Mengurai Macet dengan Cinta

Dimana-mana kalau berhadapan dengan macet pasti sebel. Mana bisa mengurai macet dengan cinta? Eitss, sabar… Ingat kan dengan jargon “Kerjakan semua dengan cinta, nanti hasilnya pasti menyenangkan”.
Tapi kalau soal macet? Ya kaliii bisa menghadapi sekaligus mengurainya dengan cinta. Yeee… makanya baca dulu yang ini…
Sebenarnya kita bisa lho melakukan ini semua. Kita? Ya kita selaku pengguna jalan dan pak/bu/mas/mbak Polantas tercinta. Jadi ya tetap harus kerjasama. Enggak bisa semua masalah kemacetan ditimpakan kepada Polantas. Bayangkan saja, hampir semua jalan, dari jalan tol, jalan layang, jalan protocol, jalan biasa, jalan tikus, jalan kecoak, sampai jalan ulat bulu, di Jabodetabek ini macetnyaaa all day. Jalan di depan makam saja ramai, apalagi kalau sedang musim ziarah.
Nah, baiklah, jadi apa sih sebenarnya yang bisa kita lakukan dalam usaha mengurai kemacetan yang enggak selesai-selesai ini? Ini juga merupakan harapan saya buat pak/bu/mas/mbak Polantas nih.
Pertama, yuk konsisten dalam menegakkan dan mematuhi hukum yang berlaku. Misalnya nih jangan ada pengendara motor yang berjalan melawan arus. Selain membahayakan dirinya sendiri, juga pasti membahayakan orang lain, terutama pejalan kaki.

melawn arus
Kedua, yuk teruskan kampanye-kampanye simpatik untuk menyadarkan para pengguna jalan untuk tertib berlalu lintas dan sabar menghadapi macet. Sudah tahu macet, kok ya malah main klakson. Kadang kalau lagi turun iman, hehe, pingin buka kaca mobil terus ngomong, “Kalau enggak sabar sama macet, ya lipat aja mobil/motornya, mas/mbak.” Terus terang, pengendara yang tidak sabaran seperti itu bikin pengendara lain naik darah. Ini yang sering memicu keributan juga. Tambah maceeet lagi.

macet
Ketiga, yuk melakukan edukasi yang simple dan menarik bagi pengendara angkutan umum agar mereka lebih tertib dan tidak sembarangan menaikkan atau menurunkan penumpang di jalan.

Jpeg

Jpeg

Keempat, libatkan remaja kita dalam membantu mengatasi kemacetan. Ajak Patroli Keamanan Sekolah dan Pramuka untuk sesekali membantu mengurai kemacetan. Mereka juga senang kok dilibatkan begitu.

pks
Bagaimana, sederhana kan? Tapi bisa kok dilakukan bersama. Intinya harapan saya, agar teman-teman Polantas bisa menyelesaikan masalah ini tetap dengan ketegasan namun dengan cara yang simpatik. Setuju kan?

Advertisements

About ifaavianty1

A wife, mom of 3 sons, writer and author of about 70 books. Loves books, music, movies, cook, art n craft, history, rain, mall, coffee, tea, and pasta. Oh, and every genius :))
This entry was posted in jalan raya, polisi, sikap and tagged , , , . Bookmark the permalink.

16 Responses to Mengurai Macet dengan Cinta

  1. Koko Nata says:

    Semoga dibaca dan diwujudkan oleh bapak dan ibu polisi

  2. Billy Antoro says:

    Penyebab kemacetan sebenarnya lebih kepada kurangnya kepedulian para pengguna jalan akan ketertiban & kenyamanan berlalu lintas. Polisi tak hanya bertugas mengatur lalu lintas, namun juga mendidik pengguna jalan agar peduli pd kenyamanan bersama.

  3. Dedi Setiawan says:

    Dengan kekuatan cinta, akan menguraimu hehee…

    Berat ini mengurai macet. Butuh kesadaran semua pihak

  4. Dedi Setiawan says:

    Dengan kekuatan cinta, akan menguraimu hehe…

    Macet dmn2, emg butuh kesadaran semua pihak utk mengurainya

  5. ruli retno says:

    Simple ya mba.. cm syg warganya kdg susah di ajak kompakan.. pdhl ide nya masuk akal bgt buat ngurangi macet..

  6. ade anita says:

    motor… motor. motor…. asal ditertibin aja para motor itu…

  7. Setuju mom ifa kerja dengan cinta

  8. leylahana says:

    Macet memang menyebalkan ya mbak. Moga aja Polantas makin sigap.

  9. momtraveler says:

    Disiplin dan taat aturan..kita masih kurang banget. Semua maunya menang sendiri akhirnya macet makin panjang deh 😦

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s