Catatan Terserak di 50 Tahun Metalurgi UI

(Reportase ala Reality Show oleh salah seorang alumni angkatan 89)

Reuni angkatan saya, angkatan 89, alumni Jurusan Teknik Metalurgi, Fakultas Teknik UI, termasuk sering diadakan. Rata-rata sih reuni enggak resmi, alias pas ada beberapa orang yang bisa ngumpul, ya dibuatlah kumpul-kumpul di suatu tempat. Komunikasi kami juga termasuk intens, yang dibuktikan dengan aneka grup komunikasi sudah ada di angkatan kami, baik itu BBM, Line, Telegram, dulu sempat ada Skype yang isinya hanya beberapa gelintir manusia, hingga yang paling berisik ya WA. Segala rupa didiskusikan, dari urusan kerjaan, perkembangan teknologi material dan metalurgi, soal pribadi, sampai banyolan-banyolan gaje yang sering muncul karena ulah oknum-oknum iseng.

Anggota angkatan 89 yang jumlahnya enggak banyak itu, sekitar 38 manusia dengan dua cewek cantik diantara mereka (saya dan bu Debbie), sudah tersebar entah dimana mengikuti tempat kerjanya. Ada Eko Purnomo yang di Freeport Papua, Edo di Afrika, Kemal di mana deh, salah satu Negara timur tengah, Jackey di Australia, Puji di Batam, hingga yang terbanyak ya masih di Jabodetabek termasuk saya.

Tapi, yang kali ini reuninya beda. Bukan hanya satu angkatan yang terlalu giat ngumpul ini, Seluruh alumni Metalurgi UI kayaknya ikutan happy dan exciting gitu. Tanggal 19 September 2015, hari Sabtu, dari jam 8 pagi sampai sore, Departemen Teknik Metalurgi dan Material Fakultas Teknik UI bersolek dan gegap gempita dengan perayaan syukuran 50 Tahun DTMM (Departemen Teknik Metalurgi dan Material). Wow 50 tahun ya… ulangtahun emas. Kalau ulang tahun pernikahan tuh sudah langka ya, pasangan yang bisa nyampe segitu usia pernikahannya.

Nah, beda dengan sepasang oma opa yang tengah melangsungkan golden anniversary-nya, DTMM, jurusan tercinta tempat saya kuliah dulu (saking cintanya sampai lama banget mau lulus juga…. Hehehehe), makin matang dan berkembang seiring lajunya teknologi metalurgi dan material di tanah air dan dunia. Makin keren, makin banyak menghasilkan alumni-alumni yang berprestasi dan membanggakan (saya termasuk enggak sih? Ya enggak tahu ya, tolong tanyakan pada teman-teman dan dosen-dosen saya di sini… pasti jawabannya membingungkan anda semua). DTMM makin melebarkan sayap-sayap pengabdiannya di masyarakat lewat kiprah para alumni, dosen, dan mahasiswa. Banyak banget prestasinya, enggak bisa disebutkan satu satu. Pusing pala saya nanti…
Yang jelas nih, ada beberapa nama yang bisa disebutkan, misalnya Bapak Syarif Hidayat yang sekarang menjabat Sekjen Deperin, yang mana beliau ini adalah suaminya bu Myrna, salah satu dosen favorit saya yang cantik dan ramah itu (saya dikasih kembang sama bu Myrna… aihh), terus ada  Pak Profesor Muhammad Anis, yang sekarang menjabat Rektor UI, Profesor Eddy Siradj yang sekarang rektor UPN Veteran Jakarta, Profesor Dedi Priyadi yang menjabat Dekan FTUI, dan Bapak Aditya Kumara, yang menjabat atase pertahanan RI di Korea Selatan (yang ini teman seangkatan saya di Metalurgi 89… eh Dit, nama loe gue sebut duluan nih…). Masih banyak lagi sih sebenarnya. Ya itu tadi, namanya juga sudah 50 tahun berdiri, ya tentu sudah panjang sekali sejarah pengabdian dan perjalanan kampusku ini.

pak rektor

Prof. Anis, rektor UI

pak dekan

Prof. Dedi, Dekan FTUI

pak kadept

pak Harjanto, Kadept DTMM FTUI

 

funbike

Funbike

bertanam

Bertanam dengan gembira….

Rangkaian acara HUT ke 50 DTMM dibuka dengan funbike bersama keluarga besar DTMM. Katanya om Dede yang jadi panitia (ini salah satu oknum iseng di grup WA angkatan saya yang kok bisa-bisanya serius gitu jadi panitia acara, maklumlah aktivis kampus…), acaranya seru dan rame. Saya mah belum datang jam segitu, masih ribet urusan domestic, Maklumlah emak-emak.
Setelah itu ada aksi penanaman pohon dari tiap angkatan untuk penghijauan kampus tercinta. Angkatan 89 menyumbang Ketapang kencana yang kata kawan saya yang maniak tanam-tanaman, tanaman tersebut pernah nge-hits sebagai tanaman favorit. Kebenarannya tidak terlalu saya pikirkan, karena saya sebenarnya sangat gagap membedakan jenis tanaman apapun kecuali pohon pisang dan pohon kelapa. Sudahlah. Yang penting mari kita berpartisipasi dalam menjaga lingkungan yang akan kita wariskan kepada anak dan cucu kita, termasuk lingkungan kampus.
Setelah itu acara memasuki puncak, eh iya enggak sih? Soalnya lokasinya dipindahkan ke sekitar Taman Inspirasi Rotunda FTUI dan sekitar jurusan DTMM. Ada panggung besar di salah satu area, dikelilingi kursi dan tenda-tenda. Di situlah para alumni berkumpul per-angkatan. Termasuk angkatan saya tentunya. Nah kalau sudah ngumpul, jadi enggak terlalu jelas lagi deh, ada apa di panggung, Saya sudah seseruan bareng bu Debbie dan mbak Uci (angkatan 88), bareng beberapa bapak-bapak angkatan saya, diantaranya pak Deded (suami bu Debbie, jadi ceritanya mereka ini dulunya teman biasa, satu angkatan, enggak tahu juga gimana prosesnya, tahu-tahu nikah dan beranak pinak hingga sekarang, sulung mereka sudah jadi mahasiswa di jurusan yang sama dengan emak-bapaknya), pak Ichank, pak Dede (ihh kenapa juga kesebut dua kali sih sahabat saya ini), pak Indra, dan beberapa anggota angkatan 88 termasuk salah satu maskotnya, bang Mizwar. Bicara tentang abang satu ini, kayaknya dia termasuk manusia paling ngetop dan eksis di zamannya, di seluruh FT. Beredar dimana-mana dia mah.

dede adit rizki

ini teman seangkatan, udah pada tuwir ya. Dari kiri : Dede, Adit *(atase pertahanan di Korea Selatan), dan Rizki.

panggung

Panggung

yang nonton

yang nonton, yang ngobrol, yang kangen-kangenan, yang nyari mantan gebetan, yang berasa sendirian… tumplek semua

yg cantik

yang cantik-cantik itu dari kiri : Trisna (istrinya Adit), Debbie, saya, dan mbak Uci (angkatan 88)

bang mizwar

Geng cantik mau foto, apa daya bapak-bapak mau ikutan juga. Kedua dari kanan adalah Bang Mizwar, salah satu maskot angkatan 88.

Ngobrol-ngobrol makin seru dan kayaknya sih makin gaje, terinterupsi dengan berbagai aksi foto-foto yang enggak lama kemudian beredar di grup WA angkatan dan grup WA alumni, juga grup Cewek-cewek Metal. Enggak kalah juga itu mahasiswa-mahasiswa baru yang semangat bener mendatangi kami sambil menyodorkan buku, minta tanda tangan, nama dan … angkatan. Aihhh berasa banget tuwirnya. Apalagi ketika kami bertiga (mbak Uci, saya, dan Debbie) dipanggil apa coba sama para newbie ini? “Tolong ditandatangan buku saya, Tante…”
Hah? Coba ulangi, … Tante? Astaga, sudah sejauh itukah jarak usia kami?
Ya bagus dipanggil Tante, bukan Oma. Hadeuuuhhh….
Menjelang siang, tante lapar juga rupanya. Halah. Saya dan Debbie bergerak menyusuri koridor yang isinya aneka menu prasmanan yang uenaaak semuaaa. Free pula. Sayangnya sih, enggak ada minuman dingin, padahal matahari tengah bersinar dengan teriknya di puncak siang hari itu. Lewat WA, suami saya yang nongkrong di kantin bareng ketiga jagoan kami, bilang bahwa di kantin banyak minuman dingin. Tapi namanya juga lagi reuni, agak-agak mager (males gerak) juga ke kantin.

Lagi seru-serunya ngobrol, ada panggilan dari atas panggung kepada para alumni yang dianggap berprestasi dan memberikan banyak kontribusi kepada jurusan dan Ilumet alias Ikatan Alumni Metalurgi). Dari angkatan kami terpilih Rizki, Dede, Indra, dan beberapa nama lagi. Bang Mizwar juga terpilih mewakili angkatannya, Enggak heran bapak-bapak ini terpilih, karena mereka memang aktif banget sejak zaman dahulu kala. Sampai sekarang juga masih aktif, beda sama saya dan Debbie yang aktifnya angot-angotan. Hehehe…

cak baz

Cak Bazz, ketua Ilumet, (kiri) menyerahkan plakat dan piagam kepada salah seorang alumni

penerima piagam

Gerombolan penerima piagam selaku alumni berprestasi

piagam saya

Piagam saya..hehehe…alhamdulillah dapet juga…

Karena sudah masuk waktu zuhur untuk wilayah depok dan sekitarnya, kami bertiga memutuskan melipir ke mushala. Padahal saya juga dengar nama saya dipanggil, nama pak Dede, Ichank, jackey dan entah siapa lagi. Tadinya sih saya mikir mau juga kali naik panggung, jadi saya memisahkan diri sejenak dari Debbie dan mbak Uci yang cuss ke mushala. Saya mendekati panggung dan malah ketemu dosen kesayangan saya juga, bu Anne. Lagi nunggu giliran naik panggung (sok seleb banget sih saya ini… mari abaikan saja), saya disapa seseorang, Pak Bambang, dosen saya yang FB-nya aktif bener (hehe punten Pak). Dia Tanya gini, “Kamu enggak syuting?”
Syuting? Syuting apaan ya Pak? Saya jadi bingung.
“Kirain novel kamu lagi diangkat ke film”, katanya menjawab kebingungan saya. Hahaha, ini bentuk doa tulus seorang dosen yang perhatian pada karir mantan mahasiswinya yang ternyata masih di sini-sini juga. Jadi terharu saya didoakan pak Bambang. Aamiin, pak. Saya sudah niat kalau naskah saya difilmkan, bapak saya traktir nonton premiere-nya dan boleh selfie sama artis-artisnya deh pak. Serius.

pak bambang babeh topo

Pak Bambang, dosen saya yang perhatian sama karir saya, baik banget, nomor dua dari kiri.

bu rini

teman-teman satu angkatan berfoto bareng bu Rini, yang berjilbab coklat. Saya sudah pulang.

67 69 prof joni

angkatan 89 dan 87 berfoto bareng pak Johnny, salah satu dosen favorit (kaus hitam di barisan depan).

bu sriati

Sebagian kecil cewek Metal berpose dengan Bu Sriati Djaprie, ahli metalurgi perempuan pertama di Indonesia nih…

mbak dede dan mbak echapedeh

Pak Kadept dan istri, mbak Dewi yang berjilbab biru, yang di tengah namanya mbak Echa adminnya grup WA Cewek Metal. Mbak Dewi dan Mbak Echa ini senior yang baiiiiik banget sama saya dari dulu sampai sekarang.

terlalu gemar foto2

Angkatan 89 yang terlalu gemar berfoto… wkwkwk…. Nah yang berdiri di tengah itu, sahabat saya dan suami, Herman namanya. Muda-muda sudah profesor.

yg tuwirr

paling kiri itu sahabat saya, Debbie, di sebelahnya ada suaminya, Deded, teman seangkatan juga. Sebelahnya Deded ada Indra. Sebelahnya lagi yang paling muda, itu sulungnya Debbie dan Deded yang juga mahasiswa DTMM. Time flies!

Khawatir ditanya-tanya oleh yang mengenali saya berikutnya (halah GR kok ya uberdosis sih saya ini), saya buru-buru menyusul Debbie dan mbak Uci ke mushala, mencoba menjadi anak salehah seperti mereka, shalat zuhur dulu. Dasar masih belum puas ngobrol, selesai shalatpun kami masih diam di mushala, meneruskan cerita demi cerita, Indahnya reuni ya gini ini nih, makanya rajin-rajinlah datang reuni. Perasaan sayang sama teman jadi nambah.
Kembali sebentar ke lokasi tenda tempat duduk tadi, ternyata anak-anak saya sudah pingin main ke masjid UI. Ya sudahlah, panggilan alam sebagai emak-emak muncul kembali. Saya harus pamit sama semua yang ada di tenda itu. Sayang juga, padahal ada tiga sosok yang sangat ingin saya temui saat itu. Pertama, bu Rini, dosen terfavorit versi saya, merangkap Pembimbing Akademik, Pembimbing Skripsi, teman curhat dan ngobrol asyik, sekaligus pembaca sangat setia karya-karya saya. Kedua, mbak Dewi (angkatan 87), sosok muslimah salehah yang menginspirasi saya karena kecerdasan dan kerendahhatiannya, keceriaan dan keramahannya yang menarik banyak simpati mahasiswi baru yang agak kacau kayak saya untuk mengkaji Islam lebih dalam, dan kiprahnya dalam dakwah yang tak surut meski beliau sudah menjadi istri dari Kadept jurusan kami, pak Sri Harjanto yang juga teman seangkatan beliau. Ketiga, sahabat saya dan suami, pak Herman, sahabat seangkatan sejak dulu baru masuk kuliah sampai sekarang. Setelah sama-sama berkeluarga pun, kami tetap bersahabat, bahkan suami saya juga cocok dengannya, sementara saya cocok bersahabat dengan Mika, istrinya. Sahabat dari hati.
Secara keseluruhan, acara ini seru banget, keren, semarak, dan berkesan banget. Thank you banget kepada Cak Basuki, ketua Ilumet dan seluruh jajarannya, termasuk panitia. Kayaknya seru juga tiap tahun bikin acara begini. Hehehe…

Bagi saya pribadi, sebagai alumni, ada catatan hati yang selalu terbuka kembali setiap kali kembali ke kampus. Kampus inilah yang meletakkan dasar dari logika berpikir saya, yang tetap saya pakai meskipun saya tidak memilih profesi di bidang Metalurgi dan Material. Kampus ini juga yang menuntun saya mengenal keindahan Islam lebih jauh dan lebih dalam (saya pertama kali ikut kajian Islam pada waktu SMA kelas satu dan memakai hijab ketika kuliah pertama kali). Kampus ini juga yang berjasa sebagai tempat penggemblengan karakter saya sebagai cewek Metal (CeMet) yang tangguh, enggak manja, dan enggak menye-menye. Hasilnya? Ya coba tanyakan pada teman-teman saya itu, dan pada suami saya. Terima kasih dan rasa syukur saja rasanya tak akan cukup bagi kesempatan yang Tuhan kasih pada saya untuk kuliah di sini. Jauh di dasar hati saya, pingin juga salah satu dari jagoan saya kuliah di sini.

goodie bag

Goodie bag keren yang saya terima, abaikan Panda-nya. Itu si Vanda boneka saya …

Demikianlah reportase versi saya, yang kayaknya lebih mirip acara Reality Show di TV ketimbang sebuah reportase serius. Ya enggak apa-apa, namanya juga sudut pandangnya beda-beda. Buat para alumni dan para dosen, apalagi teman seangkatan, mohon maaf saya enggak bisa sebut satu-satu namanya. Bisa ngalahin novel dong panjangnya. Lagipula, meskipun enggak disebut, kalian tetap ada kok di hati saya, Aihh. Sudahlah, sudah semakin malam, mungkin saya sudah lelah…. Jadi, sampai ketemu di blogpost reportase ala Reality Show berikutnya.
Selamat ulang tahun DTMM-ku tercinta, Hohi hohaha Metal paling Jaya!

Advertisements

About ifaavianty1

A wife, mom of 3 sons, writer and author of about 70 books. Loves books, music, movies, cook, art n craft, history, rain, mall, coffee, tea, and pasta. Oh, and every genius :))
This entry was posted in life, love and tagged , , , , , , , , , . Bookmark the permalink.

5 Responses to Catatan Terserak di 50 Tahun Metalurgi UI

  1. Arif says:

    Mantabs mba.. Prof. Herman dulu jadi Pembimbing Akademik saya tahun 99-2000 sebelum beliau lanjut studinya..

    Salam kenal dari angkatan 99

  2. Rowi Alfata says:

    Wah seru sekali ya acaranya.
    Salam kenal Bu. Saya Rowi, angkatan 2014.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s