Sering-seringlah Piknik Biar Banyak Bersyukur

(Catatan Hikmah Piknik ke Pantai Sikucing Kendal)

 

Ketiga anak saya laki-laki semua, tapi enggak terlalu suka keluar rumah. Sepertinya rumah itu adalah semacam comfort zone buat mereka. Mau makan, mau minum, tinggal minta, emak siap membuatkan atau memesankan kalau lagi males. Mau main, mau nonton, mau berantem, mau ribut, ya silakan saja sepanjang enggak bikin rumah jadi kapal Titanic karam, ya emak masih kasih toleransi. Sementara si emak alias ibu naga senangnya pergi-pergi, apakah itu sekedar ke mall, taman kota, kulineran pinggir jalan, atau jalan-jalan wisata religi, wisata sejarah, dan segala macam wisata. Anak-anak sih tetap riang gembira kalau urusannya wisata dan kulineran. Tapi ya gitu, rumah telah jadi semacam wilayah ternyaman bagi mereka.

Salah satu momen dimana mereka senang keluar dari zona nyaman adalah ketika libur lebaran. Setelah nginap di rumah Mbah di Grobogan, kami semangat untuk mencari daerah tujuan wisata berikutnya untuk menghabiskan sisa libur lebaran, bahkan kalau bisa ya nambah lagi. Hehehe. Tahun ini, kami men-challenge anak-anak untuk mencoba daerah baru, daerah Kendal. Sebenarnya daerah Kendal ini selalu kami lewati dalam rute pulang-pergi Jakarta-Semarang, tapi kami belum pernah sama sekali menjelajahi daerah tujuan wisatanya.

Kami browsing di internet dan dapatlah nama Pantai Sendang Sikucing, Namanya lucu dan unyu karena ada kata ‘kucing’nya, bayangan di benak kami, di pantai itu banyak kucingnya. Hehehe, saya adalah pecinta kucing yang takut dicakar dan digigit sebenarnya. Kami cabut dari kota Semarang selepas zuhur dengan perhitungan jarak tempuh yang tidak terlalu jauh antara Semarang – Kendal, apalagi ini belum musim arus balik.

Benar saja, enggak lama, kami sudah memasuki daerah Kendal. Anak-anak sudah tertidur di mobil karena kenyang dan mengantuk. Saya dan suami juga sudah kriyep-kriyep sebenarnya, Hanya pak Robert, supir yang biasa kami ajak pulang kampung lebaran, yang masih kuat. Luar biasa deh bapak ini, tahan ngantuk bener-bener.

“Pak, pak, ini kita mau ambil jalan yang mana?” Pak Robert membangunkan suami saya.

“Arah pantai Sikucing, pak” jawab suami yang langsung bangun, siaga untuk menunjukkan jalan yang sebenarnya dia juga belum tahu.

Untuk membantu, Akna, sulung kami, menyalakan GPS di mobil, Siapa tahu bisa menunjukkan arah ya.

Dan di situlah kebingungan itu bermula. Arah penunjuk jalan tidak terlalu jelas, si mbak GPS juga nekad menunjukkan jalan yang banyakan beda dengan yang tertera di jalan. Tak terhitung pak Robert dan suami turun naik mobil untuk bertanya kepada penduduk yang kami temui di jalan. Lalu kenapa semuanya menunjukkan arah yang berbeda? Pusing pala bebek kalau begini. Pak Robert juga sudah pusing, pasti, hanya dia itu memang orangnya santai, enggak panikan. Jadi dia malah ketawa-ketawa gaje mendengar si mbak GPS menunjukkan arah.

Si mbak GPS akhirnya memang jadi panduan utama kami, karena makin lama arah yang kami tempuh makin sepi. Sawah-sawah terhampar luas di kiri kanan kami, yang ada hanya jalan yang pas masuk untuk satu mobil ukuran sedang, sementara mobil Avanza kami bodinya kan lumayan bongsor. Namanya sawah, ya enggak ada orang. Hewan-hewan sejenis sapi, kerbau, dan bebek yang hobinya main di sawah juga tidak nampak. Mungkin mereka semua memilih bermalas-malasan karena masih libur lebaran dan matahari bersinar sangat terik.

“Enggak salah nih, Pak, jalannya?” Pak Robert baru mulai nyadar, sementara saya sudah nyadar dari tadi. Kayaknya ada yang aneh deh.

“Iya nih, mbaknya salah kayaknya deh”, kata Akna.

“Coba kita balik aja deh, Pak. Kayaknya salah nih”, jawab suami saya.

“Tapi mbak GPS bilang…” saya mencoba mencari kemungkinan.

“Mbaknya dodol, enggak bisa dipercaya. Saya enggak percaya lagi sama mbaknya”, kata suami saya jengkel.

“Huh, mbaknya parah nih!” Ahya, anak kami yang kedua, ikutan ngomel.

Tepat saat itu ada motor yang lewat berlawanan arah dengan kami. Dia melipir sebentar lalu berhenti tidak jauh di belakang mobil kami. Suami saya turun berniat untuk bertanya pada si pengemudi motor, barangkali dia tahu arah menuju pantai yang banyak kucingnya itu.

Agak lama suami saya ‘ngobrol’ dengan bapak pengemudi motor, sampai saya kira mereka adalah teman lama yang sudah lama enggak ketemu. Tahu-tahu suami kasih kode sama pak Robert untuk putar balik.

“Pak, pak, cepat putar balik, pak”, seru suami begitu masuk mobil.

Sambil putar balik dan memang sulit ya putar balik mobil bodi gede di jalan setapak begini, pak Robert bertanya, “Kenapa pak, kayaknya serem banget?”

“Ntar saya certain, buruan aja kita keluar dari sini”, kata suami saya sambil buru-buru menenggak air mineral. Haus bener kayaknya, Boss.

Setelah kami berhasil keluar dari sawah sepi tadi, baru suami saya bercerita, kalau jalan yang kita tempuh tadi menuju ke suatu daerah dimana para begal merajalela. Beberapa waktu yang lalu ada mobil yang enggak kembali setelah masuk daerah situ. Para begal di situ terkenal sangat kejam, jadi mungkin saja penumpang mobil itu sudah dihabisi atau bagaimana. Pak pengemudi motor tadi orang daerah sekitar situ yang faham daerah itu memang berbahaya.

Untungnya, pak pengemudi motor yang bernama pak Darori itu mengawal mobil kami dengan motornya, sekalian menunjukkan jalan menuju ke jalanan umum terdekat. Alhamdulillah atas pertolongan-Mu, ya Allah.

WP_20150720_16_39_27_Pro

Tak habis-habis kami bersyukur hingga akhirnya kami tiba juga di Pantai Sikucing yang ternyata sama sekali enggak ada kucingnya. Piknik di pantai indah berpasir hitam itu jadi terasa penuh syukur sebab kami baru saja terbebas dari bahaya begal. Anak-anak senang karena bisa main di pantai, pak Robert juga happy bisa jalan-jalan sambil selfie.

WP_20150721_20_18_48_Pro

Cari penginapan di sekitar Pekalongan, habis dari pantai, sudah gelap, untung enggak nyasar lagi….

Malamnya, di hotel, saya nyeletuk, “Tuh, makanya sering-sering piknik biar tambah bersyukur bahwa kita sering banget menemukan pertolongan Allah di saat-saat begini”. Eh tapi betul kan?

Jadi ya, menurut kami, hikmah piknik itu banyak, selain nambah keakraban, nambah wawasan dan ilmu, juga menambah rasa bersyukur. Oh, dan nambah teman, karena pak Darori jadi teman baru kami juga. Piknik itu penting, tokh?

Piknik liburan akhir tahun mau kemana? Mau ke Pantai SIkucing lagi? Kayaknya enggak dulu deh, kan baru saja liburan lebaran lalu. Bagaimana kalau liburan di Bogor? Enggak terlalu jauh dari Jakarta, banyak wisata sejarahnya, dan banyak wisata kulinernya. Saya kangen Café de Liefde dan Makaroni Panggang. Pingin juga lihat-lihat tas di SKI Katulampa, dan makan soto mie Bogor yang kondang itu, Nginapnya sih pingin juga di Padjadjaran Hotels… Aamiin.

 

Lomba Blog Piknik itu Penting

 

Advertisements

About ifaavianty1

A wife, mom of 3 sons, writer and author of about 70 books. Loves books, music, movies, cook, art n craft, history, rain, mall, coffee, tea, and pasta. Oh, and every genius :))
This entry was posted in life, Lomba blog, travelling and tagged , , , , , , , , , . Bookmark the permalink.

6 Responses to Sering-seringlah Piknik Biar Banyak Bersyukur

  1. Waaah jd inget wktu pulkam. Nyasar ngelewatin daerah begal. Gelaaap …. panjaaaang … tp Alhamdulillah pertolongan Allah sllu ada. Selamat smpe tujuan walo teler g karuan.

  2. Hahahah.. jadi inget pengalaman lebaran kemaren mbak. Waktu itu kami sekeluarga pulang kampung tanpa bapak (bapak saya nyusul) yang nyupir cuma kakak saya aja. Masalahnya saya, ibusaya, kakak saya dan adek2 saya gaada yang tau jalan. Wah. Pake GPS dong. Eh malah akhirnya kita dibawa masuk ke gunung, menuruni lembah dan melewati hutan. Keren sih, tapi kan sereeeem :DDDD

  3. murtiyarini says:

    Seru. Terimakasih partisipasinya. Maaf. pengumuman diundur tgl 20 okt ya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s