli produk impor, ingat juga bahwa ketika kita memilih menggunakan produk local itu lebih baik karena berarti kita telah membantu sedikit banyaknya meningkatkan taraf hidup petani kita.

Petani tulang punggung pangan dan gizi bangsaku, sudahkah kita perhatikan bagaimana taraf kesehatan dan pendidikan diri serta keluarganya? Sudahkah ada upaya misalnya untuk member beasiswa kepada anak-anak petani yang berprestasi atau yang sangat ingin melanjutkan pendidikan tetapi terbentur masalah biaya? Sudahkah kita kawal aneka program kesehatan dan kesejahteraan dari pemerintah untuk para petani kita benar-benar sampai pada sasaran? Sudahkah mereka mendapat jaminan untuk diberikan pendidikan dan pelatihan praktis terkait pekerjaan mereka dengan mudah dan tanpa biaya?

Jika kita memang benar-benar menganggap para petani hidup dan mati bangsaku, sebagai salah satu pilar terpenting dalam kehidupan dan pembangunan bangsa ini, yuk kawal semua program pemerintah untuk meningkatkan taraf hidup petani, selalu bangga dan berusaha mengutamakan produk hasil pertanian local, dan mari bergandengan tangan dengan teman-teman yang telah lebih dulu turun langsung untuk meningkatkan taraf hidup petani kita. Ketimbang hanya asyik berwacana ini dan itu, yuk turut serta berkontribusi dengan cara yang lebih membumi, sebagai tanda terima kasih kita kepada para petani.

pergixi

Advertisements

About ifaavianty1

A wife, mom of 3 sons, writer and author of about 70 books. Loves books, music, movies, cook, art n craft, history, rain, mall, coffee, tea, and pasta. Oh, and every genius :))
This entry was posted in life, Lomba blog, pangan and tagged , , , , , , , . Bookmark the permalink.

2 Responses to Meningkatkan Taraf Hidup Petani Pejuang Pangan dan Gizi Bangsaku

  1. mysukmana says:

    Petani kita harus di utamakan, krn pangan adlh kbutuhan pokok. Semoga menang ya..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s