Single itu kriuk,… asal…

image

Tulisan ini diikutkan dalam Giveaway Catatan Kriuk

“Bisa ketemuan enggak, Teh?”
“Waduh enggak bisa…maaf, kudu jemput anak saya di Daycare”.

“Aduh gimana ya Teh, sejak punya baby jadi susah mau ngaji Quran sehari satu juz”.
“Iya, Teh, mau shalat sunnah sebentar saja susah. Si baby keburu nangis lah, poop lah… enakan waktu single dulu”.

“Sudah nikah woiiii, tundukkan pandang”.
“Ih, segitunya. Saya kan cuma lihat doang….ganteng gitu lho”.
“Makanya yang masih single, puas-puasin tuh larak lirik”.

“Enak ya yang sudah nikah, kemana mana ada yang antar jemput?”
“Wkwkwk, memangnya suamiku tukang ojek?”

“Enak deh yang sudah nikah, enggak kesepian lagi”.
“Woooo siapa bilang? Suamiku orang offshore, jarang di rumah. Piye iki?”

Hahaha. Itu obrol-obrolan yang sayaaaa banget. Maksudnya biasaaa banget saya dengar tiap harinya. Yang sudah menikah iri sama yang single. Yang single iri sama yang double. Yang double iri sama yang triple. Ehhh salah deh tuh.

Yaaa namanya juga manusia. Selalu berkeluh kesah dan cenderung enggak puas sama keadaan dan apa yang dia miliki saat ini. Apa betul sih yang single itu enggak enak dan yang sudah menikah itu terbatasi?

Nah sekarang kita kalkulasi bareng yuuuk….

Menikah

image

Marriage is not about a fairytale that comes true… it’s a long life commitment, indeed.

Enaknya memang ada tempat saling berbagi dan menyemangati. Ada yang mendukung dan mengingatkan. Ada seseorang tempat kita melabuhkan cinta dan kasih sayang yang halal. Istilah romantisnya, ada rumah tempat kita pulang.

Enaknya juga bisa lebih menjaga pandangan. Lebih bisa menahan diri deh dari urusan virus merah jambu. Aiiihhhh…

Tapi tentu ada konsekuensinya. Ya masalah komitmen, tanggung jawab, manajemen waktu dan hati. Dan tentu masih banyak konsekuensi yang lain. Sejauh yang saya alami sih, semua bisa berjalan baik jika dan hanya jika ada kerjasama dari pasangan. Lah kalau semua dibebankan ke satu pihak, istri atau suami, yaa enggak busa juga dong.

Jadi nih, kalau ada keluhan enggak bisa kemana-mana, enggak bisa kejar target ibadah dll, menurut saya sih, ya karena kurang kerjasama dengan pasangan atauuuu si istri/ibu itu yang kurang baik manajemen waktunya.

Nah tentang jaga pandangan? Hahaha, sama saja kok. Yang single, double, triple dan kuartet kwintet dst… tetaaap harus jaga pandangan. Hihihi hati-hati kesandung lho larak lirik melulu.

Single

image

Foto ini diambil dari WA grup FLP Sedunia: FLP Bekasi πŸ™‚ yang waktu itu masih unyu-unyu….

Enggak enaknya memaaang sih…. kebutuhan dasar untuk berpasangan yang seringkali muncul pada saat-saat tertentu. Semakin besar kebutuhan itu, maka akan semakin sering rasa sepi itu muncul. Timbul juga rasa ‘iri’ melihat yang sudah nikah, ada yang antar jemput. Ada perasaan nelangsa jika melihat sebuah keluarga muda sedang bercengkerama. Terus muncul pertanyaan, “Gue kapan ya bisa kayak gitu?”

Saya dulu menikah di usia cukup matang, hampir 31 tahun. Sejujurnya, ya pernah merasakan juga hal-hal seperti itu. Tambah sensitif lagi kalau keluarga, teman, tetangga, kerabat, tukang sayur, tukang jamu, tukang sampah juga ikutan rese. Tanya kapan nikah? (Lah kalau ane nikah, situ yakin mau kasih ane kado sesuai yang ane minta?) Atau malah dengan tanpa perasaan, bertanya kenapa gitu saya enggak nikah-nikah juga. Yang ini nih, kalau saya lagi bertanduk, pinginnya sih saya jawab, “Lah situ kapan dikuburnya? Perasaan dari dulu kok enggak mati-mati ya?” Haha yang ini makjleb banget. Untunglah saya enggak pernah betulan nyeplos kayak gini.

Taaapiii…. sejujurnya sih saya mengenang masa single saya sebagai masa-masa paling kriuk dalam hidup saya. Ini dia enaknya being single and happy. Young, free, and single.

Masa single itu masa untuk mengumpulkan pengalaman. Saya puasss banget kerja jadi reporter dan redaksi majalah remaja nasional Annida. Bisa ketemu banyak tokoh-tokoh penting yang saya wawancarai sebagai nara sumber, seperti pak Amien Rais, pak Nurmahmudi Ismail, dan Gus Dur alm. Belum lagi pengalaman meliput detik-detik reformasi pergantian kekuasaan tahun 1998. Juga meliput peristiwa kerusuhan yang mencekam itu. Seruuu banget.

Coba kalau saya sudah nikah dan punya anak itu, sedikit banyaknya saya pasti khawatir memikirkan anak saya di rumah. Wkwkwk.

Masa single itu masa yang paling seru buat gaul dan jalan-jalan. Kumpulkan teman dan bepergianlah sebanyak mungkin, sambil tetap memperhatikan keamanan dan kenyamanan sebagai perempuan single. Jadikan sebagai kenangan dan kisah yang menyenangkan kelak.

Dan masa single itu juga paling kriuk banget untuk membangun fondasi ibadah harian kita lho. Enggak percaya?

Kalau kita terbiasa melakukan shalat tepat waktu atau ibadah sunnah, misalnya, ini akan jadi barometer ketika kita sudah menikah dan jadi emak-emak kelak. Istilahnya, sudah terbiasa dari masih gadis. Karena terbiasa itulah, kalaupun kualitas atau kuantitasnya turun, enggak meluncur drastis. Eh tapi ini tentu harus dibarengi dengan disiplin, tekad kuat, niat, dan dukungan pasangan setelah menikah.

Masa single itu juga kriuk banget untuk merencanakan hidup selanjutnya. Mulai merencanakan kesehatan, karir, keuangan, pengembangan diri dan pendidikan, termasuk juga target akhirat. Semuaaa deh. Saya juga. Yaa ada yang sudah berhasil diwujudkan. Ada yang belum. Tapi yang jelas sudah terencana sejak gadis.

Ohhh iyaaa. Masa single juga kriuk banget untuk memulai menemukan passion, minat dan hobi. Tinggal dikembangkan deh nantinyaa….

Jadiii… nikmati saja dulu masa single-mu. Jangan keburu mati gaya. Apalagi memutuskan untuk pacaran gara-gara pingin buru-buru nikah. Rugi banget ah menggadaikan masa single-mu yang kriuk untuk sebuah hubungan gaje. Ntar enggak kriuk lagi ah masa single-nya….

Tuuuh kan. Masa single itu kriuk, dan masa setelah menikah itu crunchy. Jadi jangan iri lihat apa yang tidak/belum kita miliki. Mari syukuri tiap momen dalam hidup kita. Itu anugerah Tuhan yang sangat indah buat kita. Do your best, be the best of you…
La vita e bella…

Advertisements

About ifaavianty1

A wife, mom of 3 sons, writer and author of about 70 books. Loves books, music, movies, cook, art n craft, history, rain, mall, coffee, tea, and pasta. Oh, and every genius :))
This entry was posted in Uncategorized and tagged , , , , , . Bookmark the permalink.

11 Responses to Single itu kriuk,… asal…

  1. herma1206 says:

    mba ifa..bener gak sih katanya masa2 indah pernikahan itu 6 bln di awal..stelah itu akan ketemu banyak masalah dgn suami..??? *sambil ngarep jawabannya gak bener.. πŸ˜€

  2. Rien Dj says:

    Keren, Mbak Ifa. Selalu kriuk tulisannya. Jadi pingin ikut, nih πŸ™‚

  3. Iya bener maak. Dulu wwaktu single bisa jalan2 dan beraktivitas semau gue, ijin ya sama ortu. Kalo sekarang ijin sama suami.

  4. Single itu memang kriuk, Mbak Ifa. Tapi memang iya, kalau terlalu banyak org udh reseh pengennya dikrauk-krauk… Apaan tuh? hihi… Salam kenal πŸ™‚

  5. paresma says:

    thanks bunda πŸ™‚ waah hihihi,, gitu ya kalo udah double hehehe

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s