Perempuan Fahami Hak-Hakmu

Apa yang harus dilakukan jika anda (yang perempuan) menjadi korban perselingkuhan, KDRT, dan poligami yang tidak adil? Menangisi diri dan akhirnya mengaku sulit move on, melawan sebisanya meski tanpa ilmu sekalipun? Atau memilih mengenali diri dan mencari ilmu untuk menyusun strategi untuk menolong diri sendiri?
Demikianlah, hidup adalah pilihan. Bahkan tidak bersikap apapun juga merupakan pilihan. Pilihan demi pilihan itulah yang coba dipaparkan oleh kedua pembicara dalam “Woman Talk” yang diselenggarakan oleh Emotional Healing Indonesia (EHI) di Gedung BPPT Jalan MH Thamrin, Jakarta, hari Minggu tanggal 20 September 2015. Acara yang berlangsung dari pukul 10.00 hingga pukul 15.00 itu menghadirkan dua narasumber yang asyik punya, teh Aisha Maharani (Founder Halal Corner) dan Teh Irma Rahayu (Emotional Healing Indonesia), dan dimoderatori oleh teh Indadari Mirdayanti (istrinya Cesar yang dulu sempat ngetop dengan Goyang Cesar-nya dan kini sudah hijrah).

venue

ruang seminarnya nih…

teh inda

teh Inda sang moderator
Pada kesempatan pertama, tampil teh Aisha Maharani, yang memaparkan poligami, KDRT, dan selingkuh dari segi hukum Negara dan hukum agama. Menurutnya, ada 3 type perkawinan selain pernikahan monogamy, yaitu Polygini (suami beristri lebih dari satu), poliandri (istri yang bersuami lebih dari satu), dan Group marriage (perkawinan yang merupakan campuran dari kedua hal tadi). By the way, saya kok ngeri ya membayangkan poliandri dan group marriage ini ya… gimanaaa gitu.
Poligami sendiri yang sama dengan Poligini, juga disebut dalam berbagai agama sebelum Islam. Misalnya saja Hindu yang melarang poligami, dengan perkecualian untuk para Raja. Sementara dalam agama Buddha justru tidak disebutkan secara jelas, sebab Sang Buddha Gautama hanya memberikan nilai-nilai saja. Dalam agama Kristen, baik Protestan, Katolik, maupun Ortodox, tidak diperbolehkan melakukan poligami, namun dalam Perjanjian Lama disebutkan perkecualian bagi Nabi Daud (David) yang beristri 17, dan Nabi Solomo (Sulaiman) yang beristri 700 dan selir 300. Menurut Sekte Mormon, poligami justru wajib dan semua istri dikumpulkan dalam satu rumah. Makanya di Amerika Serikat, ini dianggap illegal dan ditentang oleh pemerintah. Sementara menurut agama Yahudi, poligami, seperti halnya dalam agama Kristen, juga tidak diperbolehkan sebelum masa Nabi Musa.
Menurut agama Islam sendiri, poligami ada disebutkan dalam Al Quran surat Annisa ayat 3, namun dengan persyaratan-persyaratan tertentu. Jika melihat sebab-sebab turunnya ayat tersebut (Asbab an Nuzul), ayat tersebut diturunkan karena ada seorang laki-laki yang ingin menikahi anak yatim yang masih dalam asuhannya, karena ingin menguasai hartanya. Untuk itu, para ulama mengambil kesepakatan (ijma’ ulama), bahwa poligami diperbolehkan dengan syarat memiliki tiga kemampuan, yaitu: mampu berlaku adil (seperti yang disebutkan pada ayat di atas), mampu member nafkah, dan mampu dalam ilmu agama. Jadi benar ya, enggak sembarangan. Sedangkan poligami menurut Fikih Imam Syafii yang kebanyakan dianut oleh masyarakat kita, harus sesuai dengan poligami ala Rasulullah saw, yaitu sebagai perlindungan terhadap janda mati dan anak yatim, sebagai media solusi bagi kondisi social masyarakat, dan harus ada batasan seperti yang dijelaskan pada ayat tadi. Nah. Coba disimak, yaaa, monggo para bapak, temen-temen sayaaa…. #ehhh maaappp

teh aisha

Teh Aisha
Lebih lanjut teh Aisha juga menjelaskan posisi poligami dalam hukum Negara RI yang tersebut di dalam UU no 1 tahun 1974 tentang perkawinan, bahwa poligami dibolehkan dengan syarat ada izin dari istri-istrinya, dan harus didaftarkan pada KUA. Masalah pencatatan nikah ini ternyata sudah dirintis sejak masa Khalifah Umar bin Khattab ra, lho. Daaan, menurut Kompilasi Hukum Islam yang berlaku juga di Indonesia, syarat-syarat tersebut masih harus ditambahkan dengan adanya persetujuan secara lisan (bukan hanya tulisan) dari istri-istrinya. Jadi, enggak gampang tohh?
Jika ternyata ke depannya, para bapak ini enggak bisa memenuhi syarat keadilan dan kemampuan itu…. Ada sangsinya di neraka. Bahunya akan miring dan ditempatkan di neraka. Jadi sudahlah jalannya dengdek (miring, bahasa Sunda), masuk neraka pula. Naudzu billah min dzalik deh. Jelas ya bahwa poligami sebenarnya adalah rukhshah (keringanan yang diberikan dalam kondisi darurat, bukan satu-satunya solusi, apalagi jadi tujuan. Hayyyoooo lhoooo….

Setelah bahas-bahas poligami, teh Aisha langsung pindah topic ke masalah KDRT alias kekerasan dalam rumah tangga. Menurut teteh yang pernah bekerja di LP POM MUI ini KDRT dapat disebabkan oleh beberapa factor seperti trauma psikologis (semasa kecil pernah melihat tindakan KDRT yang dilakukan oleh orangtuanya, atau bahkan menjadi korban), kurangnya iman, karena kondisi ekonomi yang menekan sedemikian rupa, dan factor lingkungan (misalnya berada dalam lingkungan yang memang keras, terbiasa bicara dan bersikap tingkah laku keras).
KDRT sendiri ada berbagai macam. Tidak hanya berupa tindakan, misalnya memukul, menampar, dan menendang, namun dapat juga berupa kata-kata, misalnya tuduhan, kata-kata kasar, hinaan, dll. Termasuk juga KDRT secara ekonomi misalnya tidak memberikan nafkah lahir. Dalam hukum Islam ada ancaman terhadap para pelaku KDRT, yaitu:
a. Qadzat, yaitu melemparkan tuduhan, yang harus dibenarkan oleh 4 orang saksi. Jika tidak terbukti, akan kena sangsi. Bisa juga berupa Li’an atau saling bersumpah. Sangsinya bisa dunia akhirat.
b. Membunuh atau menghilangkan nyawa, sangsinya adalah Qishash.
c. Melakukan sodomi, bisa dipenjara
d. Menyerang anggota tubuh, bisa kena denda 500 ekor unta. Berapa ya itu kalau dikurs ke dalam rupiah? Menurut the Aisha, harga 1 unta saja bisa setara 1 buah mobil mewah. Wow, cobaaaa itu yaa kalikan deh 500 ekor unta dengan 1 mobil mewah. Udah bisa buka showroom mobil mewah kali.
e. Melakukan tindakan cabul, juga bisa dipenjara.
f. Menghina seseorang (pasangan atau anak, atau orang tua, dalam hal ini) bisa kena denda dan penjara.
Jadi hati-hatilah para pelaku KDRT ya, karena sangsi yang ditulis ini baru sangsi dunia lho. Sangsi akhirat bisa lebih gawat lagi. Dan, di hukum yang berlaku di Indonesia juga KDRT disebutkan jelas di UU nomor 3 tahun 2004, yang juga membahas KDRT tidak hanya kepada pasangan tapi juga kepada anak (perempuan).

Terakhir, teh Aisha yang tinggal di Bogor ini membahas tentang perselingkuhan. Dalam hukum Islam dan hukum Negara, perselingkuhan dimaknai adalah hubungan yang dilakukan oleh dua orang, yang mana salah satu atau keduanya sudah menikah. Penyebabnya apa? Ada factor internal (dari dalam diri) dan ada factor internal (biasanya masalah pergaulan)
Terus, bagaimana Islam bicara tentang perselingkuhan? Islam jelas menyebutnya sebagai zina. Bahkan mendekati zinanya saja sudah dilarang, apalagi zina dalam makna seperti dalam hukum fikih, yaitu masuknya kemaluan laki-laki ke dalam kemaluan perempuan. Oopss… enggak apa-apa ya kita bicara yang ini? Kalau dalam fikih memang semuanya kan harus jelas.
Jadi kalau gitu, mendekati zina itu gimana maksudnya? Ya, maksudnya zina yang selain itutadi. Ada zina mata yaitu memandang pada yang bukan haknya dengan ketertarikan, zina hati yaitu membayangkan seseorang yang bukan haknya, zina mulut yaitu mengumbar kata-kata rayuan kepada yang bukan haknya, dan zina tangan yaitu menyentuh yang bukan haknya dengan ketertarikan tertentu.
Menurut Islam, sangsi para pelaku zina dibedakan atas status pelakunya. Muhshan atau yang sudah menikah harus dirajam sampai mati. Sedangkan yang ghairu muhshan atau yang belum menikah, harus dicambuk 100 kali, kemudian diumumkan kepada khalayak ramai bahwa persaksiannya tidak diterima, dan dibuang atau diasingkan dari masyarakat. Sementara dalam Hukum Negara RI ada di pasal 284 KUHP dimana sangsinya adalah dipenjara 9 bulan. Bahkan hati-hati lho, fasilitatornya juga bisa masuk penjara.

Teh Aisha demikian lancar memaparkan ketiga hal ini karena ternyata beliau ini pernah dipoligami, pernah diselingkuhi, dan pernah jadi korban KDRT. Tapi kerennya, beliau tidak memaparkan penderitaannya dengan drama gitu. Beliau tampak tenang dan santai bercerita. Malahan beliau belajar banyak hal ketika terkena ujian rumah tangga. Makanya, sekarang beliau bisa berbagi dengan cerdas. Beliau bilang, perempuan harus pintar, harus tahu banyak ilmu, sehingga jika terkena kasus seperti ini, tahu apa yang harus dilakukan dan tidak jatuh terpuruk.

berdua

teh Irma dan teh Aisha

 

teh irma

teh Irma

Sessi berikutnya, diisi oleh Teh Irma Rahayu, seorang mualaf yang telah banyak makan asam garam kehidupan, hingga ia mendirikan Soul Healing Indonesia. Dia pernah menikah dengan seseorang yang dulu seagama dengannya, pernah diselingkuhi, disakiti , dan hingga dibuat bangkrut dengan hutang-hutang suaminya yang besarnya luar biasa, dan diusir dari rumahnya sendiri diiringi fitnah. DIjauhi teman-temannya, diblokir asset-asetnya, dan puncaknya the Irma yang humoris dan ceplas ceplos ini sempat melakukan percobaan bunuh diri empat kali. Luar biasa ya?
Teh Irma menyebutkan beberapa dampak KDRT , yaitu bisa menyebabkan trauma, sakit secara fisik, dan dampak terhadap anak-anak, yang berupa emosi warisan. Emosi warisan ini selalu yang negative yang tertangkap dan tersimpan oleh anak, bahkan hingga ia dewasa. Pada anak perempuan, dampaknya adalah kanker payudara sebelah kanan dan penyakit autoimun seperti Lupus dan Leukemia. Ini akibat emosi dan sakit hati yang dipendam.

Terus gimana kalau sudah terlanjur jadi korban KDRT? Ya jangan diam saja dong, Ayo melapor, minimal melapor kepada keluarga atau teman, keluar dari kondisi tersebut (kecuali bagi perempuan yang hobi disiksa, jadi kayak ketagihan gitu), selalu usahakan memotret kondisi tubuh setiap kali habis menjadi korban KDRT, dan mengumpulkan semua bukti lain termasuk ancaman melalui sms. Eh tapi jangan salah ya, korban KDRT enggak Cuma perempuan lho. Teh Irma mencatat bahwa laki-laki juga adaaa yang jadi korban KDRT.
Gimana cara menyelamatkan diri dari KDRT? Sekali lagi, jangan diam, lakukan healing (pengobatan). Teh Irma memaparkan tahapan-tahapan healing ini, yaitu :
a. Memisahkan antara ilusi dan emosi, harus dibedakan nih. Ilusi adalah perasaan yang ‘kayaknya guee banget’ dan ini terjadi pada orang yang jatuh cinta baru kurang dari 4 bulan.
b. Memahami perbedaan antara cinta dan perasaan takut sendirian. Teh Irma bilang dia sih kalau jatuh cinta sama manusia pasti kecewa. Kita juga kan seringnya gitu ya? Kenapa? Yak arena kita sering mencintai seseorang lebih besar dari rasa cinta kita pada Allah.
c. Mengenali akar masalah. Kenapa dia diselingkuhi, dipoligami? Seorang istri diselingkuhi ya karena dia memang harus diselingkuhi. Misalnya dia enggak pernah merawat dan mengurusi suami dan anaknya, ya gimana suaminya mau bertahan? Jadi, kalau ada suami yang selingkuh, pasti istrinya menyumbang sekitar 50% penyebabnya. Nah lho, ayoo ceki-ceki, jangan-jangan kita juga bisa jadi penyebab suami/istri kita selingkuh. Ngeri kan?
d. Berani menghadapi perasaan insecure. Apa sih insecure itu? Ya perasaan enggak aman, misalnya selalu ada prasangka.

Terus, mengapa ada KDRT? Menurut Teteh yang berbicara dengan aksen Sunda campur Betawi (beda dengan teh Aisha yang nyundaaa pisan), sebabnya antara lain, salah pilih pasangan (kok bisa salah? Makanya jangan tertipu pandangan), mencari sosok mirip bapak. Ini kaitannya dengan emosi warisan. Makanya teh Irma kalau dapat kasus anak yang ‘kenapa-kenapa’, yang dia bereskan ya emosi orang tuanya dulu. Anak ini hanya mendapatkan emosi warisan. Sebab lainnya adalah perasaan lonely dan insecure sejak kecil. Nah, di sini nih pentingnya pendidikan anak dan pembangunan karakter sejak kecil, bahkan sejak dalam janin. Termasuk juga memilihkan lingkungan yang baik buat anak-anak kita, ya Teh?
Kalau selingkuh gimana, Teh? Teteh yang ramah dan cepat akrab ini menyimpulkan perselingkuhan itu adalah kejahatan yang paling besar dalam sebuah hubungan. Teteh bilang ada beberapa penyebab perselingkuhan misalnya komunikasi yang tidak baik, tidak ada trust atau kepercayaan pada pasangan, terlalu mengontrol pasangan sehingga pasangan tidak nyaman, dan sudah punya semacam ‘penyakit’ sejak dulu. Lebih lanjut Teteh memberi contoh sebab-sebab selingkuh dalam kehidupan sehari-hari.
a. Membiarkan pasangan bebas berakrab-akrab dengan orang lain
b. Tidak menjadi pendengar yang baik ketika pasangan curhat
c. Terlalu sibuk
d. Gaya hidup seperti trend SAL alias sex after lunch.

Ada enggak, Teh, dampaknya buat anak-anak kalau orang tuanya selingkuh?
Ya ada bangeeet. Buat korban (yang diselingkuhi) saja bisa macam-macam dampaknya. Ada metabolism tubuh menjadi kacau, feeling kacau, blank, hingga menyakiti diri sendiri. Teh Irma juga pernah merasakan hal ini, seperti menyilet anggota badan, hanya untuk melihat darah. Bisa juga menjadi antisocial.
Pada anak-anak, dampaknya bisa terlihat bahkan sejak usia sebelum sepuluh tahun, dimana ini berpengaruh terhadap mental spiritualnya seperti dia jadi malas shalat. Pada usia di atas sepuluh tahun, anak akan menjadi pemberontak. Pada usia dewasa, dia bisa jadi anak yang luruuuuus banget, tapi enggak bisa ambil keputusan, jadi peragu. Bisa juga dia jadi anak yang benar-benar perusak. Ngeri banget ih.

Dan… ini dia terapi bagi korban KDRT, Selingkuh dan segala macam persoalan rumah tangga menurut Teteh kita ini:
a. Ambil waktu yang cukup untuk drama, mau nangis, mau marah, keluarkan. Kalau ditahan akan lari ke ginjal soalnya. Sesudah itu laporkan.
b. Tetap mandi ya. Kaitannya dengan upaya membangkitkan kembali mood dan rasa percaya diri, ya Teh?
c. Mengurus anak semampunya, jika masih merasa belum mampu serahkan anak sementara dalam pengawasan dan pengurusan keluarga atau sahabat.
d. Keluar dari ‘gua’. Biasanya untuk yang kuat mentalnya, cukup 3 bulan tinggal di gua, yaa minimal mah 6 bulan deh.
e. Memperbanyak kegiatan di luar yang bermanfaat. Eh teh Irma pesan banget lho, kalau bisa jauhi mall. Kenapa? Banyak setannya! Ingat tuhhh…
f. Memperbaiki diri, sambil merawat diri, dan lakukan piknik. Lakukan grounding, yaitu melakukan jalan kaki dengan kaki telanjang menyentuh tanah.

Di ujung sesinya, Teh Irma mengajak melakukan healing, Seluruh peserta diminta duduk santai sambil mendengarkan music yang meditative. Lalu bayangkan orang yang paaaling kita benci. Bayangkan seolah kita menumpahkan emosi kita padanya. Lalu rasakan, adakah anggota tubuh kita yang sakit? Jantung mungkin, rahim? Setelah itu, tarik nafas dalam-dalam. Ucapkan istighfar setulus hati. Rasakan bahwa kita menjadi merasa lebih baik.
Duuuh… sayang ya healing-nya Cuma sebentar. Saya jadi penasaran,. Kok saya enggak merasakan sakit apapun ya tadi waktu membayangkan orang yang saya benci karena pernah menyakiti saya? Eh, coba yaaa, jangan pada kepo, ntar pada Tanya lagi ke saya, siapa sih mbak? Addddaaaaa ajaaaa…

Acara kemudian memasuki break ishoma, yang saya gunakan untuk jalan-jalan sekitar area seminar yang ternyata yaaa banyak dagangan lucu-lucu di bazaar-nya. Ada macam-macam hijab, perhiasan, dan… makanan serta minuman. Rasanya juga enaaak dan harganya enggak mahal. Misalnya nih, empek-empek Ali dan tekwannya. Saya beli seplastik gede Cuma 50 ribu buat empat porsi. Spaghetti pedas yang konon kabarnya ini level satu, tapi pedesnyaaa nampoool. Ada juice wortel mangga yang segar dan wangi, sambel kerecek yang saya bawa pulang dan ternyata enaknya dan pedasnya nagiiih banget. Apa lagi ya? Ada cheese stick, sus kering seledri, wah enak-enak semuaaaa. Enggak nyesel banget deh.
Makan siangnya juga enaaak. Disponsori oleh Enhaii Jatiwaringin, semua peserta dapat snack serabi gede topping pisang yang sedeeepppp banget, dilanjut makan siang yang lauknya juga pedes. Bagi penyuka pedes kayak saya, tentu seneng dong.
Selama makan siang ini juga saya pakai kesempatan untuk ngobrol-ngobrol dengan dua ukhti cantik yang duduk di sebelah saya, Perkenalkan di kanan saya, duduk Ingrit, seorang mahasiswi dari Tangerang yang sudah beberapa kali ikutan healing sama teh Irma. Dia mengakui merasa nyaman karena sosok Teteh yang tidak menggurui dan menyuruhnya sabar dan sabar. Dia mengaku masalahnya berangsur teratasi ketika ikut healing dari EHI. Sementara di kiri saya, duduk bumil dari Depok coret, Mbak Ikka yang sedang hamil anak keempat. Mbak Ikka juga mengaku senang banget bisa hadir di acara seminar ini yang menurutnya membuka banyak wawasan baru. Habis waktu istirahat, kita sempatkan tukeran nomor WA dengan harapan nambah teman dan nambah jalinan silaturahmi.

bertiga

Setelah istirahat, kami kembali mengikuti sesi selanjutnya, yaitu Tanya jawab. Teh Indadari ternyata juga tadi sempat lho menyusui anaknya di ruang sebelah. Hebat deh bu Mod kta ini.
Banyak pertanyaan yang muncul di sesi ini. Termasuk salah satunya tentang hubungan sejenis. Ternyata menurut hukum Negara kita, yang namanya zina ya tetap zina, mau sejenis kek, mau lawan jenis kek. Teh Irma dengan tegas bilang : tinggalkan! YES.
Oh ya, tadi kan saya bilang bahwa waktu healing tadi saya tidak merasakan apapun. Kata teteh itu justru menandakan bahwa kita sudah terlalu sakit hingga tidak mampu lagi merasakan apapun. Mati rasa. Semacam baal gitu ya Teh?
Di penghujung acara, teh Irma mengingatkan hati-hati dengan doa kita, Apa yang terjadi pada hidup kita sekarang merupakan proses dari doa. Jangan lupa, kita harus belajar untuk melembutkan hati. Setuju banget, Teteeeh….

barengan

Foto bareng di akhir acara, semoga jadi kenangan manis. Tebak yoo, saya yang mana? *idihhh gak penting ya*

buku teh irma

Buku karya Teh Irma, bagus banget, sudah selesai saya baca, siap review ahhh…

Sebetulnya pingin lebih lama berbincang tentang kita, tentang perempuan bersama kedua narasumber dan bu Mod ini. Tapi yaaa sudah sore sih. Acara harus disudahi, peserta tentu sudah cukup banyak mendapatkan hikmah dan manfaat. Semoga silaturahni dan manfaat tersebut tetap terjaga yaaa….

Perlahan saya menyusuri gedung BPPT untuk pulang, mencari taksi. Ada yang meresap dalam diam di hati saya sepanjang perjalanan senja itu. Perempuan memang harus selalu belajar, memahami dan mengerti hak-hak dan kewajibannya. Perempuan mesti lebih melembutkan hati dan banyak bersyukur untuk semua penjagaan yang telah Allah turunkan untuknya lewat ajaran Islam yang indah ini. Terima kasih teh Aisha, teh Irma, teh Indadari, Laura selaku PR-nya Teteh, semua panitia, dan Blogger Reporter Indonesia (mas Ahmed Tsar Blezensky) yang telah menugaskan saya datang di acara ini.

Advertisements

About ifaavianty1

A wife, mom of 3 sons, writer and author of about 70 books. Loves books, music, movies, cook, art n craft, history, rain, mall, coffee, tea, and pasta. Oh, and every genius :))
This entry was posted in emotional healing, halal, islamic, life, love, muslimah, parentings, perempuan, psikologi, s, sikap, soul healing, syariah and tagged , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s