Aku Ingin Menjadi Berkah Bagimu

Saya tahu saya orangnya nyebelin. Sejak kecil bahkan saya menyadari bahwa saya kerap tidak cocok berteman dengan siapapun, ya itu tadi, karena saya nyebelin. Nyebelin dari sudut karakter iya. Saya penyendiri, pengatur, tukang ngambek, rewel, dan sulit beradaptasi dengan lingkungan baru dan perbedaan. Saya juga nyebelin karena mood saya juga aneh. Kadang saya senang ketawa-ketiwi gak jelas. Kadang saya bisa murung tanpa sebab. Kadang saya pelit, kadang saya irit. Eh itu mah mirip ya…

Ya gitu deh. Saya tahu saya orang yang sulit. Pribadi yang sulit. Orang-orang terdekat saya mengakui itu. Ayah dan ibu saya, suami dan anak-anak saya, pernah secara implicit mengeluhkan hal itu. Supir yang merangkap asisten saya, yang tumben saya bisa awet punya asisten dia nih, juga pernah bilang begitu. Sahabat dan teman mah nggak keitung yang nyeletuk bahwa saya orangnya sulit. Hahaha… Lah piye kok malah ketawa bangga sih saya?

Siapa bilang itu ketawa bangga?

Itu ketawa pahit. Pahit menyadari bahwa saya bukannya tidak belajar merubah sikap dan karakter saya, sudaaaah. Hasilnya? Ya ada sih. Alhamdulillah. Tapi ya itu, kadang balik lagi, kembali lagi dengan cepat menuju sikap dan karakter lama. Untunglah saya termasuk orang yang gigih dan tidak cepat bosan. Saya terus berusaha dan terusssss saja belajar tanpa tahu kapan saya akan benar-benar berubah menjadi pribadi yang menyenangkan.

Tapi… di sisi lain, saya merasakan bahwa Tuhan sangat amat sayang pada saya. Dia selalu ada dalam ups and downs dalam kehidupan saya yang ajaib ini. Dia selalu tidak pernah meninggalkan saya. Pertolongannya, bahkan yang di luar logika saya sebagai manusia pun, selalu datang pada ruang dan waktu yang tepat. Tuhan selalu menyelamatkan saya pada saat saya benar-benar butuh pertolongan.

Contohnya nih, saya itu paling nyerah deh pelajaran fisika. Nah waktu UMPTN, ya zaman dulu itu adalah semacam ujian masuk UI dan PTN lain se-Indonesia, itu kenapa ya soal fisika-nya banyak betul? Soal-soal matematika dan kimia juga tumben susah bener, nggak seperti yang saya baca sambil lalu di buku. Maka menyerahlah saya. Untuk berharap bisa masuk Fakultas Ekonomi UI di pilihan ketiga saja saya sudah tidak berani berharap.

“Ya udah deh, terserah Engkau saja, ya Allah… padahal sih saya pingin banget masuk UI”, ujar saya dalam hati selesai mengerjakan ujian. Dan hari-hari setelah itu diisi dengan kepanikan orang tua yang menyuruh saya daftar dan ujian di 5 Universitas Swasta terkeren di Jakarta. Ya kali gitu, anaknya yang malas belajar ini bisa jadi mahasiswi di salah satu sekolah keren dan beken itu.

Eh… waktu pengumuman hasil UMPTN, saya sudah males-malesan tuh, … gimana coba hasilnya? Alhamdulillah…. Si Ifa diterima di pilihan pertama, Fakultas Teknik jurusan Metalurgi UI. Whoaaaa…. Teman-teman main saya yang tahu kualitas otak saya ribut merayakan ‘keberuntungan’ saya.

Demikianlah, setiap momen kehidupan saya selalu penuh dengan campur tangan Tuhan, pertolongan-Nya dan keberkahan-Nya. Ini segitu sayanya begini ya. Gimana coba kalau saya memang orang baik betulan? Allah memang Mahabaik dan Mahasayang pada saya. Momen pernikahan, kehamilan, kelahiran, dan merawat anak-anak saya, momen krisis ekonomi di keluarga kecil saya, momen saya sakit, semuaaaa…. Selalu ada pertolongan Allah di dalamnya.

boys

Yang tercintah: suami dan ketiga jagoan

Jadi jika saya diminta menuliskan berkah atau anugerah terindah apa yang sudah saya terima, saya bingung. Ya Allah semuanya indah, semua menakjubkan. Hidup saya dipenuhi orang-orang yang saya sayangi dan menyayangi saya dengan tulus, kehidupan keluarga dan social yang membahagiakan, saya dianugerahi bakat dan kemampuan yang cukup untuk melakukan banyak hal, kesehatan, rezeki dan limpahan kasih sayang.

 

bigfam

keluarga besar tercinta saat lebaran

Di usia yang sudah nggak terlalu muda (tapi masih bisa dibilang unyu) ini saya kemudian seperti perlahan disadarkan. Jika saya selama ini memang nyebelin, sementara Allah begitu sayang sama saya, masak sih saya nggak ada keinginan untuk sedikit saja membahagiakan orang lain, orang-orang di sekitar saya, yang selama ini mungkin sudah banyak kena akibat menyebalkan dari sikap saya? Masak sih, saya nggak tergerak untuk sedikit saja membahagiakan mereka?

bff2

dengan sebagian sahabat

Perlahan saya seperti merasa ‘terpenuhi’, merasa cukup. Saya tidak terlalu menginginkan ini dan itu. JIkapun ingin, tidak terlalu memikirkannya. Atas saran upline saya dalam sebuah bisnis MLM yang saya ikuti, saya coba membuat Dream Board. Apa saja sih mimpi-mimpi saya?

Saya coba membuatnya dan mengisinya dengan mimpi-mimpi dan cita-cita saya. Tanpa sadar saya menjadi asyik mengerjakannya. Kalau nggak salah, waktu itu nyaris seharian saya membuat Dream Board. Selesai membuatnya, saya mencoba meninjau ulang. Asyik banget ya saya memvisualkan mimpi-mimpi saya.

bff

Dengan sebagian sahabat jugaa 🙂

Subhanallah… tiba-tiba ada yang basah di hati saya.

95% Dream Board saya isinya adalah cita-cita saya untuk melihat orang-orang tercinta dan terdekat saya, orang-orang yang selama ini mendukung dan membantu saya, bahagia. Hampir tidak ada keinginan yang murni keinginan saya pribadi. Waduh, ada apa gerangan ini?

Eh bukan berarti saya ini orangnya baik hati dan tidak sombong euy. Justru… saya heran, saya yang egois, rewel dan nggak mudah cocok sama orang lain, ternyata punya Dream Board yang isinya malah sebagian besar untuk orang lain. Mungkinkah selama proses pembuatannya tadi, Allah menuntun saya, membuka dan melembutkan hati saya untuk mencoba bersikap lebih baik pada orang lain?

Subhanallah…setelah itu saya merasakan semangat sekali. Orang-orang yang tulus itu, ternyata telah menjadi ‘Why’, menjadi sebab saya berubah dan berusaha belajar menjadi )sedikit) lebih baik, menjadi alasan saya bekerja lebih keras dan lebih keras lagi. Orang-orang yang berhati emas dan mulia dalam kesederhanaan sikap mereka itulah yang telah membuat saya merasa demikian bersyukur, dicintai, dan disayangi. Untuk mereka, saya ingin jadi lebih baik. Mereka anugerah yang terindah yang Allah hadiahkan pada kehidupan saya.

Jadi, satu-satunya hal yang saya inginkan saat ini, saya ingin menjadi berkah bagi mereka, saya ingin membuat mereka bahagia setelah selama ini saya mungkin seringkali membuat mereka sedih dan kecewa. Mereka adalah suami, anak-anak, orangtua dan mertua, saudara, sahabat, teman, dan asisten saya. Semoga Allah berkenan mengizinkan dan menolong saya.

 

knowing the love is to share…

 

Blessful August Giveaways by Indahnuria.com 

 

sunset REV

Advertisements

About ifaavianty1

A wife, mom of 3 sons, writer and author of about 70 books. Loves books, music, movies, cook, art n craft, history, rain, mall, coffee, tea, and pasta. Oh, and every genius :))
This entry was posted in life, Lomba blog, love and tagged , , , , , , . Bookmark the permalink.

16 Responses to Aku Ingin Menjadi Berkah Bagimu

  1. huaah terharu ya, Mbk Ifa 🙂 jadi anak teknik tapi jadi penulis keren. salah jurusan yang berkah itu xixixi.

  2. ameliatanti says:

    aku sengaja berlama lama sambil dengerin lagunya Andy Williams, inget almarhum bapak 😥

  3. wylvera says:

    Saluuut, anak teknik jadi penulis beken. Btw, mendapat pencerahan dari ulasan tentang karakter serta upaya membuat orang lain bahagia itu. Tks, Mbak. 🙂

  4. ade anita says:

    Aku mengaaminkan doa dan harapan mbak Ifa… sehat dan sukses selalu ya mbakku sayang

  5. Pungky says:

    Hihihi mana ada orang nyebelin tapi mikirin kebahagiaan orang lain 😀 Itu mah kelewatan baik namanya, bukan nyebelin. *kekeuh* wkwkwkwk

  6. Lidya says:

    buktinya tulisannay gak nyebelin kok mbak 🙂 Salam kenal ya

  7. aaamiiiin yra..cita-cita yang mulia untuk bisa membahagiakan orang lain dan menjadi berkah bagi mereka :)..semoga terkabul semua yang ada di dreamboadnya mbaaa 🙂
    Thanks for joining my #BlessfulAugust 🙂

  8. Fathya Azky says:

    Hai mbak. Waah, kok katakter kita sama ya hahaha, sama2 ftui lagi *tos* salam dari departemen tetangga*

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s