jangan Tunggu Jakarta Tenggelam

Memangnya serius, Jakarta mau tenggelam?
Ya serius. Ini diramalkan bakal terjadi 40 tahun lagi lho. Ngeri banget ya? Kok bisa begitu? Ya, bisa-lah. Menurut penelitian, Jakarta adalah salah satu kota dengan tingkat penurunan permukaan tanah yang tertinggi di dunia. Rata-rata permukaan tanah di Jakarta turun hingga 10.8 cm setiap tahunnya. Eh, jangan dianggap kecil lho. Bahkan yang terparah di Jakarta Utara penurunan permukaan tanah tersebut hingga 28 cm setiap tahunnya. Apa sebabnya terjadi penurunan permukaan tanah yang demikian besar?
Eksploitasi air tanah secara berlebihan, salah satunya. Gimana coba, di Jakarta ini kan banyak bangunan high rise seperti mall, apartemen, hotel, perkantoran, yang mengambil air tanah untuk keperluannya hingga sedalam 60 meter. Coba bayangkan… selain menyebabkan penurunan permukaan tanah, hal ini juga dapat menyebabkan turunnya kualitas air.
Pengambilan air tanah secara berlebihan bisa terjadi juga karena perusahaan penyedia air minum tidak bisa memenuhi kebutuhan akan air bersih di Jakarta, selain itu juga jelas akinat ulah perusahaan-perusahaan besar yang seenaknya saja mengebor sumur air hingga dalam. Apalagi sekarang telah digunakan teknologi untuk mencari aquifer yaitu lapisan bawah tanah yang mengandung air dan dapat mengalirkan air secara akurat. Pengambilan secara besar-besaran inilah yang menyebabkan massa aquifer menyusut sehingga menurunkan permukaan tanah. Logikanya ketemu kan?
Di daerah pesisir pantai seperti di kawasan Jakarta Utara, kehilangan air tanah setelah disedot besar-besaran akan menyebabkan pori-pori tanah diisi air laut, Makanya di daerah tersebut air rasanya payau, atau malah asin. Kualitas air seperti ini jelas tidak baik. Apalagi banyak sekali polutan yang telah terserap oleh air tanah, dan ternyata mengandung bakteri Colifom dan e Coli. Ini yang juga menurunkan kualitas air bersih kita.
Kawasan inipun sering mengalami Banjir Rob, yang disebabkan oleh permukaan tanah yang lebih rendah dari permukaan air, sehingga airnya tidak bisa mengalir ke laut, akibatnya air menggenang dan menimbulkan banjir Rob.

banjir

foto by media.viva.co.id

Menurut data dari Pusat Air Tanah dan Teknologi Lingkungan Kementerian ESDM, kawasan yang paling parah mengalami penurunan permukaan tanah adalah Kawasan Pantai Indah Kapuk (PIK), Penjaringan, Jakarta Utara. Menurut Presiden Direktur PT. Aetra Jakarta, Muhammad Salim, selain PIK masih ada 14 titik lainnya yang rawan kasus ini di wilayah Jakarta Utara. Berdasarkan pemantauan pada tahun 2011-2012 saja, penurunan permukaan tanah yang terjadi di PIK bisa mencapai 9.89 cm, dan 9.54 cm di jalan Marina Indah. Jika keadaan ini terus berlarut, menurut Jakarta Coastal Defence Strategy (JCDS) meramalkan pada tahun 2030 permukaan Jakarta akan turun hingga 6.6 meter, tidak sebanding dengan laju kenaikan permukaan laut yang hanya 0.5 cm pertahun. Hiksss…. Tenggelam dong kita…

Untuk itu, Aetra bekerjasama dengan Badan Pengelola Lingkungan Hidup Daerah (BPLHD) DKI Jakarta sudah menghimbau para pelaku industry dan perkantoran milik pemerintah untuk mengalihkan penggunaan air tanah ke air perpipaan. Bahkan sudah ada surat edaran Gubernur DKI Jakarta nomor 37/SE/2011 yang menyebutkan ada sangsi administrasi perdata dan pidana untuk yang melakukan pelanggaran pemanfaatan air tanah Jakarta.
Walikota Jakarta Utara juga menghimbau para pengusaha dan pelaku industry untuk menggunakan air tanah hanya sebagai cadangan. Atas kondisi darurat ini, pemerintah Jakarta Utara telah mentargetkan Program Zero Deep Well di tahun 2015.
Sementara itu, PT. Aetra juga bekerjasama dengan Dinas Pelayanan Pajak untuk penagihan pajak air tanah yang lebih mahal dibanding dengan pajak air bersih perpipaan. Dampaknya telah terjadi penurunan penggunaan air tanah sepanjang tahun 2014 sebanyak 24.7%. bagus kan?
Lalu, apa yang bisa kita lakukan untuk terus mengurangi penggunaan air tanah?
Secara umum, kita dihimbau untuk mengambil air permukaan, atau air yang terkumpul di atas tanah, seperti mata air, sungai, danau, waduk, lahan basah, dan laut. Tentu ada teknologinya dong.
Salah satunya adalah teknologi yang digunakan oleh Aetra yang merupakan mitra dari PAM Jaya. Aetra tidak mengambil air tanah sebagai air bakunya, tetapi menggunakan air dari Waduk Jatiluhur. Kualitas air juga lebih baik dan lebih bersih karena sudah diolah sesuai dengan standar peraturan dari Menteri Kesehatan, dan juga sudah ditambahkan klor atau kaporit sewaktu masih dalam pengolahan, jadi bakteri dan virusnya sudah mati. Otomatis lebih sehat dong. Bahkan menggunakan air bersih perpipaan dari Aetra juga aman lho tanpa dimasak, bisa langsung diminum. Glek!
Dan ini dia poin-poin yang bisa kita lakukan mulai sekarang untuk menyelamatkan Jakarta tercinta dari krisis air tanah dan ancaman tenggelam :
a. Jadi pelanggan Aetra yukkk…. Gampang kok, tinggal datang ke KPP Aetra terdekat dengan membawa berkas-berkas administrative, lalu tunggu petugas Aetra datang untuk melakukan survey, bayar sesuai tariff golongan, dan tunggu petugas memasang meteran air ke rumah. Gampang banget kan? Untuk info yang lebih jelas klik yang ini nih…

aetra
b. Tetap hemat air yaaa. Air bukan sumber daya alam yang terbarukan, air bisa habis lho. Apalagi musim kemarau panjang sekali seperti tahun ini, yang katanya termasuk musim kemarau terpanjang dalam lima tahun belakangan. Matikan keran jika tak terpakai, gunakan air daur ulang untuk penggunaan selain minum, masak, dan mandi, misalnya buat menyiram bunga atau memandikan mobil dan motor. Kalau memandikan kucing pakai air apa, Kak? Ya air bersih dong, kasihan nanti kucingnya sakit. Kalau minum ambil air secukupnya, jangan boros. Air mineral gelas atau botol harus dihabiskan ya, jangan Cuma setengah diminum, lalu dibuang. Ini saya amati biasa terjadi di acara pesta atau kalau lagi makan di warung/resto/mall.

hemat air

foto by pdamtirtamahakam.com

c. Tanam pohon biar halaman Cuma sepetak kecil. Tanaman hijau berguna untuk menyehatkan dan membersihkan udara, juga untuk membantu penyerapan air tanah lebih baik.

tanam pohon
d. Membuat biopori atau lubang resapan untuk mengembalikan air hujan menjadi air tanah.

biopori

foto by infobdg.com
e. Jangan buang sampah sembarangan untuk mengurangi pencemaran air.

buang sampah

foto by alwathaniyah.files.wordpress.com
f. Lakukan kampanye sadar air bersih perpipaan dan hemat air melalui sarana apapun yang kita bisa. Apalagi sekarang eranya social media.
g. Ingatkan jika ketemu orang yang melakukan pemborosan air atau membuang sampah sembarangan, tentu dengan cara yang baik ya.

Enggak susah kan? Semua langkah besar pasti dimulai dari langkah kecil. Tanamkan cinta lingkungan, cinta air bersih, dan cinta Jakarta pada diri kita dan orang-orang terdekat kita. Yuk mumpung belum terlambat…

Referensi
http://www.facebook.com/notes/pt-aetra-air-jakarta-official-account/lomba-blog-selamatkan-air-tanah-jakarta-bersama-aetra/1062411547103354
http://www.airtanah.com/-berita/berita-dki-jakarta

banner aetra

Advertisements

About ifaavianty1

A wife, mom of 3 sons, writer and author of about 70 books. Loves books, music, movies, cook, art n craft, history, rain, mall, coffee, tea, and pasta. Oh, and every genius :))
This entry was posted in life, Lomba blog, sikap and tagged , , , , , , , , . Bookmark the permalink.

4 Responses to jangan Tunggu Jakarta Tenggelam

  1. titintitan says:

    ini masih dalam rangka lolombaan mba? meuni rajiiin ^^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s