Bisnis Gurih ala BabaRafi

Suka kebab enggak?

Uhuyyy saya sih sukaaaa pakai bangeeets. Perkenalan saya pertama kali dengan kebab adalah sewaktu saya pergi haji tahun 1997. Udah lama bangeet ya. Waktu itu, setiap pulang dari masjidil Haram menuju pemondokan, pasti deh saya dan papa saya mampir untuk jajan kebab yang tersebar di sepanjang luar wilayah Masjidil Haram dan Pasar Seng (yang sekarang tinggal nostalgia itu). Sejak saat itu, hati saya tertambat pada makanan ringan dari tortilla berisi daging (kambing atau sapi) dan aneka sayuran serta saus sambal itu.

Di Indonesia waktu itu termasuk sulit juga mencari kebab. Kalau mau makan kebab, awal tahun 2000an itu, kita mesti ke Plaza Senayan atau Kelapa Gading Mall yang di food court-nya ada gerai kebab. Mehong pula harganya. Hehehe, sebanding sih dengan isian daging di dalamnya yang berlimpah ruah itu. Tapi saat itu saya sudah mendambakan andaikan ada yang jual kebab dengan harga yang sedikit lebih murah. Tetap dooong cari yang murah dengan kualitas rasa yang kalau bisa samaa.

Saya lupa, tepatnya tahun berapa, yang jelas, saya sudah punya anak, dan lagi senang-senangnya jajan di street food. Nah, ketemulah saya dengan Kebab Turki BabaRafi yang memenuhi keinginan saya waktu baru pulang haji dulu itu. Murah, enak, dan dagingnya banyak, Dengan warna gerobak khas merah dan kuning, Baba Rafi menjadi salah satu jajanan favorit saya, suami, dan anak-anak. Apalagi ada gerobaknya di dekat rumah kami di Cinere. Sempat pula baca profil pendirinya, yaitu Mas Hendy Setiono yang ternyata sudah mencapai sukses di usia muda. Huiii, hebat euy. Suatu saat saya pingin juga belajar dari beliau ini, begitu pikiran saya.

Tak disangka, ada undangan liputan dari BloggerCrony untuk meliput usaha kuliner BabaRafi Online langsung dari pusatnya, yaitu Graha BabaRafi Enterprise di Kawasan Pondok Labu, enggak jauh dari rumah saya. Tentu saja saya berminat banget. Ini kan sudah lama saya inginkan. Langsung deh cabcuss …

Sampai di Graha BabaRafi Enterprise, saya sudah langsung seneng aja karena ketemu beberapa blogger yang selama ini Cuma kenal di dumay, dan sekarang bisa ketemuan dan seseruan bareng. Suasana kantor juga cozy dan segera bikin saya betah. Ada momen besar rupanya, yaitu sepuluh tahun Baba Rafi dan bersamaan juga dengan launch produk baru, inovasi baru, black kebab. Aduduh enggak sabar rasanya pingin mencicipi si Black Kebab itu.

Kami, para blogger, disambut oleh Mbak Titis, selaku Commerce Manager BabaRafi, yang ramah dan menjelaskan dengan rinci segala sesuatu tentang BabaRafi dan produk-produknya, Oh ya, di lantai satu ini kita akan ketemu dengan beberapa proses produksi dari bahan mentah hingga jadi produk kebab dan segala frozen product lainnya. Di sini ada divisi Commerce, Logistic, Production, dan Operational. Kantornya sih enggak terlalu gede, tapi nyaman dan bersih. Pantas dong produknya juga kan hygienis.

Nah sekarang ikutin saya yuk, kita tour de BabaRafi yaaa….

kantor

banner

Sepuluh tahun BabaRafi

apel

Apel Karyawan yang penuh semangat

mbak titis

Mbak Titis sang Commerce Manager

sebagian piagam

Sebagian piagam penghargaan

Begini nih proses produksinya….

 

Wuihhh banyak bener nih bahan bakunya, begitu gumam spontan saya ketika memasuki bagian produksi BabaRafi. Iyaaa, itu ada berbungkus-bungkus besar tortilla aneka ukuran. Ada yang besar untuk dijual keperluan di outlet, ada yang agak kecil untuk produksi frozen kebab. Perbungkus berisi 20 lembar tortilla diameter 20 cm. ini bisa tahan 3 bulan lho. Tapi sih biasanya di outlet Cuma tahan 3 hari. Kenapa? Ya keburu habis lah. Kan banyak yang beli.

Jika bahan baku sedang banyak, disimpan di Cold Storage yang bersuhu minus 18 derajat. Brrr… serasa berada di daerah bersalju. Di sini juga ada aneka daging isian tortilla yang siap dijual dan didistribusikan ke outlet. Daging-daging tersebut biasanya impor dari Australia dan New Zealand. Mengapa tidak menggunakan daging local saja?  Ternyata menurut pengalaman mereka, daging local sedikit lebih keras dan secara kuantitas agak sukar memenuhi kebutuhan mereka. Untuk komposisi daging isian ini, mereka menggunakan 60 persen daging dan sisanya baru bumbu-bumbu dan bahan lainnya. Halal tentu saja.

Daging-daging tersebut mengalami proses trimming sehingga didapat kadar daging dan lemak yang dibutuhkan. Setiap hari mereka membutuhkan 1 ton daging sapi. Coba, kira-kira berapa ekor sapi ya bisa menghasilkan daging 1 ton? Daging-daging tersebut kemudian dibagi dalam 520 tiang yang masing-masing beratnya ada yang 2 kilo dan 4 kilo. Kebanyakan sih outlet pesan yang 2 kilo karena cepat habis. Daging-daging tersebut dibakar dan ada juga yang digoreng. Setelah dipacking untuk keperluan distribusi, daging-daging itu disimpan di cold storage yang bersuhu antara minus 18 hingga minus 20 deajat Celcius.

Bagian produksi ini bisa menghasilkann tortilla sebanyak 700-800 pack perhari sementara untuk produk frozen sekitar 1000 pack perbulan. Oh ya, untuk produk frozen daya tahannya bisa sampai 1,5 bulan lho, asal penyimpanannya di freezer. Ah, kalau di rumah saya mah bisa habis dalam dua hari kaleee….

tortilla gede

Tortilla siap pakai

tortilla frozen

Tortilla frozen

daging burger

Daging

burger

Burger

donat

Frozen donut

nugget

Nugget

sosis

Sosis

roti burger

Roti burger

saus mentega

saus dan mentega

paket black kebab

Packaging untuk Black Kebab, keren ya?

cold storage

Ruang Cold Storage

Ini nih hasil jadinya….

 

Enggak Cuma kebab aja lho, hasil produksi dan jualannya BabaRafi. Ada sosis skinless dan bockwurst yang hueeenaaaak banget, aneka macam nugget (yang zoo enak banget lho), lunpia kulit tahu (bintang 4 enaknya), moneybag, swiekiauw, apple pie, aneka somay dan dimsum, dan yang jelas kebabnya sendiri ada macam-macam rasa.

Kebabnya ada rasa keju (chijeu), beef, chicken, sosis, chocoban alias pisang coklat, dan… ini best of the best-nya menurut saya: Fruit. Seger dan manisss.

Termasuk kategori bintang lima juga adalah Black Kebab yang nagih poll rasanya. Ini tortilla-nya berwarna hitam dengan bumbu BBQ, dengan packaging hitam. Rasanya agak pedas dan gurihh. Dagingnya juga tebal dan banyak. Yummm….

Penasaran kan pingin nyobain semuanya? Pasti ketagihan. Saya aja waktu dijamu di BabaRafi Enterprise kenyaaang dan bahagiaaa banget…. *lalu di-bully pembaca blog ini*

Iya lho, habis kenyangnya, penasaran pingin ikutan jualin. Labanya insya Allah gede dong, dan barakah. Soalnya banyak banget manfaat yang bisa dipetik dari bisnis bareng BabaRafi ini. Penasaran kan? Baca terus dong, jangan ngecess ngebayangin saya dijamu makan siang di BabaRafi Enterprise aja. Itu mah rezeki anak salehah….hehehe…

aneka dimsum dan somay

Aneka dimsum dan somay

aneka kebab

Aneka kebab

bockwurst dn skinless

Bockwurst dan skinless sosis

lunpia n nugget

lunpia kulit tahu dan nugget

menu 1

menu 2

Begini awal kisah bisnisnya…

 

Alkisah… lho kok alkisah? Maksudnya, beberapa belas tahun yang lalu, tepatnya tahun 2003, ada sepasang suami istri muda, yang nikah muda, dengan tekad ingin hidup mandiri. Mereka masih kuliah namun sudah harus bekerja untuk menafkahi keluarga kecil mereka, Berbagai usaha pernah mereka lakukan, termasuk mengajar dan menjadi agen asuransi. Namun semua itu belum membuahkan hasil. Pasangan muda itu, Hendy Setiono dan Nilam Sari, bertekad untuk tidak lagi merepotkan kedua orang tua mereka. Namun apa daya, mereka hanya punya modal 4 juta rupiah. Modal itulah yang mereka gunakan untuk bisnis burger di depan rumah mereka.

Awalnya laku keras, bahkan mereka bisa memperoleh omzet 250 ribu rupiah perhari. Tapi itu tidak berjalan lama. Ada pesaing baru yang menjual burger lebih besar dengan harga lebih murah. Usaha Hendy dan Nilam perlahan tapi pasti…bangkrut. Dalam keadaan yang cukup mengecewakan itu, mereka mendapat tawaran berlibur mengunjungi orang tuanya yang sedang bertugas di Qatar. Di sana mereka menemukan hampir di tiap pojok jalan ada yang menjual kebab. Ini menjadikan inspirasi baru bagi mereka, dasar memang orang kreatif mah adaaaa saja idenya ya. Mereka terpikir untuk mencoba berjualan kebab di depan rumah mereka di Surabaya, kebetulan mereka juga suka rasanya, dan melihat proses pembuatannya yang mudah dan praktis.

Sesampainya di rumah mereka di Surabaya, mereka mencoba menerapkan konsep grab n go kebab ini (ambil, bawa pergi, jadi enggak perlu modal bangku dan meja untuk makan). Sebulan pertama, komen yang mereka terima adalah “Lah ini rasanya aneh. Aku disuruh makan ini setahun sekali juga ogah”, komentar tetangga mereka. “Mas, mbak, beli lumpia-nmya dong”. Grrrrk, lumpia?? Atau “Ini martabak apa ya mbak?” Hah? Martabak??

Di situ mereka merasa heran. Masak makanan rasa timur tengah gini kok dibilang lumpia?  Maka mereka melakukan inovasi dengan menambahkan rasa dan bumbu yang lebih bisa diterima masyarakat kita, Jadi biar enggak dikira lumpia atau martabak lagi, Gerobak juga mereka cat tidak lagi dengan warna putih, tetapi dengan warna terang kuning merah. Untuk pemilihan nama, awalnya dipakai Kebab Qatar Baba Rafi. Rafi diambil dari nama putra sulung mereka, Baba itu artinya Bapak. Nah…. Qatar ini yang belum cocok menurut mbak Nilam. Otak-atik biar ada rima (persamaan bunyi) nya, dipilihlah nama Kebab Turki BabaRafi. Passs deh.

Waktu berlalu dan ternyata usaha ini memang sangat berprospek. Bisnis Kebab BabaRafi bertambah maju, kini sudah ada 1200 outlet yang tersebar di 8 negara. Kemarin baru saja dilakukan pembukaan di Belanda. Pasangan Hendy dan Nilam yang kini sudah mempunyai 3 anak, mengembangkan terus sayap-sayap bisnis mereka. Sejak satu setengah tahun yang lalu mereka merintis BabaRafi Online untuk memperluas pemasaran, yang menggunakan tiga cara promosi dan penjualan, yaitu dengan cara  menggunakan aplikasi yang bisa diunduh di Google Apps (canggih ya), melalui kerjasama dengan para blogger, dan melalui system keagenan. Baba Rafi Online ini juga menggandeng UMKM yang sudah punya produk untuk ikutan jadi mitra, dipasarkan bareng BabaRafi Online.

Kita juga bisa lho ikutan bisnis gurih ini. Mau tahu caranya? Mau tahu aja atau mau tahu banget?

mbak nilam mas hendy

Mbak Nilam dan mas Hendy

mbak nilam

Mbak Nilam dengan ramah menjawab pertanyaan para Blogger

Begini nih cara join bisnisnya dan raih keuntungannya….

 

Ikutan bisnis BabaRafi bisa dengan tiga cara lho, Pas banget lah buat ibu-ibu rumah tangga kayak kita yang ingin bantu-bantu suami cari penghasilan tambahan. Pilih deh satu dari ketiga cara ini. Eh tiga-tiganya juga boleh deh.

Buka gerobak di tempat ramai

System yang lazim dilakukan adalah franchise menyewa foodtruck atau gerobak di 3 titik/3 lokasi. Biayanya adalah 70 juta rupiah untuk 5 tahun. Dapatnya apa saja? Tentu dapat gerobaknya yang sekarang baru launch ya black outlet, produk termasuk black kebab, dan bahan baku awal yang bakal habis dalam waktu 2-3 hari. Survey mereka yang lakukan dan juga kita bisa dapat karyawan dari mereka dengan garansi pertukaran karyawan selaama satu bulan.

Bisnis ini tergolong bisnis dengan perputaran cepat. Jika outlet sehat, yaitu memiliki omzet sekitar 400-600 ribu perhari, bisa BEP alias balik modal selama satu setengah tahun. Cepat kan hitungannya?

Oh ya, untuk standarisasi mutu, ada beberapa items yang wajib dibeli di BabaRafi Enterprise, yaitu daging, tortilla dan packaging-nya. Yang lain boleh sih beli di luar asal tidak mengurangi standar bahan yang dipakai di BabaRafi. Untuk konsep All New Black Kebab sudah mulai banyak lho yang ambil model ini. Saya sih sudah pernah mencoba Black Kebab-nya, dan saya nilai 95 untuk rasa dan packaging-nya.

Terus berapa harga outletnya? Ada beberapa macam itu tadi, Kalau gerobak sekitar 70 juta rupiah dengan rincian paketnya yang tadi saya ceritakan. Ada kedai seharga 75 juta, mini booth seharga 100 jutaan, dan container seharga 200 jutaan. Tinggal pilih mana yang sesuai dengan kantong kita.

Kalau sepi gimana? Rugi dong… Eitsss, nanti dulu. Pihak manajemen BabaRafi menerima komplen sebanyak 3 kali, lalu mereka akan setting maintenance dari awal salama tiga hari hingga satu minggu. Setelah itu mereka akan bantu promo, kemudian dalam 3 bulan mereka akan mengadakan survey lokasi secara rahasia, dan mereka juga akan bantu mencari lokasi baru.

Untuk yang berprestasi tentu ada rewards juga dong. Biasanya perbulan akan ada diskon produk yang bisa banget dimanfaatkan untuk memperbesar margin keuntungan saat dijual nanti. Juga ada prioritas untuk ikutan event seperti bazaar.

outlet

JUmlah outlet BabaRafi

outlet 2

Contoh outlet

outlet 3

Merah kuning ceria

Online Agent

info agen

Info agen

BabaRafi Online membuka system keagenan lho buat kita yang mau jualan tapi enggak punya modal besar. Caranya adalah dengan membeli paket agen seharga 2.5 juta rupiah saja dan kita sudah bisa ikut memasarkan produk Frozen BabaRafi Online, dengan system apa saja yang bisa kita lakukan. Bisa dengan member get member seperti MLM (setiap kita bisa rekrut agen baru, kita bisa dapat 250 ribu rupiah lho), langsung jualan dengan web/portal/blog milik kita sendiri, atau dengan jualan langsung offline juga.

Margin keuntungan kurang lebih sama dengan yang offline yaitu sekitar 10 persen. Selain itu ada fasilitas training untuk memulai bisnis dan bagaimana menjadi seorang marketing people. Asyik kan? Modal kecil, hasilnya oke. Pas ya buat ibu-ibu rumah tangga yang enggak harus banyak meninggalkan rumah dan anak. Memasarkannya pun bebas. Bisa sambil arisan juga.

Eh, ngomong-ngomong BabaRafi punya program arisan bareng BabaRafi lho. Kita selenggarakan arisannya dulu, lalu undang tim BabaRafi Online untuk demo masak, dan talkshow tentang Financial Education. Sekalian jualan produknya juga, tentu saja. Arisan bareng BabaRafi ini sudah ada di tujuh kelompok arisan. Ayo daftarkan arisan kita, bu-ibuu…

Mitra Produk Bareng BabaRafiOnline

Kita punya produk unggulan yang bisa sinergi dengan BabaRafi Online dan termasuk UMKM tentunya? Yuk, BabaRafi siaaap membantu melejitkan omzet kita bareng. Syaratnya bisnis itu harus sudah dijalankan selama minimal 1-2 tahun, Jadi bukan yang baru mau bikin bisnisnya ya. Ini bisa hubungi Tim BabaRafi ya. Nanti saya cantumkan di akhir blogpost ini.

Kita juga bisa ikutan BabaRafi Mentoring yang akan memberikan training-training praktis untukmkemajuan bisnis kita. Asyik banget ya, BabaRafi enggak melupakan berbagi dengan industry-industri rumahan yang ada di sekitarnya.

Yak, bagi yang mau berbisnis dengan modal sedang, yang ingin berbisnis dari rumah dengan modal kecil, dan yang ingin melejitkan omzet usaha kecilnya, monggo join BabaRafi ya. Insha Allah sukses dan barakah.

Taapi, ada yang masih bikin penasaran kan? Iya. Gimana sih sosok Mas Hendy dan mbak Nilam di mata saya? Ejiee…. Let’s check it out yes…

Ini nih sosok Mas Hendy dan Mbak Nilam di mataku…

 

Siapa sih akyuh ini, kok bisa-bisanya menilai sosok pasangan suami istri hebat ini hanya dari sekali bertemu? Da aku mah apaaa atuuuh, kata Cita Citato eh Cita Citata. Ya tapi saya sendiri sih punya pendapat, kalau orang baik itu auranya suka nampak bahkan di pertemuan pertama. Demikian pula mas Hendy dan mbak Nilam ini.

Mas Hendy orangnya membumi dan mau berbaur dengan siapa saja. Saya menemukan beliau lagi ngobrol ramah dengan seorang ibu dan seorang mas-mas peserta acara kemarin itu. Lalu saya sempat berada di belakang beliau yang sedang ngobrol akrab dengan salah satu staffnya, Dan ketika diminta bicara tentang bisnisnya, saya menemukan beliau ini selain kreatif juga…anti mainstream. Itu barangkali yang bikin bisnisnya unik dan cepat dikenal. Segala sesuatu yang unik akan mudah diingat orang. Untuk jadi orang unik, ya harus berani thinking aout of the box. Ya kayak mas Hendy ini.

Coba, apa pendapat anda tentang: 101% Halal, Buka 25 jam Sehari, dan All New Black Kebab? Unik kan?

Sementara sosok Mbak Nilam sendiri… wow luar biasa. Rendah hati, ramah, santun, dan betul-betul sederhana. Ngobrol dengan beliau seperti ngobrol dengan teman yang lama enggak ketemu terus pas ketemu bisa ngobrol banyaaak, seperti ngobrol dengan ibu-ibu teman antar jemput sekolah anak-anak yang ramah, ceria dan apa adanya. Beliau yang percaya bahwa factor luck itu ada, tapi selalu ada kesempatan memperoleh lebih banyak luck dengan cara berbagi dan bersedekah. Beliau yang lebih suka meraup untung kecil-kecil asal konsisten (istiqamah) ketimbang sekali dapat besar lalu habis. Beliau yang memanfaatkan social medianya seperti FB, Twitter, Instagramnya dengan optimal untuk bercerita tentang bisnisnya, tentang keluarga kecilnya, dan tentang kehidupannya yang simple.

Mbak Nilam ikutan langsung mengamati lomba racik kebab yang diselenggarakan pada siang itu, ikutan foto-foto dan seseruan bareng, enggak ada gengsi atau apalah apalah. Betul-betul sosok bu boss yang patut ditiru.

lomba

Lomba meracik kebab

mbak nilam dn lomba

Mbak Nilam ikut seseruan di Lomba

foto2

Cheese… chijeuuu….

Tuh, enggak heran kan kalau kian lama bisnis BabaRafi kian besar? Sebab bisnisnya bukan semata memikirkan laba. Kemanfaatan dan karakter baik dari para pelakunya juga menjadi factor penyebab kenapa bisnis ini makin berkembang.

Banyak pelajaran dan wawasan yang saya dapat dari reportase kali ini. Terima kasih Mas Hendy, mbak Nilam, mbak Titis, dan semua staff BabaRafi Enterprise, mbak Ika dan mbak Nesa dari BloggerCrony, dan semua teman-teman blogger yang sudah ikutan ngerusuh BabaRafi. See you next time….

Jangan lupa ya, ada blogpost saya tentang Keripik Si Baba yang huendheuzzzz bangeeets, keluaran dari BabaRafi….

 

Oopppsss… ini kalau mau info yang lebih jelas ya…

Web http://www.babarafionline.com

FB BabaRafiOnline

twitter @babarafionline

Graha BabaRafi Enterprise : Jl. RS Fatmawati No. 33 Pondok Labu Jakarta Selatan

ph : 021 7660487

Mobile/WA : 081806113226

Advertisements

About ifaavianty1

A wife, mom of 3 sons, writer and author of about 70 books. Loves books, music, movies, cook, art n craft, history, rain, mall, coffee, tea, and pasta. Oh, and every genius :))
This entry was posted in event, halal, kuliner, lifestyle, reportase, review, review' and tagged , , , , , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s