Kisah si Pecinta Bebek dan Bebek-bebeknya

image

Kisah si Pecinta Bebek dan BebekBebeknya

Saya adalah pecinta bebek, hidup ataupun mati, sejak lama. Waktu kecil saya ngefans dengan si bebek judes dan cerewet, Donal dan Daisy, baik versi film kartun dan komiknya. Saya kolektor komiknya malah. Beranjak remaja, saya lekat dengan nickname ‘bebek’ karena konon cara jalan saya mirip binatang bebek. Astagah!! Tapi saya jadi kasihan sama para bebek yang unyu-unyu itu, masak jalannya diplagiasi oleh saya sih ๐Ÿ˜€

Setelah trend kuliner bebek mulai muncul, ternyata saya juga ikut tergila-gila pada gurihnya daging bebek. Saya membebek dimanapun saya temukan warung atau resto bebek. Apalagi kalau ada sambelnya yang pedasnya juara. Wuiihhh enggak peduli sampai bebek belur juga, saya habiskan tuh bebek. Oh, sensasi yang saya rasakan tiap habis makan bebek pedas biasanya ngap-ngap kepedasan, pesan es teh bergelas-gelas, lengkap dengan es batu yang banyaaaak. Tandas semua dalam sekejap. Anehnya kalau belum hilang pedasnya, saya yang sudah dari sononya judes ini akan bertambah kadar kejudesannya kira-kira 3x lipat. Kalau enggak percaya, tanya saja suami dan anak-anak saya, juga para waitress di resto atau warung bebek langganan saya.

Oh, ada mbak-mbak waitress di salah satu warung bebek langganan saya yang sudah hafal sama muka bebek judes ala
saya ini. Jadi kalau saya datang, dia sudah pasang senyum lima jari dan menyapa ramah, “Bebek cabe ijo dengan es teh manis dan es batu yang banyak ya, mbak?”

Hihi, agaknya dia sudah faham bahwa jika menu favorit saya enggak ada, dalam waktu lima menit saya akan berubah menjadi bebek judes beneran lengkap dengan meleter ala bebek…kwek kwek kwek.

Oh, bahkan keluarga suami di Grobogan, Semarang, sudah siap sedia dengan menu bebek goreng homemade kalau saya pulang kampung. Ibu mertua dan kakak ipar punya peternakan bebek soalnya. Sebenarnya sih, di kampungnya suami saya, bebeknya berasal dari jenis entog. Haha saya mah enggak ngerti-ngerti amat bedanya bebek, itik, entog, dan meri (huruf ‘e’ nya dibaca seperti kata ‘Merbabu’, bukan seperti kata ‘Merry Christmas’ misalnya). Lah wong keempat saudara kembar bebek ini bunyinya ya sama, kwek kwek kwek. Makannya sama. Cara jalannya ya sama, etok-etok gitu. Makanya jika Zaskia Gotik itu namanya singkatan dari goyang itik, nanti juga bakal ada penyanyi yang pakai nama Gobek alias goyang bebek. Kwek kwek.

image

Entog

image

Bebek

Tapi ternyata si entog kembar identik bebek ini dagingnya lebih lembut, gurih, dan lemaknya juga enggak sebanyak si bebek. Ibu mertua dan kakak ipar saya itu jagoooo banget bikin bebek atau entog goreng dengan sambalnya yang nendang-ninju-plus-nampol banget. Makannya sambil merem melek dan serasa mau tambaaah melulu. *jangan ditiru, menantu dan ipar enggak tahu malu*

Sebagai seorang yang mengaku pecinta bebek sampai bebek belur sekaligus bercita-cita jadi chef tapi belum kesampaian juga, pernah juga sih kepikiran mau bikin sendiri tuh bebek pedes, goreng atau bakar. Bebeknya harus bebek perawan alias bebek muda. Kata salah seorang tukang jual bebek goreng langganan, bebek muda itu dagingnya lebih empuk dan gurih.

Tapi masalahnya adalah ternyata enggak gampang mengolah bebek sehingga tidak amis. Belum lagi menggorengnya yang pletus-pletus. Goreng ayam saja saya biasanya pakai tameng tutup panci kok. Enggak cukup tameng, pernah sekalian saya pakai jilbab ditutupkan ke wajah supaya enggak kecipratan minyak. Habis goreng ayam, saya biasanya serasa terkena depresi akut. Wajah pucat, jantung deg-degan, kepala pusing, dan rasa lapar yang menggila. Nah, gimana mau menggoreng bebek?

Itu baru bebek goreng lho. Saya pernah membaca resep bebek Peking yang juga heboh dan membuat saya berpikir puluhan kali sebelum mencoba membuatnya sendiri. Itu dalam rangka apaaa ya bebeknya dipompa dulu? Kasihan banget itu jenazah si bebek. Oh my God….

Jadi izinkan saya berterima kasih kepada seluruh owner resto atau warung bebek dimanapun di seluruh dunia, termasuk Resto Bebek Judes, yang sudah berjasa menyediakan aneka menu bebek bagi para pecinta bebek tanpa kami harus repot-repot menangkap dan mengolah sendiri. Bahagia banget rasanya bisa makan bebek dengan sensasi pedasnya tanpa repot :D.

Ini dia menu bebek kesukaan saya yang ada di Resto Bebek Judes: bebek goreng, bebek bakar, bebek cabe ijo, dan bebek balado…. hmmm…. slurrppp….

image

image

โ€œTulisan Ini Diikutsertakan Pada Giveaway Sensasi Makan Bebek Pedasโ€

About ifaavianty1

A wife, mom of 3 sons, writer and author of about 70 books. Loves books, music, movies, cook, art n craft, history, rain, mall, coffee, tea, and pasta. Oh, and every genius :))
This entry was posted in Uncategorized and tagged , , , , , . Bookmark the permalink.

5 Responses to Kisah si Pecinta Bebek dan Bebek-bebeknya

  1. terima kasih untuk partisipasinya. Tercatat ๐Ÿ™‚

  2. dwina Yusuf says:

    hihihi…bebek belur itu menu bebek baru ya, mak ๐Ÿ˜€

  3. rakai says:

    informasi tentang bebek pedes lengkap banget, bermanfaat untuk saya. sebagai rasa terima kasih, ijinkan saya berbagi info juga kepada anda siapa tahu bermanfaat. lomba menulis SEO

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s