Kehamilan Bahagia Meski Terkena Diabetes Mellitus

image

Sejak dulu, saya berkeinginan menjalani setiap kehamilan dengan bahagia. Bagaimanapun juga, kehamilan adalah sebuah proses yang sangat penting yang harus dilalui seorang perempuan dalam posisinya sebagai istri dan ibu. Agama saya bahkan memberi salah satu point jihad kepada seorang ibu yang sedang hamil dan melahirkan. Untuk bisa memperoleh point-point tersebut, dan juga untuk mempersiapkan kelahiran seorang anak yang sehat dan bahagia kelak, saya, ibunya, harus bahagia dulu. Saya meyakini bahwa bahagia adalah sebuah pilihan, sesulit apapun hidup kita, memutuskan harus berusaha bebas dari stress selama kehamilan.

Mengapa ibu hamil tidak boleh stress?
Stres bisa berbahaya bagi siapa saja. Pada ibu hamil , stres yang berlebihan bisa merangsang kontraksi pada rahim sehingga meningkatkan resiko terjadinya persalinan prematur. (Artikel kesehatan di : http://www.tanyadok.com/konsultasi/berbahayakah-stres-pada-ibu-hamil )

Nah, lalu bagaimana jadinya waktu dalam pemeriksaan awal, anda diketahui menderita penyakit Diabetes Mellitus Gestational?

Itu yang saya alami waktu kehamilan kedua. Dan saya sempat langsung stress. Apalagi waktu konsultasi dengan ahli gizi, saya disarankan diet ini dan itu supaya tidak harus menjalani suntik insulin. Oh, Tuhan, saya benci suntik dan diet. Saya suka makan dan lagipula, saya sedang hamil. Saya makan bukan hanya untuk kebutuhan dan kesenangan saya pribadi, tapi juga untuk bayi di dalam rahim saya. Jika saya pantang makan ini dan itu, bagaimana dia bisa tumbuh dengan sehat? Padahal, kehamilan ini begitu kami tunggu. Jaraknya sekitar enam tahun dengan kehamilan pertama saya.

Dalam keadaan stress itu, saya kembali teringat pada komitmen pribadi untuk menjalani kehamilan dengan bahagia. Tidak boleh tidak bahagia. Apapun keadaannya saya harus bahagia, demi kondisi saya dan si bayi. Hahaha, bahagia kok dipaksa?

Ya tapi begitulah kondisinya. Saya memperbanyak sesi curhat pada Allah. Apa yang harus saya lakukan, ya Allah? Saya juga mencoba mensugesti diri bahwa saya dan si bayi pasti bisa melewati ini semua dengan baik. Alhamdulillah, kesadaran saya kembali dengan cukup cepat.

Saya berusaha melawan keengganan saya untuk berkonsultasi dengan ketiga dokter: dokter kandungan (DSOG), dokter internis, dan ahli gizi. Sebelum konsul, saya menanamkan pemikiran ke dalam diri dan juga sambil membisikkan pada si bayi di dalam rahim, bahwa semuanya akan baik-baik saja. Saya juga terus menjalin kedekatan emosional dengan ketiga dokter yang memang sangat baik dan friendly itu.

Kedua, saya berusaha mematuhi semua pantangan dan aturan diet. Kebetulan dokter ahli gizi saya menyarankan mengganti gula pasir dengan pemanis alami lain yang lebih sehat. Saya kemudian menemukan kreativitas mengolah menu diet dengan bahan-bahan yang disarankan dokter ahli gizi. Yang terjadi kemudian adalah saya malah menikmati proses ini. Diet dengan bahagia.

Ketiga, untuk meminimalisir stress, saya memilih menikmati kehamilan dengan tetap bekerja dengan ritme yang sesuai untuk ibu hamil dengan diabetes (yang gampang capek). Kebetulan, saya bekerja sebagai penulis yang bisa dikerjakan dari rumah. Ketika capek dan stress-nya datang lagi, saya hentikan menulis dan menggantinya dengan membaca buku-buku favorit, mendengarkan musik atau menonton film di laptop. Tentu saja juga dengan melakukan ibadah dan membaca Quran.

Lalu berhasilkah saya menjalani kehamilan dengan bahagia?
Alhamdulillah…. ya. Hingga saat kelahiran, 15 Mei 2008, saya menjalani kelahiran dengan sectio dengan perasaan bahagia, siap dan yakin. Alhamdulillah putra kedua kami lahir dengan selamat dan sehat. Sekarang dia sudah duduk di TKB.

Oh ya, selama kehamilan itu, saya dikatakan oleh saudara-saudara dan teman-teman “kelihatan sehat dan cantik”. Aih, senangnya. Tapi betul kan, kecantikan dan kesehatan itu sangat dipengaruhi oleh kondisi batin dan pikiran kita. Jadi, kalau mau hamil dengan bahagia, meski sedang terkena Diabetes Mellitus Gestational, kondisikan diri kita untuk selalu bahagia dan bersyukur. Sehat dan cantik datang dari dalam diri kita. Sip kan, Moms?

Informasi Medis tentang Diabetes Mellitus Gestational

Diabetes mellitus merupakan penyakit yang sudah tidak asing lagi bagi masyarakat. Diabetes mellitus adalah suatu keadaan dimana kadar gula dalam darah tinggi (hiperglikemia) yang sifatnya kronik disertai berbagai kelainan metabolik akibat gangguan hormonal. Diabetes mellitus pada kehamilan tidaklah jarang ditemukan. Di Indonesia, dengan menggunakan kriteria diagnosis Sullivan-Mahan dilaporkan prevalensi diabetes mellitus pada kehamilan adalah sebesar 1,9-3,6% pada kehamilan umum. Pada ibu hamil dengan riwayat keluarga menderita diabetes mellitus, prevalensinya menjadi 5,1%. Diabetes mellitus perlu untuk diperhatikan karena risiko morbiditas dan mortalitas pada maternal dan perinatal tinggi. Akan tetapi, dengan pengelolaan dan penatalaksanaan yang baik maka hasilnya dapat menjadi baik. Diabetes mellitus pada kehamilan sering dikenal dengan Diabetes Mellitus Gestasional (DMG). Definisi dari diabetes mellitus gestasional adalah intoleransi glukosa yang terjadi atau diketahui pertama kali pada saat hamil. Gejala utama dari kelainan ini pada umumnya hampir sama dengan diabetes mellitus lain, yaitu: selalu merasa haus (polydipsi), sering buang air kecil (polyuri), dan sering merasa lapar (polyfagi). Yang membedakannya adalah keadaan ini terjadi pada penderita saat hamil.

Di luar kehamilan, dikenal 2 macam diabetes mellitus yaitu diabetes mellitus tipe I (yang berhubungan dengan insulin) dan diabetes mellitus tipe II (non-insulin). Sedangkan diabetes mellitus pada kehamilan juga dapat dibagi menjadi 2 macam:
1. Diabetes mellitus yang memang sudah diketahui sebelumnya pada penderita yang menjadi hamil (Diabetes Mellitus Hamil = DMH = Diabetes Mellitus Pragestasional). Sebagian termasuk diabetes mellitus tipe I (Insulin Dependent Diabetes Mellitus / IDDM).
2. Sebelumnya tidak mengidap diabetes mellitus, baru mengidap diabetes mellitus dalam masa kehamilan (Pregnancy-Induced Diabetes Mellitus = diabetes mellitus sesungguhnya, sesuai dengan definisi lama WHO 1980).

Setelah kehamilan berakhir, dilakukan tes toleransi glukosa oral (TTGO) untuk membedakan kedua kelompok tersebut.

Pada kehamilan normal terjadi banyak perubahan pada pertumbuhan dan perkembangan fetus secara optimal. Pada kehamilan normal kadar glukosa darah ibu lebih rendah secara bermakna. Hal ini disebabkan oleh:
1. pengambilan glukosa sirkulasi plasenta meningkat
2. produksi glukosa dari hati menurun
3. produksi alanin (salah satu precursor glukoneogenesis) menurun
4. aktifitas ekskresi ginjal meningkat
5. efek-efek hormone gestasional (kortisol, human plasental lactogen, estrogen, dll)
6. perubahan metabolisme lemak dan asam amino.

Pada diabetes mellitus gestasional terjadi perubahan fisiologis, juga perubahan jumlah atau fungsi yang abnormal terhadap insulin. Terjadi juga perubahan kinetika dan resistensi terhadap efek insulin yang mengakibatkan komposisi sumber energi dalam plasma ibu rendah (kadar gula darah tinggi dan kadar insulin yang tetap tinggi). Resistensi insulin biasanya bermula pada pertengahan kehamilan (usia kehamilan 20-24 minggu). Melalui difusi terfasilitasi pada membran plasenta, dalam sirkulasi janin turut terjadi komposisi dari sumber energi abnormal yang mungkin dapat menyebabkan terjadinya berbagai komplikasi. Selain itu, juga terjadi hiperinsulinemia yang menyebabkan janin mengalami gangguan metabolik (hipoglikemi, hipomagnesemi, hipokalsemi, hipobilirubinemia, dsb).

Diabetes mellitus ini dapat disebabkan oleh: penghancuran sel beta pankreas terkait  respon imun, penghancuran sel beta pankreas secara idiopatik, resistensi dari insulin, mutasi genetik pada fungsi sel beta pankreas, penyakit pada pankreas (pankreatitis, kistik fibrosis), infeksi (cytomegalovirus, coxsackievirus, congenital rubella), dan obat-obatan.

Faktor-faktor yang dapat mempengaruhi diabetes mellitus gestasional adalah: riwayat keluarga menderita diabetes mellitus, wanita berumur lebih dari 35 tahun, wanita obesitas, ada riwayat pernah melahirkan anak yang berukuran besar, lahir mati, atau bayi yang dilahirkan cacat, serta ada riwayat infeksi saluran kemih selama hamil.

Komplikasi yang dapat terjadi pada diabetes mellitus gestasional adalah :
1. Komplikasi maternal (ibu) : Infeksi saluran kemih, hidramnion, hipertensi kronik, preeclampsia, kematian ibu.
2. Komplikasi fetal (janin)  : Abortus spontan, kelainan kongenital, insufisiensi plasenta, makrosomia, kematian intrauterin.
3. Komplikasi neonatal (bayi usia kurang dari 30 hari) : Prematuritas, kematian intrauterin, kematian neonatal, trauma lahir, hipoglikemi, hipomagnesemi, hipokalsemi, hiperbilirubinemi, sindrom gawat napas, polisitemia, thrombosis vena renalis.
4. Komplikasi anak  : Gangguan tumbuh kembang, intelektual, obesitas, sampai diabetes mellitus itu sendiri.

Jadi pada keadaan diabetes mellitus gestasional, penderita perlu melaksanakan diet sehat, aktifitas sehat, dan kontrol glukosa darah. Penatalaksanaan dengan oral hyperglycemic agent dan insulin dapat dilakukan dengan berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter. Bila standar manajemen diet ini tidak berhasil biasanya akan direkomendasikan untuk terapi insulin. (Artikel kesehatan di : http://www.tanyadok.com/kesehatan/waspada-diabetes-mellitus-pada-ibu-hamil )

image

image

Advertisements

About ifaavianty1

A wife, mom of 3 sons, writer and author of about 70 books. Loves books, music, movies, cook, art n craft, history, rain, mall, coffee, tea, and pasta. Oh, and every genius :))
This entry was posted in Uncategorized and tagged , , , , , , . Bookmark the permalink.

2 Responses to Kehamilan Bahagia Meski Terkena Diabetes Mellitus

  1. Mbah Beno says:

    Padahal yg namanya diabet apapun jenisnya, 100% bisa disembuhkan. Dg syarat TIDAK menggunakan konsep2 medis konvensional, yg mana menganggap diabet tidak boleh mengkonsumsi: kurma klengkeng, air tebu, telor, karbohidrat. Malah dianjurkan makan kentang rebus,nasi wadang,gula diabetasol,tropicana slim. Dg cara tsb se-lama2-nya ga akan sembuh.
    Justru 100% kesembuhan diabet itu antara lain dg air tebu,kurma,klengkeng,kolesterol& karbohidrat.
    Anda butuh kesembuhan 100%?
    Saya jamin dlm 3 hri anda tdk perlu lgi minum obat/jamu anti diabet. Sekalipun gula darah/kolesterol anda meningkat 150%, anda malah akan semakin kuat, bekerja lebih lama, aktifitas layaknya org normal.
    Utk deskripsi yg panjang, konsultasikan dg silaturahim sms/tlp pd pk 16-22 ke nmr kontak:
    As. : 08 5353 78 0909
    IM3 : 08 5659 78 7474
    XL. : 08 7700 5555 64
    Tri. : 089 657 808 007.

  2. flusingapur says:

    Obat Tradisional Penyakit Flu Singapura
    http://wp.me/p4sPQv-7

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s