Wonderful Wife itu….

Wah, bisa saja ini mbak Ida membuat tema lomba menulis alias Giveaway. Saya langsung tertarik dengan materi lombanya. Wonderful Wife dalam 3 kriteria. Otak saya langsung mengeluarkan begitu banyak kriteria. Waduh, harus disaring lagi deh. Kenapa enggak 30 kriteria?

Menurut saya jawabannya pasti, sebab sesungguhnya menjadi wonderful wife itu enggak susah kok. Jadi ya enggak perlu banyak-banyak kriterianya. Oopps begitu ya?

So far sih, saya juga enggak terlalu faham kriteria wonderful wife di mata suami saya. Tapi paling tidak, ini saya ambil dari cetusan-cetusan beliau ditambah dengan apa yang baca dan ketahui. And now, these are the types of wonderful wife:

1. The Kind of Soulmate

Soulmate, belahan jiwa. Enggak harus cantik, tapi cukup menyenangkan dipandang suami. Kalau disuruh suami memanjangkan kerudung dan memakai pakaian yang tidak membentuk tubuh ya nurut. Kan untuk kebaikan istri juga. Mengerti apa yang disukai dan tidak disukai suami, termasuk soal makanan dan minat.

Suami saya tidak suka duren, misalnya. Jadi kalau saya lagi pingiiin banget pancake duren, ya makannya harus jauh-jauh sejauh-jauhnya dari dia. Tapi dia juga tahu kok kalau saya benciiii banget sama pepaya. Jadi kalau dia lagi makan pepaya, pasti dia juga jauh-jauh dari saya.

Ini ada beberapa teladan istri nabi Muhammad yang pas banget sebagai soulmate-nya Rasulullah, yaitu ibunda Khadijah dan ibunda Aisyah. Keduanya ini adalah figur paliiing patut dicontoh agar bisa jadi soulmate sejati. Aiiih….inginnyaaa….

Oh iya. Saya pencinta sejarah dan suka banget baca biografi para tokoh. Bunda Tjut Nyak Dien, Bu Inggit, istri kedua Bung Karno, juga Bu Rahmi Hatta, Bu Alfiah Soedirman, Bu Poppy Sjahrir, Bu Tien Soeharto, Bu Ainun Habibie, dan Bu Merry Hoegeng, itu contoh istri para yokoh besar negeri ini yang pas banget sebagai figur soulmate. Mereka betul-betul mendampingi dan menyemangati suaminya, bahkan dalam keadaan terburuk sekalipun.

Kalau dari luar negeri, bisa disebut Ratu Fabiola, istri Raja Baudouin dari Belgia (1960-1993). Mereka ini enggak punya anak, tapi tetap setia hingga maut memisahkan. Tetap saling supportif dan hangat sebagai pasangan sekaligus sebagai sahabat. Juga Putri Beatrix dan Pangeran Claus dari Belanda. Aiihh… cara mereka saling menatap itu… bikin meleleh :).

image

Ibu Inggit dan Bung Karno

image

Bu Rahmi dan Bung Hatta

image

Bu Poppy dan Bung Sjahrir

image

Bu Merry dan Pak Hoegeng

image

Bu Ainun dan pak Habibie

image

Ratu Fabiola dan Raja Baudouin dari Belgia

image

Putri Beatrix dan Pangeran Claus dari Belanda

2. The Supportive Mother

Wonderful Wife itu bukan hanya bisa berperan sebagai kekasih alias teman jiwa, namun juga sebagai ibu yang supportif, baik bagi anak-anaknya dan sekaligus bagi suaminya sendiri. Suami kadang-kadang bisa lho jadi bocah yang sangat ingin disemangati. Nah istrinya deh yang kudu menyemangati, mendorong, mengingatkan, sekaligus menyiapkan amunisi untuk suami dan anak-anaknya.

Kisah Nabi Muhammad ketika pertama kali menerima wahyu dengan Khadijah sebagai penyemangat beliau, sungguh bikin meleleh lho. Demikian pula kisah ibunda Nabi Musa ketika harus melepaskan putranya dihanyutkan di sungai Nil. Demikian pula kisah istri nabi Zakaria. Aiiih tak bosan saya mengulang meresapinya. Oh, ada juga kisah Ummi Lathifah, istri Imam Syahid Hasan Al Banna yang tangguh dan cermat mendidik anak-anaknya, sementara suaminya pergi berdakwah. Tak heran jika Imam Syahid selalu membungkuskan makanan untuk beliau bawa pulang, sebagai tanda cintanya untuk istri dan anak-anaknya. Waaaa…. melted…

Kalau dari dalam negeri, bisa kita lihat figur ibu Rahmi Hatta, ibu Poppy Sjahrir, ibu Habibie, ibu Amien Rais, dan ibu Agus Salim dalam mendidik anak-anak mereka, sementara suami mereka berjuang untuk negara. Sementara di Eropa, saya membaca bahwa Ratu Ingrid dari Denmark, Ratu Astrid dari Belgia, dan Ratu Martha dari Norwegia, adalah beberapa contoh figur ibu yang supportif dan amat concern pada pendidikan dan tumbuh kembang anak-anaknya, demikian pula beberapa Ratu baru dan putri-putri mahkota generasi baru, yang lebih mementingkan kedekatan dengan anak-anaknya.

image

Ratu Ingrid dari Denmark bersama suami dan ketiga putrinya.

image

Ratu Martha dari Norwegia beserta suami dan ketiga putra-putrinya

image

Ratu Astrid dari Belgia bersama putri sulungnya

3. The Smart Partner

Ini peran penting wonderful wife juga. Enggak apa-apa sesekali kita bercerita hal remeh temeh pada suami. Tapi adakalanya juga, suami butuh teman diskusi bahkan musuh berdebat yang secara intelektual imbang dengan dia. Seru kan? Kita bisa diskusi segala hal dengan suami, dari soal agama, politik, kebudayaan, parentings, seks, dan banyak hal lain. Dan menurut pengalaman saya, hubungan intelektual dan spiritual dwngan pasangan ini sangat mengasyikkan, memperkuat ikatan, dan menumbuhkan respek yang lebih besar pada pasangan.

Coba deh lihat hubungan Nabi Muhammad saw dengan bunda Khadijah dan bunda Aisyah, itu ada hubungan intelektualnya juga lho. Demikian juga hubungan para tokoh besar nasional dan dunia dengan istri/suaminya. Tidak akan ada seorang pemimpin atau tokoh, kecuali ada istri/suami yang sama hebatnya di sisinya.

Jadiii, yuk kita belajar jadi wonderful wife. Bisa kok. Asal dilakukan dengan sepenuh cinta. Dan insyaAllah selalu akan ada balasan yang indah bagi yang ingin jadi yang terbaik bagi suami/istrinya, langsung dari Allah.

Caranya: ayo terus saling belajar, saling membuka diri dan berlomba-lomba dalam kebaikan, saling memberi yang terbaik dengan suami. Yuuuk. Cuma itu kok tips n trick-nya 🙂

Have a good day and a happier marriage life, hey Wonderful Wife. You’re beautiful cause you’re so wonderful….

Oh…iyaaa saran saya untuk blog ini: sering-sering mengadakan lomba yang mencerahkan seperti ini ya mba:).

ARTIKEL  INI  DISERTAKAN DALAM  GA  “WONDERFUL WIFE  By Ida Nur Laila

Advertisements

About ifaavianty1

A wife, mom of 3 sons, writer and author of about 70 books. Loves books, music, movies, cook, art n craft, history, rain, mall, coffee, tea, and pasta. Oh, and every genius :))
This entry was posted in Uncategorized and tagged , , . Bookmark the permalink.

7 Responses to Wonderful Wife itu….

  1. Semoga bisa dipraktekan nanti jika sudah mempunyai suami *eh

  2. Lah teteh, kok setipe ya sama yang ada di benakku? Sebelum bw ke sini 3 kriteria yang kebayang itu
    SAHABAT YANG MENYEJUKKAN KELUARGA
    MANAGER HANDAL
    KAMUS BERJALAN
    Ga sempet bikin artikelnya, skip dulu ah. Sukses GA-nya ya teteh 🙂

  3. azzahroh1995 says:

    mbak ifaa..makasih nih sudut pandangnya asyiik

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s