Mengenal Anak Clumsy

98a6af7ae455510f7682d07e1dcd86b38efde053

Gejala ini dikenali sebagai gangguan motorik untuk mengerjakan hal-hal yang sederhana seperti berlari, mengancingkan baju atau celana, menggunting, atau meronce. Enam persen anak usia sekolah mengalami gejala ini dan menjadi sedikit bermasalah dengan prestasi akademik dan hubungan sosialnya. Gangguan ini akan tetap ada, bahkan hingga anak berusia dewasa kelak. Seringkali ditambah dengan masalah lain seperti gangguan pemusatan perhatian-hiperaktivitas atau ADHD, gangguan belajar, gangguan ketrampilan menulis dan menggambar, dan ketidakmatangan emosi. Di usia remaja, anak yang clumsy mengalami masalah yang semakin berat dalam hal emosi, social dan akademis.

Apa cirinya?

  1. Tidak mengalami keterlambatan dalam perkembangan motorik, namun bermasalah dalam perkembangan social adaptasi
  2. Harus berjuang keras lebih dulu untuk trampil bermain bola, bermain sepeda, memegang pensil, gunting, atau menggunting garis lurus pada kertas.
  3. Memiliki keterlambatan dalam perkembangan kemandirian, seperti mengancingkan baju, melipat baju, menutup termos minum, dan mengikatkan tali sepatu.
  4. Sering menabrak bahu teman, sering menyenggol sudut meja, membenturkan luututnya pada tepi meja saat akan duduk atau berdiri, menumpahkan peralatan sekolahnya atau temannya, semua dilakukan tanpa sengaja.
  5. Sering menjatuhkan atau membenturkan barang yang sedang dipegangnya tanpa sengaja. Teman-temannya menganggapnya sebagai grasa grusu dan serampangan, sehingga anak-anak clumsy sering menjadi objek aduan.
  6. Lama kelamaan menjadi tidak percaya diri dan terisolasi dari pelajaran atau kegiatan yang mengandalkan ketrampilan motorik, seperti olahraga, ketrampilan, dan bahkan seni, misalnya saat menggambar dengan menggunakan banyak pensil warna.

Bagaimana mendiagnosa?

 

  1. Pada umumnya mereka memiliki tingkat kecerdasan normal, tidak mempunyai gangguan kesehatan atau kelainan syaraf. Mereka hanya bermasalah pada koordinasi motoriknya, berkaitan dengan kematangan fungsi otak.
  2. Keluhan pada anak : gangguan belajar, masalah perilaku, anak sering mengeluh sakit atau nyeri di bagian tertentu dari tubuhnya, tapi sebetulnya tidak mengalami sakit apapun (psychosomatic ache or pain).
  3. Pemeriksaan oleh dokter biasanya bersifat komprehensif, yaitu tinggi badan, berat badan, lingkar kepala, dan pemeriksaan neurologis, termasuk pemeriksaan mata, syaraf-syaraf otak, kekuatan dan tonus otot, serta berbagai reflex dan tes-tes keseimbangan. Jika ditemukan adanya kelemahan otot, ketidakseimbangan motorik, atau tonus otot yang melemah atau meningkat, maka anak tidak termasuk ke dalam criteria anak clumsy.

Apa Penyebabnya?

 

Penyebab pastinya memang belum diketahui, namun sebagian peneliti menduga adanya gangguan fungsi perencanaan motorik atau dyspraxia. Ada juga yang mengatakan bahwa anak yang clumsy mengalami gangguan proprioseptif dan gangguan integrasi rangsang sensoris. Sebagian peneliti lain berpendapat bahwa anak clumsy mengalami gangguan dalam memproses input visual.

Gangguan ini tidak dapat disembuhkan, hanya dapat dikurangi tingkat keparahannya. Misalnya dengan terapi okupasi yang disesuaikan dengan setiap individu dapat meningkatkan ketrampilan motorik tertentu sehingga dapat meningkatkan kepercayaan dirinya dan keluarganya. Mereka juga dapat diajak ikut serta dalam kegiatan renang dan menunggang kuda. Juga dapat dilakukan konseling keluarga untuk memberikan wawasan kepada mereka, dan member dukungan positif kepada anak-anak clumsy.

Perkembangan Motorik

 

Menurut dr. Dwidjo Saputro, SPKJ, pendiri dan pimpinan Klinik Perkembangan Anak dan Kesulitan Belajar Jakarta, kemampuan motorik halus diharapkan sudah muncul sejak usia 3 tahun, dan sudah dapat diamati perkembangannya bahkan sejak bayi berusia 3 bulan. Misalnya telapak tangan si kecil sudah mampu terbuka sejak usia 3 bulan, usia 4 bulan ia sudah bisa menyatukan kedua telapak tangannya, usia 5 bulan bayi bisa memindahkan benda diantara kedua tangannya. Pada usia 9 bulan mulai memiliki ketrampilan melempar, usia 11 bulan bisa menjumput dengan dua jari dan setahun sudah bisa menggunakan sendok, meskipun dalam pengalaman sehari-hari masih harus dibantu. Anak usia 2 tahun sudah bisa membuka baju sendiri, usia 3 tahun membuka kancing baju sendiri, usia 5 tahun memasang dan belajar mengikatkan tali sepatu sendiri, dan sebagainya.

Beberapa ketrampilan motorik dan social yang dikuasai anak sesuai usianya, bisa juga dilihat di sini:

Usia 4.5 tahun : bersepeda roda tiga atau empat, menggunting kertas dengan gunting, mewarnai tidak keluar garis.

Usia 5 tahun : menggambar kotak, berdiri pada satu kaki selama 15 detik.

Usia 5.5 tahun : menulis nama lengkap, loncat dari ketinggian beberapa anak tangga (ngeri… tolong diawasi), memegang pensil seperti orang dewasa.

Usia 6 tahun : bersepeda roda dua, melompat dengan ritmis.

Usia 7 tahun :  menggambar garis diagonal.

Usia 8 tahun :  dengan mata tertutup mampu menyebutkan jari mana yang disentuh.

Usia 8.5 tahun : melompat dengan tumpuan kaki yang bergantian.

Usia 9 tahun : menggambar garis silang yang membagi dua bidang sama besar.

Usia 10 tahun : dengan mata tertutup mampu berdiri angkat satu kaki selama 10 detik.

Usia 12 tahun : mampu menggambar kubus tiga dimensi dengan baik.

Melalui perkembangan sensorik dan motorik anak yang mulai pesat sejak bayi hingga usia 3,5 tahun (yang disebut juga sebagai fase sensorimotor), anak akan mulai mengolah semua rangsang yang ia terima. Misalnya meraba, menarik, menggenggam, mendorong, melangkah, dsb. Dari sini juga anak mulai berpikir tentang beberapa konsep penting, misalnya tentang jarak (oh ini jauh, ini dekat), tentang halus kasar, panas dingin, kecil besar dsb. Semua ini merupakan informasi yang sangat kaya untuk perkembangan kognitif anak.

Jadi bila perkembangan motoriknya terhambat, juga akan menghambat perkembangan kognitif dan perkembangan lainnya seperti kemampuan sosialisasi, kemampuan adaptasi, kemampuan menyelesaikan tugas sehari-hari, dan pada akhirnya perkembangan akademik si anak.

altAhdpBxXKkwUHEDIfMMYr2ixOY2114D3faf0JW5RSx9Bb

belajar memasak, latihan motorik dan sosialisasi

WP_20150308_15_32_51_Pro

memegang hewan, halus atau kasar ya? Hati-hati digigit atau dicakar

20130519_154855

belajar mengemudi boom boom car

20130512_141954

Belajar makan es krim sendiri

20130804_200624

bermain kreativitas

Bagaimana latihan sehari-hari untuk anak Clumsy?

 

Moms and Dads, coba diamati pada anaknya, jika pada usia 4 tahun ia belum bisa mempertemukan ibu jari dan kelingkingnya, atau jika ia sama sekali belum bisa memasang tali sepatu, atau belum bisa memegang sendok. Itu adalah salah satu pertanda koordinasinya belum bagus, segera konsultasikan kepada dokter.

Untuk mengenali apakah anak anda termasuk anak yang clumsy, anda harus tahu tentang perkembangan motorik halus. Memang setiap anak memiliki kemampuan dan perkembangan yang berbeda-beda, yang juga dipengaruhi oleh pola perkembangan perorangan dan keturunan. Yang penting, jangan abaikan setiap hal dalam perkembangan anak.

Ini ada beberapa latihan sederhana untuk anak yang clumsy:

  1. Latihan motorik halus, seperti menggunting, melipat, meronce, menjumput, dan membyat aneka bentuk dari lilin (playdough)
  2. Latihan mencoret-coret, sediakan kertas yang lebar dan besar, tempel di dinding, Bila perlu buatlah kotak-kotak di dalam kertas, minta anak mencoret, menulis atau menggambar di dalam kotak-kotak aneka ukuran tersebut, termasuk di dalam kotak yang berukuran paling kecil. Ini tidak harus dikerjakan dalam sehari. Bisa hari ini dengan kotak yang besar-besar, besok dengan kotak sedang, dan besoknya lagi dengan kotak yang kecil-kecil.
  3. Mintalah anak membuka dan mengepalkan tangan bergantian. Misalnya tangan kiri membuka sementara tangan kanan mengepal, dan bergantian seterusnya.

 

http://www.vidio.com/embed/116873-pororo-the-little-pinguin-season-3-episode-15-clumsy-magician

 

Referensi

www.anakku.net/anak-%e2%80%98clumsy%e2%80%99-kenali-mereka-yuk.html

http://rumah4ilmu.wordpress.com/2008/12/26/anak-clumsy

http://indigrow.wordpress.com/2009/10/21/anak-clumsy-kenali-mereka-yuk

Advertisements

About ifaavianty1

A wife, mom of 3 sons, writer and author of about 70 books. Loves books, music, movies, cook, art n craft, history, rain, mall, coffee, tea, and pasta. Oh, and every genius :))
This entry was posted in education, love, parentings, psikologi and tagged , , , , , , . Bookmark the permalink.

4 Responses to Mengenal Anak Clumsy

  1. Anak Alvi says:

    Terima kasih mba ifa ilmunya, kebetulan anak saya usia 5 bulan, sudah bisa duduk tidak sempurna, tjuga menyatukan kedua tangan, semoga perkembangannya baik, mohon doanya…

  2. Bunda, adakah referensi di sekitar jakarta untuk kami berkonsultasi lebih jauh?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s