Jalan-Jalan Asyik Sambil Belajar Sejarah

Sewaktu sekolah dulu, saya menganggap pelajaran sejarah termasuk salah satu pelajaran yang saya benci. Kenapa? Karena membosankan, berbelit-belit dan banyak hafalan. Menghafal nama tokoh, tempat, tahun dan peristiwa. Apalagi peristiwanya zaman dahulu pula, kadang jauh sebelum saya lahir. Mana saya tahu, pikir saya? Saya rasa, belakangan, mungkin juga disebabkan buku paket atau penunjangnya yang nggak asyik, dan atau gurunya yang kurang pandai menerangkan.

Demikian pula dengan acara studi tour atau sejenisnya, yang diadakan oleh sekolah, ewww… rasanya membosankan. Maka, jadilah saya sebagai anak yang tidak tahu banyak tentang sejarah bangsanya.

Setelah saya beranjak remaja, entah mengapa, saya mulai menyukai membaca buku-buku sejarah dan biografi. Ketertarikan saya terhadap sejarah muncul perlahan dan berkembang, seiring dengan kesukaan saya mengunjungi tempat-tempat bersejarah, terutama setelah saya menyadari bahwa saya ternyata menyukai segala sesuatu yang berasal dari masa lalu… Nah lho… kenapa ya ini?

Kemudian, setelah menikah dan mempunyai anak, kegemaran itu saya turunkan kepada anak-anak saya. Jadilah kami selalu punya destinasi liburan ke tempat-tempat bersejarah. Berbagai tempat di tanah air telah kami kunjungi dan tentu saja ini tidak terlepas dari berbagai kelebihan dan kekurangannya mengajak anak-anak yang masih kecil ke tempat bersejarah.

Kekurangannya mungkin, pada beberapa anak, perlu banget untuk berusaha keras menumbuhkan minat mereka kepada ‘sekumpulan benda-benda dari masa lalu’ yang tentu kalau dilihat dari tampilan fisik, ya kalah jauh dari tempat bermain di taman kota apalagi di mall. Perlu ekstra keras upaya dari kita, orang tuanya, untuk membuat sebuah atau beberapa cerita yang menarik, yang membuat mereka betah di tempat tersebut.

Misalnya seperti di Musium Nasional atau Kota Tua Jakarta, itu ada beberapa tempat yang bisa menarik perhatian si kecil. Ruang senjata tradisional misalnya, sangat menarik bagi anak-anak laki-laki. Kita bisa bercerita tentang bagaimana saktinya atau kehebatannya senjata tersebut digunakan para pahlawan kita untuk melawan penjajah. Apalagi, anak-anak usia TK dan SD sangat senang dengan cerita-cerita superhero dimana kebaikan menang melawan kejahatan. Dari situ nasionalisme mereka akan tumbuh perlahan-lahan.

2011-10-28 05.43.54

Suami di depan kompleks makam Sultan Suriansyah Banjarmasin

2012-04-22 11.09.17

Dua jagoanku, Akna dan Ahya di museum Bank Mandiri

2012-04-22 11.31.05 2012-05-19 14.53.45

Museum Bank Mandiri dan keseruan bocah (kiri) dan Berpose di depan Museum Pengkhianatan PKI (kanan)

Musium Satria Mandala, Monumen Pancasila Sakti, dan Gedung Juang, ketiganya terletak di Jakarta, termasuk tempat yang seru buat anak-anak, dengan kreativitas orang tua untuk menceritakan kisah-kisah para pahlawan yang terkait. Oh, dan sederetan museum di Taman Mini Indonesia Indah. Musium Purna Bakti termasuk salah satu tempat favorit anak-anak saya lho. Tempat favorit emaknya juga sih.
Kedua, perlu diperhatikan juga mengingat ini tempat-tempat wisata bersejarah selalu berhubungan dengan masa lalu, yang dipercayai ‘angker’ dan sejenisnya, upayakan menyiapkan anak-anak kecil sedemikian rupa. Misalnya orang tuanya sudah membaca doa-doa yang bertujuan agar anaknya dilindungi dari segala gangguan yang mungkin ada di tempat-tempat tersebut. Anak bungsu saya, Bebeb, yang waktu itu masih bayi, sempat nangis keras sekali di Musium Satria Mandala, waktu masuk ke ruang Jenderal Sudirman. Aih, nggak tahu deh kenapa itu ya.
Waktu kami jalan-jalan ke Istana Mangkunegaran, Jogjakarta, dia sempat termenung lama sekali, memandang ke sebuah ‘titik kosong’ di pojok taman. Dan sewaktu mau masuk ke salah satu ruang di istana tersebut, dia sempat urung masuk dan terlihat ngeri. Demikian pula waktu ke Musium Kartini di Jepara.

2012-08-22 13.51.16 2012-05-20 14.27.28

kiri: Masjid Agung Demak, kanan: Di depan salah satu museum di TMII, rempong sama bayi tetap wefie

Ketiga, masalah kebersihan tempat toilet. Ini yang kadang membuat anak-anak jadi sedikit kesulitan untuk buang air atau bebersih. Untuk itu, saya menghimbau bagi para pengelola obyek wisata bersejarah agar memperhatikan kebersihan dan kenyamanan toilet, terutama juga masalah penerangannya. Sudahlah kurang bersih, kadang terkesan spooky pula.

2012-08-22 12.23.27 2012-08-22 12.22.01

Pelabuhan Tanjung Mas yang panas tapi seru

Sementara jika bicara kelebihannya berwisata ke tempat-tempat sejarah ya banyak ya. Pertama, tentu saja menumbuhkan semangat nasionalisme bagi anak-anak kita. Mereka senang kok diperkenalkan tokoh-tokoh besar dari negerinya sendiri. Mereka akan mengenang kisah-kisah itu hingga dewasa dan memiliki kebanggaan tersendiri, bahwa mereka dilahirkan dari bangsa yang besar dan pemberani.
Kedua, sebagai penunjang pelajaran sejarah/IPS/Social Studies di sekolahnya, mereka jadi bisa membandingkan apa yang didapat dari bangku sekolah dengan yang mereka lihat dan alami ketika berkunjung ke tampat bersejarah. Dengan demikian, mereka nggak Cuma menghafal saja materi pelajarannya, tapi sekalian memahaminya. Hasilnya pasti lebih baik lho.

2012-05-19 15.12.10 2012-08-22 13.23.46

Kiri: Akna di Lubang Buaya, kanan: Akna dan Ahya melepas lelah sejenak setelah jalan-jalan di Masjid Agung Demak

Ketiga, sebagai alternative destinasi liburan murah, meriah, bermanfaat. Iya, biasanya tempat-tempat wisata bersejarah kan tariff tiket masuknya lebih murah tuh ketimbang ke tempat main di mall. Tapi itu belum jajannya lho. Kalau di Taman Mini sih, suka agak lebih mahal ya ketimbang makan di warung sederhana pinggir jalan. Kalau mau lebih irit lagi, makannya di luar lokasi saja, atau bawa bekal sendiri dari rumah. Agak repot sih, tapi kan irit. Hehehe…

2012-08-23 13.23.00 2012-08-23 13.26.08

Klentheng Sam Poo Kong yang full colour…

Nah, ada beberapa tips nih dari kami, Keluarga Naga, yang senang jalan-jalan ke tempat wisata bersejarah.
Pertama, cari info sebanyak-banyaknya terkait dengan tempat tersebut berikut tokoh dan peristiwa yang terkait di dalamnya. Nggak usah menyewa guide deh, cukup kita saja yang jadi pemandu anak-anak kita. Sepanjang perjalanan kami sih, sukses tuh. Bahkan waktu ke Museum Bank Mandiri, Museum Polri, dan Lawang Sewu (yang ini di Semarang), kita dengan santainya melewati rombongan yang sedang mengerumuni Guide-nya, sementara anak-anak kami sudah muter-muter dan dapat cerita banyak.

Kedua, buatlah aktivitas seru sehubungan dengan acara jalan-jalan tersebut. Misalnya membuat video singkat, membuat album foto, atau apa saja kreativitas yang membuat anak-anak semakin bersemangat mengikuti tur sejarah ini.

Ketiga, jangan lupa beli cindera mata khas tempat tersebut atau makan makanan khasnya. Ini akan menambah kesan lho. Jadi ada yang dibawa pulang, istilahnya.

Keempat, jangan lupa…. Selfie atau wefie yaaa. Update di media social anda. Biar sekalian mempromosikan tempat wisata bersejarah itu juga.

Kelima, coba gali terus informasi tentang tempat-tempat lain. Misalnya, di kebun Raya Bogor itu ada makam Belanda dan makam Ratu Pakuan. Terus di sepanjang pantai Utara Jawa Tengah banyak masjid-masjid bersejarah yang seru juga buat dikunjungi, sekalian wisata religi kan.

Tanah air kita ini kan luas sekali. Begitu banyak tempat wisata bersejarah yang punya kisahnya sendiri. Bukan semata kisah masa lalu, tapi juga layak dibagikan untuk anak keturunan kita sebagai bekal memimpin negeri ini di masa depan. Percayalah, nasionalisme bukan teori semata, dia harus diasah juga lewat ‘persentuhan langsung’ dengan masa lalu, salah satunya dengan jalan-jalan ke obyek wisata bersejarah itu. Here we go, liburan ini ya….

Tulisan ini disertakan dalam lomba ‘jalan-jalan Nasionalisme’ yang diadakan oleh Travel On Wego Indonesia

Advertisements

About ifaavianty1

A wife, mom of 3 sons, writer and author of about 70 books. Loves books, music, movies, cook, art n craft, history, rain, mall, coffee, tea, and pasta. Oh, and every genius :))
This entry was posted in education, Lomba blog, parentings and tagged , , , . Bookmark the permalink.

5 Responses to Jalan-Jalan Asyik Sambil Belajar Sejarah

  1. ernawati says:

    Moms ifa keren bgt. Anaknya semua di bondong. Salut. Love indonesia.

  2. Tipsnya oke. Ceritanya juga seru. Semoga sukses GA-nya ya, Mbak.

  3. alimuakhir says:

    Liburan seru, tips oke, dan bikin saya ingin ajak anak-anak jalan ke sono.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s