Berdoalah dan Jangan Bertepuk Tangan

image

Dear FLP tercinta
Ini hanya sebuah surat pendek dari aku yang terlanjur mencintaimu, sajak aku menjadi salah satu saksi atas kelahiranmu tujuh belas tahun yang lalu. Sebuah kelahiran yang teramat sederhana, tanpa gemerlap di hotel berbintang atau resto terkenal. Bahkan tak ada pengguntingan pita atau pelepasan balon. Kau lantas lahir. Ya, lahir dengan bersahaja, dari tangan orang-orang bersahaja yang hebat.

image

FLP jadoel…koleksi antik :))

Berlalu masa demi masa, kau tumbuh sehat dan bahagia dalam asuhan orang-orang hebat yang dilahirkan bumi ini untuk berjuang demi benih-benih peradaban terbaik. Namun ciri khas kebersahajaanmu masih ada. Bahkan masih lekat pada banyak sosok dalam dirimu. Kau membesar dengan karya, dengan kerja, dan dengan doa. Bahwa ketenaran datang mengintip perlahan, itu hanya bonus. Semoga kau tetap percaya bahwa setiap langkah kecil membawa kebaikan kadang tak terlalu perlu dinamai. Ada ketulusan yang tak boleh memburam, meski mungkin saja tak semua sebersahaja dulu.

FLP-ku sayang
Jangan hentikan langkah, apa lagi surut, meski selalu ada yang memaknai lain dari ketulusan kita berkarya. Mari terus libatkan doa demi doa, langitkan cinta demi cinta, biar semakin runduk kita dalam semak-semak dunia. Jangan bertepuk tangan untuk satu dua pencapaian…. berhati-hatilah sebab sungguh tak mudah membawa kebeningan dan ketulusan agar tetap di tempatnya.

FLP-ku sayang
Mari terus belajar tentang orang-orang yang enggan belajar untuk terus merunduk, terus mengabdi dan bergerak demi peradaban yang lebih baik. Kenanglah semua langkah dalam tunduk doa, bukan dengan tepuk tangan. Semakin kau besar, semakin banyak hal yang tadinya tak terpikirkan. Sudahlah. Mari lakukan yang baik-baik saja. Menulislah dan bergeraklah untuk kebaikan. Bekerjalah. Biar Allah swt dan alam semesta yang menjadi sebaik-baik saksi.

Tujuh belas tahun usiamu kini. Semoga berkah selalu. Jangan lupa ucapkan semua doa terbaikmu. Jelmakan mimpi dalam bentuknya yang paling indah. Dan jangan pernah larut dalam sorak sorai dan tepuk tangan.

Salam cinta dari seseorang yang menyayangimu….

diikutkan dalam giveaway sehari dalam rangka milad FLP blog Nunu el Fasa

Advertisements

About ifaavianty1

A wife, mom of 3 sons, writer and author of about 70 books. Loves books, music, movies, cook, art n craft, history, rain, mall, coffee, tea, and pasta. Oh, and every genius :))
This entry was posted in Uncategorized and tagged , , , . Bookmark the permalink.

2 Responses to Berdoalah dan Jangan Bertepuk Tangan

  1. Nunu El Fasa says:

    Teh ifaaa… aih maestro ini rendah hati bangeeet…. giveaway kecil saya diikutin. Subhanallaaaaah senaaaaaaang

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s